Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 241


__ADS_3

Di dalam kamar rawat Hana masih merasakan kontraksi yang


hilir mudik rasa mules itu membuat Hana bergerak tak nyaman terkadang Hana duduk


, tiduran hingga jalan jalan kecil dengan di temani Dean dan Roy Kakak iparnya ….


Dean dengan sigap dan telaten selalu mendampingi Hana ,


memeluk , mencium dengan sayang dan khawatir  , kata kata penyemangat dan kuat selalu


terucap dari bibir nya untuk sang istri yang sedang berjuang dalam menghadapi


persalinan buah hati nya … selalu di lakukan oleh Dean serta tangan nya seolah tak


ada rasa pegal masih setia mengelus punggung sang istri yang mengeluh panas dan


lain nya ….


“ Kenapa sayang ?”. tanya Dean sambil menuntun Hana menuju


ranjang nya dan terlihat Istrinya sedikit lebih tenang mungkin kontraksinya


sementara hilang .


“ Mas …”. Panggil Hana pada Suami yang sedang merapihkan


selimut nya .


“ Ya , apa sayang ?”. jawab Dean .


“ Aku mau makan salad buah dan martabak telor “. Ucap Hana


dengan tangan yang mengelus perut buncitnya .


Dean yang mendengar permintaan Istrinya sempat mengerutkan


kening nya dan menatap perut buncit sang Istri yang berisi calon anak nya “. Padahal


udah mau lahiran ya tapi masih ngidam aja “. Gumam Dean yang masih bisa


terdengar oleh Roy yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar rawat Hana dan


juga Hana yang mendelik mendengar gumam an Suaminya .


“ Kenapa udah lelah nurutin ngidam nya aku …?” Kata Hana


dengan nada marah .


“ Hah … bukan gitu sayang Cuma heran aja , yaudah iya Mas


turutin tapi udahan cemberut nya “. Ucap Dean pada Hana yang masih dengan


cemberutnya .


“ Roy , lo gak denger istri gue minta apa , sana lo cariin “.


Perintah Dean pada Roy yang melongo .


“ Heh yang minta Istri dan calon anak lo , kenapa gue yang


harus nyari …. Lagian lo gak sopan nyuruh nyuruh gue udah bagus gue nemenin lo …”.


Oceh Roy sepanjang jalan kenangan .


“ Ya tap…. “. Ucapan Dean terhenti saat Hana mengintereupsi


perdebatan antara Kakak adik itu .


“ STOP kalau kalian ribut gini yang ada aku mules lagi …. “.


Kata Hana dengan tegas .


“ Ya bagus biar cepet keluar tuh bayi nya “. Celetuk Roy yang


langsung mendapat lemparan pulpen dari Dean .


“ Bisa diem gak lo “. Kata Dean pada Roy .


“ Mas buruan beliin dulu aku pengen makan itu “. Pinta Hana


lagi dengan merengek membuat Dean langsung menuruti kemauan Istrinya .


“ Tapi nanti kalau Mas tinggal adek nya keluar gimana ? kan


Mas pengen dampingi kamu sayang “. Ujar Dean pada Hana .


“ Ya makanya buruan biar gak keduluan si dede keluar …”. Jawab


Hana dan Dean pun langsung mengangguk .


“ Sini kunci mobil lo “. Todong Dean pada Roy .


“ Lah emang mobil lo kemana ?”. tanya Roy .


“ Ish lo kan tau gue tadi dateng di anter supir “. Desis


Dean kesal .


“ Oh iya lupa gue , nih cepetan keburu anak lo brojol “. Kata


Roy sambil menyerahkan kunci mobil nya pada Dean yang langsung melesat setelah


mendapatkan kunci mobil .


Roy yang sedang duduk santai dengan ponsel di tangan nya


karena sedang berkirim pesan dengan sang Istri di rumah tiba tiba terkesiap


saat Hana kembali merintih .


“ IIish aauh …. “


“ Han sakit lagi ?”. tanya Roy yang langsung bangun dari


duduk nya dan mendekati ranjang dimana Hana tiduran .


“ Please Abang mohon jangan lahiran dulu tunggu Dean dateng


ya …”. Kata Roy panik sekaligus takut , takut jika menjadi korban ibu


melahirkan pasalnya saat ia menemani Kasih melahirkan dirinya sangat kacau


rambut yang pedih karena di jambak , tangan yang di gigit Kasih serta lengan


yang penuh cakaran dari Kasih membayangkan nya kembali Roy bergidik ngeri .


Hana tak menanggapi ocehan Kakak iparnya , ia malah


menurunkan kakinya hendak turun dari ranjang .


“ Han mau ngapain ko turun sih “. Tanya Roy bingung .


“ Aku mau jalan jalan kecil Bang biar gak terlalu sakit bantu


pegangin ya … “. Jawab Hana .


“ Tapi janji jangan lahiran dulu ya …. “. Pinta Roy konyol .


“ Aaarrg Abang bisa diem gak , tadi katanya suruh cepetan


lahiran giliran sekarang suruh jangan dulu “. Omel Hana pada Kakak iparnya yang


tampak menggaruk tengkuk nya yang tak gatal karena bingung .

__ADS_1


“ Iya tapi nanti tunggu Dean datang dulu … Arg mau lahiran


masih galak aja “. Ucap Roy sambil memapah Hana pelan pelan .


*********


“ Masih bisa makan segitu banyak nya kenyang terus tidur


lagi sungguh luar biasa …. buat tenaga tambahan biar kuat waktu ngejan kali De …


“. Ucap Roy pada Dean yang mengangguk yang melihat Hana makan martabak dan


salad buah dengan lahap lalu tertidur pulas .


“ Bagus lah Roy biar Istri gue kuat dan anak gue keluar ,


deg deg an gue Roy …. “ jawab Dean yang duduk di samping Roy .


“  Yaudah lo istirahat


dulu habis ini persiapan jadi bulan bulanan Hana lo “. Kata Roy .


“ Dih sialan lo … Lo gak pulang Roy ?”. tanya Dean .


“ Setelah Hana lahiran gue balik sekalian bawa apa yang


perlu di bawa terus gentian sama Mamih … Oh ya mertua lo kan udah ada sampe rumah


“. Jawab Roy yang di angguki Dean .


“ Iya tadi Alfa udah kasih kabar tadi nya mereka mau kesini demi


kesehatan mertua mending gue suruh mereka tunggu di rumah biar istirahat


sekaligus kangen kangenan sama cucu cucu nya “. Jawab Dean yang di benarkan Roy


.


“ Si Alfa udah lempeng ?”. tanya Roy  pada Dean yang menaikan bahu .


Saat Dean dan Roy asik berbincang bincang tiba tiba keduanya


tersentak saat Hana kembali mengaduh kesakitan .


“ Auuuuh sakiiit … emmmz  “. Rintih Hana , Dean dengan cepat menghampiri Istrinya dengan khawatir dan


jantung yang berdegup kencang karena melihat Hana yang terlihat sangat


kesakitan kemudian memegang tangan Hana dan mengelus dahi Hana yang basah


karena peluh .


“ ROY BURUAN PANGGIL DOKTER … “. Teriak Dean karena panik


dan Roy yang juga ikut panik dengan bodohnya berlari keluar mencari Dokter


bukan malah menekan tombol panggilan yang tersedia .


“ Tarik nafas sayang … kamu pasti kuat …” kata Dean .


“  Aaahk sakiit banget


…. Huuuuh haaah …”. Kaluh Hana dengan bulir air mata yang mulai membasahi pipi


mulus nya .


“ Maaaass saakkkiiiit …. “. Teriak Hana dengan mencengkram


kemeja yang di pakai Dean .


“ Iya Mas tau kamu boleh gigit atau pukul Mas ya sayang …”


“ Yaah yah Masss …”. Keluh Hana karena merasa ada cairan


“ Kenapa sayang jangan buat Mas takut …”.


“ Aku ngompol Mas … kaya nya ketuban ku udah pecah Mas


iisssh “. Adu Hana pada Dean yang makin panik .


Dean yang ingat dengan tombol panggilan langsung menekan


dengan tidak sabar bersamaan denga Dokter Dewi dengan 3 perawat yang masuk ke


dalam kamar rawat Hana .


“ Dok , ketuban istri saya sudah pecah …”. Ucap Dean pada


Dokter Dewi yang mengangguk mengerti .


“ Suster persiapkan semuanya … “ perintah Dokter Dewi pada 3


perawat nya .


Hana pun langsung di pindahkan ke brangkar khusus untuk


bersalin yang berada di samping ranjang nya dengan di bantu Dean .


“ Em maaf selain yang berkepentingan mohon tunggu di luar ya


..” pinta Dokter Dewi pada Roy yang mengangguk mengerti dan langsung keluar .


“ Tapi saya mau mendampingi Istri saya , Dok “.


“ Boleh Pak Dean asal anda tidak ikut panik ya biar Bu Hana


nya bisa konsentrasi “.pinta Dokter Dewi yang sudah memposisikan dirinya di


antara kaki Hana bersiap memeriksa .


“ Oke semua sudah lengkap … Suster siap “. Kata Doter Dewi


setelah memeriksa Hana yang ternyata sudah siap untuk melahirkan .


“ Siap Dok …” jawab serentak ketiga perawat .


“ baik Bu Hana ikuti arahan saya ya … atur nafas sebaik


mungkin berdoa dan semangat karena sebentar lagi akan bertemu si kecil “.  Dokter Dewi memberi arahan  pada Hana yang mengangguk patuh sambil


berpegang dengan lengan kekar sang Suami yang juga harap harap cemas .


“ AAAARRRGGGG ….. “teriak Hana dengan sekuat tenaga di saat


mengejan yang terakhir hingga usahanya membuah kan hasil .


“ Ooooeeek oooeek oooeek “. Terdengar tangisan nyaring dari


bayi yang baru di lahirkan Hana seketika Dean dan Hana meneteskan air mata


karena terharu sekaligus bersyukur bayinya sudah lahir .


“ Terimakasih sayang kamu sudah melahirkan anak anak yang


lucu untuk ku terimakasih “. Ucap Dean dengan sayang sambil memeluk , mencium


kening sang istri hingga mengecup bibir pucat sang Istri karena rasa bahagia


nya .


“ Selamatn Pak Dean , Bu Hana bayinya laki laki … dengan


berat lahir 3500 gram dan panjang 56 cm lihatlah dia sangat tampan dan juga

__ADS_1


sehat .”. ucap Dokter Dewi sambil menyerahkan bayi mungil nan tampan ke tangan


Dean yang tampak bergetar untuk di azani .


“ Lihat sayang dia tampan sekali … Oh astaga dia saingan


berat Mas “. Ucap Dean memperlihatkan putra nya pada Hana yang tersenyum


bahagia .


Hana memukul pelan lengan Suaminya “. Gak boleh ngiri sama


anak sendiri tau “.ucap Hana dengan mengelus pipi halus putra nya .


“ Iih anak Mamah ganteng nya … “


“ Walcome to the word my son “.


Bukan hanya Dean dan Hana yang bernafas lega dan bahagia


saat mendengar tangisan pertama bayi yang di lahirkan Hana , di luar ruangan


ternyata sudah ada Roy , Mamih Esty , Papih Dika serta orang tua Hana sudah


berada di luar ruangan dengan perasaan haru dan senang karena cucu nya telah


lahir .


******


“ Ceklek “.


Dean keluar dari dalam kamar setelah mengazani putranya yang


setelahnya akan di bersihkan begitu pun Hana untuk memberikan kabar berita pada


keluarganya .


Dean sedikit terkejut saat melihat ternyata sudah ada kedua


orang tua nya dan juga mertua nya dengan langkah pelan Dean menghampiri Mamih


Esty dengan mata berkaca kaca dan langsung memeluk Mamih Esty erat .


“ Mih , anak Dean sudah lahir dia sehat … maaf selama ini


masih belum bisa berbakti dengan baik dan terimakasih sudah melahirkan dan


merawat Dean dengan sangat baik “. Ucap Dean dengan memeluk Mamih Esty .


“ Selamat ya sayang anak bandel ku , Mamih bahagia nak ….


Kamu sudah jadi anak yang Mamih dan Papih bangga kan ko walau kadang bikin


kesal tapi percaya Dean anak Mamih yang hebat … Jaga dengan baik amanah dan


anugerah dari Tuhan ini ya nak …”. Jawab Mamih Esty dengan mengelus punggung


lebar nan tegap putra bungsunya .


Dean mengurai pelukan nya pada wanita yang melahirkan dan


mengasihi nya dengan tatapan sayang lalu Dean mengecup kening , pipi kiri dan


kanan Mamih nya lalu mencium pu nggung tangan wanita hebatnya dengan berucap “.


Terimakasih banyak Mih atas perjuangan dan pengorbanan nya yang tak kenal lelah


, Dean sayang Mamih “. Dan di angguki Mamih Esty yang tampak tercekat menjawab


ucapan putranya hanya isakan dan anggukan yang Mamih Esty lakukan .


Dean beralih memeluk Papih Dika dengan mengucap kata maaf


dan terimakasih teramat besar selama menjadi putra nya dan Papih Dika membalas


pelukan dan menepuk bahu Dean “ Selamat anak ku jadilah pria yang menjadi


pelindung untuk istrimu dan papah yang akan di kagumi putra putri mu , nak “.ucap


Papih Dika pada Dean yang mengangguk sambil mencium punggung tangan Papih Dika


.


Lalu beralih pada Bapak mertua nya yang juga memberikan


selamat dan juga doa terbaik lalu Dean pun memeluk Ibu mertuanya yang ternyata


sudah tak memakai kursi roda dengan wajah yang tampak lebih segar “ Terimakasih


Bu sudah melahirkan putri cantik yang kuat dan sabar , maaf jika dulu pernah


memberikan luka dalam untuk putri cantik mu tapi Dean janji putri mu tak akan


pernah merasa tersakiti lagi karena ulah ku akan ku buat putri mu menjadi ratu


wanita yang tak pernah kekurangan kebahagiaan “. Ucap Dean pada Ibu mertua nya yang


sudah berlinang air mata haru .


“ Sudah nak jangan ungkit luka itu lagi  , kami sudah memaafkan tugas mu sekarang hanya


membahagiakan putri Ibu dan mendidik dengan baik cucu cucu Ibu dan tolong sama


ratakan kasih sayang mu untuk Rama dan Rafa ya nak “. ujar Bu Wina .


“ Bu jangan berbicara seperti itu tanpa di minta Dean sudah


sangat menyayangi dan mencintai Kakak dan Abang bahkan Dean kadang lupa jika


mereka bukan putra kandung Dean karena mereka putra Dean tolong jangan ragukan


itu Bu “. Jawab Dean dan di angguki Bu Wina .


Kini Dean beralih pada Roy Kakaknya mereka pun langsung


berpelukan dengan mata yang berkaca kaca “. Selamat ya atas kelahiran ponakan


gue …Jangan nangis malu sama anak anak lo nanti “.ucap Roy dengan mengoda Adik


nya .


“ Terimakasih Roy selalu support dan sabar ngadepin gue ,


terimakasih “. Jawab Dean membuat semua orang yang ada di tempat itu terharu .


“ Oh ya ponakan gue princess apa jagoan ?”. tanya Roy .


“ hahaha ponakan lo jagoan dan lo parah nya gantengnya


nyaingi gue dong “. Jawab Dean .


“ Huh dasar anak nakal sama anak sendiri gak mau  kalah “. Kata Mamih Esty memukul bahu putra


bungsunya membuat semua nya tertawa atas tingkah konyol Dean .


“ Wah lengkap sudah Papih punya cucu …. Udah gak sabar di


kerubutin cucu cucu ya gak Pak Wahyu “. Kata Papih Dika pada besan nya .


“ Nak Dean siapa nama jagoan nya Dareen Frey Prada Dewantara


“. Jawab Dean mantap .

__ADS_1


***************


__ADS_2