
Di dalam kamar rawat Hana masih merasakan kontraksi yang
hilir mudik rasa mules itu membuat Hana bergerak tak nyaman terkadang Hana duduk
, tiduran hingga jalan jalan kecil dengan di temani Dean dan Roy Kakak iparnya ….
Dean dengan sigap dan telaten selalu mendampingi Hana ,
memeluk , mencium dengan sayang dan khawatir , kata kata penyemangat dan kuat selalu
terucap dari bibir nya untuk sang istri yang sedang berjuang dalam menghadapi
persalinan buah hati nya … selalu di lakukan oleh Dean serta tangan nya seolah tak
ada rasa pegal masih setia mengelus punggung sang istri yang mengeluh panas dan
lain nya ….
“ Kenapa sayang ?”. tanya Dean sambil menuntun Hana menuju
ranjang nya dan terlihat Istrinya sedikit lebih tenang mungkin kontraksinya
sementara hilang .
“ Mas …”. Panggil Hana pada Suami yang sedang merapihkan
selimut nya .
“ Ya , apa sayang ?”. jawab Dean .
“ Aku mau makan salad buah dan martabak telor “. Ucap Hana
dengan tangan yang mengelus perut buncitnya .
Dean yang mendengar permintaan Istrinya sempat mengerutkan
kening nya dan menatap perut buncit sang Istri yang berisi calon anak nya “. Padahal
udah mau lahiran ya tapi masih ngidam aja “. Gumam Dean yang masih bisa
terdengar oleh Roy yang sedang duduk di sofa yang ada di kamar rawat Hana dan
juga Hana yang mendelik mendengar gumam an Suaminya .
“ Kenapa udah lelah nurutin ngidam nya aku …?” Kata Hana
dengan nada marah .
“ Hah … bukan gitu sayang Cuma heran aja , yaudah iya Mas
turutin tapi udahan cemberut nya “. Ucap Dean pada Hana yang masih dengan
cemberutnya .
“ Roy , lo gak denger istri gue minta apa , sana lo cariin “.
Perintah Dean pada Roy yang melongo .
“ Heh yang minta Istri dan calon anak lo , kenapa gue yang
harus nyari …. Lagian lo gak sopan nyuruh nyuruh gue udah bagus gue nemenin lo …”.
Oceh Roy sepanjang jalan kenangan .
“ Ya tap…. “. Ucapan Dean terhenti saat Hana mengintereupsi
perdebatan antara Kakak adik itu .
“ STOP kalau kalian ribut gini yang ada aku mules lagi …. “.
Kata Hana dengan tegas .
“ Ya bagus biar cepet keluar tuh bayi nya “. Celetuk Roy yang
langsung mendapat lemparan pulpen dari Dean .
“ Bisa diem gak lo “. Kata Dean pada Roy .
“ Mas buruan beliin dulu aku pengen makan itu “. Pinta Hana
lagi dengan merengek membuat Dean langsung menuruti kemauan Istrinya .
“ Tapi nanti kalau Mas tinggal adek nya keluar gimana ? kan
Mas pengen dampingi kamu sayang “. Ujar Dean pada Hana .
“ Ya makanya buruan biar gak keduluan si dede keluar …”. Jawab
Hana dan Dean pun langsung mengangguk .
“ Sini kunci mobil lo “. Todong Dean pada Roy .
“ Lah emang mobil lo kemana ?”. tanya Roy .
“ Ish lo kan tau gue tadi dateng di anter supir “. Desis
Dean kesal .
“ Oh iya lupa gue , nih cepetan keburu anak lo brojol “. Kata
Roy sambil menyerahkan kunci mobil nya pada Dean yang langsung melesat setelah
mendapatkan kunci mobil .
Roy yang sedang duduk santai dengan ponsel di tangan nya
karena sedang berkirim pesan dengan sang Istri di rumah tiba tiba terkesiap
saat Hana kembali merintih .
“ IIish aauh …. “
“ Han sakit lagi ?”. tanya Roy yang langsung bangun dari
duduk nya dan mendekati ranjang dimana Hana tiduran .
“ Please Abang mohon jangan lahiran dulu tunggu Dean dateng
ya …”. Kata Roy panik sekaligus takut , takut jika menjadi korban ibu
melahirkan pasalnya saat ia menemani Kasih melahirkan dirinya sangat kacau
rambut yang pedih karena di jambak , tangan yang di gigit Kasih serta lengan
yang penuh cakaran dari Kasih membayangkan nya kembali Roy bergidik ngeri .
Hana tak menanggapi ocehan Kakak iparnya , ia malah
menurunkan kakinya hendak turun dari ranjang .
“ Han mau ngapain ko turun sih “. Tanya Roy bingung .
“ Aku mau jalan jalan kecil Bang biar gak terlalu sakit bantu
pegangin ya … “. Jawab Hana .
“ Tapi janji jangan lahiran dulu ya …. “. Pinta Roy konyol .
“ Aaarrg Abang bisa diem gak , tadi katanya suruh cepetan
lahiran giliran sekarang suruh jangan dulu “. Omel Hana pada Kakak iparnya yang
tampak menggaruk tengkuk nya yang tak gatal karena bingung .
__ADS_1
“ Iya tapi nanti tunggu Dean datang dulu … Arg mau lahiran
masih galak aja “. Ucap Roy sambil memapah Hana pelan pelan .
*********
“ Masih bisa makan segitu banyak nya kenyang terus tidur
lagi sungguh luar biasa …. buat tenaga tambahan biar kuat waktu ngejan kali De …
“. Ucap Roy pada Dean yang mengangguk yang melihat Hana makan martabak dan
salad buah dengan lahap lalu tertidur pulas .
“ Bagus lah Roy biar Istri gue kuat dan anak gue keluar ,
deg deg an gue Roy …. “ jawab Dean yang duduk di samping Roy .
“ Yaudah lo istirahat
dulu habis ini persiapan jadi bulan bulanan Hana lo “. Kata Roy .
“ Dih sialan lo … Lo gak pulang Roy ?”. tanya Dean .
“ Setelah Hana lahiran gue balik sekalian bawa apa yang
perlu di bawa terus gentian sama Mamih … Oh ya mertua lo kan udah ada sampe rumah
“. Jawab Roy yang di angguki Dean .
“ Iya tadi Alfa udah kasih kabar tadi nya mereka mau kesini demi
kesehatan mertua mending gue suruh mereka tunggu di rumah biar istirahat
sekaligus kangen kangenan sama cucu cucu nya “. Jawab Dean yang di benarkan Roy
.
“ Si Alfa udah lempeng ?”. tanya Roy pada Dean yang menaikan bahu .
Saat Dean dan Roy asik berbincang bincang tiba tiba keduanya
tersentak saat Hana kembali mengaduh kesakitan .
“ Auuuuh sakiiit … emmmz “. Rintih Hana , Dean dengan cepat menghampiri Istrinya dengan khawatir dan
jantung yang berdegup kencang karena melihat Hana yang terlihat sangat
kesakitan kemudian memegang tangan Hana dan mengelus dahi Hana yang basah
karena peluh .
“ ROY BURUAN PANGGIL DOKTER … “. Teriak Dean karena panik
dan Roy yang juga ikut panik dengan bodohnya berlari keluar mencari Dokter
bukan malah menekan tombol panggilan yang tersedia .
“ Tarik nafas sayang … kamu pasti kuat …” kata Dean .
“ Aaahk sakiit banget
…. Huuuuh haaah …”. Kaluh Hana dengan bulir air mata yang mulai membasahi pipi
mulus nya .
“ Maaaass saakkkiiiit …. “. Teriak Hana dengan mencengkram
kemeja yang di pakai Dean .
“ Iya Mas tau kamu boleh gigit atau pukul Mas ya sayang …”
“ Yaah yah Masss …”. Keluh Hana karena merasa ada cairan
“ Kenapa sayang jangan buat Mas takut …”.
“ Aku ngompol Mas … kaya nya ketuban ku udah pecah Mas
iisssh “. Adu Hana pada Dean yang makin panik .
Dean yang ingat dengan tombol panggilan langsung menekan
dengan tidak sabar bersamaan denga Dokter Dewi dengan 3 perawat yang masuk ke
dalam kamar rawat Hana .
“ Dok , ketuban istri saya sudah pecah …”. Ucap Dean pada
Dokter Dewi yang mengangguk mengerti .
“ Suster persiapkan semuanya … “ perintah Dokter Dewi pada 3
perawat nya .
Hana pun langsung di pindahkan ke brangkar khusus untuk
bersalin yang berada di samping ranjang nya dengan di bantu Dean .
“ Em maaf selain yang berkepentingan mohon tunggu di luar ya
..” pinta Dokter Dewi pada Roy yang mengangguk mengerti dan langsung keluar .
“ Tapi saya mau mendampingi Istri saya , Dok “.
“ Boleh Pak Dean asal anda tidak ikut panik ya biar Bu Hana
nya bisa konsentrasi “.pinta Dokter Dewi yang sudah memposisikan dirinya di
antara kaki Hana bersiap memeriksa .
“ Oke semua sudah lengkap … Suster siap “. Kata Doter Dewi
setelah memeriksa Hana yang ternyata sudah siap untuk melahirkan .
“ Siap Dok …” jawab serentak ketiga perawat .
“ baik Bu Hana ikuti arahan saya ya … atur nafas sebaik
mungkin berdoa dan semangat karena sebentar lagi akan bertemu si kecil “. Dokter Dewi memberi arahan pada Hana yang mengangguk patuh sambil
berpegang dengan lengan kekar sang Suami yang juga harap harap cemas .
“ AAAARRRGGGG ….. “teriak Hana dengan sekuat tenaga di saat
mengejan yang terakhir hingga usahanya membuah kan hasil .
“ Ooooeeek oooeek oooeek “. Terdengar tangisan nyaring dari
bayi yang baru di lahirkan Hana seketika Dean dan Hana meneteskan air mata
karena terharu sekaligus bersyukur bayinya sudah lahir .
“ Terimakasih sayang kamu sudah melahirkan anak anak yang
lucu untuk ku terimakasih “. Ucap Dean dengan sayang sambil memeluk , mencium
kening sang istri hingga mengecup bibir pucat sang Istri karena rasa bahagia
nya .
“ Selamatn Pak Dean , Bu Hana bayinya laki laki … dengan
berat lahir 3500 gram dan panjang 56 cm lihatlah dia sangat tampan dan juga
__ADS_1
sehat .”. ucap Dokter Dewi sambil menyerahkan bayi mungil nan tampan ke tangan
Dean yang tampak bergetar untuk di azani .
“ Lihat sayang dia tampan sekali … Oh astaga dia saingan
berat Mas “. Ucap Dean memperlihatkan putra nya pada Hana yang tersenyum
bahagia .
Hana memukul pelan lengan Suaminya “. Gak boleh ngiri sama
anak sendiri tau “.ucap Hana dengan mengelus pipi halus putra nya .
“ Iih anak Mamah ganteng nya … “
“ Walcome to the word my son “.
Bukan hanya Dean dan Hana yang bernafas lega dan bahagia
saat mendengar tangisan pertama bayi yang di lahirkan Hana , di luar ruangan
ternyata sudah ada Roy , Mamih Esty , Papih Dika serta orang tua Hana sudah
berada di luar ruangan dengan perasaan haru dan senang karena cucu nya telah
lahir .
******
“ Ceklek “.
Dean keluar dari dalam kamar setelah mengazani putranya yang
setelahnya akan di bersihkan begitu pun Hana untuk memberikan kabar berita pada
keluarganya .
Dean sedikit terkejut saat melihat ternyata sudah ada kedua
orang tua nya dan juga mertua nya dengan langkah pelan Dean menghampiri Mamih
Esty dengan mata berkaca kaca dan langsung memeluk Mamih Esty erat .
“ Mih , anak Dean sudah lahir dia sehat … maaf selama ini
masih belum bisa berbakti dengan baik dan terimakasih sudah melahirkan dan
merawat Dean dengan sangat baik “. Ucap Dean dengan memeluk Mamih Esty .
“ Selamat ya sayang anak bandel ku , Mamih bahagia nak ….
Kamu sudah jadi anak yang Mamih dan Papih bangga kan ko walau kadang bikin
kesal tapi percaya Dean anak Mamih yang hebat … Jaga dengan baik amanah dan
anugerah dari Tuhan ini ya nak …”. Jawab Mamih Esty dengan mengelus punggung
lebar nan tegap putra bungsunya .
Dean mengurai pelukan nya pada wanita yang melahirkan dan
mengasihi nya dengan tatapan sayang lalu Dean mengecup kening , pipi kiri dan
kanan Mamih nya lalu mencium pu nggung tangan wanita hebatnya dengan berucap “.
Terimakasih banyak Mih atas perjuangan dan pengorbanan nya yang tak kenal lelah
, Dean sayang Mamih “. Dan di angguki Mamih Esty yang tampak tercekat menjawab
ucapan putranya hanya isakan dan anggukan yang Mamih Esty lakukan .
Dean beralih memeluk Papih Dika dengan mengucap kata maaf
dan terimakasih teramat besar selama menjadi putra nya dan Papih Dika membalas
pelukan dan menepuk bahu Dean “ Selamat anak ku jadilah pria yang menjadi
pelindung untuk istrimu dan papah yang akan di kagumi putra putri mu , nak “.ucap
Papih Dika pada Dean yang mengangguk sambil mencium punggung tangan Papih Dika
.
Lalu beralih pada Bapak mertua nya yang juga memberikan
selamat dan juga doa terbaik lalu Dean pun memeluk Ibu mertuanya yang ternyata
sudah tak memakai kursi roda dengan wajah yang tampak lebih segar “ Terimakasih
Bu sudah melahirkan putri cantik yang kuat dan sabar , maaf jika dulu pernah
memberikan luka dalam untuk putri cantik mu tapi Dean janji putri mu tak akan
pernah merasa tersakiti lagi karena ulah ku akan ku buat putri mu menjadi ratu
wanita yang tak pernah kekurangan kebahagiaan “. Ucap Dean pada Ibu mertua nya yang
sudah berlinang air mata haru .
“ Sudah nak jangan ungkit luka itu lagi , kami sudah memaafkan tugas mu sekarang hanya
membahagiakan putri Ibu dan mendidik dengan baik cucu cucu Ibu dan tolong sama
ratakan kasih sayang mu untuk Rama dan Rafa ya nak “. ujar Bu Wina .
“ Bu jangan berbicara seperti itu tanpa di minta Dean sudah
sangat menyayangi dan mencintai Kakak dan Abang bahkan Dean kadang lupa jika
mereka bukan putra kandung Dean karena mereka putra Dean tolong jangan ragukan
itu Bu “. Jawab Dean dan di angguki Bu Wina .
Kini Dean beralih pada Roy Kakaknya mereka pun langsung
berpelukan dengan mata yang berkaca kaca “. Selamat ya atas kelahiran ponakan
gue …Jangan nangis malu sama anak anak lo nanti “.ucap Roy dengan mengoda Adik
nya .
“ Terimakasih Roy selalu support dan sabar ngadepin gue ,
terimakasih “. Jawab Dean membuat semua orang yang ada di tempat itu terharu .
“ Oh ya ponakan gue princess apa jagoan ?”. tanya Roy .
“ hahaha ponakan lo jagoan dan lo parah nya gantengnya
nyaingi gue dong “. Jawab Dean .
“ Huh dasar anak nakal sama anak sendiri gak mau kalah “. Kata Mamih Esty memukul bahu putra
bungsunya membuat semua nya tertawa atas tingkah konyol Dean .
“ Wah lengkap sudah Papih punya cucu …. Udah gak sabar di
kerubutin cucu cucu ya gak Pak Wahyu “. Kata Papih Dika pada besan nya .
“ Nak Dean siapa nama jagoan nya Dareen Frey Prada Dewantara
“. Jawab Dean mantap .
__ADS_1
***************