
Di rumah mewah yang bergaya modern klasik yang di dominasi oleh warna putih bersih menjadikan kesan elegan .
Di kediaman mewah keluarga Dewantara semua anggota sedang menikmati hidangan makan malam yang memang jarang sekali dalam formasi lengkap karena disibukkan dengan pekerjaan .
Papih Dika pun telah menyelesaikan acara makan nya yang di ikuti oleh istri dan kedua anaknya .
" Dean apa hasil tes DNA mu sudah keluar hasilnya?". tanya Papih Dika pada putranya.
" Belum " jawab Dean singkat.
" Kamu a sudah mengunjungi Hana ?". tanya Papih Dika lagi.
" Buat apa ?". jawab Dean cuek.
" Hah buat apa , Ya melihat Ibu dari calon anakmu Dean ". sahut Roy
" Gak usah ngaco Lo Roy " jawab Dean sewot.
"Lagian ngapain juga Dean bolak balik kesana kalau belum ada kejelasan iya kalau anak Dean kalau bukan , buang buang waktu aja ".
jawab Dean lagi .
" Astaghfirullah Dean , kamu jangan bicara gitu nak ". ucap Mamih Esty.
" Apa Mih , Mamih mau maksa Dean lagi terus habis itu ada korban lagi disini ." ujar Dean datar
" Mamih dan Papih mau buat Dean jadi orang jahat lagi ". ujar Dean lagi penuh emosi .
" Dean bukan gitu maksud Mamih dan Papih nak ". jawab Mamih Esty dengan raut wajah sedih .
" Dean itu semua bukan karena kami , itu sudah menjadi takdir ." ucap Papih Dika.
" Untuk masalah kamu dan Hana . Papih harap kamu tak pernah menyesal dengan tindakan bodoh mu seperti yang sudah sudah ." kata Papih Dika .
" Kenapa harus bahas itu lagi Dean gak suka ya Pih , untuk masalah ini Dean jamin tidak akan pernah ada penyesalan ". kata Dean sambil beranjak pergi ke kamar nya .
" De jangan kaya gitu sama Mamih dan Papih " ucap Roy saat Dean akan berjalan kearah tangga .
" Itu kenyataan nya Roy ". jawab Dean yang sudah berlari menaiki tangga menuju kamar nya.
Roy pun menoleh pada Mamih Esty yang sudah menangis dan Papih Dika . Roy menghampiri kedua orang tua angkat yang menyayangi nya .
" Mih sudah jangan sedih lagi ya , Dean hanya teringat dengan dia". Roy menenang kan Mamih Esty .
" Roy saat itu Mamih dan Papih tidak ada pilihan lain , Mamih hanya ingin memberikan kebahagiaan untuk nya di sisa hidupnya Roy huhu huhu". tangis Mamih Esty pun pecah teringat kenangan yang membuat putranya terpuruk.
*****
Di kamar luas nan mewah itu seorang pria tampan dan mapan itu sedang terduduk di karpet lantai halusnya dengan memegang foto seseorang.
__ADS_1
" Maafkan aku yang sudah menjadi pria terbodoh sehingga me nyia-nyiakan cinta mu yang tulus ".
" Maafkan aku tak memberi kebahagiaan untuk mu hingga saat saat terakhir mu". ujar Dean masih melihat wajah seseorang di foto itu .
*****
Akhir pekan memang hari yang di tunggu tunggu oleh sebagian orang untuk berkumpul dengan keluarga atau untuk mengistirahatkan raga yang lelah karena rutinitas nya.
Roy pun masuk ke dalam kamar adik yang menurutnya sangat menyebalkan , saat pintu terbuka ternyata Dean masih bergelung di bawah selimut tebalnya dengan memeluk guling kesayangan nya dengan erat.
" Dean , de bangun udah siang ". ucap Roy sambil membuka korden jendela berwarna navy itu yang membuat sinar mentari masuk dan menyilaukan wajah tampan seorang Dean .
" Apaan sih Roy , gue masih ngantuk ". jawab Dean dengan menyembunyikan wajahnya yang terpapar sinar matahari.
" Bangun Dean itu ada surat dari Rumah Sakit Semarang ." mendengar ucapan kakaknya , Dean pun langsung bangun dan terduduk di kasur empuknya.
" Ngapain tu Rumah Sakit ngirim gue surat ?". tanya Dean dengan tampang bodoh nya .
" Gak usah pura pura amnesia Lo ". jawab Roy ketus
" Buruan bangun Dean itu udah di tunggu Papih buat sarapan ".kata Roy lagi .
" Heum " Dean pun langsung beranjak dari tempat tidur nya dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya.
******
Setelah menikmati sarapannya Papih Dika pun beranjak dari duduknya .
" Heeum " Dean hanya mengangguk kan kepala nya dengan mengunyah buah apel yang di kupas kulitnya oleh Mamih Esty.
" Nih baca ". Papih Dika menyodorkan amplop putih .
" Yaudah Papih aja yang baca ". jawab Dean cuek .
" Yaudah sini biar Roy yang baca Pih ". Roy menawarkan diri dan Papih Dika pun memberikan amplop itu . Dean masih bersikap cuek .
" De ini masih di segel Lo liat kan ". kata Roy memperlihatkan segel di amplop itu.
" Yaudah baca aja ribet banget ". ucap Dean ketus.
Roy pun mulai membuka segel di amplop itu dan mulai membaca isinya dengan wajah yang serius dan Dean pun mulai melirik Roy yang sedang membaca surat itu.
" Sini suruh baca malah diem aja ". ujar Dean sambil merampas surat yang dipegang oleh Roy dan Dean pun mulai membaca .
" DEG "
" Apa hasilnya Dean ?" tanya Mamih Esty penasaran .
" A … anak itu 99% anak Dean dan kembar …" jawab Dean dengan terbata dan tangan yang bergetar mengetahui fakta itu .
__ADS_1
" Alhamdulillah " ucap syukur semua orang Mamih Esty dan Papih Dika pun saling berpelukan karena bahagia dengan kabar itu.
" ASTAGA APA YANG SUDAH SAYA LAKUKAN ".
ucap Dean terkejut dan langsung beranjak berlari menuju kamar nya .
5 Menit kemudian Dean kembali sudah dengan pakaian rapinya yang membuat kedua orang tuanya bingung .
"Mau kemana Dean ?" tanya Mamih Esty.
" Mau ke Semarang Mih buat ketemu Hana ". jawab Dean sambil menyalami tangan kedua orangtuanya.
" Dean berangkat Mih Pih " pamit Dean dan langsung beranjak keluar rumah.
" gue ikut Dean ". Roy pun menyusul langkah Dean .
*****
Dalam perjalanan menuju Semarang membuat Dean merasa tidak sabar ingin cepat sampai di rumah wanita yang sudah menerima perlakuan b*j*tnya dan sikap angkuh nya .
Dan tibalah Dean dan Roy di depan rumah pak Wahyu yang terlihat sepi .
" De ko sepi ya ?" tanya Dean.
" Iya , yaudah kita coba dulu mungkin merek lagi di halaman depan." jawab Roy .
Hampir 10 menit 2 pria tampan itu mengetuk pintu rumah Pak Wahyu secara bergantian hingga usaha mereka terhenti saat ada suara seseorang wanita paruh baya yang di ketahui adalah tetangga Pak Wahyu dan Bu Wina.
" Mas mas " panggil si Ibu .
" Ya Bu , Bu maaf saya mau tanya kemana ya Pak Wahyu ko rumahnya sepi ya ? " ujar Roy.
" Oh Pak Wahyu nya sudah pindah 2 Minggu yang lalu ". jawab si Ibu.
" Perempuan yang hamilnya Bu ?". tanya Dean .
" Mba Hana juga ikut pindah ".
" Kira kira Ibu tau mereka pindah ke mana ?". tanya Roy .
" Gak ada yang tau Mas , mereka pindah nya buru buru bahkan rumah ini di tinggal kan gitu aja gak di jual , yaudah ya mas ."ucap si Ibu dan pergi.
" DEG "
Mendengar jawaban si Ibu , Dean pun langsung berjongkok .
" Roy , mereka pergi dan Hana pergi bawa anak anak ku Roy ". ujar Dean dengan pandangan kosong .
Roy pun tak menjawab karena ia juga bingung dengan kepergian keluarga Pak Wahyu yang tiba-tiba.
__ADS_1
******%