Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 50


__ADS_3

" Udahlah Fan jangan uring uringan gitu harusnya kamu seneng dong bakalan ada yang bertanggung jawab Hana dan bayinya " ucap Doni pada Fandi yang sejak keluar dari Perusahaan Dewantara Group terlihat kesal .


" Gimana gak kesal Don mentang-mentang orang yang bisa melakukan apa saja , mereka mau mempercepat perceraian saya dengan Hana ." sahut Fandi dengan ketus .


" Ya bagus dong kalau akan di percepat bukan nya itu mau kamu , saya kan sudah bilang Kalau pria itu bukan orang sembarangan dan bener kan dia seorang CEO Perusahaan besar Fan ." jawab Doni santai .


" Udahlah antara kamu dan Hana itu sudah selesai , hubungan kamu dengan Hana hanya karena anak anak tidak lebih Fan . Sekarang kamu tinggal menata hidup kamu kembali menjadi lebih baik lagi ."ucap Doni lagi


Fandi tak menjawab hanya diam dengan pikiran yang berkecamuk .


" Jangan pernah kamu sesali apa yang sudah menjadi keputusan mu ". ucap Doni lagi dan lagi lagi Fandi hanya diam .


Doni pun membiarkan sahabatnya yang sedang menikmati kerisauan nya sendiri .


*****


Cuaca sore ini lumayan cerah membuat perjalanan Papih Dika , Pak Wahyu dan Pak Tama dari Kota Jakarta ke Kota Semarang pun lancar sesuai dengan jadwal , saat di dalam pesawat Pak Wahyu pun hanya memejamkan mata nya mengistirahatkan tubuh dan pikiran sejenak yang kebetulan tempat duduknya terpisah dengan Papih Dika dan Om Tama .


" Pak , siapa orang itu dan kenapa kita tiba-tiba pergi ke Kota Semarang ?". tanya Om Tama pada Papih Dika karena rasa penasarannya .


" Dia namanya Pak Wahyu ayah dari wanita yang sudah menjadi korban Dean . dan kita ke Semarang sebagai awal pertanggung jawaban dari kami ." jawab Papih Dika dengan perasaan yang campur aduk . Kecewa merasa gagal mendidik anak , marah dengan pembuatan anaknya yang sudah keterlaluan dan senang jika memang di dalam perut wanita itu benar anak dari putranya berarti sebentar lagi ia akan mempunyai cucu .


" Maksudnya Pak ?". tanya Om Tama bingung .


" Ya Dean memperkosa anak dari bapak itu sampai hamil dan saya ingin mengenal wanita itu Tam . Kamu didik lah anak-anak mu dengan baik Tam jangan sampai seperti saya gagal ." ucap Papih Dika lirih menasehati Tama orang yang sudah mengabdikan diri sangat lama hampir 13 tahun di Dewantara Group dan sekarang beliau sudah berusia 36 tahun menjadi orang kepercayaan Papih Dika sejak 5 tahun setelah Papih Dika menyerahkan kepemimpinan Dewantara Group di tangan Dean Prada Dewantara , karena kinerja dan kejujuran yang tidak bisa di ragukan lagi .


" Jangan bicara seperti itu Pak , anda Papih yang hebat ko buktinya sejak Bos Dean jadi CEO . Perusahaan bisa menjadi lebih besar dan sukses lagi . Bos Dean berubah karena kehilangan Mba Sita kan Pak ". jawab Om Tama serius .


" Ya seperti nya saya melupakan hal itu ." kata Papih Dika .


****


Setelah menempuh -+ 2 jam akhirnya Papih Dika dan Pak Wahyu sampai di depan rumah sederhana yang asri dan pasti nyaman untuk di tempati . Pak Wahyu dan Papih Dika pun turun dari taksi dan melangkah kan kaki masuk ke dalam rumah , Pak Wahyu pun melangkahkan kakinya masuk ke rumah nya namun Papih Dika masih diam mengamati rumah sederhana milik Pak Wahyu.

__ADS_1


" Assalamualaikum Bu " ucap salam Pak Wahyu .


" Waalaikumsalam Bapak sudah pulang , gimana Pak urusannya ?". tanya Bu Wina yang tau kepergian suaminya .


" Nanti ya Bu bicara in nya , itu ada tamu ". kata Pak Wahyu .


" Siapa itu Pak ?". tanya Bu Wina dengan melongokan kepala nya melihat Papih Dika yang masih melihat lihat halaman rumah Pak Wahyu .


" Hana kemana Bu ? " bukannya menjawab Pak Wahyu malah menanyakan putrinya .


" Itu lagi mandi in anak anak Pak". jawab Bu Wina.


" Bapak itu orang tua dari ayah bayi yang di kandung Hana , tapi ibu jangan bilang Hana bilang saja teman Bapak karena beliau ingin kenal dan dekat dengan putri kita ". jelas Pak Wahyu pada Istrinya .


" Mari Pak silahkan masuk ". Pak Wahyu mempersilahkan Papih Dika masuk ke dalam rumah nya .


" Maaf Pak rumah kampung ." ucap Pak Wahyu lagi .


" Tidak apa-apa Pak nyaman ko rumahnya masih banyak pepohonan ." jawab Papih Dika sambil masuk ke dalam rumah .


" Silahkan Pak ". ucap Bu Wina ramah .


Pak Wahyu dan Papih Dika pun mengobrol dengan di temani teh hangat serta camilan yang di sajikan oleh Bu Wina . Di tengah obrolan mereka terdengar suara teriakan anak-anak yang keluar dari lantai atas .


" Akung … Akung …Akung ". teriak 2 bocah itu dengan menghampiri Akung nya .


" Jangan lari kak dek nanti jatuh ." ucap Pak Wahyu pada kedua cucunya.


" Hap " dua bocah itu pun langsung memeluk tubuh lelaki parubaya dengan sayang .


" Salim dulu dong kak dek ". kata Bu Wina pada kedua cucunya dan langsung di turuti oleh Kakak beradik itu .


" Nah gitu baru anak pintar , nih salin juga dong sama …" Pak Wahyu pun menyuruh cucunya untuk Salim pada Papih Dika .

__ADS_1


" Opa Dika panggil saya Opa ". sahut Papih Dika , anak anak pun langsung mendekat dan Salim pada Papih Dika.


" Wah anak pintar , kalau Opa boleh tau siapa namanya ". tanya Papih Dika pada dua anak laki laki yang duduk di pangkuan nya.


" Nama ku Rama dan ini adek ku Rafa Opa ". jawab si sulung Rama.


" Wah namanya bagus ya sama kaya orang nya Loh ." ucap Papih Dika sambil mengelus kepala kedua anak itu .


( Ya Tuhan , Dean tega sekali kamu telah memisahkan kedua orang tua anak-anak manis ini ) gumam Papih Dika dalam hati masih sambil mengelus kepala anak anak Hana , merasa iba kepada dua anak kecil yang seharusnya bahagia dengan kedua orangtuanya dan geram pada perbuatan putranya hingga tanpa disadari air mata Papih Dika menetes dan jatuh di kepala si bungsu Rafa .


" Opa kenapa ko nangis ?". tanya si sulung Rama .


" Hah gak apa-apa Opa hanya terlalu senang bisa bertemu anak anak yang pintar dan tampan ini ". jawab Papih Dika dan kedua bocah itu hanya manggut-manggut saja , Pak Wahyu dan Bu Wina pun masih mengamati sikap Papih Dika pada kedua cucunya .


Hingga semua yang ada di ruang tamu itu pun menoleh pada seorang wanita cantik dengan perut yang mulai membuncit berjalan ke ruang tamu .


Tak terkecuali Papih Dika yang juga mengamati wanita cantik itu walaupun perutnya mulai membesar .


" Apa dia wanita yang menerima kebejatan dari anakku , Astaga masih muda sekali dan cantik walaupun dengan perut yang mulai membesar ." gumam Papih Dika dalam hati kagum dengan kecantikan yang natural dari seorang Hana .


" Hay nak sini " panggil Pak Wahyu pada putrinya dan Hana pun beranjak untuk Salim pada Bapak nya .


" Bapak kapan pulang ?". tanya Hana pada Bapak nya .


" Belum lama ko , oh iya kenalkan nak ini teman Bapak beliau akan menginap di sini ".kata Pak Wahyu ,Hana pun langsung beranjak mendekati Papih Dika .


" Assalamualaikum Pak , kenal kan saya Hana ." ucap Hana sopan dengan senyum manis nya.


" Waalaikumsalam nama Bapak Dika teman Bapak kamu dan kamu harus panggil saya Papih oke ". ucap Papih Dika santai namun Hana malah merasa heran , Hana pun menoleh pada Pak Wahyu dan di angguki oleh Bapak nya .


" Baik Pih ". ucap Hana dengan wajah bersemu merah karena malu .


*****

__ADS_1


"


__ADS_2