Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 59


__ADS_3

Hana pun telah menyetujui keputusan untuk melakukan tes DNA pada janinnya dan Dean untuk membuktikan bahwa bayi itu benar darah daging dari Dean Prada Dewantara tanpa harus menikah dengan Dean .


Hana pun sudah bertekad setelah melakukan pemeriksaan DNA ia akan pergi sejauh mungkin tanpa di ketahui oleh keluarga Dewantara .


Kedua orang tuanya dan adiknya pun sudah bersedia mengikuti semua rencana dari Hana karena mereka pun ikut terluka mendengar fakta bahwa Dean tak mengakui bayi yang dikandung oleh Hana .


*****


Dan tepat hari ini Hana melakukan tes DNA dengan di temani oleh Dean , Mamih Esty dan Roy yang terbang langsung dari Jakarta .


Mereka pun langsung menuju rumah sakit besar di Kota Semarang untuk melakukan rangkaian tes DNA .


Hana pun duduk di antara Mamih Esty dan Roy . Dean sedang melakukan pengambilan sampel darah untuk tes DNA .


" Hey are you ok ?" tanya Roy lembut .


" Ya Hana Oke ko bang ". jawab Hana dengan tersenyum kecil .


" Hana jika kamu mau mundur Mamih izin kan ko ". ucap Mamih Esty sambil memegang tangan Hana . Sebagai sesama kaum wanita hati mamih Esty pun merasa terketuk merasa iba pada nasib yang di terima oleh wanita malang ini .


" Tidak Mih , Hana akan tetap melakukan tes DNA ini sebagai pembuktian agar tidak ada lagi yang merendahkan harga diri Hana dan bayi ini ." jawab Hana tegas pada Mamih Esty dengan pandangan yang lurus ke depan .


" Ya Tuhan kuat sekali tekat anak ini untuk memperbaiki harga diri nya yang sudah di hancur kan oleh putra ku ". ujar Mamih Esty dalam hati .


Ya setelah pertemuan dengan Hana saat di rumah Pak Wahyu dan mendengar semua penjelasan Pak Wahyu ,Bu Wina dan Hana sendiri tentang keadaan yang di alami nya pasca terjadinya musibah itu .


Membuat ego keras Mamih Esty runtuh seketika bahkan tanpa harus melakukan tes DNA ini Mamih Esty pasti akan percaya akan kebenaran dari bayi itu dan akan merestui putranya untuk menikahi wanita cantik nan malang ini .


Setelah melakukan pendaftaran dan pemeriksaan sebelum tes DNA Hana pun siap melakukan tes DNA itu.


" Tes DNA dilakukan untuk mengambil cairan omnion atau air ketuban melalui prosedur omniosentesis atau dengan chorionic villus sampling yang mengambil sampel jaringan plasenta ."


*****


Setelah melakukan tes DNA sekarang lah Hana , Dean , Roy dan Mamih Esty berada di hadapan Dokter yang memeriksa Hana .

__ADS_1


" Bu Hana , kehamilan anda cukup sehat dan bila nanti ada rasa yang tak nyaman pada kandungan Anda tolong langsung di periksakan ya ". ucap sopan sang Dokter .


" Iya Dok " jawab Hana .


" untuk hasilnya kurang lebih 4 Minggu ya Pak , Bu , kami akan menghubungi anda bila hasil nya sudah keluar ". ucap Dokter.


" Dok , untuk hasilnya besok tolong hubungi keluarga Dewantara saja ." ucap Hana pada Dokter , karena Hana sudah pasrah dengan hasil yang akan keluar itu .


" Oh baik Bu Hana ". jawab sang dokter .


Setelah mendengar keterangan dan penjelasan sang Dokter . Mereka semua pun bersiap untuk pulang namun saat di parkiran Rumah Sakit mereka semua pun berpisah .


" Mih , Dean mau langsung terbang ke Jakarta ada kerjaan , Mamih mau ikut Dean atau ikut Roy buat antar Hana pulang ?". tanya Dean pada Mamih Esty.


" eem Mamih ikut Dean pulang ke Jakarta tidak apa-apa kan Han ?". tanya Mamih Esty pada Hana tanpa menjawab pertanyaan Dean .


" Iya mih gak apa-apa kan ada bang Roy ." jawab Hana dengan tersenyum manis .


" Maafkan Mamih Esty ya tak bisa antar kamu pulang nak , salam buat Ibu Bapak dan anak anak ya ". ucap Mamih Esty sambil memeluk tubuh Hana dan mengelus perut buncitnya .


" Iya Mih hati hati ya ." kata Hana dengan tersenyum manis .


Hana dan Roy pun mulai membalikkan badan untuk masuk ke dalam mobil meninggalkan Dean dan Mamih Esty .


Dengan cepat Dean pun menghampiri Hana dan tanpa permisi ia mendekap tubuh Hana dari belakang yang membuat Hana terkejut tak bisa berontak dari dekapan Dean .


" Tolong jaga diri dan bayi ini , bila benar ini darah daging saya . Saya janji akan bertanggung jawab dan akan berusaha membahagiakan mu juga Kakak Rama dan Adek Rafa sebagai anak saya ." bisik Dean pada Hana dan sekilas mengecup kepala Hana .


" Bayi mu atau bukan saya tetap akan merawat dan menjaga mereka dengan baik


tanpa kamu ".


" Jadi tolong lepaskan saya , biarkan saya hidup bahagia dan tenang dengan anak anak ku "


jawab Hana dengan datar dan tegas . mendengar jawaban Hana Dean tertegun .

__ADS_1


Dengan perlahan Dean pun melepaskan dekapan Hana , Hana pun masuk ke dalam mobil tanpa menoleh pada Dean yang masih terdiam mencerna ucapan Hana .


******


Hana pun duduk di samping Roy yang sedang mengemudi kan mobilnya .


Roy pun melirik sekilas wanita hamil di samping nya .


" Han mau nangis , nangis aja gak apa-apa ko saya tau ini berat untuk kamu ". ucap Roy sok tau .


" Apa sih bang sok tau deh , Hana gak nangis ko tu liat malah Hana sedikit lega karena sebentar lagi orang yang meragukan bayi Hana akan tau kebenaran nya ". jawab Hana dengan tersenyum kecil.


" Wuih hebat loh gak nangis , biasanya cengeng ." ejek Roy .


" Abang bisa aja ".


" Oh ya ini ada titipan dari Dean , buat keperluanmu dan bayimu ". ucap Roy sambil menyerahkan kartu kredit platinum pada Hana dengan tangan satu nya yang bebas .


Hana pun melihat barang yang di pegang Roy dan Hana tau itu kartu apa walupun tak pernah punya .


" Ayo ambil dan pakai sepuasnya buat keperluanmu dan bayimu Han ." ucap Roy lagi saat melihat Hana diam saja dengan melihat kartu itu .


Mendengar ucapan Roy , Hana pun melihat wajah Roy yang mengangguk kan kepalanya meminta untuk mengambil kartu platinum itu .


" Kartu platinum Biarin ya nak kita habiskan isinya , biar kapok tu Ayah mu karena gak mau ngakuin kamu ya sayang , Mamah akan buat Ayah mu menyesal ". gumam Hana dalam hati sambil membolak-balikan kartu yang ada di tangan nya .


" Nih bang , Hana gak ngerti pake nya jadi Abang aja yang pegang Hana bisa nya pakai uang cash ". kata Hana meletakkan kartu itu di dashboard mobil .


" Hah … hahaha yang benar aja Han ini tinggal gesek doang ". Roy pun menertawakan Hana yang menurutnya lucu .


" Ketawa aja yang puas ". kata Hana sambil mengerucutkan bibirnya sebel .


" Iya iya Maaf Maaf ya … lagian kamu ada ada aja ". ujar Roy .


" Kecuali Abang mau bantuin Hana ". ucap Hana .

__ADS_1


" Bantuin apa ?" tanya Roy namun Hana tak menjawab hanya tersenyum penuh arti .


******


__ADS_2