Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bag 30


__ADS_3

" Bruug PRAANG "


" ASTAGHFIRULLAH ndok Hana "


" TOLONG tolong nak Fandi, Fani " teriak Mbok Jum terkejut saat mendapati tubuh Hana jatuh tak sadarkan diri , Mbok Jum terus berteriak meminta tolong sambil membawa kepala Hana di pangkuan Mbok Jum .


" Astagfirullah Hana , Hana kenapa Mbok ...?". tanya Fani


" Astagfirullah Hana ." Fandi pun tak kalah terkejut.


" Buruan Fandi , Hana nya diangkat mba mau telpon dokter sebentar ." suruh Fandi dengan kepanikan nya .


Tanpa membuang waktu Fandi pun mengangkat tubuh istrinya naik ke kamarnya dengan di ikuti mbok Jum dan anak anak yang menangis takut terjadi apa-apa pada mamahnya .


" Huhuhu mama banun huuwaa "


" mamah bangun kakak takut hiks hiks hiks ".


" huust cup cup Kaka adek , Mamah gak apa-apa sayang , mamah cuma kecapean ya sudah cup cup cup." Fandi menenang kan anak anak nya yang menangis .


****


" tot tok tok permisi "


" Oh silahkan masuk Dok ". Dokter pun masuk dengan diikuti oleh Fani


" Loh kenapa ni jagoan ko menangis semua Hem .. sedih mamah sakit iya , coba sini Dokter periksa ya mamah nya." sapa Dokter dengan ramah.


Si bungsu dan si sulung pun mengangguk dan berpindah duduk di dekat budhe Fani dan mbok Jum .


Dokter pun mulai mengeluarkan alat stetoskop dan senter dari dalam tas nya dan mulai mengarah kan alat itu pada dada Hana dan perut Hana , Dokter pun menekan pelan perut Hana dengan kening yang membentuk kerutan , setelah selesai Dokter pun mendongakkan kepalanya dan melihat orang yang ada di sekelilingnya lalu pandangannya pun jatuh pada kedua anak laki-laki yang tadi menangis dan memberikan senyum merekah nya.


" Sini kakak adek mau Bu Dokter kasih tau gak ..? " kata Dokter itu yang membuat semua orang bingung dengan maksudnya , kedua anak laki-laki itu pun mendekat pada Dokter yang ada di samping tubuh Hana .


" Sini lihat disini ( sambil menunjuk pada perut Hana ) bakalan ada adek bayi kalian loh ". Ucap sang Dokter dan di sambut oleh senyum lega dan senang oleh semua orang yang berada di kamar itu . Tapi tidak dengan Fandi yang malah menunjukan wajah terkejut tak percaya.


" DEG "


" DOKTER PASTI SALAH "


" ITU TIDAK BENARKAN DOK " Ucap Fandi dengan terkejut , yang mana membuat wajah mereka semua berubah karena bingung .

__ADS_1


" Fandi kamu tu apa-apaan sih , ko ngomong nya gitu ." Fani pun menegur sang adik yang di anggap keterlaluan.


" Mbak Fani , Hana tidak mungkin hamil mbak". bantah Fandi lagi.


" Ya mungkin aja orang Hana punya


suami kan ". ucap Fani kembali


" Dokter pasti salah , istri saya tidak hamilkan karena setahu saya dia itu KB Dok ". Fandi mengabaikan kakaknya dan kembali menanyakan Dokter bahwa istrinya tidak hamil.


" Istri anda kelelahan dan ini biasa terjadi pada awal kehamilan , Tapi sungguh pak istri anda sedang mengandung dan sepertinya janin nya cukup besar untuk di awal kehamilan , untuk meyakinkan silahkan bawa istri anda ke Dokter kandungan ." ucap Dokter meyakinkan diagnosa nya.


"ASTAGA"


Fandi pun langsung berjongkok di bawah .


Mengetahui ada yang tidak beres Dokter pun pamit setelah membereskan peralatan nya dan diantar keluar oleh Mbok Jum dari kamar Fandi dengan membawa anak-anak untuk di bawa ke kamar mereka karena waktu sudah malam .


Setelah mengantar anak-anak untuk tidur Mbok Jum langsung kembali masuk ke kamar Fandi di lihat masih ada Fani dan Fandi yang saling diam dengan pikiran mereka masing-masing.


selang 5 menit akhirnya tubuh lemah hana mulai bergerak dan mata yang mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam netra indah itu , Mbok Jum langsung menghampiri Hana karena Fandi dan Fani hanya diam dan melihat Hana dengan pandangan yang tidak bisa di artikan , tidak ada tanda-tanda untuk menghampiri Hana .


" eemz sedikit pusing Mbok kepala Hana ." Hana pun mulai bingung melihat wajah kakak ipar dan suaminya yang melihat dengan sorot mata tajam.


" Yasudah tidak apa-apa nanti habis minum obat dan vitamin pasti mendingan nak ." ucap lembut Mbok Jum.


" Anak siapa yang ada di dalam perut mu ?" tanya Fandi dengan suara dalam dan tegas , Fani hanya menyimak belum mengerti dengan situasi ini.


" Ma.. maksudnya mas Fandi?" tanya balik Hana tak mengerti dan takut dengan sorot mata tajam suaminya .


" JAWAB HANA ANAK SIAPA YANG SEDANG KAMU KANDUNG " Fandi berteriak perihal bayi yang dikandung oleh Hana.


" DEG "


Hana mulai mengerti tentang pertanyaan suaminya , matanya pun mulai berkaca-kaca .


" Maaksu..ud mas , Hana ha .. miil " tanya Hana dengan suara terbata , bergetar dan air mata mulai mengalir.


Mbok Jum langsung duduk disamping Hana sambil menggenggam tangan bergetar Hana .


Fani pun masih setia menyimak pembicaraan adiknya .

__ADS_1


" JAWAB HANA , Bagaimana bisa kamu hamil bukan kah kamu pakai alat KB dan aku yakin itu bukan anak ku . Kamu tahu pasti Hana sejak kejadian itu aku belum pernah menyentuh mu hingga detik ini Hana , tolong jawab Hana .!" ucap Fandi dengan nada teriak dan setelah lengannya di pegang sang kakak yang mulai mengerti situasi agar sang adik tak kehilangan kontrol Fandi pun bertanya dengan nada pelan dan dalam dengan mata yang berkaca-kaca .


Hana pun diam dan mulai mengingat kapan ia melepas alat kontrasepsi nya dan menceritakan nya.


Flashback


Di kamar yang lumayan berantakan dengan baju yang berserakan dilantai dan di atas ranjang ada dua insan yang terbaring dengan keringat yang membasahi tubuh mereka dan nafas yang masih tersengal naik turun , Ya dua pasang suami istri yang usai melakukan pergumulan panas tepat pada pukul 2 pagi .


" Sayang " panggil Fandi pada Istrinya setelah nafas nya mulai teratur.


" Hem apa mas ? " jawab Hana yang membelakangi suaminya.


" Jangan langsung tidur sayang , ayo kita ngobrol dulu " kata Fandi sambil memeluk tubuh istrinya yang sama sama dalam keadaan polos dari belakang.


" Sayang kamu masih pake alat KB ..?" tanya fandi


" iya mas masih , kan adek masih kecil ". jawab Hana


" Adek udah besar ko sudah 3 tahun sayang lepas yaa KB nya yaa , mas kepengen punya anak lagi sayang siapa tahu yang keluar bayi perempuan sayang ya ya ya " ucap Fandi merayu sang istri dengan tangan yang mulai tak terkendali.


" Ih mas Fandi geli , eem 3 tahun nya juga baru 2 hari adek Rafa nya mas ." jawab Hana sambil menahan tangan nakal sang suami .


" Terus gimana , mau yaa di lepas KB nya ". Fandi masih berusaha merayu istri cantik nya karena Fandi memang ingin memiliki anak perempuan .


Dengan membalik badan menghadap suaminya Hana bisa melihat keinginan besar suaminya dan dengan jari yang di letakkan di dagu seperti sedang berfikir Hana pun akhirnya mengangguk dan langsung di sambut seruan senang suami nya.


" Asik " setelah mendengar jawaban sang istri ,Fandi pun langsung melakukan apa yang harus di lakukan nya tanpa membuang waktu .


****


Siang harinya setelah menjemput si sulung pulang dari sekolah Hana langsung melajukan motornya ke klinik yang dekat dengan sekolah anaknya untuk memenuhi permintaan suami tercinta nya.


Malam harinya setelah mendengar bahwa Istrinya telah melepaskan KB , Fandi pun dengan semangat ingin melakukan hubungan suami istri kembali tapi sayang di cegah oleh Hana karena bagian inti dan perut bagian bawah nya terasa ngilu tak nyaman dengan berat hati Fandi pun mengurungkan niatnya .


Satu Minggu setelah melepaskan KB nya Fandi malah sibuk dengan pekerjaannya dan selalu pulang larut malam dan langsung tertidur hingga dia melupakan keinginan nya .


Hingga pada kejadian Hana di perkosa dan alat kontrasepsi Hana di lepas memang Fandi belum pernah menyentuh Hana .


Flashback end


****

__ADS_1


__ADS_2