
Setelah beberapa jam menunggu akhirnya Hana mulai terbangun dari pingsan nya membuat Dean merasa lega namun tak menghilangkan rasa bersalahnya pada Istri dan calon bayi nya .
Dengan senyum penuh kelegaan dan permintaan maaf nya yang tulus Dean menyambut Istri tercinta yang baru membuka
kelopak mata indahnya … Saat mata indah itu mulai terbuka dengan semangat dan
tersenyum manis Dean memberitahukan kepada Hana tentang kehamilan yang ia
yakini Istrinya juga belum mengetahuinya namun setelah istrinya mendengar kabar
kehamilan yang ke lima nya itu bukan
raut wajah bahagia yang tampak pada wajah Hana melainkan terpampang nyata wajah
pucat itu malah memperlihatkan kemurungan .
Senyum manis di wajah tampan Dean
yang sedari tadi merekah kini dengan perlahan langsung meredup dan Dean yang
melihat itu pun tidak merasa terganggu akan sikap istrinya mengenai kabar kehamilannya itu pasalnya Dean masih sangat ingat dan tahu jika istri cantiknya sebenarnya belum siap untuk menambah momongan namun karena ego nya yang tinggi membuat Dean memaksa istrinya dengan banyak cara salah satunya ia membuang pil sakti milik sang istri .
Dan kini ia pun harus menerima sikap Istrinya yang mungkin tampak syok atas berita kehamilannya dan selalu berusaha meyakinkan sang istri jika dengan adanya calon anak ini , keempat anak nya yang lain tidak akan kehilangan kasih sayang dari Mamah dan Papah nya .
“ Sayang jangan nangis lagi ya … Mas janji akan selalu berusaha membantu dalam pengasuhan anak-anak kita nanti “.bujuk Dean pada Hana yang tampak acuh dengan mulut yang tertutup rapat hanya air mata nya saja yang terus keluar dari pelupuk mata nya .
“ Aku gak yakin dengan janji mu Mas … Gimana mau bantu asuh anak-anak kalau kamu aja sering sibuknya di kantor belum kalau ada jadwal keluar kota “. Gumam Hana dalam hati setelah mendengarkan ucapan suaminya yang sukar di percaya .
“ Maafkan Mamah ya Ka Rama , Bang Rafa , Adek Sheila dan Sheina yang tak bisa mawas diri dari Papah mu yang mana kini di perut Mamah sudah ada lagi calon adik kalian ….” Gumam Hana mengingat wajah ke empat anak-anak nya yang ia yakini sedikit atau banyak sengaja atau tidak pasti akan merasa kurang di perhatikan olehnya … mengingat hal itu menambah rasa bersalah Hana pada ke empat anak nya .
Tangan nya yang bebas dari jarum suntik itu pun mulai mengelus pelan perut yang masih datar itu dengan sayang mengabaikan Suaminya yang berusaha menenangkan nya .
“ Hey anak Mamah , Dean junior … Maafin Mamah ya nak pasti kamu sedih karena Mamah merasa sedikit berat akan kehadiran mu ya … Mamah tampak tak bahagia hanya karena memikirkan ke empat Kakak mu sayang … Percayalah jauh di dalam lubuk hati ini Mamah sangat menyayangi mu nak maafkan Mamah ya … Karena sekarang kamu sudah hadir disini sehat – sehat ya nak sampai kamu lahir besok dan Mamah menunggu waktu bahagia itu Dean junior …” gumam Hana masih mengelus lembut perut nya dan Dean hanya memperhatikan dengan ucapan permintaan maaf nya.
“ Sayang jangan marah lagi sama Mas ya … kita rawat anak – anak sama – sama ya “. Bujuk Dean dan Hana masih menyimak ocehan suaminya .
“ Please sayang terima Dia dengan sayang ya … mari kita temani mereka tumbuh sama-sama ya …”. Kata Dean lagi pada Hana yang hanya menatapnya dengan tatapan yang tak di mengerti Dean .
" Kenapa Mas ngomong kaya gitu seolah-olah Mas nuduh Hana ada niat membuang Dia ?". tanya Hana dengan tatapan tajam nya pada sang Suami .
" Em bukan gitu sayang maksud Mas ... Mas gak ada nuduh cuma Mas kan tau kalau kamu gak siap untuk mengandung lagi ... ". jawab Dean dengan gugup karena Hana masih menatapnya dengan tajam .
" Belum siap bukan berarti tidak menerima ... belum siap bukan berarti Hana gak sayang sama Dia biar gimana pun Dia anak Hana dan gak mungkin Hana gak sayang rasa sayang untuk Nya sama seperti dengan ke empat Kakak-kakak nya kalau Mas lupa ". jawab Hana ketus .
" Berarti kamu terima Dia yank dan gak marah lagi dong sama Mas ?". pakik Dean dengan senang dan akan mencium punggung tangan istrinya namun saat bibir Dean menyentuh Hana sudah terlebih dahulu menarik tangan nya membuat Dean heran atas penolakan istrinya .
" Kamu nyebelin tau gak Mas ". ketus Hana pada Dean yang menghembuskan nafas nya kasar .
" Ya Mas tau sayang Mas nyebelin apapun itu Mas terima asal kamu gak marah lagi dong sama Mas ... Maafin Mas ya ... ". ujar Dean lembut dan Hana hanya terdiam .
Sebenarnya Hana sudah mulai legowo atas kehamilan ke lima nya ini namun rasa sebalnya selalu muncul saat ia mengingat Suaminya yang seenak hati membuang pil KB nya dan bayangan saat anak-anak nya yang rewel dan tak enak badan kelak membuat tiba-tiba kepala Hana berdenyut .
“ Sayang ….” Ucapan Dean terhenti saat Mamih Esty dan semuanya termasuk Ivan menghampiri Istrinya untuk melihat
kondisinya .
“ Hana , kamu sudah sadar nak …
Apanya yang sakit Hana ?”. Tanya Mamih pada Hana dengan lembut sambil menggeser
tubuh putra bungsunya dengan sengeja membuat Dean mau tak mau menjauh dari
Istrinya dan ia sangat tahu jika Mamih nya pasti masih kesal dengan nya .
“ Hana gak apa-apa ko Mih , perut Hana juga udah gak sakit kaya tadi … Terimakasih ya Mih udah bantu Hana sampai sini “. Jawab Hana pada Ibu mertuanya dan Mamih Esty pun langsung memeluk menantunya .
“ Uust yang penting sekarang kamu
sudah baikan … Tapi lain kali kalau merasa sakit atau apa jangan diam saja ya kamu
harus kasih tau orang rumah Han , coba tadi kalau Mamih gak ngecek kamu ke
kamar dan terlambat barang sedikit aja sudah di pastikan mamih akan merasa
bersalah jika terjadi sesuatu yang tak di ingin kan Hana … “. Ujar Mamih Esty
dengan melirik Dean menyindir sang putra yang tampak meringis mendengar sindiran sang Mamih .
“ Udah Mam jangan di ingat lagi yang penting Hana sudah selamat … “. Kata Papih Dika menghentikan Istrinya yang ia tahu menyindir sang putra .
“ Hana , kamu harus banyak istirahat loh agar cepat pulih dan pulang ke rumah “. Kata Papih Dika pada Hana yang mengangguk .
“ Iya Pih terimakasih …”. Jawab Hana dengan suara yang lemah .
“ Oya Mih tadi siapa yang bawa Hana kesini em maksudnya … Gak mungkin kan Mamih yang gendong Hana ?”. Tanya Hana penasaran dan malu karena seingatnya ia tadi memakai baju yang minim .
“ Ya gak lah Han … Oh tadi pas Mamih panik lihat kamu pingsan di tambah kamu yang pendarahan kebetulan Ivan datang ke rumah yaudah Mamih minta tolong Ivan buat gendong kamu dan bawa ke rumah sakit Han …” jawab Mamih Esty jujur namun membuat Ivan sedikit ngeri saat ia melihat sorot mata tajam sepupunya yang sedang menatapnya .
“ WHAT … VAN LO GENDONG BINI GUE
TERUS LO LIHAT …”.pekik Dean yang terkejut dan kesal merasa tak terima jika
benar Ivan yang menggendong istrinya karena ia tahu saat itu Hana sedang
memakai baju tidur yang minim karena dirinya lah yang memakaikan di tubuh Hana
.
“ Eh De santai dulu …Gue eng …”. Jawab
Ivan dengan mengibaskan kedua tangan nya pada sepupunya yang sedang murka .
__ADS_1
“ DEAN BERISIK … pakai teriak –teriak
lagi “.sahut Mamih Esty pada putra nya .
“ Tapi Mih …. “. Jawab Dean masih dengan rasa tak terima .
“ Suuuuuts berisik Dean kamu tuh
ya jangan berburuk sangka dulu sama Ivan … Kamu tenang aja Ivan gak lihat apa
yang kamu takutkan dari tubuh Hana karena saat Ivan akan masuk kamar mu mamih
sudah membungkus tubuh kacau Hana dengan selimut mu , Dean “. Sahut Mamih Esty
pada Dean yang menggaruk kepala belakang nya .
“ Tau lo cemburu aja di gede in orang gue gak sempet lihat badan bini lo tuh orang rapet gitu udah kaya lontong , Puas “. Seru Ivan pada Dean .
“ Iya sorry Van , gue Cuma gak rela aja apalagi yang lihat lo playboy cap kadal “. Jawab Dean pada Ivan yang melotot .
“ Dih sialan nih orang ….”.umpat Ivan .
“ Ivan , Dean cukup ini rumah sakit bukan club tempat kalian nongkrong dan Hana butuh istirahat , paham “. Om Zaki yang tak lain Ayah Ivan menginterupsi anak dan keponakan nya yang tampak masih saling senggol .
“ Dean , Ivan ayo ikut Papih ke ruang tamu dari pada kalian hanya mengganggu “. Ajak Papih Dika pada Dean dan Ivan .
Setelah Papih Dika , Ivan dan Dean
yang tampak terpaksa meninggalkan istrinya beranjak menuju ruang tamu yang
masih satu ruangan dengan tempat tidur hana hanya terpisah dengan tembok kokoh …
Kini tinggallah Om Zaki , Hana dan Mamih Esty yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak dan keponakannya .
Om Zaki mendekati Hana yang masih berbaring di tempat tidur nya .
“ Hana sudah gimana keadaan mu ?”. Tanya Om Zaki pada Hana .
“ Sudah lebih baik dari yang tadi Om “. Jawab Hana dengan wajah pucat nya .
“ Han , kondisi mu masih belum stabil dan perut kamu yang sedari pagi kosong salah satu pemicu kamu seperti ini jadi sesuai pesan Dokter Dewi , kamu harus paksakan segera untuk mengisi perut mu agar Dia yang ada di dalam pun dalam kondisi baik … Jaga Dia dengan baik “. Kata Om Zaki dan Mamih hanya melirik reaksi menantunya saat Kakak sepupunya membahas calon cucunya .
“ Iya Om pasti Hana jaga Dean junior dengan baik … “. Jawab Hana dengan tersenyum kecil .
“ Yasudah kalau begitu Om dan Ivan pamit pulang yak ..”. pamit Om Zaki pada Hana yang menganggukkan kepala dengan mengucapkan terimakasih pada Om Zaki .
“ Est , saya pulang dulu ya dan
bujuk Hana untuk banyak makan agar kondisinya cepat pulih “. Pamit Om Zaki pada
Mamih Esty .
hati – hati di jalan “. Jawab Mamih Esty dan diangguki Om Zaki .
Setelah Om Zaki pergi dari tempat
Hana berbaring … Mamih Esty melihat Hana yang akan beranjak bangun .
“ Loh Han , kamu mau kemana nak ?”.
Tanya Mamih Esty pada Hana yang menyikap selimutnya .
“ Hana kebelet pipis Mih …”. Jawab
Hana sambil menurunkan kaki nya dari atas tempat tidur namun langsung di cegah
oleh Mamih Esty .
“ WAIT HANA … Kamu belum boleh banyak gerak karena kondisi mu belum stabil “.seru Mamih Esty membuat Hana mengernyitkan kening nya .
“ Tapi Hana kebelet Mih …”. Rengek Hana .
“ Itu kamu sudah pakai perlak nak
pipis di situ aja ya biar nanti Dean bersihkan atau mau pake pempers aja ya … udah di siapin juga ko “. Kata Mamih Esty namun Hana langsung menggelengkan kepala merasa keberatan pasalnya ia tak terbiasa seperti itu .
“ Gak bisa Mih …”. Jawab Hana dengan tampang memelas membuat Mamih Esty bingung .
“ Haduh gimana ini … Yaudah sebentar biar Mamih panggil Dean dulu ya …”. Ujar Mamih Esty dan di angguki oleh Hana dengan cepat .
“ DEAN … DEAN “. Panggil Mamih Esty pada Dean dengan berteriak dan Dean pun langsung datang setelah mendengar teriakan Mamihnya dan pandangan Dean langsung tertuju pada Hana yang bersandar di tempat tidur lagi setelah di suruh Ibu mertuanya .
“ Sayang kenapa ? Kamu perlu apa hem ?”. Tanya Dean penuh perhatian .
“ Aku mau pipis Mas tapi gak boleh jalan sama Mamih …”. Jawab Hana dengan memegang perutnya .
“ Itu bener sayang kata Dokter Dewi , kamu harus bed rest total sampai keadaan mu stabil sayang … Ini kamu udah pake perlak nanti biar Mas yang bereskan “. Kata Dean pada Hana yang menggelengkan kepalanya langsung .
“ Atau pakai pempers khusus dewasa ko mau ?”. Tanya Dean pada Hana yang lagi-lagi menggeleng kepala .
“ Pakai pispot ya ?”. Tanya Dean lagi .
“ Gak mau Mas lagian gak bisa keluar juga kalau pake gituan … Aku mau ke kamar mandi aja “. Tawar Hana .
“ Tapi kata Dokter …. Hufh yaudah
Oke ke kamar mandi tapi harus di gendong Mas dan gak boleh turun sama sekali ,
gimana ?”. Tanya Dean mengalah dan Hana langsung setuju pikirnya lebih baik
dari pada menggunakan alat yang di sebutkan Suaminya .
__ADS_1
Dengan sigap Dean langsung membopong dan membantu Hana di dalam kamar mandi dengan sangat telaten .
“ Han makan ya …?”. Tanya Mamih Esty setelah Hana kembali ke tempat tidurnya dan Dean kembali ke ruang tamu :dengan Papih Dika dan Johan yang tampak masih stay .
Karena rasa lapar nya pun Hana
mengangguk , Mamih Esty langsung mengambilkan satu mangkok bubur yang sudah
tersedia untuk Hana yang langsung di terima Hana .
“ Biar Hana makan sendiri Mih “. Pinta
Hana dan Mamih Esty pun menyerahkan nya .
******
Di ruang tamu kamar rawat Hana
Dean dan Papih Dika masih berbincang dan Johan sedang memegang tablet di tangan
nya memeriksa pekerjaan sang Bos .
“ Pih tadi Dean dapat telpon dari Roy kalau tadi jam 2 Roy pergi ke Ngawi ?”. Tanya Dean pada Papih Dika yang menganggukkan kepala .
“ Iya tadi Roy juga sudah pamit sama
Papih dan juga Mamih “. Jawab Papih Dika .
“ Emang Roy sudah dapat bukti
atau petunjuk akurat ko langsung meluncur kesana ?” Tanya Dean pada Papih Dika
.
“ Papih sih kurang paham sampai
mana Roy dapat petunjuk nya Cuma tadi Roy bilang kalau ia bawa foto dan alamat
rumah salah satu saksi nya … Doakan saja Dean semoga pencarian Kakak mu
mendapatkan titik terang dan segera kembali “. Jawab Papih Dika dan Dean pun manggut – manggut mendengarnya .
Hingga Dean melihat jam yang
melingkar di tangan nya yang menunjukan pukul 17 , Dean pun ijin pada Papih nya
untuk pulang sebentar menengok kedua putri kembarnya serta mengambil barang-barang yang di perlukan istri dan dirinya namun sebelumnya Dean masuk ke dalam kamar .
Dean melihat Istrinya ternyata
sudah tertidur kembali dan mamih Esty yang juga tiduran ber selonjor di salah
satu sofa yang ada di ruangan itu sedang memainkan ponsel di tangan nya .
“ Mih , Hana udah lama tidurnya ?”.
Tanya Dean pelan pada Mamih nya takut mengganggu tidur Istrinya .
“ Lumayan lah setelahmenghabiskan makannya dan minum obat yang di siapkan Dokter “. Jawab Mamih Esty dan pandangan Dean langsung tertuju pada meja yang berisi mangkok bubur , satu gelas teh hangat , pudding serta piring buah segar yang sudah kosong semua yang masih tersedia hanya air putih yang tersisa setengah .
“ Itu yang habisin Hana semua Mih ?”. Tanya Dean pada Mamih Esty yang mendelik mendengar pertanyaan putranya .
“ Menurutmu Mamih gitu yang habisin semua itu … Ya Hana lah yang habisin , sembarangan kamu tuh “. Jawab Mamih Esty .
“ Hehehe bercanda Mih … syukurlah kalau Hana sudah mau makan lahap … Oh ya Mih Dean mau nitip Hana soalnya Dean mau pulang sebentar nengok in si kembar dan ambil barang-barang untuk Hana dan
Dean … Biar bisa gantian sama Mamih dan Papih buat jaga Hana dan si kembarnya
ya “. Kata Dean pada Mamih Esty yang setuju .
“ Kalau balik kesini jangan lupa
bawa makanan camilan dan buah potong untuk Hana , De. Takut –takut hana mau nyemil minta
tolong Mbok Inah dan Bik Tini buat nyiapin nya “. Ujar Mamih Esty yang di
angguki Dean .
“ Yaudah Dean pulang dulu Mih …
Assalamualaikum “. Kata Dean .
“ Waalaikumsalam “. Jawab Mamih
Esty .
Setelah berpamitan pada Mamih
Esty dan Papih Dika , Dean pun pulang ke rumah dengan diantar oleh Johan .
“ Johan nanti sampai rumah , kamu
langsung pulang aja ya untuk besok kamu handel semua dulu jika ada berkas
penting yang membutuhkan tanda tangan saya , kamu bisa bawa ke rumah sakit “. Ucap
Dean pada Johan yang mengangguk patuh .
“ Baik Bos …”. Jawab Johan .
********
__ADS_1