
Luka hati pada perempuan mungkin tidak bisa di lihat dari senyum nya , karena ia menyimpan luka itu rapat di dalam hati dan air mata nya begitu pun Mutiara Kasih yang masih merasakan sakit dihatinya karena ulah Suaminya Roy Fernando , bahkan luka yang beberapa kali di torehkan oleh Ayah dari putra kecilnya itu selalu tertutup oleh kata maaf dari pria itu namun kali ini hati Kasih benar - benar sakit karena di saat ia sedang mengalami sindrom baby blues Kasih sangat membutuhkan support dari Suaminya namun alih - alih support atau sikap perhatian yang ia terima tamparan keras dan perkataan kasar yang ia terima .
Bahkan kedua orang tua yang selalu mengabaikan nya demi karir pun tak pernah melakukan perlakuan kasar padanya .... Lagi - lagi air mata dan helaan nafas lelah itu kembali ia rasakan .
Beruntungnya ia saat merasakan kebaikan Tuhan Yang Maha Esa memberikan keajaiban yang menjadikan Hana sahabat baik nya sebagai adik iparnya ... Sahabat yang selalu ada di setiap suasana hati nya yang dalam keadaan baik buruk nya .
Berkat nasihat Hana kini Kasih hanya bisa menguatkan hatinya sendiri demi Rey Adelard Fernando , Bayi laki-laki munyil nan tampan yang menjadikan alasan terkuat untuk ia bertahan berada di sisi Suaminya .
Sebulan sudah hubungan Kasih dan Roy terasa dingin , sejak kejadian itu pula Kasih selalu belajar sabar merawat baby Rey dengan lebih telaten tanpa meminta bantuan pada sang suami .
Bahkan bisa di bilang sikap Kasih lebih dingin pada Roy , Kasih melakukan semua tugasnya sebagai istri dengan baik dari mempersiapkan semua perlengkapan kerja , makan ataupun semua yang di minta oleh Roy tanpa ada satu patah kata yang keluar dari wanita itu untuk sang suami bahkan setelah Kasih selesai dengan tugas nya Kasih cenderung menghindar memilih menjauh dari sang suami .
Dan Roy sangat tau dan peka atas sikap dingin Istrinya padanya dan Roy selalu berusaha meyakinkan Kasih jika dirinya benar - benar sudah berubah dan tak akan mengulanginya lagi terkadang Roy menjelma sebagai seorang suami yang sangat cerewet meminta ini dan itu yang langsung di kerjakan oleh Kasih tanpa suara atau pun protes hanya bersuara seperlunya berharap Istrinya menjadi seperti semula .
Karena rasa sakit yang terus ia rasakan atas perbuatannya membuat sikap Kasih tetap sama , Ya wanita itu seperti membangun benteng tinggi terhadap suaminya agar hati nya tak terluka lagi membuat Roy frustasi . .
" Bun .. Adek belum imunisasi ya ...?". tanya Roy pada Kasih sambil memangku baby Rey dan Kasih bukannya menjawab ia malah memberikan buku imunisasi baby Rey membuat Roy mengernyitkan keningnya sambil membolak - balikan buku imunisasi itu .
" Bun ngomong dong Ayah gak ngerti nih ...?". pancing Roy supaya Kasih bersuara .
" Bun udah belum si kecil imunisasi jawab dong ...?".tanya Roy lagi sambil meletakkan baby Rey di boks dan berjalan mendekati Istrinya yang sedang merapihkan baju baby Rey .
" Grep "
Roy memeluk erat Kasih dari belakang dan Kasih pun berusaha berontak melepaskan pelukan Suaminya .
" Jangan berontak atau ini akan semakin erat , buruan jawab si kecil sudah imunisasi belum jangan karena kamu lagi marah dan kesal dengan saya , kamu mengabaikan hal penting baby Rey ". ucap Roy sambil memberikan gigitan di telinga Kasih .
" Auuh sakit .... " pekik Kasih sambil mengelus telinganya yang sedikit memerah .
" Sakit ya ... maaf ya ...". kata Roy .
"Ya makanya kalau di tanya suami itu di jawab ...". sahut Roy sesekali mencium tangan Kasih yang sedang mengelus telinganya .
" Sudah 3 hari yang lalu di antar Mamih ". jawab Kasih secukupnya .
"Kenapa gak minta antar Ayah , Bun ... Yaudah lah aku sangat tau kalau Bunda lagi muak banget sama Ayah nya si kecil ya .... walaupun sebenarnya aku pengen banget lihat ekspresi si kecil saat di suntik pasti lucu ya Bun ... " seru si Roy dengan nada dibuat memelas
" Terimakasih Istriku ... Bundanya si kecil walaupun kamu lagi marah banget sama aku tapi kamu tak abaikan si kecil .." seru Roy masih dengan memeluk Kasih dengan erat dan meletakkan kepalanya di bahu Kasih .
Lama Roy dalam posisi seperti itu sampai tubuh Kasih tiba - tiba menegang saat wanita itu merasakan bahu nya basah dan terdengar isakan kecil dari bibir Suami yang memeluknya .
" Belum cukup kah kamu hukum aku selama satu bulan ini Bun .... Walaupun kamu selalu melayani aku dengan baik tapi aku tau kamu masih menyimpan kemarahan pada ku Bun ..." ucap Roy masih dengan kepala yang berada di bahu Kasih .
" Aku gak pernah bosan untuk meminta maaf yang mungkin kamu bosan mendengar nya ... Maafin aku sungguh aku menyesal Bun ... aku gak bisa janji untuk menjadi suami yang baik tapi aku akan berusaha menjadi suami yang terbaik untuk mu ... Maafin kesalahan ku yang sekian kali nya ini Bunda ..."ucap Roy lagi dan Kasih masih tetap diam namun Roy tau bila Istrinya sedang menangis karena tangan Roy yang melingkar terkena tetesan air mata Kasih .
" Kamu tau kata semua orang aku pria yang tak pandai bersyukur aku yang hanya seorang anak yatim piatu ini sangat beruntung bisa diangkat oleh keluarga se hebat ini bahkan aku mendapatkan wanita yang baik dan bisa menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya bahkan nasib mu pun sama dengan ku sebagai anak yatim piatu seharusnya kita saling menyayangi dan melengkapi tapi aku dengan arogannya selalu menyakiti mu lagi dan lagi sampai kamu merasakan lelah yang luar biasa berada di samping ku ... Please kali ini beri aku satu kesempatan Bun maafin aku demi si kecil dan rumah tangga kita ." ucap Roy lagi panjang kali lebar pada Kasih yang semakin terisak .
" Aku sakit Ka ... sungguh sakit berulang kali kamu seperti itu tambah sakit lagi untuk pertama kalinya pipi ku di tampar oleh seseorang di saat aku butuh support untuk pengalaman baru yang lumayan berat itu ... ".jawaban terpanjang dari Kasih setelah kejadian itu pada Roy .
" Iya aku tau Bun ... Maafkan aku please beri aku waktu untuk berusaha membenahi diri beri aku kesempatan ... aku mohon ". ucap Roy semakin memeluk tubuh wanita yang ia sadari sangat berarti dalam hidup nya.
Lama dua insan itu sama-sama terdiam hingga ada pergerakan dari Kasih yang melepaskan tangan Roy yang melingkar di pinggang nya .
" Aku butuh waktu Ka .... ". ucap Kasih dengan beranjak jalan mendekati boks mengambil baby Rey ia bawa ke ranjang untuk ia susui sekaligus sebagai pembatas antara dirinya dan Roy Suami nya .
__ADS_1
Roy yang mendengar jawaban dari Kasih pun hanya bisa menerima tanpa mau memaksa karena bagi Roy , Istrinya sudah mau berbicara banyak pada nya itu sudah cukup baik untuk Roy .
Roy pun menyusul sang istri membaringkan tubuhnya di ranjang samping putra tampannya sambil sesekali melirik Kasih yang berusaha mengalihkan pandangan dari nya masih dengan menyusui baby Rey .
*******
Di lantai 3 tepat nya di ruang tengah Hana dengan raut wajah yang cemberut sambil menonton televisi secara acak membuat Dean yang ada di samping nya heran sekaligus kesal .
" Sayang nonton televisi nya yang benar dong bikin pusing tau ... ". ujar Dean sambil mengurut pelipisnya .
" Biar aja sekalian pusing ..." jawab Hana dengan ketus , Dean yang mendengar jawaban istrinya mengerutkan keningnya .
" Sayang kamu kenapa sih ... perasaan tadi waktu Mas pulang kantor kamu gak ada nitip beli sesuatu ... kenapa sekarang jadi ngambek gini .... " seru Dean pada Hana .
" Mas , kamu tuh sebenernya beneran amnesia atau benar-benar lupa sih ... !". kata Hana
" Iya apa ?". tanya Dean yang belum mengerti.
" heeuf katanya Mas yang mau belikan Hana pil KB tapi mana sampe sekarang gak juga di beli-beli in tau gitu kan Hana bisa beli sendiri ... " oceh Hana dan Dean yang mendengar penuturan istri nya langsung menepuk keningnya .
" Sayang denger dulu sebenarnya Mas sudah beli tapi ..... " jawab Dean dan langsung beranjak lari masuk ke dalam kamar nya untuk mengambil ponselnya menghubungi seseorang .
Di dalam kamar Dean langsung menghubungi Johan asisten pribadi nya untuk menanyakan pil KB milik istrinya .
" Tut Tut Tut "
" Ya hallo Bos .... "jawab Johan seperti khas orang tidur .
" Han dua Minggu lalu saya minta kamu buat beli pil KB untuk istri saya tapi sampai sekarang kamu belum kasih ... Gimana sih ... ?". tanya Dean pada Johan langsung teringat dengan perintah Bos nya yang menurut Johan perintah yang sangat memalukan .
flashback
" Hei Mas buat apa pil KB biarin aja istri mu hamil toh kamu kelihatan sudah berumur dan sudah pantas untuk mempunyai anak ." kata salah satu Ibu-ibu itu .
" Bu bukan Bu ... saya belum menikah ...." jawab Johan dengan terbata pada Ibu-ibu itu namun sudah terpotong oleh salah satu ibu-ibu.
" Atau jangan-jangan pil itu kamu buat gugurin kandungan pacarmu ya ...".
" Huh dasar pria kurang ajar mau enak nya aja tapi tak mau bertanggungjawab
.."
" Dasar pria berotot tapi tak bisa menghargai seorang wanita ... "
" atau untuk menghalau agar selingkuhan mu hah ... " ucap bersahutan para ibu-ibu yang mana membuat Johan melongo .
" BERHENTI " kata Johan dengan nada keras supaya ibu-ibu itu berhenti menyalahkan dirinya .
" Saya beli ini karena di suruh oleh Bos saya untuk istri nya yang sudah mempunyai empat orang anak paham .... permisi ". ucap Johan dan langsung beranjak keluar dari apotik itu dengan kesal sampai di luar apotik Johan yang kesal pun tanpa sadar malah membuang pil KB itu ketempat sampah .
" Dasar obat sialann gara-gara Lo reputasi saya sebagai pria baik-baik rontok seketika ." seru Johan dengan kesal membuang pil KB itu .
flashback end
" Pil nya sudah saya buang Bos maaf lagian sudah lama juga jadi saya pikir anda sudah tidak memerlukan nya lagi ... " jawab Johan pada Bos nya Dean .
__ADS_1
" Aaarrgg Johan ... saya belum ambil karena saya lupa ... heuh kamu buat saya kena masalah ... " ucap Dean dengan kesal sekaligus takut pada istrinya .
"Tut Tut Tut" Dean pun langsung menutup panggilan nya tanpa permisi pada asisten pribadi nya yang sedang mendengus .
Dean pun keluar dari kamar dan mendekati Hana dengan wajah yang cengar-cengir membuat Hana mengerutkan keningnya merasa heran .
" Sayang bobo yu ... udah malam ni ... ". ajak Dean agar terhindar dari amukan Hana .
" Loh kok malah ajak bobo bukan tadi kita lagi bahas pil KB ya ... Kamu tuh aneh deh Mas ...". kata Hana masih dengan menatap Dean curiga .
" Terus mana pil KB nya katanya udah beli ... "seru Hana lagi sambil menengadah kan tangannya .
" hehehehe sebenarnya Mas udah beli 2 Minggu yang lalu sayang tapi .... ". jawab Dean dengan cengar-cengir menambah curiga Hana .
" Apa .. ?". tanya Hana .
" Aaiissh kamu tuh jangan galak-galak dong sama Suami emang mau apa dosa nya segunung ... ". jawab Dean berkilah .
" Suami yang banyakan janji dan bohong sama istri juga pasti dosanya segunung ... Terus mana pil KB nya ?". tanya Hana lagi .
" Iya iya ... waktu itu Mas minta Johan buat beli itu pil nya tapi Mas malah lupa gak minta Johan ... eh sama Johan malah di buang karena dia pikir Mas udah gak merluin lagi sayang please jangan marah ya Mas beneran lupa ... ". jawab Dean.
" Astaga Mas kamu tuh bener-bener ya ... masa nyuruh Johan buat beli pil KB itu buat aku ... sebenarnya Suami ku Johan apa kamu sih kalau emang Johan oke lain kali Hana akan minta Johan buat beliin bra dan ****** ***** untuk Hana ... Nyebelin ". ujar Hana dengan gemas pada sang suami dan tak habis pikir .
" Gak ada ... enak aja kalau Johan yang beli uang ada Johan bisa tau dong semua ukuran kamu ... gak bisa ... Iya besok Mas aja sendiri yang beli in tuh pil sakti ". tolak Dean tak terima .
" Gak perlu biar Hana aja kalau ngandelin Mas ... yang ada Mas beli nya kalau Hana udah hamil 4 bulan ... heuh ... ". ucap Hana sambil beranjak jalan masuk ke dalam kamar nya dan Dean pun mengikuti sang istri dengan tak lupa mematikan televisi .
" Sayang jangan marah ya ... ".kata Dean mengikuti Hana masuk ke dalam kamar mandi untuk menggosok gigi.
" Hana tuh gak marah cuma gak habis pimir aja sama kamu Mas masa hal pribadi gitu minta tolong orang lain apalagi itu Johan seorang pria singgel loh ... Kenapa gak sekalian minta Johan beliin sabun kewanitaan untuk Hana juga heuh ... Hana tau kamu itu Bos Mas tapi juga gak bisa gitu dong jangan semena-mena juga dengan anak buah ... jujur Hana gak suka ... ".omel Hana setelah menggosok gigi nya begitu pun Dean yang mendengar kan Omelan sang istri sambil menggosok gigi nya .
" Iya sayang maaf lain kali apapun yang berkaitan dengan mu Mas yang beli sendiri deh ... janji suer. .." kata Dean sambil mengangkat 2 jarinya berbentuk huruf V .
" Awas kalau bohong lagi. .. Yaudah tidur besok pagi bukannya Mas harus berangkat pagi menyelesaikan pekerjaan sebelum kita pergi ke Madiun ..." jawab Hana .
" Oh iya kita kan mau berkunjung ke tempat Mas mantan yang sedang berbahagia ya ... ". sahut Dean sambil membaringkan tubuhnya di ranjang sambil mendekap erat tubuh Hana .
Hana yang mendengar ucapan Suaminya pun langsung mencubit pelan dada bidang suaminya .
" Iihk gak usah mulai ya ... bukannya Mas yang di hubungi Ka Fandi dan Mas sendiri yang menyanggupi untuk datang ke sana hah ... "ucap Hana .
" hehehe ngetes kamu aja sayang ... siapa tau kamu masih ada getaran gimana gitu setelah mendengar nama mas mantan ... ". jawab Dean dengan nyeleneh .
" Gak usah ngaco ya Mas ... kita sama-sama tau tujuan kita kesana semata-mata hanya untuk mengantarkan Kakak dan Abang ya kalau kamu lupa ..." kata Hana .
" Iya tau gak pake otot juga kali sayang ... Mas juga tau kalau kamu tuh cinta mati sama Mas ... " jawab Dean sambil mengelus lembut pipi Hana .
" Diih percaya diri kali anda ini tuan ... Bukan nya yang cinta sekali tuh anda siapa orang yang sampai berlutut nyari alamat ku , siapa yang nyari in aku dari Jakarta ke Semarang - Jakarta-Bali ... heumzz... " sahut Hana yang terpotong oleh ciuman Dean yang gemas dengan istri cerewet nya .
" Ya yang cinta banget Mas puas hah ... udah bobo nanti kesiangan lagi .... "kata Dean setelah melepaskan ciumannya .
" Hehehe ... yang benar itu kita sama-sama saling cinta Mas .... "ucap Hana dengan tersenyum manis dan mencium pipi Dean dan langsung menyusupkan wajah nya di dada bidang suaminya menghirup aroma maskulin dari Suami nya .
********
__ADS_1