Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 89


__ADS_3

..." **Ada tiga hal yang menjadi kunci dalam kehidupan yaitu :...


...Jalani ,...


...Nikmati ,...


...Syukuri** ."...


******


Belum hilang dari kekaguman nya akan keindahan setiap ruang yang Hana lalui di rumah keluarga Dewantara menuju kamar seorang pria yang dahulu nya bagaikan monster untuk Hana dan sekarang pria itu menjadi suaminya dan faktanya memang pria itu Papah dari kedua bayi kembarnya , Dean Prada Dewantara lah namanya .


Saat dean membukakan pintu kamar untuk Hana , pandangan Hana pun langsung tertuju pada sebuah foto besar sepasang pengantin yang jelas terlihat binar cinta di mata sang mempelai wanita namun berbanding terbalik dengan mempelai pria yang jauh dari kata bahagia .


Sesungguhnya rasa cinta itu tidak ada ops ralat bukan tidak melainkan belum namun saat Hana melihat foto itu ada rasa yang mengusik jauh di relung hati Hana .


Hana pun menoleh pada pria yang sibuk berbicara pada bayi yang di gendong nya .


" Dean " panggil Hana pelan.


" Heum …. apa ?". jawab Dean dan menoleh pada Hana , Dean pun mengikuti tangan Hana yang menunjuk bingkai foto besar sepasang pengantin .


" Astaga , Maafkan saya Han ". ucap Dean dan langsung berteriak .


" BIK TINI , BIK MIMIN , UNI ,MANG JAJANG ". teriak Dean dengan memanggil semua nama asisten rumah nya , Hana yang mendengar teriakan suaminya pun menjadi geram .


" PLAAK ".


Hana memukul lengan Dean .


" Jangan teriak - teriak Dean itu anaknya kaget iih kasihan ...". Omel Hana .


Dean tak menanggapi Omelan Hana karena teralihkan dengan kedatangan semua asisten rumah tangga yang di panggil nya dengan tergopoh-gopoh.


" Ada apa Den ?". tanya Bik Tini pada Dean .


" Itu Bij tolong buang semua foto Elis yang ada di dalam kamar saya ." ucap Dean pada asisten rumah tangga nya .


" Eh tunggu Bik , tolong jangan di buang tapi di simpan di tempat lain aja ya , jangan sampai ada yang dibuang ." ucap Hana menghentikan langkah semua asisten rumah tangga nya .


" Tapi Han ..... " kata Dean .


" Jangan di buang De biar gimanapun dia pernah berarti di dalam hidup mu dan suatu saat kamu merindukan nya kamu masih bisa untuk mengenangnya melalui foto foto nya ." jawab Hana dengan pandangan teduh dan Dean mengusap kepala Hana dengan lembut .

__ADS_1


" Ya ikuti apa yang di bilang istri saya." ucap Dean pada semua asisten rumah tangga yang menunggu perintah nya .


" Yuk kita rebahan di situ ". Dean pun langsung merangkul tubuh Hana mengajak istirahat di ruang dengan karpet bulu tebal yang biasanya digunakan untuk bermain game oleh Dean .


Dean pun mengambil bantal dan kasur lipat bayi kembar nya dan meletakkan kedua bayi kembar nya di atas kasur , Dean dan Hana duduk bersantai di karpet bulu tebal .


Dean pun langsung memeluk tubuh wanita yang sudah menjadi istrinya .


" Han kalau butuh apapun kamu bilang sama saya ya dan ini kartu kamu pegang buat beli semua keperluan anak - anak dan kamu ". ucap Dean dengan mendekap tubuh Hana dan memberikan 2 kartu pada Hana .


Hana pun menerima nya dan membolak-balikan kartu itu .


" Yang ini kaya yang dulu kamu kasih ke


saya ya ? ". ucap Hana.


" Iya kartu yang kamu kuras dalam 1 hari hampir 100 juta ". jawab Dean dan Hana yang malu langsung menyembunyikan wajahnya di dada bidang Dean .


" Hey kenapa malu gitu kalau untuk sekarang kamu mau habiskan uang itu silahkan saya memberi izin penuh ." ucap Dean dengan menunduk kan kepalanya melihat wajah Hana.


" Astaga sejak kapan dia tidur cepet banget ."ucap Dean sambil membaringkan tubuh Hana di karpet bulu tebal dekat dengan kedua bayi nya dan Dean pun ikut tidur di samping Hana .


Hana pun mulai menggeliat kan badannya saat merasakan di bagian perutnya terasa berat dengan perlahan Hana pun membuka matanya dan melihat pada wajah tampan yang terkadang menyebalkan , pandangan Hana pun teralihkan pada tangan besar yang melingkar di perut nya .


Hana pun melihat di sampingnya kasur yang di tempati bayi kembarnya .


" Astaga Dean kemana si kembar ." ucap Hana sambil menggoyangkan bahunya .


" heeum " Dean hanya bergumam .


" Dean bangun ih , ayo cari anak-anak " . kata Hana lagi namun hasil nya masih sama tak ada pergerakan .


" DEEEAAANNN BANGUUUN " teriak Hana tepat di telinga Dean .


" Aaaiiis apa an sih kamu teriak teriak Mulu ."


" Genap 1 bulan nikah sama kamu telinga saya tuli Hana ". cerocos Dean sambil mengusap-usap telinga nya yang pengang .


" Lagian kamu juga udah di bangunin malah gak bangun , ayok cari anak-anak ". kata Hana .


" Yaudah sana cari gitu aja ribut banget ." ujar Dean sewot .


" Saya takut kesasar Dean rumah nya terlalu besar ". ucap Hana dengan polosnya.

__ADS_1


" Astaga Hana , biar pun kamu nyasar tetep aja masih di rumah ini juga Han . Yaudah ayok ". omel Dean dan beranjak jalan dengan menggandeng tangan Hana .


" Gak usah gandeng segala Dean. " kata Hana .


" Biar gak kesasar ". ucap Dean sekenanya .


Dean dan Hana pun sampai di lantai bawah sayup-sayup terdengar suara cekikikan anak dan orang yang tertawa .


Dua pasang itu pun menuju suara itu yang ternyata mengarah di halaman belakang rumah yang terdapat kolam renang serta taman .


Hana pun terkagum kembali dengan setiap detail rumah mewah itu.


" Papah Mamah.... " teriak Rama dan Rafa dengan berlari menuju Hana dan Dean .


Dengan sigap Dean pun menggendong kedua putranya.


Hana pun mendekati kedua mertuanya yang sedang memangku dua bayi kembarnya .


" Kenapa kaget ya si kembar gak ada ?". tanya Mamih Esty dan Hana menganggukan kepalanya sambil tersenyum .


" Tadi tu Mamih ke atas terus Mamih lihat kalian tidur di karpet tapi ni si kembar melek lebar yaudah Mamih bawa aja turun ." ucap Mamih Esty.


" hehehe iya Mih Maaf ya ". ucap Hana .


" Iya gak apa-apa malahan Mamih seneng tu Sekarang rumah jadi rame sama Kakak , Abang dan si bayi kembar ...". ujar Mamih dengan wajah bahagia .


" Yaudah ni di kasih asi dulu kayanya mulai haus udah main lidah dia ." kata Papih Dika dengan memberikan bayi Sheila .


" Dean " Panggil Hana pada pria yang asik bermain dengan kedua putranya.


" Heeuum apa ?, aduuh si cantik Papah haus ya, Han buruan ih itu kasih minum keburu nangis " ucap Dean sambil menciumi putrinya.


" Saya gak bawa kain buat nutupinya ." kata Hana pelan dan dengan tiba-tiba Dean membuka baju yang dipakai nya dan langsung di letakkan di depan dada Hana . membuat Hana menganga dengan kelakuan Dean


" Pakai ini aja masih bersih wangi ko saya males ambil ke atas nya ". ucap Dean cuek .


" Tap…"


" Atau kamu gak usah pakai penutup kalau saya sih dengan senang hati lihatnya ". ucap Dean dengan menaik turun kan alisnya dan tertawa .


" DASAR MESUM ". umpat Hana dan membuat semua orang tertawa .


******

__ADS_1


__ADS_2