
Hana dan Fandi pun masuk kedalam ruangan Dokter kandungan , Wanita paruh baya yang memakai jas khas seorang Dokter duduk di kursinya tersenyum ramah saat melihat kedatangan Hana dan Fandi , Pasangan suami istri itu pun langsung duduk di hadapan sang Dokter .
" Ada yang bisa saya bantu Bu ?". tanya Dokter dengan ramah.
" Iya Dok , 3 hari lalu saya sakit dan di periksa oleh Dokter umum dan menurut beliau saya hamil Dok , jadi saya mau memeriksakan benar atau tidaknya soal kehamilan saya ." ucap Hana menjelaskan.
" Apa setelah diperiksa oleh Dokter itu anda tak mengetes nya sendiri ?" tanya sang Dokter pada Hana ,dan Hana hanya tersenyum tipis dan menggeleng kan kepalanya.
dokter itu pun tersenyum ramah pada Hana .
" Apa ini kehamilan pertama anda ?". tanya Dokter lagi .
" tidak Dok , ini kehamilan ketiga saya dan yang saya tidak yakin karena di saat kehamilan pertama dan kedua, saya benar-benar tidak bisa melakukan aktifitas apapun Dok dan jika sekarang saya hamil kok gak ada morning sick dan sebagainya ya Dok". kata Hana panjang lebar.
" Di setiap kehamilan itu memang terkadang berbeda - beda gejalanya jadi tidak semua akan sama , Kalau gitu mari saya periksa dulu kita lihat ya Bu ada janin nya atau tidak ." jawab Bu Dokter dengan tersenyum dan berjalan ke tempat tidur pasien lalu Dokter itu pun mulai mengoperasikan alat
USG ( Ultrasonografi ) dan Hana dibantu oleh perawat berbaring di tempat tidur .
" Rileks ya Bu Hana …" Dokter itu pun mulai mengolesi perut Hana dengan gel saat stik USG nya berada di perut bagian bawah si Dokter pun mengernyit kan keningnya dan menatap Hana dengan tanda tanya , Hana terus mengamati apa yang di lakukan oleh Dokter dan sikap dokter membuat Hana khawatir .
" Dok apa ada masalah ?" tanya Hana penasaran .
" Kira kira kapan terakhir Ibu mentruasi , dan apakah Ibu benar tidak bisa merasakannya ?" tanya Dokter pada Hana .
" Kalau tidak salah 2 bulan nan Dok , rasa apa ya Dok ?" jawab Hana dengan bingung.
Dokter itu pun tersenyum mendengar jawaban dari Hana dan menoleh pada Fandi yang sejak tadi hanya duduk diam di kursi nya.
" Pak Fandi mari lihat ini saya akan menjelaskannya ." kata Dokter pada Fandi , Fandi pun langsung beranjak jalan menghampiri Hana yang sedang berbaring .
" Ya saya mulai , Bapak Ibu bisa lihat ini adalah calon bayi kalian , benar usianya sudah 9 Minggu atau 2 bulan lebih 1 Minggu ." ucap Dokter dengan wajah yang tersenyum lebar .
" DEG "
jantung Fandi dan Hana pun berdegup kencang dan membuat mereka terkejut .
" Benar bayi itu , bayi pria br*ngs*k itu ". gumam Fandi dalam hati.
__ADS_1
" Bayi ini benar anak laki-laki kurang ajar itu , Tuhan kuatkan aku ." gumam Hana dalam hati.
" Pak , Bu saya lanjutkan lagi ya , ini yang pasti akan membuat kalian lebih bahagia ". Dokter kandungan itu membuyarkan lamunan Hana dan Fandi , mengira bahwa mereka terkejut karena terlalu bahagia akan hadirnya calon anak ketiga mereka .
" Eh iya Dok maaf silahkan." Fandi mempersilahkan Dokter untuk memeriksa Hana kembali .
" Bapak Ibu bisa lihat disini ada 2 calon bayi anda , Selamat ya ." ucap sang Dokter memberikan Selamat.
" Deg "
" Ma .. maksud nya Dok ?". tanya Hana dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
" Calon bayi kalian kembar , tolong untuk menjaga nya ya ". jawab sang Dokter pada Hana dan Fandi , Fandi hanya bisa tersenyum getir mendengar penuturan Dokter kandungan.
*****
Di dalam mobil Fandi pun terasa sunyi dan senyap yang terdengar hanya suara deru mesin mobil yang melaju , karena dua orang yang berada di dalam mobil itu pun sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing hingga mobil pun sampai di pelataran rumah mereka masih saling diam .
Fandi pun langsung beranjak keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah tanpa mengajak Hana dan mengabaikan semua orang yang ia lewati dan masuk ke dalam kamar nya.
Dan Hana pun hanya melihat perilaku suaminya dengan menghela nafas panjang.
Hana pun keluar dari mobil dengan langkah gontai dan masuk ke dalam rumah .
" Assalamualaikum " Hana mengucapkan salam.
" Waalaikumsalam " Ucap mereka serentak .
" Mama Mama Mama sudah pulang " teriak si sulung dan si bungsu dan keduanya langsung menarik tangan Hana satu satu dan menuntun Hana ke sofa .
" Mamah lihat kakak dan adik di belikan ini sama Umi dan Abi banyak sekali ada Baju , mainan , sepatu dan banyak jajanan mah " ucap si sulung dengan semangat , si bungsu pun hanya menyimak sang kakak yang sedang laporan pada Hana dan sibuk memakan cemilan nya.
" Waah banyak sekali , Kakak adek sudah bilang terima kasih belum sama Umi dan Abi Hem ?". tanya Hana dengan lembut .
" Yang belikan bukan Umi Sama Abi aja tapi Uti juga kasih uang buat beliin ini semua buat kakak Rama dan adek Rafa loh " ucap Fani menjelaskan .
" Ooh berarti kalian juga harus berterimakasih sama Umi Abi dan Uti juga " ucap Hana dengan tersenyum .
__ADS_1
"Terimakasih Umi Abi dan Uti". jawab kakak Rama ,adek Rafa hanya mengangguk anggukan kepala nya mendengar ucapan kakaknya.
" Yaudah kalau begitu dirapihkan semua nya bawa ke kamar kalian ya , tolong kak Farah di bantuin ya adek adeknya ." ucap Rendi , anak anak itu pun langsung beranjak menuju kamar nya dengan membawa barang barang baru nya .
" nanti mama nyusul ya nak " teriak Hana .
****
Setelah anak anak pergi , semua orang pun langsung menatap Hana dengan pandangan bertanya.
" Ada apa Han , kenapa Fandi seperti itu bukannya tadi Fandi yang mengajak kamu untuk memeriksa kan kandungan mu ?" tanya Fani ingin tahu .
Namun saat Hana ingin menjawab Mbok Jum pun dengan sigap memberikan air minum untuk Hana supaya lebih tenang .
Hana pun langsung meminumnya hingga habis .
" huufft ( Hana menarik nafas panjang) Awalnya kami sudah baik baik saja Mbak cuma setelah mendengar penuturan Dokter Mas Fandi langsung berubah dan jadi diam. " jawab Hana jujur .
" Memang nya ada apa ndok " tanya Bu Tuti .
" em .. em Hana benar hamil Bu , dan usia bayi ini sudah 2 bulan lebih 1 Minggu tepat saat kejadian itu .
Di tambah bayi Hana kembar ". jawab Hana panjang lebar.
". DEG "
Semua orang yang berada di ruangan itu pun ada yang mengucapkan syukur dan juga ada yang merasa prihatin dengan jalan hidup wanita malang itu.
" Buk , Mba Mas dan Mbok Jum Terimakasih atas kebaikan kalian semua pada Hana dan Maafkan Hana yang sudah menorehkan aib yang sangat memalukan untuk keluarga nya ini ." ucap Hana dengan air mata yang mengalir deras .
Bu Tuti pun menghampiri Hana dan memeluk nya .
" Sudah sudah nak jangan kamu menyalahkan diri sendiri atas kejadian ini , ini sudah takdir tidak ada yang bisa menolaknya dan menawarnya." ucap Bu Tuti bijaksana .
" Hana mohon pamit besok Hana pulang ke rumah orangtuanya Hana dan terima kasih banyak untuk semuanya selama Hana tinggal di sini ". ucap Hana dengan terisak .
Setelah berbincang-bincang dengan kakak dan kakak ipar nya serta dengan ibu mertuanya dan juga Mbok Jum . tiba tiba Fandi datang di hadapan semua keluarga nya juga Hana mengucapkan kalimat sakral yang anti di ucapkan oleh sepasang suami istri .
__ADS_1
****
Terimakasih teman teman readers sudah mau mampir ke novel ku . jangan bosan menunggu ya teman-teman semua . Terimakasih 😊🙏😊🙏