
Setelah dari rumah Dewantara Fandi dan Reni langsung menuju
salah satu Hotel yang tak jauh dari rumah Dewantara karena Fandi masih ingin
bersama dengan kedua putra nya selama mereka berada di Jakarta dan Reni hanya
mengikuti Suaminya karena ia sangat tau bagaimana rasanya jauh dari orang yang
di kasihi .
Setelah masuk ke kamar hotel , Reni dan Fandi langsung masuk
ke dalam kamar mandi bersamaan membersihkan badan dari peluh sekaligus mencari
peluh alias menyalurkan hasrat dalam diri pasangan baru itu di dalam kamar
mandi hotel yang lumayan mewah .
Reni yang keluar terlebih dahulu dari dalam kamar mandi
langsung bergegas berganti baju nya sebelum sang Suami keluar dan Reni langsung
duduk di tepi ranjang sambil mengecek ponsel nya yang lowbet sudah selesai di cas sebelum masuk ke dalam kamar
mandi tadi ..
Saat menghidupkan ponselnya kening mulus Reni langsung
mengerut melihat puluhan daftar panggilan tak terjawab dari orang yang sangat
berarti untuk Reni ya dia adalah Ibu Sinta .
Tanpa membuang waktu Reni langsung menghubungi balik Bu
Sinta menanyakan ada apa yang terjadi sampai Ibu angkat nya menghubungi
sebanyak itu .
“ Tut tut tut “ dering ketiga panggilannya pun langsung
terhubung pada Bu Sinta .
“ Assalamualaikum Bu “. Ucap Reni pada Bu Sinta .
“ Waalaikumsalam Alhamdulillah nak akhirnya kamu bisa
menghubungi Ibu “. Jawab Bu Sinta dengan nada tak seperti biasanya membuat Reni
semakin penasaran .
“ Bu , ada apa ko tumben telpon Reni sampai segitu … Apa
terjadi sesuatu di Panti Bu aatau Ibu marah ya karena Reni pergi ikut Mas Fandi
gak ijin dulu “. Tanya Reni berentet pada Bu Sinta .
“ Aduh bukan seperti itu nak ,sekarang kamu kalau pergi
kemana pun tidak perlu ijin kami nak karena kamu sudah menikah jadi kamu sudah menjadi
tanggung jawan dia sepenuhnya atas dirimu Reni … Ibu hubungi kamu karena ada
hal penting nak mengenai asal usul dan orang tua mu nak “. Jawab Bu Sinta ,
Reni yang mendengar kalimat terakhir Ibu Pantinya pun langsung terkejut .
“ Deg “
“ Apa Bu …?”. Tanya Reni dengan nada bergetar .
“ Gini nak kemarin ada dua pria yang mencari kamu , Nak .
mereka mencari mu atas permintaan Ibu kandungmu Reni … Mereka membawa foto bayi
mu nak yang sangat persis saat Ibu dan Bapak menemukan mu nak makanya kami
langsung memberikan alamat rumah suaminu nak , bahkan mereka juga memberikan uang yang
sangat banyak serta merenovasi Panti kita ini Nak serta juga memenuhi semua
keperluan Pantoi dan adik – adik mu Nak ….
Dan kemungkinan besok mereka akan menuju ke rumah nak Fandi , Reni .”. Jelas Bu
Sinta dan Reni yang mendengar informasi dari Ibu Sinta membuat tubuhnya
bergetar dengan air mata yang mengalir deras dan satu tangan nya membekap mulut
nya berusaha meredam tangis nya namun usaha nya sia – sia tangis nya tetap
pecah dengan di iringi perasaan yang menentu .
Momen yang selama puluhan tahun ia tunggu dan ia harapkan
akan kehadiran atau kedatangan orang tua nya yang sudah tega membuang nya
bagaikan sampah walaupun Reni tau dan yakin jika orang tua nya mempunyai alasan
sendiri dengan sikapnya .
Rasa bahagia itu kini bercampur dengan rasa sakit yang tak
terlihat namun sangat terasa menyakitkan di hati nya membuat Reni langsung
terduduk di lantai sambil meremas dada nya yang terasa sakit mengabaikan ponsel
yang teronggok di lantai .
“ Kenapa rasanya sakit seperti ini … harus nya aku bahagia
hal yang selama ini ku tunggu akhirnya akan terwujud tapi kenapa seperti ini …”.
Rancau Reni d dalam hati dengan tangis yang pecah .
Fandi yang baru keluar dari dalam kamar mandi masih
menggunakan handuk yang melilit pinggang nya langsung tersentak saat mendengar suara
tangisan sang istri dan melihat istrinya yang bersimpuh di lantai dengan tangis
sesenggukan .
“ Sayang kamu kenapa ?”. pekik Fandi yang berjongkok di
depan Reni namun Reni tak menjawab hanya tangis nya yang semakin pecah .
“ Bubu jangan seperti ini … ada apa ?”. Tanya Fandi lagi
namun tetap nihil hingga ekor matanya melihat ponsel milik Istrinya yang masih
menyala bertanda panggilan nya masih tersambung enatah dengan siapa .
Fandi duduk di ranjang menyahut ponsel milik Reni dengan
melihat nama kontak “ Ibu ku “ yang Fandi tau itu nomor Ibu Panti nya , Fandi
langsung menempelkan ponsel itu ke telinga nya dan Fandi bisa mendengar Ibu
Sinta yang juga sedang menangis dengan suara mengkhawatirkan Istrinya .
“ Halo Ibu , ini Fandi “. Kata Fandi pada panggilan tersebut
.
“ Halo nak sukurlah , gimana keadaan Reni Fandi … Ibu jadi
merasa bersalah nak ?”. Tanya Ibu Sinta pada Fandi yang melirik pada Istrinya
yang masih tergugu di lantai dengan menekan dada nya berusaha menghilangkan
__ADS_1
sesaknya .
“ Reni masih histeris Bu … Kalau Fandi boleh tau ada apa ya
?”. Tanya Fandi pada Bu Sinta dan Bu Sinta pun langsung menceritakan semua nya
tanpa terkecuali membuat Fandi paham dengan apa yang terjadi pada Istrinya .
Setelah menutup telponnya berpamitan pada Ibu Sinta untuk
menenangkan Reni , Fandi dengan cepat langsung memakai celana pendek dan kaos
nya yang ada di atas ranjang yang di siapkan sang Istri .
Fandi pun mengangkat Reni yang masih menangis sesenggukan ke
atas ranjang dan ia langsung memberikan segelas air minum untuk Reni agar
Istrinya lebih tenang dan Fandi langsung mendekap erat tubuh Reni agar Reni
tenang sambil mengelus belakang kepala istri nya .
“ Sudah jangan nangis lagi ya … Mas tau kamu terluka
sekaligus bahagia mendengar kabar itu tapi coba pikirkan dan tenang dulu …. Bukan
kah ini yang sudah kamu tunggu selama puluhan tahun ini hem ?”. ujar Fandi
setelah tangis Reni mereda namun air mata yang masih mengalir deras .
“ Iya Mas bener tapi gak tau kenapa disini sakit sekali …
kenapa baru sekarang mereka mencari “. Jawab Reni dengan susah payah karena
tangisnya .
“ Kita gak ada yang tau alasan mereka apa sebelum kamu
bertemu dengan mereka tapi bukan kah
kamu yang sering ingetin Mas kalau kita gak boleh langsung menghakimi kita
harus dengarkan dulu penjelasan mereka .” kata Fandi dan Reni pun menganggukkan
kepala denganmenyeka air mata nya .
“ Terus sekarang gimana rencana nya apa besok kita pulang
biar cepat bertemu mereka ?”. Tanya Fandi pada istrinya yang menggelengkan
kepalanya membuat Fandi mengernyitkan kening nya .
“ Kenapa ?”. Tanya Fandi .
“ Reni masih mau disini Mas , Kota hebat yang belum pernah Reni datangi dan hanya
mendengar dan melihat di tv … Kalau mereka benar keluarga Reni pasti mereka
akan sabar menunggu Reni sama kaya apa yang di lakukan Reni puluhan tahun lalu “.
Jawab Reni seolah tanpa beban dan Fandi pun menganggukkan kepalanya mengikuti
keinginan sang Istri .
“ Yaudah kalau itu keputusan mu … Yasudah kalau Bubu ku ini
sudah tenang segera istirahat ya katanya besok mau jalan-jalan dan besok kamu
tolong hubungi Ibu Panti karena beliau tadi sangat khawatir sekali “. Kata Fandi
pada Reni sambil menarik selimut sampai batas bahu istrinya dan Reni hanya
menurut dengan mata yang mulai terpejam dengan air mata yang sesekali menetes
dan Fandi masih setia mengelus punggung Reni dengan sabar .
istriku , mengetahui fakta jika kamu dibesarkan di panti asuhan dengan segala
kekurangan mu tak mengenal orang tua kandung mu menunggu bertahun – tahun kedatangan
mereka dan kini mendapatkan suami yang kamu tahu belum sepenuhnya mencintai mu …
Walaupun aku belum mencintai mu sepenuhnya tapi gak ada niat sedikit pun
menyakiti mu istriku dan aku berharap bersanding dengan ku merupakan awal
kebahagian untuk mu ….”. gumam Fandi dalam hati sambil menatap wajah ayu Reni
dan mencium keningnya dengan sayang sebelum ikut menyusul sang istri ke alam
mimpi .
******
Di Kota Madiun tepatnya di depan rumah Fandi Roy masih diam
tercenung melihat bolak balik alamat dan map yang ia pegang namun hasilnya
tetap sama alamat itu sesuai dengan map di ponsel pintarnya mengabaikan ocehan
Oki sang asisten pribadi yang taka da akhlak menurut Roy .
“ Roy gimana mau turun gak , Dih aneh banget sih ni orang
dari kemarin nyariin kaya orang gila muter – muter giliran ketemu malah bengong
gini “. Oceh Oki pada Bos nya yang terlihat menghela nafas nya .
“ Emang lo pernah kesini dan kenal sama orang pemilik rumah
ini ?” Tanya Oki lagi .
“ Iya gue pernah kesini dan gue kenal anak yang punya rumah
ini “. Jawab Roy dengan pandangan mata melihat pada bangunan rumah di depannya
.
“ Siapa ?”. Tanya Oki penasaran .
“ Ini rumah mantan suami dari istri nya Dean … namanya Fandi
“. Jawab Roy .
“ Yaudah kalau gitu lo coba Tanya aja sama Hana ketimbang bengong
di halaman rumah orang takut di kira warga mau ngerampok kita “. Kata Oky pada
Roy yang menggelengkan keapala cepat .
“ Gak usah , gue turun aja dan cari tau langsung
informasinya .” jawab Roy yang membenarkan ucapan asisten nya .
Roy dan Oki langsung turun dari mobil menuju pintu kayu
rumah itu langsung mengetok pintu dan tak lama pintu rumah pun terbuka yang
menampilkan seorang wanita parubaya dengan memegang tongkat nya dan Roy masih
ingat jika wanita paru baya ini adalah Ibu dari Fandi .
“ Assalamualaikum Bu …” Ucap salam Roy .
“ Waalikumsalam , Maaf Mase cari siapa da nada keperluan apa
ya ?”. Tanya Bu Tuti dengan menelisik Roy dan Oki merasa was was .
Roy yang tau apa yang di pikirkan Ibu nya Fandi “. Ibu nya
__ADS_1
gak usah takut dengan kami , kami gak ada niat buruk dan saya juga tau kalau
Ibu adalah Ibu nya Fandi mantan suami dari Hana Fishera .”. kata Roy membuat Bu
Tuti mengerutkan kening nya .
“ Tapi ini Mas , Fandi nya lagi gak ada di rumah “. Jawab Bu
Tuti .
“ Bukan Bu kami kesini sebenarnya bukan mau cari Fandi tapi
kami cari Reni Agusty yang katanya
tinggal disini dan kami dapat alamat ini dari Pak Rudi dan Bu Sinta orang tua
asuh dari Reni di panti Bu “. Jawab Roy dengan serius .
“ Reni Agusty iya dia tinggal disini … yasudah Mas Mase
silahkan duduk kita bicara di dalam “. Pinta Bu Tuti mempersilahkan Roy dan Oki
masuk ke dalam ruang tamu dengan tak lupa menyuguhkan the hangat yang di buat
asisten rumah tangganya yang baru karena merasa Roy dan Oki bukan orang jahat .
“ Maaf Mas kalau boleh tau apa hubungan nya Mase sama Reni
agusty ya ?”. Tanya Bu Tuti .
“ Kami ke Kota ini dan mencari Reni karena ingin
mempertemukan Ibu kandung dari Reni Agusty yang tak lain mertua saya “. Jawab Roy
.
“ Deg “. Bu Tuti
terkejut engan penutura Roy .
“ Maaf Mase kalau Ibu boleh tau Mase kenal Fandi dan Hana
dari mana ya ?”. Tanya Bu Tuti penasaran .
“ Em mungkin Ibu lupa sama Saya karena yang sebenarnya
pernah datang kesini … Saya Roy , Kakak dari Dean Suami baru Hana “. Jawab Bu
Tuti yang menganggukkan kepala nya .
“ Yaampun Kakak nya nak Dean … loh kalau Ibu kandung nya
Reni mertua kamu berarti istri mu saudara nya Reni ?”. Tanya Bu Tuti dan
diangguki Roy .
“ Maaf kalau boleh tau Reni agusty itu siapa di rumah ini ya
Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti .
“ Reni Agusty istri baru Fandi , Mas “. Jawab Bu Tuti .
“ Astaga ini mah beneran muter – muter gak jauh – jauh ya “.
Gumam Roy dalam hati sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal .
“ Terus Reni nya kemana ya Bu dan dua ponakan saya kemana ya
bukan nya mereka juga lagi liburan disini juga ya Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti
sambil celingak celinguk mencari Kakak Rama dan Rafa .
“ Nah itu dia Mas , Reni ikut Fandi ke Jakarta mengantarkan
Kakak Rama dan Rafa pulang “. Jawab Bu Tuti membuat Roy dan Oki terbelalak dan
tanpa mebuag waktu Roy dn Oki pun berpamitan dengan tak lupa mengucapkan
terimakasih pada Bu Tuti .
“ Gila gila ini sih beneran gila Roy … Kita muter – muter cari
orang dan ternyata orang itu datang diri ke rumah lo “. Kata Oki pada Roy
setelah berada di dalam mobil .
“ Gue juga gak nyangka Ki akhir pencarian kita mendapatkan
sesuatu yang terasa tak mungkin … Gue juga specless Ki dapat fakta ini dan yang
gue pikirin sekarang “. Jawab Roy .
“ Apa ?”. Tanya Oki .
“ Ternyata istrinya Fandi anak kandung mertua gue , sepupu
nya Kasih dan gue bakalan jadi iparan sama Fandi yang notaben nya mantan suami Hana
istri Dean adik gue Ki… Gue gak bisa bayangin apa reaksi Dean setelah tau kalau
takdir buat kita semua jadi keluarga bahkan dulu gue sempet nonjok muka Fandi
bantuin Dean saat cari Istrinya Dean yang menghilang “. Jawab Roy dengan apa
yang di pikirkan .
“ Huh ruwet ruwet Roy dan gue gak mau mikirin pusing kepala
gue lihat fakta keluarga lo “. Jawab Oki diiringi gelak tawa nya sambil
mengemudi kan mobil nya menuju bandara terdekat sesuai perintah Roy yang ingin
segera sampai rumah , bukan hanya ingin melaporkan fakta yang ruwet tapi Roy
sudah tak sabar ingin bertemu dengan belahan hatinya Mutiara Kasih serta Rey
putra nya .
*************
Sore hari nya dengan tak sabar Roy turun dari taksinya yang
sudah sampai di halaman rumah Dewantara karena saat sampai di bandara Soekarno
Hatta , Oki dan Roy berpisah menuju rumah masing – masing .
“ Akhirnya gue sampai juga di rumah udah gak sabar ketemu
sama Kasih dan Baby Rey .” gumam Roy memasuki rumah .
“ Assalamualaikum Bunda , Rey ….” Teriak Roy bertepatan dengan
Dean yang mau masuk ke dalam lift dari
taman samping yang mana sepertinya usai menidurkan kedua putrinya karena
membawa kedua putrinya yang tampak tertidur di stroller mereka dan dengan kesal Dean melempar sandal rumah
nya kea rah Roy .
“ Plak “
“ Berisik Roy , lo gak lihat anak gue baru tidur nih “. Kata
Dean setelah melempar sandal yang mengenai kaki Roy .
“ Apaan sih lo De , Kakak baru datang dari berkelana bukan
nya di peluk malah di lempar sandal …”.
__ADS_1