Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 230


__ADS_3

Setelah dari rumah Dewantara Fandi dan Reni langsung menuju


salah satu Hotel yang tak jauh dari rumah Dewantara karena Fandi masih ingin


bersama dengan kedua putra nya selama mereka berada di Jakarta dan Reni hanya


mengikuti Suaminya karena ia sangat tau bagaimana rasanya jauh dari orang yang


di kasihi .


Setelah masuk ke kamar hotel , Reni dan Fandi langsung masuk


ke dalam kamar mandi bersamaan membersihkan badan dari peluh sekaligus mencari


peluh alias menyalurkan hasrat dalam diri pasangan baru itu di dalam kamar


mandi hotel yang lumayan mewah .


Reni yang keluar terlebih dahulu dari dalam kamar mandi


langsung bergegas berganti baju nya sebelum sang Suami keluar dan Reni langsung


duduk di tepi ranjang sambil mengecek ponsel nya yang lowbet  sudah selesai di cas sebelum masuk ke dalam kamar


mandi tadi ..


Saat menghidupkan ponselnya kening mulus Reni langsung


mengerut melihat puluhan daftar panggilan tak terjawab dari orang yang sangat


berarti untuk Reni ya dia adalah Ibu Sinta .


Tanpa membuang waktu Reni langsung menghubungi balik Bu


Sinta menanyakan ada apa yang terjadi sampai Ibu angkat nya menghubungi


sebanyak itu .


“ Tut tut tut “ dering ketiga panggilannya pun langsung


terhubung pada Bu Sinta .


“ Assalamualaikum Bu “. Ucap Reni pada Bu Sinta .


“ Waalaikumsalam Alhamdulillah nak akhirnya kamu bisa


menghubungi Ibu “. Jawab Bu Sinta dengan nada tak seperti biasanya membuat Reni


semakin penasaran .


“ Bu , ada apa ko tumben telpon Reni sampai segitu … Apa


terjadi sesuatu di Panti Bu aatau Ibu marah ya karena Reni pergi ikut Mas Fandi


gak ijin dulu “. Tanya Reni berentet pada Bu Sinta .


“ Aduh bukan seperti itu nak ,sekarang kamu kalau pergi


kemana pun tidak perlu ijin kami nak karena kamu sudah menikah jadi kamu sudah menjadi


tanggung jawan dia sepenuhnya atas dirimu Reni … Ibu hubungi kamu karena ada


hal penting nak mengenai asal usul dan orang tua mu nak “. Jawab Bu Sinta ,


Reni yang mendengar kalimat terakhir Ibu Pantinya pun langsung terkejut .


“ Deg “


“ Apa Bu …?”. Tanya Reni dengan nada bergetar .


“ Gini nak kemarin ada dua pria yang mencari kamu , Nak .


mereka mencari mu atas permintaan Ibu kandungmu Reni … Mereka membawa foto bayi


mu nak yang sangat persis saat Ibu dan Bapak menemukan mu nak makanya kami


langsung memberikan alamat rumah suaminu nak  , bahkan mereka juga memberikan uang yang


sangat banyak serta merenovasi Panti kita ini Nak serta juga memenuhi semua


keperluan  Pantoi dan adik – adik mu Nak ….


Dan kemungkinan besok mereka akan menuju ke rumah nak Fandi , Reni .”. Jelas Bu


Sinta dan Reni yang mendengar informasi dari Ibu Sinta membuat tubuhnya


bergetar dengan air mata yang mengalir deras dan satu tangan nya membekap mulut


nya berusaha meredam tangis nya namun usaha nya sia – sia tangis nya tetap


pecah dengan di iringi perasaan yang menentu .


Momen yang selama puluhan tahun ia tunggu dan ia harapkan


akan kehadiran atau kedatangan orang tua nya yang sudah tega membuang nya


bagaikan sampah walaupun Reni tau dan yakin jika orang tua nya mempunyai alasan


sendiri dengan sikapnya .


Rasa bahagia itu kini bercampur dengan rasa sakit yang tak


terlihat namun sangat terasa menyakitkan di hati nya membuat Reni langsung


terduduk di lantai sambil meremas dada nya yang terasa sakit mengabaikan ponsel


yang teronggok di lantai .


“ Kenapa rasanya sakit seperti ini … harus nya aku bahagia


hal yang selama ini ku tunggu akhirnya akan terwujud tapi kenapa seperti ini …”.


Rancau Reni d dalam hati dengan tangis yang pecah .


Fandi yang baru keluar dari dalam kamar mandi masih


menggunakan handuk yang melilit pinggang nya  langsung tersentak saat mendengar suara


tangisan sang istri dan melihat istrinya yang bersimpuh di lantai dengan tangis


sesenggukan .


“ Sayang kamu kenapa ?”. pekik Fandi yang berjongkok di


depan Reni namun Reni tak menjawab hanya tangis nya yang semakin pecah .


“ Bubu jangan seperti ini … ada apa ?”. Tanya Fandi lagi


namun tetap nihil hingga ekor matanya melihat ponsel milik Istrinya yang masih


menyala bertanda panggilan nya masih tersambung enatah dengan siapa .


Fandi duduk di ranjang menyahut ponsel milik Reni dengan


melihat nama kontak “ Ibu ku “ yang Fandi tau itu nomor Ibu Panti nya , Fandi


langsung menempelkan ponsel itu ke telinga nya dan Fandi bisa mendengar Ibu


Sinta yang juga sedang menangis dengan suara mengkhawatirkan Istrinya .


“ Halo Ibu , ini Fandi “. Kata Fandi pada panggilan tersebut


.


“ Halo nak sukurlah , gimana keadaan Reni Fandi … Ibu jadi


merasa bersalah nak ?”. Tanya Ibu Sinta pada Fandi yang melirik pada Istrinya


yang masih tergugu di lantai dengan menekan dada nya berusaha menghilangkan

__ADS_1


sesaknya  .


“ Reni masih histeris Bu … Kalau Fandi boleh tau ada apa ya


?”. Tanya Fandi pada Bu Sinta dan Bu Sinta pun langsung menceritakan semua nya


tanpa terkecuali membuat Fandi paham dengan apa yang terjadi pada Istrinya .


Setelah menutup telponnya berpamitan pada Ibu Sinta untuk


menenangkan Reni , Fandi dengan cepat langsung memakai celana pendek dan kaos


nya yang ada di atas ranjang yang di siapkan sang Istri .


Fandi pun mengangkat Reni yang masih menangis sesenggukan ke


atas ranjang dan ia langsung memberikan segelas air minum untuk Reni agar


Istrinya lebih tenang dan Fandi langsung mendekap erat tubuh Reni agar Reni


tenang sambil mengelus belakang kepala istri nya .


“ Sudah jangan nangis lagi ya … Mas tau kamu terluka


sekaligus bahagia mendengar kabar itu tapi coba pikirkan dan tenang dulu …. Bukan


kah ini yang sudah kamu tunggu selama puluhan tahun ini hem ?”. ujar Fandi


setelah tangis Reni mereda namun air mata yang masih mengalir deras .


“ Iya Mas bener tapi gak tau kenapa disini sakit sekali …


kenapa baru sekarang mereka mencari “. Jawab Reni dengan susah payah karena


tangisnya .


“ Kita gak ada yang tau alasan mereka apa sebelum kamu


bertemu dengan  mereka tapi bukan kah


kamu yang sering ingetin Mas kalau kita gak boleh langsung menghakimi kita


harus dengarkan dulu penjelasan mereka .” kata Fandi dan Reni pun menganggukkan


kepala denganmenyeka air mata nya .


“ Terus sekarang gimana rencana nya apa besok kita pulang


biar cepat bertemu mereka ?”. Tanya Fandi pada istrinya yang menggelengkan


kepalanya membuat Fandi mengernyitkan kening nya .


“ Kenapa ?”. Tanya Fandi .


“ Reni masih mau disini Mas , Kota hebat  yang belum pernah Reni datangi dan hanya


mendengar dan melihat di tv … Kalau mereka benar keluarga Reni pasti mereka


akan sabar menunggu Reni sama kaya apa yang di lakukan Reni puluhan tahun lalu “.


Jawab Reni seolah tanpa beban dan Fandi pun menganggukkan kepalanya mengikuti


keinginan sang Istri .


“ Yaudah kalau itu keputusan mu … Yasudah kalau Bubu ku ini


sudah tenang segera istirahat ya katanya besok mau jalan-jalan dan besok kamu


tolong hubungi Ibu Panti karena beliau tadi sangat khawatir sekali “. Kata Fandi


pada Reni sambil menarik selimut sampai batas bahu istrinya dan Reni hanya


menurut dengan mata yang mulai terpejam dengan air mata yang sesekali menetes


dan Fandi masih setia mengelus punggung Reni dengan sabar .


istriku , mengetahui fakta jika kamu dibesarkan di panti asuhan dengan segala


kekurangan mu tak mengenal orang tua kandung mu menunggu bertahun – tahun kedatangan


mereka dan kini mendapatkan suami yang kamu tahu belum sepenuhnya mencintai mu …


Walaupun aku belum mencintai mu sepenuhnya tapi gak ada niat sedikit pun


menyakiti mu istriku dan aku berharap bersanding dengan ku merupakan awal


kebahagian untuk mu ….”. gumam Fandi dalam hati sambil menatap wajah ayu Reni


dan mencium keningnya dengan sayang sebelum ikut menyusul sang istri ke alam


mimpi .


******


Di Kota Madiun tepatnya di depan rumah Fandi Roy masih diam


tercenung melihat bolak balik alamat dan map yang ia pegang namun hasilnya


tetap sama alamat itu sesuai dengan map di ponsel pintarnya mengabaikan ocehan


Oki sang asisten pribadi yang taka da akhlak menurut Roy .


“ Roy gimana mau turun gak , Dih aneh banget sih ni orang


dari kemarin nyariin kaya orang gila muter – muter giliran ketemu malah bengong


gini “. Oceh Oki pada Bos nya yang terlihat menghela nafas nya .


“ Emang lo pernah kesini dan kenal sama orang pemilik rumah


ini ?” Tanya Oki lagi .


“ Iya gue pernah kesini dan gue kenal anak yang punya rumah


ini “. Jawab Roy dengan pandangan mata melihat pada bangunan rumah di depannya


.


“ Siapa ?”. Tanya Oki penasaran .


“ Ini rumah mantan suami dari istri nya Dean … namanya Fandi


“. Jawab Roy .


“ Yaudah kalau gitu lo coba Tanya aja sama Hana ketimbang bengong


di halaman rumah orang takut di kira warga mau ngerampok kita “. Kata Oky pada


Roy yang menggelengkan keapala cepat .


“ Gak usah , gue turun aja dan cari tau langsung


informasinya .” jawab Roy yang membenarkan ucapan asisten nya .


Roy dan Oki langsung turun dari mobil menuju pintu kayu


rumah itu langsung mengetok pintu dan tak lama pintu rumah pun terbuka yang


menampilkan seorang wanita parubaya dengan memegang tongkat nya dan Roy masih


ingat jika wanita paru baya ini adalah Ibu dari Fandi  .


“ Assalamualaikum Bu …” Ucap salam Roy .


“ Waalikumsalam , Maaf Mase cari siapa da nada keperluan apa


ya ?”. Tanya Bu Tuti dengan menelisik Roy dan Oki merasa was was .


Roy yang tau apa yang di pikirkan Ibu nya Fandi “. Ibu nya

__ADS_1


gak usah takut dengan kami , kami gak ada niat buruk dan saya juga tau kalau


Ibu adalah Ibu nya Fandi mantan suami dari Hana Fishera .”. kata Roy membuat Bu


Tuti mengerutkan kening nya .


“ Tapi ini Mas , Fandi nya lagi gak ada di rumah “. Jawab Bu


Tuti .


“ Bukan Bu kami kesini sebenarnya bukan mau cari Fandi tapi


kami  cari Reni Agusty yang katanya


tinggal disini dan kami dapat alamat ini dari Pak Rudi dan Bu Sinta orang tua


asuh dari Reni di panti Bu “. Jawab Roy dengan serius .


“ Reni Agusty iya dia tinggal disini … yasudah Mas Mase


silahkan duduk kita bicara di dalam “. Pinta Bu Tuti mempersilahkan Roy dan Oki


masuk ke dalam ruang tamu dengan tak lupa menyuguhkan the hangat yang di buat


asisten rumah tangganya yang baru karena merasa Roy dan Oki bukan orang jahat .


“ Maaf Mas kalau boleh tau apa hubungan nya Mase sama Reni


agusty ya ?”. Tanya Bu Tuti .


“ Kami ke Kota ini dan mencari Reni karena ingin


mempertemukan Ibu kandung dari Reni Agusty yang tak lain mertua saya “. Jawab Roy


.


“ Deg “.  Bu Tuti


terkejut engan penutura Roy .


“ Maaf Mase kalau Ibu boleh tau Mase kenal Fandi dan Hana


dari mana ya ?”. Tanya Bu Tuti penasaran .


“ Em mungkin Ibu lupa sama Saya karena yang sebenarnya


pernah datang kesini … Saya Roy , Kakak dari Dean Suami baru Hana “. Jawab Bu


Tuti yang menganggukkan kepala nya .


“ Yaampun Kakak nya nak Dean … loh kalau Ibu kandung nya


Reni mertua kamu berarti istri mu saudara nya Reni ?”. Tanya Bu Tuti dan


diangguki Roy .


“ Maaf kalau boleh tau Reni agusty itu siapa di rumah ini ya


Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti .


“ Reni Agusty istri baru Fandi , Mas “. Jawab Bu Tuti .


“ Astaga ini mah beneran muter – muter gak jauh – jauh ya “.


Gumam Roy dalam hati sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal .


“ Terus Reni nya kemana ya Bu dan dua ponakan saya kemana ya


bukan nya mereka juga lagi liburan disini juga ya Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti


sambil celingak celinguk mencari Kakak Rama dan Rafa .


“ Nah itu dia Mas , Reni ikut Fandi ke Jakarta mengantarkan


Kakak Rama dan Rafa pulang “. Jawab Bu Tuti membuat Roy dan Oki terbelalak dan


tanpa mebuag waktu Roy dn Oki pun berpamitan dengan tak lupa mengucapkan


terimakasih pada Bu Tuti .


“ Gila gila ini sih beneran gila Roy … Kita muter – muter cari


orang dan ternyata orang itu datang diri ke rumah lo “. Kata Oki pada Roy


setelah berada di dalam mobil .


“ Gue juga gak nyangka Ki akhir pencarian kita mendapatkan


sesuatu yang terasa tak mungkin … Gue juga specless Ki dapat fakta ini dan yang


gue pikirin sekarang “. Jawab Roy .


“ Apa ?”. Tanya Oki .


“ Ternyata istrinya Fandi anak kandung mertua gue , sepupu


nya Kasih dan gue bakalan jadi iparan sama Fandi yang notaben nya mantan suami Hana


istri Dean adik gue Ki… Gue gak bisa bayangin apa reaksi Dean setelah tau kalau


takdir buat kita semua jadi keluarga bahkan dulu gue sempet nonjok muka Fandi


bantuin Dean saat cari Istrinya Dean yang menghilang “. Jawab Roy dengan apa


yang di pikirkan .


“ Huh ruwet ruwet Roy dan gue gak mau mikirin pusing kepala


gue lihat fakta keluarga lo “. Jawab Oki diiringi gelak tawa nya sambil


mengemudi kan mobil nya menuju bandara terdekat sesuai perintah Roy yang ingin


segera sampai rumah , bukan hanya ingin melaporkan fakta yang ruwet tapi Roy


sudah tak sabar ingin bertemu dengan belahan hatinya Mutiara Kasih serta Rey


putra nya .


*************


Sore hari nya dengan tak sabar Roy turun dari taksinya yang


sudah sampai di halaman rumah Dewantara karena saat sampai di bandara Soekarno


Hatta , Oki dan Roy berpisah menuju rumah masing – masing .


“ Akhirnya gue sampai juga di rumah udah gak sabar ketemu


sama Kasih dan Baby Rey .” gumam Roy memasuki rumah .


“ Assalamualaikum  Bunda , Rey ….” Teriak Roy bertepatan dengan


Dean yang mau masuk ke dalam  lift dari


taman samping yang mana sepertinya usai menidurkan kedua putrinya karena


membawa kedua putrinya yang tampak tertidur di stroller mereka  dan dengan kesal Dean melempar sandal rumah


nya kea rah Roy .


“ Plak “


“ Berisik Roy , lo gak lihat anak gue baru tidur nih “. Kata


Dean setelah melempar sandal yang mengenai kaki Roy .


“ Apaan sih lo De , Kakak baru datang dari berkelana bukan


nya di peluk malah di lempar sandal …”.

__ADS_1


__ADS_2