
Ada rasa yang tak nyaman saat apa yang akan ia lakukan untuk istrinya mendapatkan penolakan walaupun secara halus namun tetap membuat Roy terganggu .
Ya sikap Kasih berubah dingin seperti itu kepada nya sejak percakapan nya tempo waktu di kolam renang .
Seperti hari kemarin saat Roy ingin membantu Kasih yang sedang mengalami morning sick dan selalu mendapatkan penolakan .
Dan kini saat sarapan bersama sikap Kasih benar - benar tampak berbeda kepada Roy contoh nya Kasih tak mau duduk dekat dengan Roy , wanita hamil itu memilih duduk diantara kedua keponakan tampan nya dan tetap melayani makan suaminya namun hanya sekedar nya .
" Sini Ka biar Kasih ambilkan makan nya ". ucap Kasih sambil mengambil piring yang ada di hadapan sang suami namun mengabaikan tatapan sendu sang suami .
" Terima kasih Bun ... " jawab Roy saat Kasih selesai mengambilkan makanan untuk nya dan di angguki oleh Kasih tanpa tersenyum . Roy pun menarik kursi tempat biasa nya sang Istri duduk .
" Sini Bun duduk ". kata Roy sambil menepuk kursi di sampingnya namun Kasih menggelengkan kepalanya .
" Kakak Rama duduk dekat Om Roy ya Nak ... Ounty lagi pengen duduk diantara Kakak dan Abang ." pinta Kasih pada si sulung Rama yang langsung beranjak berdiri untuk berpindah tempat duduk .
Semua itu tak luput dari pengamatan semua orang yang ada di meja makan melihat sikap sepasang pengantin baru itu .
" Kasih kamu mau makan apa nak ?". tanya Mamih Esty bersamaan datangnya Bik Tini yang membawakan salad buah untuk Kasih .
" Ini non Kasih salad nya ". ucap Bik Tini dengan menyerahkan satu mangkok salad buah .
" Terimakasih Bik ". jawab Kasih dengan tersenyum manis .Bik Tini pun pergi ke dapur kembali .
" Ini Mih , Kasih sarapan ini dulu kalau langsung makan nasi perut Kasih belum sanggup Mih ". ucap Kasih pada Ibu mertuanya .
" Tapi bener loh nanti harus makan nasi ". jawab Mamih Esty dan di angguki oleh Kasih tanpa menghiraukan tatapan suaminya .
Setelah semua anggota keluarga Dewantara menyelesaikan sarapan nya seperti biasa mereka akan berbincang - bincang satu sama lain .
" Kasih , Hana nanti ikut Mamih ke butik ya buat fiting gaun untuk di pakai di acara ulang tahun perusahaan lusa ." ucap Mamih Esty .
" Terus si kembar gimana Mih ?". tanya Hana pada Mamih Esty .
" Ya di bawa dong Han kan kita jalan bertiga dan kita saling ganti berjaga si kembar ". jawab Mamih Esty dan di angguki oleh Hana namun Kasih hanya diam tanpa minat .
" Oma . Kakak sama Abang gak pilih baju ?".tanya si sulung Rama .
" Kalian nanti bareng dengan para pria dong nak sama Papah , Opa dan Om Roy ". jawab Mamih Esty dan diangguki oleh dua bocah laki - laki itu .
Pandangan Mamih Esty pun tertuju pada istri dari putra sulung nya yang tampak tak merespon obrolan .
" Kasih kamu ikut kan nak ?". tanya Mamih Esty .
" Mih kalau Kasih gak ikut gimana , karena kebetulan hari ini Kasih ada jadwal periksa kehamilan Kasih ". jawab Kasih . Roy yang mendengar ucapan sang istri pun menaikan sebelah alis nya .
" Kapan Nak jadwalnya ?". tanya Mamih Esty .
" Nanti jam 10 siang ." jawab Kasih .
" Yaudah kalau gitu kita ke Butik nya sore aja gak apa - apa ko ". ucap Mamih Esty dan di angguki oleh Hana dan Kasih .
" Em Mih Pih semuanya Kasih pamit ke kamar dulu ya Kasih mau rebahan ". pamit Kasih dan semuanya pun menganggukan kepala nya .
" Ya kamu harus banyak - banyak istirahat Kasih ". ucap Papih Dika .
" Terima kasih Pih ". jawab Kasih dengan tersenyum dan mulai beranjak berdiri dan dengan sigap Roy bangun untuk membantu sang istri .
" Sini biar saya bantu ke kamar Bun .." ucap Roy dengan memegang bahu sang istri namun segera di tepis dan lagi - lagi ia mendapat penolakan oleh Kasih dengan tersenyum terpaksa pada suaminya .
" Gak usah Ka ... Kasih gak apa - apa ko . Kasih hanya hamil bukan ber penyakitan ." ucap Kasih dan langsung beranjak jalan dengan pelan meninggalkan sang suami yang termangu .
__ADS_1
" Papih lihat Kasih seperti menyimpan kekecewaan mendalam pada mu Roy ... ". ucap Papih Dika dan Roy langsung beranjak pergi ke dapur tanpa menanggapi ucapan Papih nya .
Dan saat kepergian Roy dan Kasih barulah Dean menceritakan semuanya dan Dean meminta tolong pada sang Papih untuk mencari bukti - bukti mengenai wanita yang masih di harapkan oleh Roy dan dengan senang hati Papih Dika dan Mamih Esty mendukung semuanya.
*********
" Ceklek "
Roy membuka pintu kamar dengan membawa nampan makanan untuk istrinya yang sedang bersender di tempat tidur dengan memegang ponsel nya dan memilih berpura - pura tak melihat kedatangan suaminya .
" Ini saya bawakan makanan Bun , dimakan ya sebelum pergi ke Dokter ".ucap Roy dengan menarik table makan dan menata makanan dan minuman yang dibawa nya .
Kasih yang melihat itu hanya tersenyum tipis merasa aneh pada sikap Roy .
" Terimakasih Ka seharusnya gak perlu seperti ini karena Kasih masih kuat ko kalau hanya untuk mengambil makan untuk Kasih dan calon bayi Kasih ". jawab Kasih dengan datar .
" Kas sampai kapan kamu bersikap kaya gini sama saya ?" . tanya Roy pada Kasih yang mengerutkan kening nya .
" Biar gimana pun saya adalah suami mu dan Ayah nya ". ucap Roy lagi .
" Sikap seperti apa yang Ka Roy maksud bukan nya begini lebih baik toh pernikahan kita tuh hanya pernikahan yang didasari dengan kekonyolan Ka Roy." ucap Kasih dengan santai .
" Kasih akan bersikap selayak nya seorang Istri kalau Ka Roy juga bersikap sebagaimana semestinya menjadi seorang suami dan calon Ayah ." ucap Kasih lagi dan mulai memegang sendok nya .
" Kasih kamu...." jawab Roy dengan sedikit geram dan terpotong .
" Kasih mau makan jadi please jangan hancurkan mood saya atau saya tidak akan makan ". ujar Kasih dengan menatap tajam suaminya dan Roy pun langsung beranjak pergi menuju pintu dimana letak ruang kerja nya yang terhubung dengan kamar nya namun langkah nya terhenti saat Kasih melempar barang .
" PRAAANG ".
" Kasih apa yang kamu lakukan ?". ucap Roy terkejut melihat beberapa bingkai foto seseorang yang sudah berserakan di lantai karena di buang dan di lempar oleh Kasih .
" Maaf Ka ... Kasih mual setiap lihat foto itu dan Kasih bantu Ka Roy buang foto itu yang ternyata banyak tersimpan di sini . Ka Roy ambil semua foto itu dan Ka Roy bawa jauh dari Kasih dari pada Kasih nemu dan Kasih buang lagi ". ucap Kasih dengan santai dan langsung memakan kembali makanan nya dengan santai .
" Kamu sungguh keterlaluan Kasih ". ucap Roy .
" Ka Roy yang membuat Kasih keterlaluan ..." jawab Kasih .
" KAMU ... " bentak Roy dan bersamaan dengan masuknya Papih dan Mamih ke dalam kamar nya .
" Ceklek "
" Roy ada apa ini ?". tanya Papih Dika saat melihat lantai kamar yang berserakan pecahan beling . Mamih Esty pun langsung memanggil asisten rumah tangga nya untuk membersihkan kamar putra sulung nya yang berantakan oleh pecahan beling .
" Papih bisa tanyakan sama menantu Mamih dan Papih ". jawab Roy sambil menatap tajam Kasih yang masih santai menikmati makanan nya .
" Kasih ada apa ?". tanya Mamih Esty pada Kasih .
" Kasih hanya membuang foto wanita yang gak seharusnya di simpan di kamar sepasang suami istri Mih Pih dan gara - gara lihat foto itu buat Kasih tambah mual ". jawab Kasih santai .
" Tapi gak seharusnya kamu lempar seperti itu Kasih , biar gimana pun dia wanita yang berarti untuk saya dan itu jauh sebelum kehadiran kamu ". ucap Roy dengan geram .
" DEG "
mendengar penuturan sang suami hati Kasih mencelos .
" Kemarin Ka Roy buang gak masalah ... kenapa sekarang marah apa yang kemarin hanya akting ?". jawab Kasih lagi dengan menahan sesak di dada nya .
" Terserah kamu ". ucap Roy dan langsung beranjak pergi menuju ruang kerja nya dengan mengunci ruangan nya .
" Lalu apa mau kamu Kasih biar tak berlarut seperti ini , jujur Mamih pun tak menyukai wanita itu dan tidak menyukai suasana ini ?". tanya Mamih Esty dengan duduk di depan dan menatap mata menantu nya yang berkaca - kaca , Sungguh hati Mamih Esty tak tega .
__ADS_1
" Kasih mau pergi sejenak untuk menenangkan hati Kasih . Mih ". ucap Kasih dengan menundukan kepalanya dengan air mata yang berderai .
" Oke sekarang kamu cepat bersiap dan bawa semua keperluan mu yang penting - penting saja soal baju biar nanti di urus , segera sebelum Roy keluar dari ruangan nya ." ucap Papih Dika dengan sedikit geram pada putra sulung nya dan beranjak keluar menelpon seseorang untuk mengurus keperluan Kasih menantu nya .
Dan Kasih pun langsung memasukan semua keperluan nya ke dalam tote bag nya dan membawa tas kecil miliknya tanpa mengganti baju hanya mengambil jaket nya Kasih langsung keluar dari kamar dengan di bantu Mamih Esty meninggalkan makanan nya dan Bik Mimin yang sedang membersihkan pecahan kaca bingkai dan telah di beri tahu oleh Mamih Esty tentang kepergian menantu nya .
Kini Kasih telah sampai di lantai bawah menemui Papih Dika yang langsung memeluk sayang tubuh bergetar Kasih .
" Sudah jangan menangis sekarang kamu pergi ke pintu gerbang disana sudah ada mobil SUV hitam yang akan mengantarkan kamu ke tempat yang lebih tenang untuk mu , bawa ponsel ini dan serahkan ponsel mu pada Papih . Berjanjilah pada Papih dan Mamih setelah ini kamu harus lebih kuat dan baik untuk menjaga calon bayi mu , Oke ". ucap Papih Dika dan melepaskan pelukannya .
" Terimakasih Pih Mih ". ucap Kasih dan Mamih Esty langsung memeluk Kasih .
" Sudah Ayo keluar biar Papih antar sebelum semua orang melihat nya disana sudah siap Dokter kandungan yang akan memeriksa mu jadi kamu gak perlu khawatir ". ucap Mamih Esty .
Dan Kasih langsung masuk ke dalam rangkulan Papih Dika dengan menutup tubuhnya dengan jaket yang di bawa nya untuk keluar dari rumah Dewantara dan segera masuk ke dalam mobil yang di maksud oleh Papih Dika .
*******
Di dalam ruang kerja nya Roy mengamuk dan berteriak untuk menghilangkan kekesalannya terhadap sikap Istrinya yang telah di anggap keterlaluan .
Setelah sedikit mereda Roy keluar dari ruang kerja nya dan melihat Bik Mimin yang telah selesai membersihkan lantai dan akan membereskan bekas makan istrinya .
" Kemana Istri saya Bik ?". tanya Roy dengan datar .
" Kata nya pergi untuk periksa kandungan Den Roy soalnya perut nya sedikit sakit tadi Non Kasih bilang ." jawab Bik Mimin .
" Sama siapa pergi nya ?". tanya Roy lagi .
" Sepertinya sendiri Den soalnya Nyonya dan Tuan lagi di ruang olah raga ". jawab Bik Mimin .
" Sendiri ". gumam Roy dan langsung keluar dari kamar nya menuju ruang olah raga di mana Mamih dan Papih nya berada .
" Ceklek "
Roy masuk kedalam ruang olah raga dan Mamih Esty langsung terkejut .
" Loh Roy ko kamu ada di sini bukan nya tadi nganter Kasih ke Dokter kandungan ?". tanya Mamih Esty pada putra nya yang tampak bingung .
" Gak Mih , Kasih gak minta anter Roy dan Roy kira dia pergi sama Mamih ". jawab ROy sedikit bingung .
" Gak ya Pih dia cuma bilang mau periksa ke Dokter kandungan dan Mamih pikir pasti sama kamu Roy , Coba lihat atau sama Hana dia perginya ". kata Mamih Esty dan diangguki oleh Papih Dika .
Roy langsung beranjak ke lantai satu dekat dengan halaman belakang tepat nya di ruang play ground anak - anak dimana terdapat Hana , Dean dan ke empat anak nya sedang bermain bersama , Melihat itu membuat Roy cemas dan bingung .
Roy berlari menuju garasi dan melihat mobil istrinya dan milik semua anggota Dewantara masih lengkap berada di tempat nya .
" Aaaarg dimana kamu Kasih ?". gumam Roy dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal .
Roy pun berlari menuju pintu gerbang dan menuju pada Pos satpam yang terdapat Pak Budi .
" Pak Budi lihat istri saya keluar gak ya ?". tanya Roy pada Pak Budi .
" Kaya nya gak ada Mas Roy tadi waktu saya cek lampu mati gak ada yang lewat ." jawab Pak Budi .
" Coba saya mau lihat CCTV bisa ". ucap Roy .
" Silahkan aja Mas Roy tapi sepertinya percuma soalnya tadi kan mati lampu otomatis gak ada gambar yang terekam ". jawab Pak Budi .
" AAAArrrgh kemana sih kamu Kasih ". ucap Roy dengan perasaan yang cemas .
************
__ADS_1