
" Jangan menghapus persaudaraan hanya karena sebuah kesalahan , namun hapus lah kesalahan demi lanjutnya Persaudaraan ."
******
Sesudah Dean mengganti baju serta mencuci tangannya , Dean pun menghampiri kedua putrinya yang salah satu darinya sedang berbaring namun tidak tidur dekat dengan Mamahnya yang sedang menyusui saudaranya serta sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya .
Saat suaminya mendekat Hana pun memberikan senyumnya dan meminta tangan suaminya untuk di cium nya . Dean pun mulai bercanda dan menciumi pipi gembil putrinya yang sedang berbaring di ranjang , Dean pun masih memperhatikan Hana yang sedang menelpon seseorang dengan wajah yang tercetak jelas kekhawatiran .
Saat Hana sudah menyelesaikan obrolannya dengan seseorang di ponselnya , Dengan rasa penasarannya Dean pun bertanya .
" Telponan sama siapa sih kok gak kelar - kelar ?" tanya Dean pada Hana .
" Mas Fandi ". jawab Hana . Dean yang mendengar nama pria itu pun mendengus dan mendelik . Tau suaminya terganggu dengan nama seorang pria dari masa lalunya . Hana pun meletakan bayinya didekat saudaranya dan Hana duduk di dekat Dean .
" Jangan salah paham dulu yang telpon benar nomor Mas Fandi namun yang berbicara tadi Ibu dan Mas Rendi kakak iparnya ." jelas Hana pada suaminya dan mengambil tangan Dean untuk di genggamnya .
" Mereka mengabari bahwa Ibu nya Mas Fandi sakit keras dan beliau ingin bertemu dengan anak - anak dan dengan ku Dean . Kalau kamu mengizinkan saya ingin membawa anak - anak untuk bertemu dengan beliau sesuai dengan permintaanya ." ucap Hana dan Dean masih diam mendengarkan istrinya berbicara . Hana pun menghela nafasnya.
" Huuuft kamu tau Dean kenapa saya masih peduli dengan mereka bukan karena masih ada rasa Cinta untuk Mas Fandi tapi lebih ingin membalas kebaikan dari keluarga Mas Fandi . Saat di masa terpuruk ku mereka tak membuang ku seperti apa yang di lakukan oleh Mas Fandi , bahkan saat Mas Fandi tak menerima ku tak ada satu pun dari mereka yang ikut menghakimi ku dan dengan tangan terbukanya mereka masih menerima saya yang sudah jelas membawa aib untuk mereka , seorang istri yang Hamil dari benih pria lain bukan dari suaminya . ( Hana terdiam sejenak saat rasa sesak itu menyeruak kembali ) Tapi mereka tetap masih menerima , merangkul ku Dean tak peduli dengan putranya yang juga terluka atas musibah itu .
Bahkan saat terakhirku berada di rumah itu , Ibu masih memelukku dengan hangat meminta ku untuk menjenguknya dengan membawa kedua cucunya dan beliau pun membawakan makanan untuk menantu yang hamil bukan dengan putranya Dean . Bukan kah itu luar biasa Dean . Apakah setelah saya di ceraikan oleh puteranya saya harus membenci mereka juga menutup mata dan telinga saat mendengar permintaanya ?". ucap Hana dengan mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah suami tampannya .
__ADS_1
" Dean kalau kamu tanya apa masih ada perasaan untuk mas Fandi jawabannya TIDAK ADA dan jika kamu tanya lagi apa saya Membenci Mas Fandi jawabannya , saya SANGAT MEMBENCINYA namun saya harus mengesampingkan rasa benci ku , rasa tak terima ku saat kedua putra ku ingin bertemu dengan Ayah mereka Dean . Kamu tau Dean jika saja saya di ceraikan tanpa adanya anak mungkin semuanya tak akan serumit ini ." ujar Hana dengan air mata yang mengalir.
Dean pun memegang dagu Hana dengan lembut agar Hana menghadap ke wajahnya , Dean pun menghapus air mata yang mengalir di pipi istrinya .
" Kamu ingin mengunjungi Ibunya ?" tanya DEan dengan lembut .Hana menganggukan kepalanya sebagai jawaban .
" Jika kamu mengizinkan ku ". kata Hana .
" Saya yang akan mengantarkan mu kesana asalkan tak ada air mata yang mengingatkan mu pada luka itu " . ucap Dean . Mendengar jawaban suaminya , Hana pun langsung memeluk Dean dengan sangat erat .
" Terima kasih "
" Maafkan saya juga Hana semua akar kesakitan dan penderitaan mu adalah Saya " ucap Dean dengan mencium pucak kepala DEan .
" Dan apa imbalan atas izin yang saya kasih " kata Dean menggoda istrinya . mendengar ucapan Dean , Hana pun melepaskan pelukannya dan memandang wajah suaminya dengan teduh .
" Apa saj... ooops " Hana tak meneruskan kalimatnya dan langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya .
" Gak bisa di tarik lagi , Apa tadi APA SAJA oke .... Dengan senang hati Hana ". ucap Dean dengan menaik turunkan alisnya dan tersenyum smirk yang mana menurut Hana senyum yang sangat menyebalkan .
" Nyebelin " kata Hana dan kembali memeluk tubuh Dean .
__ADS_1
" Hahahahaa haha ". Dean tertawa lepas melihat kekalahan Hana . Dan membalas pelukan istrinya dengan penuh rasa sayang .
" Jangan menangis lagi . Dan saat disana kamu gak boleh jauh dari saya dan gak boleh dekat dengan Mas mantan . Faham ". ujar Dean menggoda Hana .
" Faham ". jawab Hana dengan serius .
" Yaudah sekarang siap - siap malam ini kita langsung ke Madiun ." kata Dean dan Hana melepaskan pelukanya dengan tersenyum manis dan menganggukan kepalanya .
" Kalau gitu kamu tolong jagain si kembar dulu ya , saya mau ke kamar Kakak dan Abang dan minta Uni buat bantuin berkemas ". ujar Hana dengan semangat dan beranjak keluar kamar .
Namun saat memegang handel pintu Hana pun menoleh pada Dean yang masih tersenyum melihatnya . Dengan reflek Hana pun berbalik lagi di hadapan Dean dan langsung mecium bibir sensual Dean sekilas .
" Cup " Dean yang tak menyangka dapat vitamin pun hanya terbengong .
Dan Hana langsung berlari keluar kamar mengabaikan teriakan Dean suaminya .
" HANA KURANGG ..." teriak Dean .
" AAAARRGG KAMU BUAT SAYA GILA HANA "
********
__ADS_1