
Setelah dari rumah Dewantara Fandi dan Reni langsung menuju
salah satu Hotel yang tak jauh dari rumah Dewantara karena Fandi masih ingin
bersama dengan kedua putra nya selama mereka berada di Jakarta dan Reni hanya
mengikuti Suaminya karena ia sangat tau bagaimana rasanya jauh dari orang yang
di kasihi .
Setelah masuk ke kamar hotel , Reni dan Fandi langsung masuk
ke dalam kamar mandi bersamaan membersihkan badan dari peluh sekaligus mencari
peluh alias menyalurkan hasrat dalam diri pasangan baru itu di dalam kamar
mandi hotel yang lumayan mewah .
Reni yang keluar terlebih dahulu dari dalam kamar mandi
langsung bergegas berganti baju nya sebelum sang Suami keluar dan Reni langsung
duduk di tepi ranjang sambil mengecek ponsel nya yang lowbet sudah selesai di cas sebelum masuk ke dalam
kamar mandi tadi ..
Saat menghidupkan ponselnya kening mulus Reni langsung
mengerut melihat puluhan daftar panggilan tak terjawab dari orang yang sangat
berarti untuk Reni ya dia adalah Ibu Sinta .
Tanpa membuang waktu Reni langsung menghubungi balik Bu
Sinta menanyakan ada apa yang terjadi sampai Ibu angkat nya menghubungi
sebanyak itu .
“ Tut tut tut “ dering ketiga panggilannya pun langsung
terhubung pada Bu Sinta .
“ Assalamualaikum Bu “. Ucap Reni pada Bu Sinta .
“ Waalaikumsalam Alhamdulillah nak akhirnya kamu bisa
menghubungi Ibu “. Jawab Bu Sinta dengan nada tak seperti biasanya membuat Reni
semakin penasaran .
“ Bu , ada apa ko tumben telpon Reni sampai segitu … Apa
terjadi sesuatu di Panti Bu atauu Ibu marah ya karena Reni pergi ikut Mas Fandi
gak ijin dulu “. Tanya Reni berentet pada Bu Sinta .
“ Aduh bukan seperti itu nak ,sekarang kamu kalau pergi
kemana pun tidak perlu ijin kami nak karena kamu sudah menikah jadi kamu sudah
menjadi tanggung jawan dia sepenuhnya atas dirimu Reni … Ibu hubungi kamu
karena ada hal penting nak mengenai asal usul dan orang tua mu nak “. Jawab Bu
Sinta , Reni yang mendengar kalimat terakhir Ibu Pantinya pun langsung terkejut
.
“ Deg “
“ Apa Bu …?”. Tanya Reni dengan nada bergetar .
“ Gini nak kemarin ada dua pria yang mencari kamu , Nak .
mereka mencari mu atas permintaan Ibu kandungmu Reni … Mereka membawa foto bayi
mu nak yang sangat persis saat Ibu dan Bapak menemukan mu nak makanya kami
langsung memberikan alamat rumah suami mu nak , bahkan mereka juga memberikan uang yang sangat banyak serta merenovasi
Panti kita ini Nak serta juga memenuhi semua keperluan Panti dan adik – adik mu … kemungkinan
besok mereka akan menuju ke rumah nak Fandi , Reni .”. Jelas Bu Sinta dan Reni
yang mendengar informasi dari Ibu Sinta membuat tubuhnya bergetar dengan air
mata yang mengalir deras dan satu tangan nya membekap mulut nya berusaha
meredam tangis nya namun usaha nya sia – sia tangis nya tetap pecah dengan di
iringi perasaan yang menentu .
Momen yang selama puluhan tahun ia tunggu dan ia harapkan
akan kehadiran atau kedatangan orang tua nya yang sudah tega membuang nya
bagaikan sampah walaupun Reni tau dan yakin jika orang tua nya mempunyai alasan
sendiri dengan sikapnya .
Rasa bahagia itu kini bercampur dengan rasa sakit yang tak
terlihat namun sangat terasa menyakitkan di hati nya membuat Reni langsung
terduduk di lantai sambil meremas dada nya yang terasa sakit mengabaikan ponsel
yang teronggok di lantai .
“ Kenapa rasanya sakit seperti ini … harus nya aku bahagia
hal yang selama ini ku tunggu akhirnya akan terwujud tapi kenapa seperti ini
…”. Rancau Reni d dalam hati dengan tangis yang pecah .
Fandi yang baru keluar dari dalam kamar mandi masih
menggunakan handuk yang melilit pinggang nya langsung tersentak saat mendengar suara tangisan sang istri dan melihat
istrinya yang bersimpuh di lantai dengan tangis sesenggukan .
“ Sayang kamu kenapa ?”. pekik Fandi yang berjongkok di
depan Reni namun Reni tak menjawab hanya tangis nya yang semakin pecah .
“ Bubu jangan seperti ini … ada apa ?”. Tanya Fandi lagi
namun tetap nihil hingga ekor matanya melihat ponsel milik Istrinya yang masih
menyala bertanda panggilan nya masih tersambung entahlah dengan siapa .
Fandi duduk di ranjang menyahut ponsel milik Reni dengan
melihat nama kontak “ Ibu ku “ yang Fandi tau itu nomor Ibu Panti nya , Fandi
langsung menempelkan ponsel itu ke telinga nya dan Fandi bisa mendengar Ibu
Sinta yang juga sedang menangis dengan suara mengkhawatirkan Istrinya .
“ Halo Ibu , ini Fandi “. Kata Fandi pada panggilan tersebut
.
“ Halo nak sukurlah , gimana keadaan Reni Fandi … Ibu jadi
merasa bersalah nak ?”. Tanya Ibu Sinta pada Fandi yang melirik pada Istrinya
yang masih tergugu di lantai dengan menekan dada nya berusaha menghilangkan
sesaknya .
“ Reni masih histeris Bu … Kalau Fandi boleh tau ada apa ya
?”. Tanya Fandi pada Bu Sinta dan Bu Sinta pun langsung menceritakan semua nya
tanpa terkecuali membuat Fandi paham dengan apa yang terjadi pada Istrinya .
Setelah menutup telponnya berpamitan pada Ibu Sinta untuk
menenangkan Reni , Fandi dengan cepat langsung memakai celana pendek dan kaos
nya yang ada di atas ranjang yang di siapkan sang Istri .
Fandi pun mengangkat Reni yang masih menangis sesenggukan ke
atas ranjang dan ia langsung memberikan segelas air minum untuk Reni agar
Istrinya lebih tenang dan Fandi langsung mendekap erat tubuh Reni agar Reni
tenang sambil mengelus belakang kepala istri nya .
“ Sudah jangan nangis lagi ya … Mas tau kamu terluka sekaligus
bahagia mendengar kabar itu tapi coba pikirkan dan tenang dulu …. Bukan kah ini
yang sudah kamu tunggu selama puluhan tahun ini hem ?”. ujar Fandi setelah
tangis Reni mereda namun air mata yang masih mengalir deras .
“ Iya Mas bener tapi gak tau kenapa disini sakit sekali …
kenapa baru sekarang mereka mencari “. Jawab Reni dengan susah payah karena
tangisnya .
“ Kita gak ada yang tau alasan mereka apa sebelum kamu
bertemu dengan mereka tapi bukan kah
kamu yang sering ingetin Mas kalau kita gak boleh langsung menghakimi karena kita
harus dengarkan dulu penjelasan mereka .” kata Fandi dan Reni pun menganggukkan
kepala dengan menyeka air mata nya .
“ Terus sekarang gimana rencana nya apa besok kita pulang
biar cepat bertemu mereka ?”. Tanya Fandi pada istrinya yang menggelengkan
kepalanya membuat Fandi mengernyitkan kening nya .
“ Kenapa ?”. Tanya Fandi .
“ Reni masih mau disini Mas , Kota hebat yang belum pernah Reni datangi dan hanya
mendengar dan melihat di tv … Kalau mereka benar keluarga Reni pasti mereka
akan sabar menunggu Reni sama kaya apa yang di lakukan Reni puluhan tahun lalu
“. Jawab Reni seolah tanpa beban dan Fandi pun menganggukkan kepalanya
mengikuti keinginan sang Istri .
“ Yaudah kalau itu keputusan mu … Yasudah kalau Bubu ku ini
sudah tenang segera istirahat ya katanya besok mau jalan-jalan dan besok kamu
tolong hubungi Ibu Panti karena beliau tadi sangat khawatir sekali “. Kata
Fandi pada Reni sambil menarik selimut sampai batas bahu istrinya dan Reni
hanya menurut dengan mata yang mulai terpejam dengan air mata yang sesekali
menetes dan Fandi masih setia mengelus punggung Reni dengan sabar .
“ Mas gak bisa bayangin gimana susah nya kamu saat kecil
istriku , mengetahui fakta jika kamu dibesarkan di panti asuhan dengan segala
kekurangan mu tak mengenal orang tua kandung mu menunggu bertahun – tahun
kedatangan mereka dan kini mendapatkan suami yang kamu tahu belum sepenuhnya
mencintai mu … Walaupun aku belum mencintai mu sepenuhnya tapi gak ada niat
sedikit pun menyakiti mu istriku dan aku berharap bersanding dengan ku
merupakan awal kebahagian untuk mu ….”. gumam Fandi dalam hati sambil menatap
wajah ayu Reni dan mencium keningnya dengan sayang sebelum ikut menyusul sang
istri ke alam mimpi .
******
Di Kota Madiun tepatnya di depan rumah Fandi Roy masih diam
tercenung melihat bolak balik alamat dan map yang ia pegang namun hasilnya
tetap sama alamat itu sesuai dengan map di ponsel pintarnya mengabaikan ocehan
Oki sang asisten pribadi yang tak ada akhlak menurut Roy .
“ Roy gimana mau turun gak , Dih aneh banget sih ni orang
dari kemarin nyariin kaya orang gila muter – muter giliran ketemu malah bengong
gini “. Oceh Oki pada Bos nya yang terlihat menghela nafas nya .
“ Emang lo pernah kesini dan kenal sama orang pemilik rumah
ini ?” Tanya Oki lagi .
“ Iya gue pernah kesini dan gue kenal anak yang punya rumah
ini “. Jawab Roy dengan pandangan mata melihat pada bangunan rumah di depannya
.
“ Siapa ?”. Tanya Oki penasaran .
“ Ini rumah mantan suami dari istri nya Dean … namanya Fandi
“. Jawab Roy .
“ Yaudah kalau gitu lo coba Tanya aja sama Hana ketimbang
bengong di halaman rumah orang takut di kira warga mau ngerampok kita “. Kata
Oky pada Roy yang menggelengkan kepala cepat .
“ Gak usah , gue turun aja dan cari tau langsung informasinya
.” jawab Roy yang membenarkan ucapan asisten nya .
Roy dan Oki langsung turun dari mobil menuju pintu kayu
rumah itu langsung mengetok pintu dan tak lama pintu rumah pun terbuka yang
menampilkan seorang wanita paru baya dengan memegang tongkat nya dan Roy masih
ingat jika wanita paru baya ini adalah Ibu dari Fandi .
“ Assalamualaikum Bu …” Ucap salam Roy .
“ Waalaikumsalam , Maaf Mase cari siapa dan ada keperluan apa
ya ?”. Tanya Bu Tuti dengan menelisik Roy dan Oki merasa was was .
Roy yang tau apa yang di pikirkan Ibu nya Fandi “. Ibu nya
gak usah takut dengan kami , kami gak ada niat buruk dan saya juga tau kalau
Ibu adalah Ibu nya Fandi mantan suami dari Hana Fishera .”. kata Roy membuat Bu
Tuti mengerutkan kening nya .
“ Tapi ini Mas , Fandi nya lagi gak ada di rumah “. Jawab Bu
Tuti .
“ Bukan Bu kami kesini sebenarnya bukan mau cari Fandi tapi
kami cari Reni Agusty yang katanya
tinggal disini dan kami dapat alamat ini dari Pak Rudi dan Bu Sinta orang tua
asuh dari Reni di panti Bu “. Jawab Roy dengan serius .
“ Reni Agusty iya dia tinggal disini … yasudah Mas Mase
silahkan duduk kita bicara di dalam “. Pinta Bu Tuti mempersilahkan Roy dan Oki
masuk ke dalam ruang tamu dengan tak lupa menyuguhkan the hangat yang di buat
asisten rumah tangganya yang baru karena merasa Roy dan Oki bukan orang jahat .
“ Maaf Mas kalau boleh tau apa hubungan nya Mase sama Reni
agusty ya ?”. Tanya Bu Tuti .
“ Kami ke Kota ini dan mencari Reni karena ingin
mempertemukan Ibu kandung dari Reni Agusty yang tak lain mertua saya “. Jawab
Roy .
“ Deg “. Bu Tuti
terkejut engan penuturan Roy .
“ Maaf Mase kalau Ibu boleh tau Mase kenal Fandi dan Hana
dari mana ya ?”. Tanya Bu Tuti penasaran .
“ Em mungkin Ibu lupa sama Saya karena yang sebenarnya
pernah datang kesini … Saya Roy , Kakak dari Dean Suami baru Hana “. Jawab Bu
Tuti yang menganggukkan kepala nya .
“ Yaampun Kakak nya nak Dean … loh kalau Ibu kandung nya
Reni mertua kamu berarti istri mu saudara nya Reni ?”. Tanya Bu Tuti dan
diangguki Roy .
“ Maaf kalau boleh tau Reni agusty itu siapa di rumah ini ya
Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti .
“ Reni Agusty istri baru Fandi , Mas “. Jawab Bu Tuti .
“ Astaga ini mah beneran muter – muter gak jauh – jauh ya “.
Gumam Roy dalam hati sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal .
“ Terus Reni nya kemana ya Bu dan dua ponakan saya kemana ya
bukan nya mereka juga lagi liburan disini juga ya Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti
sambil celingak celinguk mencari Kakak Rama dan Rafa .
“ Nah itu dia Mas , Reni ikut Fandi ke Jakarta mengantarkan
Kakak Rama dan Rafa pulang “. Jawab Bu Tuti membuat Roy dan Oki terbelalak dan
tanpa membuang waktu Roy dan Oki pun berpamitan dengan tak lupa mengucapkan
terimakasih pada Bu Tuti .
“ Gila gila ini sih beneran gila Roy … Kita muter – muter
cari orang dan ternyata orang itu datang diri ke rumah lo “. Kata Oki pada Roy
setelah berada di dalam mobil .
“ Gue juga gak nyangka Ki akhir pencarian kita mendapatkan
sesuatu yang terasa tak mungkin … Gue juga specless Ki dapat fakta ini dan yang
gue pikirin sekarang “. Jawab Roy .
“ Apa ?”. Tanya Oki .
“ Ternyata istrinya Fandi anak kandung mertua gue , sepupu
nya Kasih dan gue bakalan jadi ipar sama Fandi yang notabene nya mantan suami
Hana istri Dean adik gue Ki… Gue gak bisa bayangin apa reaksi Dean setelah tau
kalau takdir buat kita semua jadi keluarga bahkan dulu gue sempet nonjok muka
Fandi bantuin Dean saat cari Istrinya Dean yang menghilang “. Jawab Roy dengan
apa yang di pikirkan .
__ADS_1
“ Huh ruwet ruwet Roy dan gue gak mau mikirin pusing kepala
gue lihat fakta keluarga lo “. Jawab Oki diiringi gelak tawa nya sambil
mengemudi kan mobil nya menuju bandara terdekat sesuai perintah Roy yang ingin
segera sampai rumah , bukan hanya ingin melaporkan fakta yang ruwet tapi Roy
sudah tak sabar ingin bertemu dengan belahan hatinya Mutiara Kasih serta Rey
putra nya .
*************
Sore hari nya dengan tak sabar Roy turun dari taksinya yang
sudah sampai di halaman rumah Dewantara karena saat sampai di bandara Soekarno
Hatta , Oki dan Roy berpisah menuju rumah masing – masing .
“ Akhirnya gue sampai juga di rumah udah gak sabar ketemu
sama Kasih dan Baby Rey .” gumam Roy memasuki rumah .
“ Assalamualaikum Bunda , Rey ….” Teriak Roy bertepatan dengan Dean yang mau masuk ke
dalam lift dari taman samping yang mana
sepertinya usai menidurkan kedua putrinya karena membawa kedua putrinya yang
tampak tertidur di stroller mereka dan
dengan kesal Dean melempar sandal rumah nya kearah Roy .
“ Plak “
“ Berisik Roy , lo gak lihat anak gue baru tidur nih “. Kata
Dean setelah melempar sandal yang mengenai kaki Roy .
“ Apaan sih lo De , Kakak baru datang dari berkelana bukan
nya di peluk malah di lempar sandal …”. Omel Roy pada Dean yang berdecak .
“ Habis nya lo sih berisik gak lihat nih princess gue baru pada tidur dan Lo baru dateng se enak jidat Lo main teriak teriak bikin mereka bangun setelah gue susah payah coba nidurin … Dih peluk sorry ya lo tuh
dari luar Roy masih banyak kuman nya , udah sana lo mandi muka kucel gitu “.
Jawab Dean pada Roy yang nyengir sambil menggaruk belakang kepala nya .
“ Iya lo bener De gue kotor … lagian lo tumben jam segini
ada di rumah Roy (seketika Roy menepuk kening nya teringat sesuatu ) Oh iya gue
lupa kata Kasih kan lo lagi jadi Bapak siter ya “. Ujar Roy dengan santai .
“ Si Kasih lemes banget , udah sana pergi gue empet lihat
muka kucel lo Roy “. Kata Dean yang akan masuk ke dalam lift .
“ Enak aja lu ngomong istri gue lemes yang lemes tu torpedo
lo sampe jadi lagi … Dasar “. Jawab Roy sambil melempar sandal milik Dean dan
mengenai belakang kepala Dean , Roy yang melihat nya pun langsung berlari
menaiki tangga menuju kamar nya meninggalkan Dean yang mengomel kesal .
“ ROY SIALAN “.Teriak Dean pada Roy yang sudah berlalu
hingga tanpa sadar kedua putrinya terbangun dan mulai menangis , Dean yang
melihatnya langsung menepuk kening nya .
“ Aaaissh jadi bangun kan si kembar gara gara si Roy sialan
..” gumam Dean dan berjongkok di depan putrinya yang mulai bersiap menangis .
“ Uust cup cup sayang maafin Papah ya …” ucap Dean pada
kedua putrinya dan mengambil baby Sheina yang belum tenang berbeda dengan
Sheila yang sudah tenang dan kembali menutup matanya karena rasa kantuk .
“ cup cup princess maafin Papah jadi kaget ya … tuh lihat
Kakak Sheila sudah bobo lagi ,adek Shena bobo lagi ya …”. Kata Dean pada
putrinya Sheila sambil menimang nimang di dalam gendongan nya .
Dean mengasuh putrinya karena Uni sedang ikut kedua putranya
yang di ajak pergi jalan – jalan oleh Ayah dan Bubu nya , Hana istrinya sedang
tertidur karena efek obat yang baru saja ia minum dan Bik Mimin yang sedang
pergi belanja keperluan rumah bersama Bik Asih serta Bik Tini yang ijin pergi
ke rumah saudaranya yang sedang ada acara .
Dan Dean tak mungkin meminta bantuan pada Mbok Minah karena
wanita paru baya itu setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya membuat Dean tak
tega dan kini jadilah ia mengasuh kedua putrinya .
Setelah baby Sheina tertidur di gendongannya Dean pun
langsung meletakan putrinya ke dalam sroller dan membawa mereka ke kamar nya
agar lebih nyaman .
*********
Roy yang sudah berada di depan kamar nya dimana pintu nya
terbuka setengah membuat Roy dapat melihat ke dalam kamar nya dan melihat sang
Istri yang sedang memberikan asi pada putra nya di sofa dengan sesekali
menciumi tangan mungil putranya dengan senyum yang menghiasi wajah ayu nya Roy
yang melihat nya pun hati nya menjadi menghangat .
“ Assalamualaikum Bunda cantik ku “. Ucap salam Roy setengah
berbisik Kasih seketika mendongak kan kepala melihat Suami nya masuk ke dalam
kamar dengan senyum manis nya .
Saat Kasih akan beranjak mendekati nya Roy langsung melarang
nya mengangkat tangan nya .
“ Disitu aja Bun , Ayah mau masuk kamar mandi langsung
“.Kata Roy dengan berbisik dan Kasih pun langsung menganggukkan kepala dengan
pandangan mata nya yang tak lepas dari pria yang beberapa hari ini sangat ia
rindukan hingga Suaminya masuk dalam kamar mandi .
Setelah Roy masuk dalam kamar mandi Kasih menundukkan kepala
melihat pada sang Putra yang ternyata sudah tertidur , Dengan perlahan Kasih meletakkan baby Rey di boks nya setelah
di pastikan sang putra nyaman barulah Kasih keluar dari kamar nya bermaksud membuatkan
minuman hangat untuk sang Suami .
Selang berapa menit Kasih kembali lagi ke dalam kamar dengan
membawa nampan kecil berisi satu gelas kopi susu yang merupakan favorit sang
Suami , Saat Kasih masuk ke dalam kamarnya dilihat tidak ada sosok Ayah dari putranya
namun mata Kasih langsung melirik pada pintu penghubung di kamarnya menuju
ruang kerja Suaminya yang mana sudah bisa di pastikan jika sang suami berada di
ruang itu .
Kasih melangkahkan kaki nya masuk ke dalam ruang kerja masih
dengan membawa nampan berisi segelas kopi susu di tangan nya … Saat Kasih masuk
di lihat nya Sang Suami sedang duduk di kursinya dengan memegang beberapa
kertas seperti foto yang entah itu gambar apa dan siapa .
“ Ehemz …” Kasih berdeham membuat Roy menoleh pada nya
dengan tersenyum dan meletakkan kertas itu di meja nya dan tangan Roy pun
menepuk pelan paha nya dengan maksud agar dirinya duduk di pangkuan sang Suami
.
Tangan Kasih terulur untuk mencium punggung sang Suami dan
di balas Roy yang mencium kening nya dengan dalam dan lembut .
“ Minum dulu Yah biar anget perutnya …”.Kata Kasih
menyodorkan minuman yang di bawanya dan di terima Roy dan langsung di minum
pelan oleh Roy dengan senyum yang selalu merekah di bibirnya melihat wajah ayu istrinya yang membuat Roy jatuh hati .
“ terimakasih Bun …Sini “. Ucap Roy dan menepuk paha nya
kembali meminta sang Istri duduk di pangkuan nya dan langsung Kasih turutin dengan
tangan Roy yang di letakan di kedua sisi pinggangnya dan tangan Kasih meraba
pipi hingga rahang sang suami .
“ Capek ya ?”. Tanya Kasih lembut dan di jawab gelengan oleh
Roy .
“ Kamu sama Adek sehat kan selama gak ada aku , Sayang ?”.
Tanya Roy pada Kasih yang langsung menganggukkan kepala nya .
“ Aku sama Adek sehat dan baik Yah kan kamu tau sendiri
“.jawab Kasih pada sang suami yang tampak tersenyum dengan sumringah .
“ Tapi pasti Adek kangen banget ya sama Ayah ?(Kasih menganggukkan kepala pertanda benar ) Ayah juga Cuma mau cium tau kalau si Adek baru bobo jadi gak tega … Terus kalau
Bunda nya baby Rey kangen gak sama Ayah Roy nya ?”. goda Roy pada sang Istri
yang tampak tersipu mendengar pertanyaan dari sang Suami .
“ Gimana kangen gak ?”. Tanya lagi Roy dengan menaik
turunkan alisnya dan Kasih langsung memeluk erat Suami nya yang menjadikan nya
jawaban jika dirinya sangat merindukan sang Suami .
“ Uluh kangen banget ya … Sama Ayah juga kangen banget
Sayang “. Kata Roy sambil mencolek hidung sang Istri yang tampak tersipu malu
dengan senyum termanis nya , Entah siapa yang memulai kini bibir sepasang sumi
istri yang sedang merindu itu menempel dengan lidah yang membelit satu sama
lain mencurahkan rasa rindu yang ada di hati mereka .
Roy melepaskan ciuman nya saat di rasa sang Istri
membutuhkan pasokan oksigen .
“ Oh ya gimana hasilnya Yah ko dari kemarin gak ada info
lagi ?”. Tanya Kasih pada Roy mengenai pencariannya .
“ Harus sekarang ya bahas nya ?”. Tanya Roy dan di angguki
oleh Kasih dengan cepat .
“ Iya dong Yah , aku kan penasaran lagian apapun hasilnya
kan kita bisa pikirin langkah selanjutnya kan ?”.Jawab Kasih dan Roy langsung
menyenderkan tubuh nya di sandaran kursinya dengan memijit pelan kening nya
membuat Kasih heran dengan sikap sang Suami .
“ Yah ?”. panggil Kasih .
“ Hasil nya ada sayang tapi ….”. jawab Roy masih dengan
menekan pelipisnya .
“ Apa ?”. Tanya Kasih semakin penasaran .
“ Rumit sayang “. Jawab Roy singkat .
Kasih yang teringat dan penasaran dengan apa yang di pegang
Roy ia pun memutar tubuh nya menjadi sedikit membelakangi sang Suami yang
langsung meletakan kepala di bahu nya dan ia langsung melihat gambar foto yang
paling atas yang merupakan foto yang ia tau adalah Kakak sepupunya yang dibawa
suaminya sebagai petunjuk , Kasih pun mulai menjejerkan foto di bawah nya yang
terdapat tiga foto dimana 1 foto yang sama dengan foto pertama namun sepertinya
berbeda background dan 2 foto lainya yang berbeda dengan foto bayi yang sama
namun dengan baju yang berbeda …. Seketika kening Kasih melipat .
“ Ka ko fotonya ?”. Tanya Kasih yang menuntut penjelasan
pada sang Suami .
“ Ya itu , Dia udah ketemu tapi rumit sayang ( Roy
mengangkat kepalanya saat teringat sesuatu) Sayang Kakak Rama dan Abang Rafa
sudah di anter kesini sama Ayah nya ?”. Tanya Roy yang gak nyambung membuat
Kasih sedikit kesal karena di pikir Sang Suami mengalihkan pembicaraan .
“ Iya sudah .. Iiih apa sih gak nyambung di Tanya apa malah
Tanya balik lagi …”. Ketus Kasih dan Roy hanya tertawa kecil mendengar ucapan
Sang Istri .
“ Ini berkaitan sayang jangan cemberut gitu … Terus si Fandi
datang kesini sama Istri baru nya ? kamu tau gak nama nya siapa ?”. Tanya Roy
lagu berentet membuat Kasih merasa gusar karena berpikir yang tidak – tidak
pada suaminya dan Roy yang mengamati wajah Kasih pun mengerti .
“ Jangan salah paham dulu sayang karena aku sudah gak ada
minat sama wanita lain nya , udah jawab aja karena semua berkaitan “. Ucap Roy pada Kasih yang
tak mengerti maksud sang Suami .
“ Namanya Mbak Reni , orang nya masih muda ko dan manis lagi
“. Jawab Kasih dengan nada tak santai nya .
“ Tuh kan bener … Aku gak peduli orang nya seperti apa
karena aku hanya peduli sama perempuan yang lagi duduk di pangkuan ku dengan
cemberut plus anak nya yang tampan rupawan … Udah ah gak usah cemburu gak jelas gitu yang ada bikin rugi karena berantem .... dari pada aku
jelasin yang ujung – ujung nya kamu gak ngerti mending sayang ku dengerin
rekaman ini hasil dari pencarian ku ada di sini “. Ujar Roy sambil menyerahkan
ponsel milik nya dan Kasih mulai mencari rekaman yang di maksud Suami nya … ya
Roy sengaja merekam semua perbincangan nya dengan Pak Rudi dan Bu Sinta
sepasang suami istri yang merawat Reni sekaligus pengurus dan pendiri Panti
Asuhan bahkan Roy merekam perbincangan
nya juga dengan Bu Tuti yang merupakan Ibu dari Fandi Ramadhani alias mantan
mertua adik iparnya Hana Fishera .
Roy merekam karena tak mau capek – capek menjelaskan pada
orang terkait namun ujung – ujung nya di ragukan kebenaran nya dalam pencarian
nya kemarin .
********
“ Ka ini … Reni …Maksud Ka Roy , Dia …. ?”. Tanya Kasih dengan
bola mata yang melebar sempurna dan dengan mulut yang terbuka karena tak
menyangka setelah menyelesaikan mendengar kan rekaman itu .
“ Iya Dia , Reni Agusty istri baru Fandi Ibu sambung Rama
dan Rafa …. Rumit kan sayang ?”. ujar Roy pada Kasih yang menganggukkan kepala
nya .
“ Nanti kamu jelaskan pelan – pelan pada Ibu ya , oh ya kira
– kira Dia dan Fandi kesini lagi gak ya ?”. Tanya Roy pada Kasih .
“ Ya iya dong Ka kan mereka bakal mengembalikan Kakak dan Abang
“. Jawab Kasih .
“ Yaudah sayang kita harus jelasin sama Ibu secepatnya biar
cepet ketemu nya takut nya gak keburu Si
Fandi dan Reni pulang ke Madiun lagi jadi nya makin ribet “.Kata Roy yang di
setujui Kasih ….
********
“ Ya Allah ternyata anak Ibu , dia …?”. Kata Ibu nya Kasih
dengan air mata yang mengalir deras setelah mendengar rekaman milik Roy dan
melihat foto bayi itu dan di angguki Roy dan Kasih bersamaan .
“ Terimakasih Tuhan sebentar lagi engkau ketemukan saya
dengan Nya , Reni …”. Gumam Ibu penuh rasa syukur sambil mendekap foto itu ada
rasa bahagia yang membuncah di hatinya .
“ Bu … Maaf kalau Roy tak sengaja melenyapkan kebahagiaan
Ibu Cuma di sini Roy ingin mengatakan
apa yang Roy tau dan Roy mohon Ibu mengerti …. ( Ibu nya Kasih pun
menganggukkan kepala siap mendengarkan ) Bu selama di Panti Reni hidup dengan
rasa sakit dan sedih yang berkepanjangan karena mengetahui jika dirinya bayi di
buang oleh keluarganya dan di Panti pun Reni beserta anak panti yang lain nya
hidup serba kekurangan karena memang minim donatur , tapi Reni tetap menunggu keluarga nya
menjemput dirinya sampai Reni menolak untuk di adopsi beberapa keluarga karena
Reni berharap besar jika suatu saat keluarga nya pasti datang namun kenyataan
nya tak ada yang datang menjemputnya hingga Reni menikah pun yang di tunggu tak
kunjung datang ….. dan disini Roy hanya mau mewanti – wanti Ibu jika ada
__ADS_1
penolakan dari Reni , Roy harap Ibu tak sakit hati dan Ibu harap memaklumi
karena Roy yakin rasa sakit hati dia lebih besar dari pada sakit hati yang akan
Ibu dapat dari nya ….”. Ujar Roy pada Ibu mertua nya agar lebih menguatkan hati
nya saat nanti bertemu dengan Reni putri
kandung nya .
“ Iya Roy , Ibu sangat
berterimakasih sekali atas kebaikan mu pada Ibu dan untuk Reni , Ibu akan
terima semua kata atau sikap bencinya pada Ibu dengan ikhlas karena memang
disini salah Ibu … Ibu yang sangat berdosa pada anak yang tak mempunyai salah
apapun dan harus menerima penderitaan yang seharusnya tak di terima … Ibu
hanya ingin meminta maaf dan ingin Dia
tau kalau dia punya keluarga punya Ibu yang penuh dosa ini yang sudah menyia –
nyia kan hidup nya Roy , Kasih …. Ibu tak mengharapkan balasan cinta dari Reni
karena memang Ibu tak pantas menerima nya ….” Jawab Ibu nya Kasih dengan
berderai air mata dan Kasih langsung memeluk dengan hangat berusaha menenangkan
nya .…
*******
“ WAH INI GILA ROY …” pekik Dean
pada Kakak nya setelah mendengarkan rekaman yang di bawanya .
Ya setelah memberitahu Ibu nya ,
Kasih dan Roy bergegas menuju lantai 3 kamar milik Dean dan Hana karena menurut
Roy ini berkaitan dengan adiknya berharap agar Dean dan Hana tak terkejut
nantinya .
“ Ya gue gak tau De ini kan yang dinamakan takdir dan gue
gak ada kuasa apapun …” jawab Roy pada
Adiknya yang tampak tak terima dengan kenyataan yang ada berbeda dengan Hana
yang terlihat tenang namun wajah nya terlihat tak nyaman dengan kenyataan yang
ada .
“ Roy kalau Reni anak nya mertua
lo yang otomatis Fandi ipar lo dan pasti nya Reni akan bertemu terus dengan mertua
lo yang sudah di pastikan si Fandi juga pasti ikut … Ah Roy hidup gue semakin
gak tenang kalau tuh si Fandi sering ke rumah ini ketemu istri gue yang udah
jelas dari mata nya masih menyimpan rasa buat istri gue Roy dan gue tau itu , Oh my God ….”. Oceh Dean sambil meremas
rambutnya karena kesal dan Hana langsung memeluk Suaminya agar lebih tenang .
“ Dean , kamu gak usah gusar …
kalau nanti sudah terungkap semua … Aku akan ajak Ibu untuk pindah dari sini
dan menempati rumah nya ….” Kata Kasih membuat Hana tak enak hati dan Roy yang
kaget .
“ Kasih bukan seperti itu maksud
Mas Dean …”.ucap Hana tak enak hati .
“ Bun …” ucap Roy yang terkejut
dengan apa yang di ucapkan istrinya .
“ Hana , Dean , Ka Roy … tenang
aja aku gak ada pikiran jelek apapun tentang kalian dan aku juga sangat ngerti
kegusaran dari Dean jika Ibu tinggal disini dan otomatis Reni dan Fandi akan
mengunjungi Ibu kesini terus karena aku pun sebenarnya tak nyaman sebenarnya
bisa saudaraan dengan Fandi Pria yang juga punya andil besar dalam kepiluan
sahabat baik ku sekaligus adik ipar ku Hana tapi ini takdir gak bisa yang kuasa
mengelak maka dari situ harus di ambil jalan tengah agar semua nya hidup dengan
damai dan tenang “. Jawab Kasih sambil merentangkan tangan kearah Hana dan Hana
pun langsung menyambutnya dengan sayang .
*******
Setelah menyelesaikan makan malam
nya dengan perasaan yang tak menentu dari semua orang yang ada di meja makan
kecuali Mamih Esty dan papih Dika yang sedang pergi luar kota , Mereka semua
langsung beranjak menuju ruang tengah membicarakan langkah apa yang akan di
lakukan saat mengetahui bila putri kandung Ibu nya Kasih merupakan istri baru
dari mantan suami Hana Fishera hingga menemukan solusi yang di setujui Ibunya
Kasih …
Saat mereka semua sedang berkumpul
, tiba – tiba terdengar suara anak – anak mengucap salam mereka adalah putra
pertama Hana yang di ikuti oleh Ayah dan Bubu nya … Orang yang telah di tunggu
.
Tanpa di duga saat Fandi dan Reni
muncul Ibunya Kasih langsung beranjak berlari memeluk Reni dengan erat dan air
mata yang mengalir deras dengan mengucapkan kata maaf berulang kali membuat si
empunya kebingungan dan Hana langsung menyuruh Uni untuk membawa anak-anak ke
kamar nya berbeda dengan Dean yang langsung merapatkan duduk nya dengan sang
Istri memberi tahu jika wanita di samping nya merupakan hanya milik nya seorang
.
“ Loh Ibu kenapa ?”. Tanya Reni
bingung dengan tengak tengok pada Suami serta semua orang yang duduk di sofa
namun tetap tak ada jawaban hingga Kasih berdiri mendekat pada Ibunya yang
sedang memeluk Reni dengan haru .
“ Ibu ayo duduk dulu biar Mba Reni
nya gak bingung kita jelasin pelan – pelan ya Bu …” Kata Kasih pada Ibunya
mengajak Ibunya duduk .
“ Mbak ada apa ko si Ibu peluk aku
dan nangis gitu ? ada yang salah dari kami kah ?”. Tanya Reni sopan pada Kasih
.
“ Em gak ada ko Mbak Reni … Yaudah
Mbak Reni dan ka Fandi duduk dulu ya karena ada yang mau kita omongin …” Kata
Kasih pada Reni dan Fandi yang masih bingung dengan situasi di ruang tengah .
“ Mari Mbak Reni duduk “. Kata
Hana mempersilahkan Reni duduk .
Setelah Reni dan Fandi duduk dan
Reni masih mengamati Ibunya Kasih yang masih bercucur air mata hingga suara Kasih
membuyarkan lamunannya .
“ Em kenalin Mba Reni ini suami ku
namanya Roy Fernando sekaligus Kakak dari Dean suaminya Hana …”. Kata Kasih
pada Reni .
“ Salam kenal Mas Roy “. Kata Reni
ramah .
“ Iya Mba , Mba Reni boleh saya
bicara ?”. Tanya Roy langsung membuat Reni heran dan penasaran .
“ Monggo Mas , ada apa ya ?”.
jawab Reni bingung campur penasaran dan Fandi hanya diam karena merasa tak di
ajak berbicara .
“ Gini Mba Reni , saya baru saja
pulang dari Madiun karena mencari orang yang sangat penting untuk Ibu mertua
saya dan saya cari Dia ke beberapa Panti hingga yang terakhir ke sebuah panti kecil
di suatu dusun dan pengurus nya yaitu Bu Sinta dan Pak Rudi dan disana saya
mendapatkan hasil dalam pencarian saya “. Kata Roy terus terang membuat wajah
Reni langsung pucat pasi dan gemetaran karena menerka apa yang akan di
bicarakan Roy sama dengan pikiran nya .
“ Deg “ Pandangan mata Reni
langsung tertuju pada Ibunya Kasih yang melihat nya dengan tatapan sendu di
iringi air mata yang mengalir serta bibir yang bergumam kata maaf .
“ Apa Mas nya orang itu , orang yang mencari tau asal usul seorang
bayi yang di buang di depan toko kelontong 29 tahun yang lalu ?”. Tanya Reni
pada Roy namun menatap tajam dengan mata yang berkaca – kaca pada Ibunya Kasih .
“ Iya itu saya dan ….”
“ Maaf sepertinya pembicaraan ini
sampai sini , saya pamit ….”.Kata Reni yang menghentikan ucapan Roy .
“ Ayo Mas kita kembali ke hotel …”
ajak Reni beranjak berdiri dan menarik tangan suaminya Fandi .
“ Tapi Dek …”. Jawab Fandi
yang masih penasaran dengan kelanjutan nya .
“ Gak Mas ayo kita pergi … Bukan
kah kita kesini hanya mempunyai kepentingan dengan anak anak dan Mbak Hana
serta suaminya dan tidak mempunyai kepentingan dengan yang lain nya “. Jawab
Reni dingin membuat tangis Ibu nya Kasih semakin pecah .
“ Mbak Reni …”. Panggil Hana yang
melihat Reni berbalik badan akan keluar dari ruang tengah rumah Dewantara .
“ Maaf Mbak Hana jadi bikin gaduh
“ Kata Reni dengan kedua tangan yang di tangkup kan pada Hana dan Dean namun saat Hana ingin menjawab Ibunya Kasih lebih dulu berlari
dan bersimpuh memegangi kaki Reni membuat Reni menegang .
“ Bukan kah ini yang kamu tunggu
tapi kenapa sekarang rasanya seperti ini … Sakit “. Gumam dalam hati Reni
menahan air mata nya dengan memejamkan matanya agar tak terjatuh .
“ Maafkan Ibu , Reni sungguh Ibu
minta maaf … “ kata Ibu dengan tangis nya membuat Hana dan Kasih ikut berkaca –
kaca melihat nya .
“ Maaf Bu , anda salah sangka saya
bukan anak mu dan saya juga tak punya Ibu saya hanya punya satu Ibu yaitu Ibu
Sinta …ayo Bu berdiri “. Kata Reni satai namun ketara menahan tangisnya
berjongkok di depan Ibunya mengajak Ibu nya berdiri .
Ibu langsung menggelengkan kepala
nya “. Saya tau dan sadar kalau saya tak pantas di sebut Ibu tapi saya yakin
kamu anak ku … anak yang sudah saya sia – sia kan … Maafkan Ibu nak …hukum Ibu
atau pukul Ibu semau kamu tapi jangan
pergi dan jauhi Ibu “.kata Ibu kembali .
“ Maaf Bu , saya gak kenal anda
dan permisi ….” Jawab Reni dan mengajak Fandi pergi namun Ibu tetap memegangi
Kaki Reni dan Roy pun langsung mendekati merasa tak tega .
“ Reni , Ibu tau dosa ibu besar
dan kesalahan Ibu fatal tapi Ibu punya alasan nya nak sampai kamu berada di
panti itu … Maaf kan Ibu , selama ini Ibu di hantui rasa bersalah atas
kebodohan yang pernah Ibu lakukan tapi kamu harus tau dan terima walaupun saya
brengsek , berdosa saya tetap Ibu kandung mu yang mengandung dan melahirkan mu
nak … Kamu punya Ibu Reni ..”.Kata Ibu namun Reni tetap tak menghiraukan nya
dan terus berjalan hingga Ibu nya terseret seret membuat semua nya memekik
merasa tak tega melihat nya dan Roy yang tak tega pun merasa sedikit geram .
“ STOP RENI … “ teriak Roy pada
Reni dan Fandi yang mendengar teriakan Roy pada Istrinya merasa tak terima .
“ Jangan bentak istri saya “. Kata
Fandi pada Roy dan Kasi langsung mendekat dan menarik keras tangan Fandi agar
menjauh dari Reni .
“ Saya tau kamu marah , sakit ,
sedih , kecewa pada wanita tua di depan mu ini … Bahkan kamu ada dendam karena
hidup mu menderita di panti dengan hidup serba kekurangan banyak cemooh yang
kamu terima saya tau Reni … Saya disini pun tak membela wanita tua ini tapi
saya tak terima saat kamu dengan tega memperlakukan beliau seperti tadi … Kamu
pikir beliau selama ini hidup dengan baik ha … tidak Reni kamu salah besar
beliau pun tersiksa , menderita atas kesalahan nya atas dosa nya terhadap kamu …
Mana Reni yang sangat menunggu kedatangan keluarga nya , mana Reni yang
menunggu momen itu sampai tidak mau menerima adopsi an keluarga lain .. Itu
semua karena kamu masih menunggu kedatangan wanita tua ini bukan , wanita yang
sebenarnya tak tau jika kamu ternyata berada di panti itu merasakan sendiri , sedih dan sakit di hatinya karena merasa di campakkan…. Saya sangat
mengerti perasaan mu Reni tapi coba pikir sedikit dengan hati nurani mu Dia yang
selama ini kamu tunggu Reni … Kamu beruntung akhirnya bertemu seorang Ibu yang
masih bernafas bukan bertemu dan melihat Ibu mu yang hanya berada di tulisan batu nisan .” Kata
Roy pada Reni yang luruh di lantai depan Ibu nya dengan tangis yang pecah
membuat Ibu nya seketika memeluk dirinya erat yang disusul Hana yang ikut
menangis .
“ Ka untuk kali ini tolong bantu jangan
memperkeruh situasi yang ada Ka Roy seperti itu hanya ingin mba Reni tau jika
orang yang selama ini di tunggu nya juga tersiksa loh … Anda kan Suaminya , Kasih
minta kerjasama nya untuk menyatukan tali antara Ibu dan anaknya yang terputus
sekian lama nya bukan kah Ka Fandi juga sering merasakan gak enak nya jauh dari
anak kandung sendiri walaupun itu semua karena permintaan Ka Fandi yang sengaja ingin jauh
dari anak anak …tolong lihat dari sudut pandang dari orang tuanya “. Kata Kasih
dengan menyindir Fandi secara telak membuat Fandi diam , Kasih yang melihat
keadaan syok Kakak sepupunya pun menyusul Hana yang memeluk Reni .
Hingga tangis Reni mereda , Reni
pun memegang kedua tangan Ibunya dan menatap dalam mata Ibunya “ Saya butuh
waktu mohon beri saya waktu “. Ucap Reni dengan suara bergetar dengan sesenggukan
.
Kasih dan Hana pun menganggukkan
kepala pada Ibu nya Kasih memberi kode agar mau memberi kesempatan Reni menerima
semua yang serba dadakan ini .
Ibu pun menganggukkan kepalanya dan
langsung mencium tangan Reni yang sedang memegang tangan nya .” Ibu akan beri
waktu sebanyak yang kamu mau tapi Ibu gak mau kamu berencana sengaja pergi
untuk menghapus hubungan ini … Maafkan Ibu , Reni “. Jawab Ibu namun Reni tak menjawab
.
“ Mas Fandi , Reni mau pulang “.pinta
Reni pada Fandi yang duduk di dekat Roy yang meminta untuk menghubungi nya
tentang perubahan dari Reni dan meminta sementara untuk tetap stay di Jakarta sampai
semua urusan kelar dan Fandi sempat menolak dengan alasan pekerjaan nya dan
Fandi setuju setelah Roy menjamin mengenai pekerjaan nya .
Reni dan Fandi pun keluar dari
rumah Dewantara tanpa menoleh sedikit pun pada wanita paru baya yang masih
__ADS_1
menangis merasa berat berpisah dengan anak yang baru ia temui .
*********