Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 230


__ADS_3

Setelah dari rumah Dewantara Fandi dan Reni langsung menuju


salah satu Hotel yang tak jauh dari rumah Dewantara karena Fandi masih ingin


bersama dengan kedua putra nya selama mereka berada di Jakarta dan Reni hanya


mengikuti Suaminya karena ia sangat tau bagaimana rasanya jauh dari orang yang


di kasihi .


Setelah masuk ke kamar hotel , Reni dan Fandi langsung masuk


ke dalam kamar mandi bersamaan membersihkan badan dari peluh sekaligus mencari


peluh alias menyalurkan hasrat dalam diri pasangan baru itu di dalam kamar


mandi hotel yang lumayan mewah .


Reni yang keluar terlebih dahulu dari dalam kamar mandi


langsung bergegas berganti baju nya sebelum sang Suami keluar dan Reni langsung


duduk di tepi ranjang sambil mengecek ponsel nya yang lowbet  sudah selesai di cas sebelum masuk ke dalam


kamar mandi tadi ..


Saat menghidupkan ponselnya kening mulus Reni langsung


mengerut melihat puluhan daftar panggilan tak terjawab dari orang yang sangat


berarti untuk Reni ya dia adalah Ibu Sinta .


Tanpa membuang waktu Reni langsung menghubungi balik Bu


Sinta menanyakan ada apa yang terjadi sampai Ibu angkat nya menghubungi


sebanyak itu .


“ Tut tut tut “ dering ketiga panggilannya pun langsung


terhubung pada Bu Sinta .


“ Assalamualaikum Bu “. Ucap Reni pada Bu Sinta .


“ Waalaikumsalam Alhamdulillah nak akhirnya kamu bisa


menghubungi Ibu “. Jawab Bu Sinta dengan nada tak seperti biasanya membuat Reni


semakin penasaran .


“ Bu , ada apa ko tumben telpon Reni sampai segitu … Apa


terjadi sesuatu di Panti Bu atauu Ibu marah ya karena Reni pergi ikut Mas Fandi


gak ijin dulu “. Tanya Reni berentet pada Bu Sinta .


“ Aduh bukan seperti itu nak ,sekarang kamu kalau pergi


kemana pun tidak perlu ijin kami nak karena kamu sudah menikah jadi kamu sudah


menjadi tanggung jawan dia sepenuhnya atas dirimu Reni … Ibu hubungi kamu


karena ada hal penting nak mengenai asal usul dan orang tua mu nak “. Jawab Bu


Sinta , Reni yang mendengar kalimat terakhir Ibu Pantinya pun langsung terkejut


.


“ Deg “


“ Apa Bu …?”. Tanya Reni dengan nada bergetar .


“ Gini nak kemarin ada dua pria yang mencari kamu , Nak .


mereka mencari mu atas permintaan Ibu kandungmu Reni … Mereka membawa foto bayi


mu nak yang sangat persis saat Ibu dan Bapak menemukan mu nak makanya kami


langsung memberikan alamat rumah suami mu nak  , bahkan mereka juga memberikan uang yang sangat banyak serta merenovasi


Panti kita ini Nak serta juga memenuhi semua keperluan  Panti dan adik – adik mu … kemungkinan


besok mereka akan menuju ke rumah nak Fandi , Reni .”. Jelas Bu Sinta dan Reni


yang mendengar informasi dari Ibu Sinta membuat tubuhnya bergetar dengan air


mata yang mengalir deras dan satu tangan nya membekap mulut nya berusaha


meredam tangis nya namun usaha nya sia – sia tangis nya tetap pecah dengan di


iringi perasaan yang menentu .


Momen yang selama puluhan tahun ia tunggu dan ia harapkan


akan kehadiran atau kedatangan orang tua nya yang sudah tega membuang nya


bagaikan sampah walaupun Reni tau dan yakin jika orang tua nya mempunyai alasan


sendiri dengan sikapnya .


Rasa bahagia itu kini bercampur dengan rasa sakit yang tak


terlihat namun sangat terasa menyakitkan di hati nya membuat Reni langsung


terduduk di lantai sambil meremas dada nya yang terasa sakit mengabaikan ponsel


yang teronggok di lantai .


“ Kenapa rasanya sakit seperti ini … harus nya aku bahagia


hal yang selama ini ku tunggu akhirnya akan terwujud tapi kenapa seperti ini


…”. Rancau Reni d dalam hati dengan tangis yang pecah .


Fandi yang baru keluar dari dalam kamar mandi masih


menggunakan handuk yang melilit pinggang nya  langsung tersentak saat mendengar suara tangisan sang istri dan melihat


istrinya yang bersimpuh di lantai dengan tangis sesenggukan .


“ Sayang kamu kenapa ?”. pekik Fandi yang berjongkok di


depan Reni namun Reni tak menjawab hanya tangis nya yang semakin pecah .


“ Bubu jangan seperti ini … ada apa ?”. Tanya Fandi lagi


namun tetap nihil hingga ekor matanya melihat ponsel milik Istrinya yang masih


menyala bertanda panggilan nya masih tersambung entahlah dengan siapa .


Fandi duduk di ranjang menyahut ponsel milik Reni dengan


melihat nama kontak “ Ibu ku “ yang Fandi tau itu nomor Ibu Panti nya , Fandi


langsung menempelkan ponsel itu ke telinga nya dan Fandi bisa mendengar Ibu


Sinta yang juga sedang menangis dengan suara mengkhawatirkan Istrinya .


“ Halo Ibu , ini Fandi “. Kata Fandi pada panggilan tersebut


.


“ Halo nak sukurlah , gimana keadaan Reni Fandi … Ibu jadi


merasa bersalah nak ?”. Tanya Ibu Sinta pada Fandi yang melirik pada Istrinya


yang masih tergugu di lantai dengan menekan dada nya berusaha menghilangkan


sesaknya  .


“ Reni masih histeris Bu … Kalau Fandi boleh tau ada apa ya


?”. Tanya Fandi pada Bu Sinta dan Bu Sinta pun langsung menceritakan semua nya


tanpa terkecuali membuat Fandi paham dengan apa yang terjadi pada Istrinya .


Setelah menutup telponnya berpamitan pada Ibu Sinta untuk


menenangkan Reni , Fandi dengan cepat langsung memakai celana pendek dan kaos


nya yang ada di atas ranjang yang di siapkan sang Istri .


Fandi pun mengangkat Reni yang masih menangis sesenggukan ke


atas ranjang dan ia langsung memberikan segelas air minum untuk Reni agar


Istrinya lebih tenang dan Fandi langsung mendekap erat tubuh Reni agar Reni


tenang sambil mengelus belakang kepala istri nya .


“ Sudah jangan nangis lagi ya … Mas tau kamu terluka sekaligus


bahagia mendengar kabar itu tapi coba pikirkan dan tenang dulu …. Bukan kah ini


yang sudah kamu tunggu selama puluhan tahun ini hem ?”. ujar Fandi setelah


tangis Reni mereda namun air mata yang masih mengalir deras .


“ Iya Mas bener tapi gak tau kenapa disini sakit sekali …


kenapa baru sekarang mereka mencari “. Jawab Reni dengan susah payah karena


tangisnya .


“ Kita gak ada yang tau alasan mereka apa sebelum kamu


bertemu dengan  mereka tapi bukan kah


kamu yang sering ingetin Mas kalau kita gak boleh langsung menghakimi karena kita


harus dengarkan dulu penjelasan mereka .” kata Fandi dan Reni pun menganggukkan


kepala dengan menyeka air mata nya .


“ Terus sekarang gimana rencana nya apa besok kita pulang


biar cepat bertemu mereka ?”. Tanya Fandi pada istrinya yang menggelengkan


kepalanya membuat Fandi mengernyitkan kening nya .


“ Kenapa ?”. Tanya Fandi .


“ Reni masih mau disini Mas , Kota hebat  yang belum pernah Reni datangi dan hanya


mendengar dan melihat di tv … Kalau mereka benar keluarga Reni pasti mereka


akan sabar menunggu Reni sama kaya apa yang di lakukan Reni puluhan tahun lalu


“. Jawab Reni seolah tanpa beban dan Fandi pun menganggukkan kepalanya


mengikuti keinginan sang Istri .


“ Yaudah kalau itu keputusan mu … Yasudah kalau Bubu ku ini


sudah tenang segera istirahat ya katanya besok mau jalan-jalan dan besok kamu


tolong hubungi Ibu Panti karena beliau tadi sangat khawatir sekali “. Kata


Fandi pada Reni sambil menarik selimut sampai batas bahu istrinya dan Reni


hanya menurut dengan mata yang mulai terpejam dengan air mata yang sesekali


menetes dan Fandi masih setia mengelus punggung Reni dengan sabar .


“ Mas gak bisa bayangin gimana susah nya kamu saat kecil


istriku , mengetahui fakta jika kamu dibesarkan di panti asuhan dengan segala


kekurangan mu tak mengenal orang tua kandung mu menunggu bertahun – tahun


kedatangan mereka dan kini mendapatkan suami yang kamu tahu belum sepenuhnya


mencintai mu … Walaupun aku belum mencintai mu sepenuhnya tapi gak ada niat


sedikit pun menyakiti mu istriku dan aku berharap bersanding dengan ku


merupakan awal kebahagian untuk mu ….”. gumam Fandi dalam hati sambil menatap


wajah ayu Reni dan mencium keningnya dengan sayang sebelum ikut menyusul sang


istri ke alam mimpi .


******


Di Kota Madiun tepatnya di depan rumah Fandi Roy masih diam


tercenung melihat bolak balik alamat dan map yang ia pegang namun hasilnya


tetap sama alamat itu sesuai dengan map di ponsel pintarnya mengabaikan ocehan


Oki sang asisten pribadi yang tak ada akhlak menurut Roy .


“ Roy gimana mau turun gak , Dih aneh banget sih ni orang


dari kemarin nyariin kaya orang gila muter – muter giliran ketemu malah bengong


gini “. Oceh Oki pada Bos nya yang terlihat menghela nafas nya .


“ Emang lo pernah kesini dan kenal sama orang pemilik rumah


ini ?” Tanya Oki lagi .


“ Iya gue pernah kesini dan gue kenal anak yang punya rumah


ini “. Jawab Roy dengan pandangan mata melihat pada bangunan rumah di depannya


.


“ Siapa ?”. Tanya Oki penasaran .


“ Ini rumah mantan suami dari istri nya Dean … namanya Fandi


“. Jawab Roy .


“ Yaudah kalau gitu lo coba Tanya aja sama Hana ketimbang


bengong di halaman rumah orang takut di kira warga mau ngerampok kita “. Kata


Oky pada Roy yang menggelengkan kepala cepat .


“ Gak usah , gue turun aja dan cari tau langsung informasinya


.” jawab Roy yang membenarkan ucapan asisten nya .


Roy dan Oki langsung turun dari mobil menuju pintu kayu


rumah itu langsung mengetok pintu dan tak lama pintu rumah pun terbuka yang


menampilkan seorang wanita paru baya dengan memegang tongkat nya dan Roy masih


ingat jika wanita paru baya ini adalah Ibu dari Fandi  .


“ Assalamualaikum Bu …” Ucap salam Roy .


“ Waalaikumsalam , Maaf Mase cari siapa dan ada keperluan apa


ya ?”. Tanya Bu Tuti dengan menelisik Roy dan Oki merasa was was .


Roy yang tau apa yang di pikirkan Ibu nya Fandi “. Ibu nya


gak usah takut dengan kami , kami gak ada niat buruk dan saya juga tau kalau


Ibu adalah Ibu nya Fandi mantan suami dari Hana Fishera .”. kata Roy membuat Bu


Tuti mengerutkan kening nya .


“ Tapi ini Mas , Fandi nya lagi gak ada di rumah “. Jawab Bu


Tuti .


“ Bukan Bu kami kesini sebenarnya bukan mau cari Fandi tapi


kami  cari Reni Agusty yang katanya


tinggal disini dan kami dapat alamat ini dari Pak Rudi dan Bu Sinta orang tua


asuh dari Reni di panti Bu “. Jawab Roy dengan serius .


“ Reni Agusty iya dia tinggal disini … yasudah Mas Mase


silahkan duduk kita bicara di dalam “. Pinta Bu Tuti mempersilahkan Roy dan Oki


masuk ke dalam ruang tamu dengan tak lupa menyuguhkan the hangat yang di buat


asisten rumah tangganya yang baru karena merasa Roy dan Oki bukan orang jahat .


“ Maaf Mas kalau boleh tau apa hubungan nya Mase sama Reni


agusty ya ?”. Tanya Bu Tuti .


“ Kami ke Kota ini dan mencari Reni karena ingin


mempertemukan Ibu kandung dari Reni Agusty yang tak lain mertua saya “. Jawab


Roy .


“ Deg “.  Bu Tuti


terkejut engan penuturan Roy .


“ Maaf Mase kalau Ibu boleh tau Mase kenal Fandi dan Hana


dari mana ya ?”. Tanya Bu Tuti penasaran .


“ Em mungkin Ibu lupa sama Saya karena yang sebenarnya


pernah datang kesini … Saya Roy , Kakak dari Dean Suami baru Hana “. Jawab Bu


Tuti yang menganggukkan kepala nya .


“ Yaampun Kakak nya nak Dean … loh kalau Ibu kandung nya


Reni mertua kamu berarti istri mu saudara nya Reni ?”. Tanya Bu Tuti dan


diangguki Roy .


“ Maaf kalau boleh tau Reni agusty itu siapa di rumah ini ya


Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti .


“ Reni Agusty istri baru Fandi , Mas “. Jawab Bu Tuti .


“ Astaga ini mah beneran muter – muter gak jauh – jauh ya “.


Gumam Roy dalam hati sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal .


“ Terus Reni nya kemana ya Bu dan dua ponakan saya kemana ya


bukan nya mereka juga lagi liburan disini juga ya Bu ?”. Tanya Roy pada Bu Tuti


sambil celingak celinguk mencari Kakak Rama dan Rafa .


“ Nah itu dia Mas , Reni ikut Fandi ke Jakarta mengantarkan


Kakak Rama dan Rafa pulang “. Jawab Bu Tuti membuat Roy dan Oki terbelalak dan


tanpa membuang waktu Roy dan Oki pun berpamitan dengan tak lupa mengucapkan


terimakasih pada Bu Tuti .


“ Gila gila ini sih beneran gila Roy … Kita muter – muter


cari orang dan ternyata orang itu datang diri ke rumah lo “. Kata Oki pada Roy


setelah berada di dalam mobil .


“ Gue juga gak nyangka Ki akhir pencarian kita mendapatkan


sesuatu yang terasa tak mungkin … Gue juga specless Ki dapat fakta ini dan yang


gue pikirin sekarang “. Jawab Roy .


“ Apa ?”. Tanya Oki .


“ Ternyata istrinya Fandi anak kandung mertua gue , sepupu


nya Kasih dan gue bakalan jadi ipar sama Fandi yang notabene nya mantan suami


Hana istri Dean adik gue Ki… Gue gak bisa bayangin apa reaksi Dean setelah tau


kalau takdir buat kita semua jadi keluarga bahkan dulu gue sempet nonjok muka


Fandi bantuin Dean saat cari Istrinya Dean yang menghilang “. Jawab Roy dengan


apa yang di pikirkan .

__ADS_1


“ Huh ruwet ruwet Roy dan gue gak mau mikirin pusing kepala


gue lihat fakta keluarga lo “. Jawab Oki diiringi gelak tawa nya sambil


mengemudi kan mobil nya menuju bandara terdekat sesuai perintah Roy yang ingin


segera sampai rumah , bukan hanya ingin melaporkan fakta yang ruwet tapi Roy


sudah tak sabar ingin bertemu dengan belahan hatinya Mutiara Kasih serta Rey


putra nya .


*************


Sore hari nya dengan tak sabar Roy turun dari taksinya yang


sudah sampai di halaman rumah Dewantara karena saat sampai di bandara Soekarno


Hatta , Oki dan Roy berpisah menuju rumah masing – masing .


“ Akhirnya gue sampai juga di rumah udah gak sabar ketemu


sama Kasih dan Baby Rey .” gumam Roy memasuki rumah .


“ Assalamualaikum  Bunda , Rey ….” Teriak Roy bertepatan dengan Dean yang mau masuk ke


dalam  lift dari taman samping yang mana


sepertinya usai menidurkan kedua putrinya karena membawa kedua putrinya yang


tampak tertidur di stroller mereka  dan


dengan kesal Dean melempar sandal rumah nya kearah Roy .


“ Plak “


“ Berisik Roy , lo gak lihat anak gue baru tidur nih “. Kata


Dean setelah melempar sandal yang mengenai kaki Roy .


“ Apaan sih lo De , Kakak baru datang dari berkelana bukan


nya di peluk malah di lempar sandal …”. Omel Roy pada Dean yang berdecak .


“ Habis nya lo sih berisik gak lihat nih princess gue baru pada tidur dan Lo baru dateng se enak jidat Lo main teriak teriak bikin mereka bangun setelah gue susah payah coba nidurin  … Dih peluk sorry ya lo tuh


dari luar Roy masih banyak kuman nya , udah sana lo mandi muka kucel gitu “.


Jawab Dean pada Roy yang nyengir sambil menggaruk belakang kepala nya .


“ Iya lo bener De gue kotor … lagian lo tumben jam segini


ada di rumah Roy (seketika Roy menepuk kening nya teringat sesuatu ) Oh iya gue


lupa kata Kasih kan lo lagi jadi Bapak siter ya “. Ujar Roy dengan santai .


“ Si Kasih lemes banget , udah sana pergi gue empet lihat


muka kucel lo Roy “. Kata Dean yang akan masuk ke dalam lift .


“ Enak aja lu ngomong istri gue lemes yang lemes tu torpedo


lo sampe jadi lagi … Dasar “. Jawab Roy sambil melempar sandal milik Dean dan


mengenai belakang kepala Dean , Roy yang melihat nya pun langsung berlari


menaiki tangga menuju kamar nya meninggalkan Dean yang mengomel kesal .


“ ROY SIALAN “.Teriak Dean pada Roy yang sudah berlalu


hingga tanpa sadar kedua putrinya terbangun dan mulai menangis , Dean yang


melihatnya langsung menepuk kening nya .


“ Aaaissh jadi bangun kan si kembar gara gara si Roy sialan


..” gumam Dean dan berjongkok di depan putrinya yang mulai bersiap menangis .


“ Uust cup cup sayang maafin Papah ya …” ucap Dean pada


kedua putrinya dan mengambil baby Sheina yang belum tenang berbeda dengan


Sheila yang sudah tenang dan kembali menutup matanya karena rasa kantuk .


“ cup cup princess maafin Papah jadi kaget ya … tuh lihat


Kakak Sheila sudah bobo lagi ,adek Shena bobo lagi ya …”. Kata Dean pada


putrinya Sheila sambil menimang nimang di dalam gendongan nya .


Dean mengasuh putrinya karena Uni sedang ikut kedua putranya


yang di ajak pergi jalan – jalan oleh Ayah dan Bubu nya , Hana istrinya sedang


tertidur karena efek obat yang baru saja ia minum dan Bik Mimin yang sedang


pergi belanja keperluan rumah bersama Bik Asih serta Bik Tini yang ijin pergi


ke rumah saudaranya yang sedang ada acara .


Dan Dean tak mungkin meminta bantuan pada Mbok Minah karena


wanita paru baya itu setelah menyelesaikan semua pekerjaan nya membuat Dean tak


tega dan kini jadilah ia mengasuh kedua putrinya .


Setelah baby Sheina tertidur di gendongannya Dean pun


langsung meletakan putrinya ke dalam sroller dan membawa mereka ke kamar nya


agar lebih nyaman .


*********


Roy yang sudah berada di depan kamar nya dimana pintu nya


terbuka setengah membuat Roy dapat melihat ke dalam kamar nya dan melihat sang


Istri yang sedang memberikan asi pada putra nya di sofa dengan sesekali


menciumi tangan mungil putranya dengan senyum yang menghiasi wajah ayu nya Roy


yang melihat nya pun hati nya menjadi menghangat .


“ Assalamualaikum Bunda cantik ku “. Ucap salam Roy setengah


berbisik Kasih seketika mendongak kan kepala melihat Suami nya masuk ke dalam


kamar dengan senyum manis nya .


Saat Kasih akan beranjak mendekati nya Roy langsung melarang


nya mengangkat tangan nya .


“ Disitu aja Bun , Ayah mau masuk kamar mandi langsung


“.Kata Roy dengan berbisik dan Kasih pun langsung menganggukkan kepala dengan


pandangan mata nya yang tak lepas dari pria yang beberapa hari ini sangat ia


rindukan hingga Suaminya masuk dalam kamar mandi .


Setelah Roy masuk dalam kamar mandi Kasih menundukkan kepala


melihat pada sang Putra yang ternyata sudah tertidur , Dengan perlahan  Kasih meletakkan baby Rey di boks nya setelah


di pastikan sang putra nyaman barulah Kasih keluar dari kamar nya bermaksud membuatkan


minuman hangat untuk sang Suami .


Selang berapa menit Kasih kembali lagi ke dalam kamar dengan


membawa nampan kecil berisi satu gelas kopi susu yang merupakan favorit sang


Suami , Saat Kasih masuk ke dalam kamarnya dilihat tidak ada sosok Ayah dari putranya


namun mata Kasih langsung melirik pada pintu penghubung di kamarnya menuju


ruang kerja Suaminya yang mana sudah bisa di pastikan jika sang suami berada di


ruang itu .


Kasih melangkahkan kaki nya masuk ke dalam ruang kerja masih


dengan membawa nampan berisi segelas kopi susu di tangan nya … Saat Kasih masuk


di lihat nya Sang Suami sedang duduk di kursinya dengan memegang beberapa


kertas seperti foto yang entah itu gambar apa dan siapa .


“ Ehemz …” Kasih berdeham membuat Roy menoleh pada nya


dengan tersenyum dan meletakkan kertas itu di meja nya dan tangan Roy pun


menepuk pelan paha nya dengan maksud agar dirinya duduk di pangkuan sang Suami


.


Tangan Kasih terulur untuk mencium punggung sang Suami dan


di balas Roy yang mencium kening nya dengan dalam dan lembut .


“ Minum dulu Yah biar anget perutnya …”.Kata Kasih


menyodorkan minuman yang di bawanya dan di terima Roy dan langsung di minum


pelan oleh Roy dengan senyum yang selalu merekah di bibirnya melihat wajah ayu istrinya yang membuat Roy jatuh hati .


“ terimakasih Bun …Sini “. Ucap Roy dan menepuk paha nya


kembali meminta sang Istri duduk di pangkuan nya dan langsung Kasih turutin dengan


tangan Roy yang di letakan di kedua sisi pinggangnya dan tangan Kasih meraba


pipi hingga rahang sang suami .


“ Capek ya ?”. Tanya Kasih lembut dan di jawab gelengan oleh


Roy .


“ Kamu sama Adek sehat kan selama gak ada aku , Sayang ?”.


Tanya Roy pada Kasih yang langsung menganggukkan kepala nya .


“ Aku sama Adek sehat dan baik Yah kan kamu tau sendiri


“.jawab Kasih pada sang suami yang tampak tersenyum dengan sumringah .


“ Tapi pasti Adek kangen banget ya sama Ayah ?(Kasih menganggukkan kepala pertanda benar ) Ayah juga Cuma mau cium tau kalau si Adek baru bobo jadi gak tega … Terus kalau


Bunda nya baby Rey kangen gak sama Ayah Roy nya ?”. goda Roy pada sang Istri


yang tampak tersipu mendengar pertanyaan dari sang Suami .


“ Gimana kangen gak ?”. Tanya lagi Roy dengan menaik


turunkan alisnya dan Kasih langsung memeluk erat Suami nya yang menjadikan nya


jawaban jika dirinya sangat merindukan sang Suami .


“ Uluh kangen banget ya … Sama Ayah juga kangen banget


Sayang “. Kata Roy sambil mencolek hidung sang Istri yang tampak tersipu malu


dengan senyum termanis nya , Entah siapa yang memulai kini bibir sepasang sumi


istri yang sedang merindu itu menempel dengan lidah yang membelit satu sama


lain mencurahkan rasa rindu yang ada di hati mereka .


Roy melepaskan ciuman nya saat di rasa sang Istri


membutuhkan pasokan oksigen .


“ Oh ya gimana hasilnya Yah ko dari kemarin gak ada info


lagi ?”. Tanya Kasih pada Roy mengenai pencariannya .


“ Harus sekarang ya bahas nya ?”. Tanya Roy dan di angguki


oleh Kasih dengan cepat .


“ Iya dong Yah , aku kan penasaran lagian apapun hasilnya


kan kita bisa pikirin langkah selanjutnya kan ?”.Jawab Kasih dan Roy langsung


menyenderkan tubuh nya di sandaran kursinya dengan memijit pelan kening nya


membuat Kasih heran dengan sikap sang Suami .


“ Yah ?”. panggil Kasih .


“ Hasil nya ada sayang tapi ….”. jawab Roy masih dengan


menekan pelipisnya .


“ Apa ?”. Tanya Kasih semakin penasaran .


“ Rumit sayang “. Jawab Roy singkat .


Kasih yang teringat dan penasaran dengan apa yang di pegang


Roy ia pun memutar tubuh nya menjadi sedikit membelakangi sang Suami yang


langsung meletakan kepala di bahu nya dan ia langsung melihat gambar foto yang


paling atas yang merupakan foto yang ia tau adalah Kakak sepupunya yang dibawa


suaminya sebagai petunjuk , Kasih pun mulai menjejerkan foto di bawah nya yang


terdapat tiga foto dimana 1 foto yang sama dengan foto pertama namun sepertinya


berbeda background dan 2 foto lainya yang berbeda dengan foto bayi yang sama


namun dengan baju yang berbeda …. Seketika kening Kasih melipat .


“ Ka ko fotonya ?”. Tanya Kasih yang menuntut penjelasan


pada sang Suami .


“ Ya itu , Dia udah ketemu tapi rumit sayang ( Roy


mengangkat kepalanya saat teringat sesuatu) Sayang Kakak Rama dan Abang Rafa


sudah di anter kesini sama Ayah nya ?”. Tanya Roy yang gak nyambung membuat


Kasih sedikit kesal karena di pikir Sang Suami mengalihkan pembicaraan .


“ Iya sudah .. Iiih apa sih gak nyambung di Tanya apa malah


Tanya balik lagi …”. Ketus Kasih dan Roy hanya tertawa kecil mendengar ucapan


Sang Istri .


“ Ini berkaitan sayang jangan cemberut gitu … Terus si Fandi


datang kesini sama Istri baru nya ? kamu tau gak nama nya siapa ?”. Tanya Roy


lagu berentet membuat Kasih merasa gusar karena berpikir yang tidak – tidak


pada suaminya dan Roy yang mengamati wajah Kasih pun mengerti .


“ Jangan salah paham dulu sayang karena aku sudah gak ada


minat sama wanita lain nya , udah jawab aja karena  semua berkaitan “. Ucap Roy pada Kasih yang


tak mengerti maksud sang Suami .


“ Namanya Mbak Reni , orang nya masih muda ko dan manis lagi


“. Jawab Kasih dengan nada tak santai nya .


“ Tuh kan bener … Aku gak peduli orang nya seperti apa


karena aku hanya peduli sama perempuan yang lagi duduk di pangkuan ku dengan


cemberut plus anak nya yang tampan rupawan … Udah ah gak usah cemburu gak jelas gitu yang ada bikin rugi karena berantem .... dari pada aku


jelasin yang ujung – ujung nya kamu gak ngerti mending sayang ku dengerin


rekaman ini hasil dari pencarian ku ada di sini “. Ujar Roy sambil menyerahkan


ponsel milik nya dan Kasih mulai mencari rekaman yang di maksud Suami nya … ya


Roy sengaja merekam semua perbincangan nya dengan Pak Rudi dan Bu Sinta


sepasang suami istri yang merawat Reni sekaligus pengurus dan pendiri Panti


Asuhan  bahkan Roy merekam perbincangan


nya juga dengan Bu Tuti yang merupakan Ibu dari Fandi Ramadhani alias mantan


mertua adik iparnya Hana Fishera .


Roy merekam karena tak mau capek – capek menjelaskan pada


orang terkait namun ujung – ujung nya di ragukan kebenaran nya dalam pencarian


nya kemarin .


********


“ Ka ini … Reni …Maksud Ka Roy , Dia …. ?”. Tanya Kasih dengan


bola mata yang melebar sempurna dan dengan mulut yang terbuka karena tak


menyangka setelah menyelesaikan mendengar kan rekaman itu .


“ Iya Dia , Reni Agusty istri baru Fandi Ibu sambung Rama


dan Rafa …. Rumit kan sayang ?”. ujar Roy pada Kasih yang menganggukkan kepala


nya .


“ Nanti kamu jelaskan pelan – pelan pada Ibu ya , oh ya kira


– kira Dia dan Fandi kesini lagi gak ya ?”. Tanya Roy pada Kasih .


“ Ya iya dong Ka kan mereka bakal mengembalikan Kakak dan Abang


“. Jawab Kasih .


“ Yaudah sayang kita harus jelasin sama Ibu secepatnya biar


cepet ketemu nya takut nya gak keburu  Si


Fandi dan Reni pulang ke Madiun lagi jadi nya makin ribet “.Kata Roy yang di


setujui Kasih ….


********


“ Ya Allah ternyata anak Ibu , dia …?”. Kata Ibu nya Kasih


dengan air mata yang mengalir deras setelah mendengar rekaman milik Roy dan


melihat foto bayi itu dan di angguki Roy dan Kasih bersamaan .


“ Terimakasih Tuhan sebentar lagi engkau ketemukan saya


dengan Nya , Reni …”. Gumam Ibu penuh rasa syukur sambil mendekap foto itu ada


rasa bahagia yang membuncah di hatinya .


“ Bu … Maaf kalau Roy tak sengaja melenyapkan kebahagiaan


Ibu Cuma di sini Roy ingin  mengatakan


apa yang Roy tau dan Roy mohon Ibu mengerti …. ( Ibu nya Kasih pun


menganggukkan kepala siap mendengarkan ) Bu selama di Panti Reni hidup dengan


rasa sakit dan sedih yang berkepanjangan karena mengetahui jika dirinya bayi di


buang oleh keluarganya dan di Panti pun Reni beserta anak panti yang lain nya


hidup serba kekurangan karena memang minim donatur ,  tapi Reni tetap menunggu keluarga nya


menjemput dirinya sampai Reni menolak untuk di adopsi beberapa keluarga karena


Reni berharap besar jika suatu saat keluarga nya pasti datang namun kenyataan


nya tak ada yang datang menjemputnya hingga Reni menikah pun yang di tunggu tak


kunjung datang ….. dan disini Roy hanya mau mewanti – wanti Ibu jika ada

__ADS_1


penolakan dari Reni , Roy harap Ibu tak sakit hati dan Ibu harap memaklumi


karena Roy yakin rasa sakit hati dia lebih besar dari pada sakit hati yang akan


Ibu dapat dari nya ….”. Ujar Roy pada Ibu mertua nya agar lebih menguatkan hati


nya saat nanti bertemu dengan Reni  putri


kandung nya .


“ Iya Roy , Ibu sangat


berterimakasih sekali atas kebaikan mu pada Ibu dan untuk Reni , Ibu akan


terima semua kata atau sikap bencinya pada Ibu dengan ikhlas karena memang


disini salah Ibu … Ibu yang sangat berdosa pada anak yang tak mempunyai salah


apapun dan harus menerima penderitaan yang seharusnya tak di terima … Ibu


hanya ingin meminta maaf dan ingin  Dia


tau kalau dia punya keluarga punya Ibu yang penuh dosa ini yang sudah menyia –


nyia kan hidup nya Roy , Kasih …. Ibu tak mengharapkan balasan cinta dari Reni


karena memang Ibu tak pantas menerima nya ….” Jawab Ibu nya Kasih dengan


berderai air mata dan Kasih langsung memeluk dengan hangat berusaha menenangkan


nya .…


*******


“ WAH INI GILA ROY …” pekik Dean


pada Kakak nya setelah mendengarkan rekaman yang di bawanya .


Ya setelah memberitahu Ibu nya ,


Kasih dan Roy bergegas menuju lantai 3 kamar milik Dean dan Hana karena menurut


Roy ini berkaitan dengan adiknya berharap agar Dean dan Hana tak terkejut


nantinya .


“ Ya gue gak tau De ini kan yang dinamakan takdir dan gue


gak ada kuasa apapun  …” jawab Roy pada


Adiknya yang tampak tak terima dengan kenyataan yang ada berbeda dengan Hana


yang terlihat tenang namun wajah nya terlihat tak nyaman dengan kenyataan yang


ada .


“ Roy kalau Reni anak nya mertua


lo yang otomatis Fandi ipar lo dan pasti nya Reni akan bertemu terus dengan mertua


lo yang sudah di pastikan si Fandi juga pasti ikut … Ah Roy hidup gue semakin


gak tenang kalau tuh si Fandi sering ke rumah ini ketemu istri gue yang udah


jelas dari mata nya masih menyimpan rasa buat istri gue Roy dan gue tau itu  , Oh my God ….”. Oceh Dean sambil meremas


rambutnya karena kesal dan Hana langsung memeluk Suaminya agar lebih tenang .


“ Dean , kamu gak usah gusar …


kalau nanti sudah terungkap semua … Aku akan ajak Ibu untuk pindah dari sini


dan menempati rumah nya ….” Kata Kasih membuat Hana tak enak hati dan Roy yang


kaget .


“ Kasih bukan seperti itu maksud


Mas Dean …”.ucap Hana tak enak hati .


“ Bun …” ucap Roy yang terkejut


dengan apa yang di ucapkan istrinya .


“ Hana , Dean , Ka Roy … tenang


aja aku gak ada pikiran jelek apapun tentang kalian dan aku juga sangat ngerti


kegusaran dari Dean jika Ibu tinggal disini dan otomatis Reni dan Fandi akan


mengunjungi Ibu kesini terus karena aku pun sebenarnya tak nyaman sebenarnya


bisa saudaraan dengan Fandi Pria yang juga punya andil besar dalam kepiluan


sahabat baik ku sekaligus adik ipar ku Hana tapi ini takdir gak bisa yang kuasa


mengelak maka dari situ harus di ambil jalan tengah agar semua nya hidup dengan


damai dan tenang “. Jawab Kasih sambil merentangkan tangan kearah Hana dan Hana


pun langsung menyambutnya dengan  sayang .


*******


Setelah menyelesaikan makan malam


nya dengan perasaan yang tak menentu dari semua orang yang ada di meja makan


kecuali Mamih Esty dan papih Dika yang sedang pergi luar kota , Mereka semua


langsung beranjak menuju ruang tengah membicarakan langkah apa yang akan di


lakukan saat mengetahui bila putri kandung Ibu nya Kasih merupakan istri baru


dari mantan suami Hana Fishera hingga menemukan solusi yang di setujui Ibunya


Kasih …


Saat mereka semua sedang berkumpul


, tiba – tiba terdengar suara anak – anak mengucap salam mereka adalah putra


pertama Hana yang di ikuti oleh Ayah dan Bubu nya … Orang yang telah di tunggu


.


Tanpa di duga saat Fandi dan Reni


muncul Ibunya Kasih langsung beranjak berlari memeluk Reni dengan erat dan air


mata yang mengalir deras dengan mengucapkan kata maaf berulang kali membuat si


empunya kebingungan dan Hana langsung menyuruh Uni untuk membawa anak-anak ke


kamar nya berbeda dengan Dean yang langsung merapatkan duduk nya dengan sang


Istri memberi tahu jika wanita di samping nya merupakan hanya milik nya seorang


.


“ Loh Ibu kenapa ?”. Tanya Reni


bingung dengan tengak tengok pada Suami serta semua orang yang duduk di sofa


namun tetap tak ada jawaban hingga Kasih berdiri mendekat pada Ibunya yang


sedang memeluk Reni dengan haru .


“ Ibu ayo duduk dulu biar Mba Reni


nya gak bingung kita jelasin pelan – pelan ya Bu …” Kata Kasih pada Ibunya


mengajak Ibunya duduk .


“ Mbak ada apa ko si Ibu peluk aku


dan nangis gitu ? ada yang salah dari kami kah ?”. Tanya Reni sopan pada Kasih


.


“ Em gak ada ko Mbak Reni … Yaudah


Mbak Reni dan ka Fandi duduk dulu ya karena ada yang mau kita omongin …” Kata


Kasih pada Reni dan Fandi yang masih bingung dengan situasi di ruang tengah .


“ Mari Mbak Reni duduk “. Kata


Hana mempersilahkan Reni duduk .


Setelah Reni dan Fandi duduk dan


Reni masih mengamati Ibunya Kasih yang masih bercucur air mata hingga suara Kasih


membuyarkan lamunannya .


“ Em kenalin Mba Reni ini suami ku


namanya Roy Fernando sekaligus Kakak dari Dean suaminya Hana …”. Kata Kasih


pada Reni .


“ Salam kenal Mas Roy “. Kata Reni


ramah .


“ Iya Mba , Mba Reni boleh saya


bicara ?”. Tanya Roy langsung membuat Reni heran dan penasaran .


“ Monggo Mas , ada apa ya ?”.


jawab Reni bingung campur penasaran dan Fandi hanya diam karena merasa tak di


ajak berbicara .


“ Gini Mba Reni , saya baru saja


pulang dari Madiun karena mencari orang yang sangat penting untuk Ibu mertua


saya dan saya cari Dia ke beberapa Panti hingga yang terakhir ke sebuah panti kecil


di suatu dusun dan pengurus nya yaitu Bu Sinta dan Pak Rudi dan disana saya


mendapatkan hasil dalam pencarian saya “. Kata Roy terus terang membuat wajah


Reni langsung pucat pasi dan gemetaran karena menerka apa yang akan di


bicarakan Roy sama dengan pikiran nya .


“ Deg “ Pandangan mata Reni


langsung tertuju pada Ibunya Kasih yang melihat nya dengan tatapan sendu di


iringi air mata yang mengalir serta bibir yang bergumam kata maaf .


“ Apa Mas nya orang itu  , orang yang mencari tau asal usul seorang


bayi yang di buang di depan toko kelontong 29 tahun yang lalu ?”. Tanya Reni


pada Roy namun menatap tajam dengan mata yang berkaca – kaca pada Ibunya Kasih .


“ Iya itu saya dan ….”


“ Maaf sepertinya pembicaraan ini


sampai sini , saya pamit ….”.Kata Reni yang menghentikan ucapan Roy .


“ Ayo Mas kita kembali ke hotel …”


ajak Reni beranjak berdiri dan menarik tangan suaminya Fandi .


“ Tapi Dek …”. Jawab Fandi


yang masih penasaran dengan kelanjutan nya .


“ Gak Mas ayo kita pergi … Bukan


kah kita kesini hanya mempunyai kepentingan dengan anak anak dan Mbak Hana


serta suaminya dan tidak mempunyai kepentingan dengan yang lain nya “. Jawab


Reni dingin membuat tangis Ibu nya Kasih semakin pecah .


“ Mbak Reni …”. Panggil Hana yang


melihat Reni berbalik badan akan keluar dari ruang tengah rumah Dewantara .


“ Maaf Mbak Hana jadi bikin gaduh


“ Kata Reni dengan kedua tangan yang di tangkup kan pada Hana dan Dean namun saat Hana ingin menjawab Ibunya Kasih lebih dulu berlari


dan bersimpuh memegangi kaki Reni membuat Reni menegang .


“ Bukan kah ini yang kamu tunggu


tapi kenapa sekarang rasanya seperti ini … Sakit “. Gumam dalam hati Reni


menahan air mata nya dengan memejamkan matanya agar tak terjatuh .


“ Maafkan Ibu , Reni sungguh Ibu


minta maaf … “ kata Ibu dengan tangis nya membuat Hana dan Kasih ikut berkaca –


kaca melihat nya .


“ Maaf Bu , anda salah sangka saya


bukan anak mu dan saya juga tak punya Ibu saya hanya punya satu Ibu yaitu Ibu


Sinta …ayo Bu berdiri “. Kata Reni satai namun ketara menahan tangisnya


berjongkok di depan Ibunya mengajak Ibu nya berdiri .


Ibu langsung menggelengkan kepala


nya “. Saya tau dan sadar kalau saya tak pantas di sebut Ibu tapi saya yakin


kamu anak ku … anak yang sudah saya sia – sia kan … Maafkan Ibu nak …hukum Ibu


atau pukul Ibu semau kamu tapi  jangan


pergi dan jauhi Ibu “.kata Ibu kembali .


“ Maaf Bu , saya gak kenal anda


dan permisi ….” Jawab Reni dan mengajak Fandi pergi namun Ibu tetap memegangi


Kaki Reni dan Roy pun langsung mendekati merasa tak tega .


“ Reni , Ibu tau dosa ibu besar


dan kesalahan Ibu fatal tapi Ibu punya alasan nya nak sampai kamu berada di


panti itu … Maaf kan Ibu , selama ini Ibu di hantui rasa bersalah atas


kebodohan yang pernah Ibu lakukan tapi kamu harus tau dan terima walaupun saya


brengsek , berdosa saya tetap Ibu kandung mu yang mengandung dan melahirkan mu


nak … Kamu punya Ibu Reni ..”.Kata Ibu namun Reni tetap tak menghiraukan nya


dan terus berjalan hingga Ibu nya terseret seret membuat semua nya memekik


merasa tak tega melihat nya dan Roy yang tak tega pun merasa sedikit geram .


“ STOP RENI … “ teriak Roy pada


Reni dan Fandi yang mendengar teriakan Roy pada Istrinya merasa tak terima .


“ Jangan bentak istri saya “. Kata


Fandi pada Roy dan Kasi langsung mendekat dan menarik keras tangan Fandi agar


menjauh dari Reni .


“ Saya tau kamu marah , sakit ,


sedih , kecewa pada wanita tua di depan mu ini … Bahkan kamu ada dendam karena


hidup mu menderita di panti dengan hidup serba kekurangan banyak cemooh yang


kamu terima saya tau Reni … Saya disini pun tak membela wanita tua ini tapi


saya tak terima saat kamu dengan tega memperlakukan beliau seperti tadi … Kamu


pikir beliau selama ini hidup dengan baik ha … tidak Reni kamu salah besar


beliau pun tersiksa , menderita atas kesalahan nya atas dosa nya terhadap kamu …


Mana Reni yang sangat menunggu kedatangan keluarga nya , mana Reni yang


menunggu momen itu sampai tidak mau menerima adopsi an keluarga lain .. Itu


semua karena kamu masih menunggu kedatangan wanita tua ini bukan , wanita yang


sebenarnya tak tau jika kamu ternyata berada di panti itu merasakan sendiri , sedih dan sakit di hatinya karena merasa di campakkan…. Saya sangat


mengerti perasaan mu Reni tapi coba pikir sedikit dengan hati nurani mu Dia yang


selama ini kamu tunggu Reni … Kamu beruntung akhirnya bertemu seorang Ibu yang


masih bernafas bukan bertemu dan melihat Ibu mu yang hanya berada di tulisan batu nisan .” Kata


Roy pada Reni yang luruh di lantai depan Ibu nya dengan tangis yang pecah


membuat Ibu nya seketika memeluk dirinya erat yang disusul Hana yang ikut


menangis .


“ Ka untuk kali ini tolong bantu jangan


memperkeruh situasi yang ada Ka Roy seperti itu hanya ingin mba Reni tau jika


orang yang selama ini di tunggu nya juga tersiksa loh … Anda kan Suaminya , Kasih


minta kerjasama nya untuk menyatukan tali antara Ibu dan anaknya yang terputus


sekian lama nya bukan kah Ka Fandi juga sering merasakan gak enak nya jauh dari


anak kandung sendiri walaupun itu semua karena  permintaan Ka Fandi yang sengaja ingin jauh


dari anak anak …tolong lihat dari sudut pandang dari orang tuanya “. Kata Kasih


dengan menyindir Fandi secara telak membuat Fandi diam , Kasih yang melihat


keadaan syok Kakak sepupunya pun menyusul Hana yang memeluk Reni .


Hingga tangis Reni mereda , Reni


pun memegang kedua tangan Ibunya dan menatap dalam mata Ibunya “ Saya butuh


waktu mohon beri saya waktu “. Ucap Reni dengan suara bergetar dengan sesenggukan


.


Kasih dan Hana pun menganggukkan


kepala pada Ibu nya Kasih memberi kode agar mau memberi kesempatan Reni menerima


semua yang serba dadakan ini .


Ibu pun menganggukkan kepalanya dan


langsung mencium tangan Reni yang sedang memegang tangan nya .” Ibu akan beri


waktu sebanyak yang kamu mau tapi Ibu gak mau kamu berencana sengaja pergi


untuk menghapus hubungan ini … Maafkan Ibu , Reni “. Jawab Ibu namun Reni tak menjawab


.


“ Mas Fandi , Reni mau pulang “.pinta


Reni pada Fandi yang duduk di dekat Roy yang meminta untuk menghubungi nya


tentang perubahan dari Reni dan meminta sementara untuk tetap stay di Jakarta sampai


semua urusan kelar dan Fandi sempat menolak dengan alasan pekerjaan nya dan


Fandi setuju setelah Roy menjamin mengenai pekerjaan nya .


Reni dan Fandi pun keluar dari


rumah Dewantara tanpa menoleh sedikit pun pada wanita paru baya yang masih

__ADS_1


menangis merasa berat berpisah dengan anak yang baru ia temui .


*********


__ADS_2