
Roy pun masih duduk santai di rumah wanita yang ditolong nya sambil menikmati drama antara anak dan orang tua nya sambil mengotak - atik gawai nya .
" Gimana kamu harus menikahi anak saya ". ucap pria paruh baya yang berwajah gahar.
" Jangan asal nikahin aja , kenal juga gak ". ucap Roy santai .
" Hey kamu ngomong sekarang yang jujur atau ...." ucap Roy pada wanita yang di tolong ya Ng sedang menundukkan kepalanya.
" Hei jangan ancam anak saya , berani - berani nya dasar kurang ajar ". ucap pria paruh baya .
" Pah sabar ". ucap wanita paruh baya .
" Oke kamu gak mau bicara , biar fakta yang berbicara ". kata Roy lagi dengan sorot mata dingin nya. Roy pun merogoh saku celana dan mengambil ponsel nya .
" Bawa kesini ". ucap Roy pada seseorang yang di hubungi nya sambil terus menatap pada wanita yang sudah di tolong nya .
Dan masuk lah beberapa pria kekar dengan baju berwarna hitam dan memakai kaca mata hitam dengan membawa seorang pemuda dan wanita itu.
" Apa - apa an ini ". ucap pria paruh baya tak mengerti dengan situasinya .
" Masih gak mau ngomong , coba lihat siapa itu ?." kata Roy lagi dan wanita itu langsung mendongakkan kepalanya melihat orang yang di seret oleh beberapa pria kekar .
Wanita itu pun terkejut .
" Kamu ?". ucap wanita itu .
" Dan kamu bilang sama orang tua itu kalau kamulah pelaku nya atau saya akan menyeret kamu ke dalam jeruji besi mau ". kata Roy pada pemuda yang mukanya sudah lebih babak belur dari sebelumnya .
" Iii… ya maaf saya yang sa lah ". ucap pemuda itu dengan tergagap karena takut .
" Oke karena sudah jelas pelakunya anda bisa meminta pertanggungjawaban kepada pemuda itu bukan saya ," ucap Roy pada pria paruh baya . Roy pun mendatangi wanita yang di tolong nya .
" Kalau mau bermain - main , kamu salah orang nona ." ucap Roy dengan sarkastik dan tersenyum mengejek .
.
" Sayang ya wajah cantik ini di gunakan untuk hal yang salah , cara mu terlalu receh nona " ucap Roy lagi sambil menunjuk wajah wanita itu .
Setelah mengatakan itu Roy pun keluar dari rumah wanita yang tak jelas itu dengan di ikuti oleh anak buahnya .
*******
Flashback
__ADS_1
Saat Dean ,Roy dan Joni masuk ke dalam private room . di kursi pojok ruangan terdapat 2 wanita dan satu pemuda yang sedang duduk santai sambil menikmati makanan yang di pesannya dan salah satu wanita itu terpesona pada seorang ketiga pria itu .
" Beuh ganteng-ganteng banget kaya nya tajir dan gue harus dapetin salah satu dari mereka apapun caranya dan kalian harus bantuin gue." ucap wanita 1 itu
" Jangan gila Lo " jawab wanita 2 .
Dan mereka bertiga pun melihat Roy yang masuk ke dalam lorong toilet dan ketiga orang itu langsung melancarkan aksinya . Seolah-olah ada tidak pelecehan dan akan mengkambing hitamkan Roy untuk mendapatkan apa yang di inginkan .
Dan saat Roy masuk kedalam jebakan wanita itu , ia langsung meminta pertanggungjawaban jawaban dan keuntungan dari Roy .
Awalnya Roy merasa iba tak terpikirkan akan di jebak namun ada yang sedikit buat Roy curiga hingga akhirnya Roy diam - diam menyuruh anak buahnya untuk menyelidikinya dan benar saja ini semua jebakan .
Dan saat Roy di minta bertanggung jawab , Roy menanggapi nya dengan tenang sampai anak buahnya menemukan dua orang yang sekongkol dengan wanita itu .
Flashback end
*******
Roy pun kembali ke Dewantara Group dengan mood yang hancur . Roy pun langsung melangkahkan kakinya menuju lantai 40 dimana letak ruangan nya namun saat sampai di lantai 40 ia bukan membelokkan kakinya di ruangan nya melainkan masuk ke dalam ruang Direktur Utama .
Dan dengan santai nya ia membuka pintu ruangan dan langsung menuju lemari pendingin dan langsung mengambil salah satu botol wine dan satu gelas . Roy pun langsung menuangnya dan meminum nya tanpa menghiraukan tatapan sang penghuni ruangan yang menatap nya heran .
" Roy " Panggil Dean.
" Ada apa ?" tanya Dean karena merasa ada yang tak beres dengan kakaknya . Roy pun berjalan dan duduk di sofa ruang Dean dengan menggoyang - goyang kan gelas Wine nya .
" Lo baru balik dari mana ?". tanya Dean lagi.
" Gue habis beresin kecoa kecil ". jawab Roy sambil sesekali menyesap wine nya .
" Maksud Lo ?". tanya Dean .
" Tadi pas di toilet restoran gue dengar ada orang minta tolong terus gue nekat masuk ke dalam toilet wanita dan gue nemuin satu cewek lagi dapat pel*cehan dari satu pemuda dan satu cewek , ya gue tolongin terus gue anter ke rumah lah tiba - tiba gue di suruh nikahin tu cewek sint*Ng , cuma ada yang buat gue curiga ya kaya biasanya dan ternyata bener tu kecoa tiga sekongkol ." jelas Roy pada Dean .
" Hahaha sekalinya berurusan sama cewek modelan kecoa hahaha ". Dean menertawakan kakaknya .
" Berisik Lo ". sahut Roy.
" Untung ini wine masih terselamatkan dari Hana ya ". kata Roy sambil memutar-mutar gelasnya .
" Apa an kemarin tu botol wine nasibnya juga nyaris tragis kaya wine yang di rumah cuma dengan rayuan maut gue akhirnya tu betina gak jadi musnahin ". jawab Dean sambil merapikan pekerjaan nya dan memakai jas nya , membuat Roy heran .
" Mau kemana Lo ?" tanya Roy saat melihat Dean berkemas .
__ADS_1
" Mau pulang " jawab Dean singkat .
" Masih siang De ,baru juga jam setengah 3 Dean . mau Lo pulang siang atau libur Lo belum waktunya buka puasa Dean ". ucap Roy nyeleneh.
" Bac*t Lo ngaco ya Roy kelamaan jomblo lo mikir kemana tau . Gue tuh pulang mau jemput Kakak Rama yang lagi ada ekskul main bola dan Mamih udah pulang ." jawab Dean sewot
" Tapi judul nya Lo bakalan pulang dan gak balik lagi kan ?". tanya Roy .
" Iya , " jawab Dean singkat dan langsung keluar dari ruangannya meninggalkan Roy sendiri .
*******
Dean pun sudah bersama putra sulungnya di dalam mobil menuju perjalanan pulang .
" Capek Kak ?" tanya Dean .
" Sedikit Pah ". jawab Kakak Rama sambil tersenyum.
" Mau beli jajanan atau apa gitu ?". tawar Dean .
Kakak Rama pun menggeleng kan kepalanya .
" Gak Pah , Oma udah beliin banyak cemilan nan sayang kalau gak habis ". jawab putra Hana .
Mendengar jawaban si sulung Rama , Dean pun mengelus lembut kepala Rama .
Tak butuh waktu lama Dean dan Kakak Rama pun sampai dan masuk rumah dengan beriringan saat sampai di lantai 2 mereka pun berpisah karena kamar kedua putranya berada di lantai 2 dan Dean pun langsung beranjak menuju kamar nya di lantai 3 .
Dean membuka pelan pintu kamar nya , ia pun dapat melihat Hana sedang menyusui salah satu bayi nya sambil berbicara dengan seseorang di ponselnya.
Dean langsung beranjak ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya dan mencuci tangan nya dan langsung beranjak mendekati Hana dan putrinya .
Dean menciumi salah satu putri nya yang sedang main lidahnya berbaring di ranjang dekat dengan Hana duduk.
Hana mengulurkan tangannya pada Dean dan langsung mencium nya sambil masih berbicara pada seseorang di ponselnya.
"Iya Mas , Hana bakalan kesana " mendengar kalimat Hana ,Dean pun mengernyitkan keningnya.
" Lagi telepon sama siapa sih , gak kelar - kelar dari tadi ?" tanya Dean merasa penasaran .
" Mas Fandi ". satu nama yang mampu membuat Dean mendelik .
******
__ADS_1
*****