
Setelah dapat menerobos kerumunan orang orang yang sedang melihat kecelakaan ditambah Ibu hamil yang akan melahirkan dan terjebak di sebuah taksi akhirnya mobil yang membawa Hana pun dapat melanjutkan perjalanan menuju ke Rumah Sakit .
Di dalam mobil Dokter Sita yang duduk di kursi belakang menemani Hana tak henti hentinya memberikan support nya supaya Hana dapat kuat menjalani masa kontraksinya yang datang dan pergi . Karena sedikit banyak Dokter Sita sudah mengetahui cerita Hana yang datang ke Bali sendiri dan menjalani kehamilan kembarnya juga sendiri itulah yang membuat hati Dokter Sita merasa kasihan dan sudah menganggap Hana sudah seperti putrinya sendiri . Dan saat Dokter Sita mendapatkan telpon dari Hana yang mengabari nya akan segera melahirkan Dokter Sita langsung bergegas untuk membantu wanita malang itu.
Sang pengemudi mobil yang tak lain adalah keponakan dari Dokter Sita pun terus mengamati seorang wanita cantik yang sedang mengandung itu . Erik merasa pernah bertemu dengan Hana namun tak ingat di mana nya , Dokter Sita dan Anis pun menangkap lirikan mata keponakan nya pada wanita hamil yang sedang mengalami kontraksi itu .
" Emang ya kalau cewek cantik biar dalam keadaan apapun tetap cantik , hamil besar aja pesonanya masih sangat kentara bisa buat cowok sampe gak berkedip gitu … Mba Hana memang the best…" gumam Anis dalam hati .
" Ehem Erik kalau kamu gak fokus yang ada nanti kita semua ikut kaya yang terjadi tadi loh ..." tegur Dokter Sita pada keponakannya .
" Eh iya Tan Maaf " . jawab Erik tergagap malu ketahuan mlirik wanita hamil . Hana hanya cuek karena ia sedang merasakan nikmatnya kontraksi .
45 menit dalam perjalanan akhirnya Hana dan Dokter Sita sampai di Rumah Sakit . Hana pun di gendong oleh Erik untuk di letakkan di tempat tidur rumah sakit .
Anis pun menyerahkan semua koper dan tas milik Hana dan calon bayinya .
Di dalam ruang bersalin Dokter Sita dan di bantu perawat yang lain menyiapkan semua peralatan .
Dokter Sita pun mulai mengecek jalan lahir Hana yang ternyata sudah pembukaan 5 .
" Mba Hana sabar ya masih pembukaan 5 atur nafas teratur ya jangan diikuti untuk mengejan ." pesan Dokter Sita .
" Terimakasih Dok " jawab Hana lirih .
******
Di luar ruang bersalin Anis dan Erik sama sama berdiam dengan pikiran nya masing-masing.
" Saya yakin pernah ketemu dia tapi dimana ya ?". gumam Erik dalam hati .
" Ya Allah semoga Mba Hana bisa melahirkan dengan lancar dan selamat . Aminn ". Anis berdo'a dalam hati untuk Hana .
" Drrttt drrttt drrt "
" Assalamualaikum " jawab Anis saat merasakan getaran pada ponsel nya .
" Waalaikumsalam Anis ini ibu nak , ibunya mba Hana kami sudah sampai di Bali tapi di rumah kalian sudah tidak ada ". ucap Bu Wina dengan nada panik .
" Oalah ibu iya ini Mba Hana sudah di rumah sakit ." jawab Anis .
" Sekarang kalian di rumah sakit mana Ibu sama Bapak mau kesana ". kata Bu Wina lagi .
" dirumah sakit Kasih Bunda Bu , mba Hana sudah masuk ke ruangan bersalin ." Anis memberitahu rumah sakit dimana Hana akan melahirkan .
" Yaudah ibu kesana ".
" Iya Bu ".
" Assalamualaikum "
" Waalaikumsalam "
Erik pun hanya menyimak dalam diamnya percakapan gadis yang duduk di kursi depan nya .
******
Setelah mendapatkan informasi tentang keberadaan wanita yang sedang berjuang untuk melahirkan darah dagingnya .
Dean pun melajukan mobilnya dengan sangat cepat dan kencang .
__ADS_1
Ya setelah mengetahui Hana sudah berada di rumah sakit Dean merasakan ketakutan dan secepatnya ingin bertemu dengan Hana . Dean mengambil alih mobil dari Joni dan mengendarai nya baginya Bali bukan tempat yang baru untuk nya karena salah satu cabang Hotel nya pun berada di Kota ini .
Tidak butuh waktu lama Dean sampai di rumah sakit karena Dean mengendari mobil seperti orang yang kesetanan mengabaikan teguran Bu Wina dan Pak Wahyu serta umpatan dari sepupunya bahkan dua bocah laki-laki itu pun ketakutan berada di mobil yang di kendarai Dean . Mereka semua merasa lega saat mobil itu sampai di depan rumah sakit tanpa memarkir kan dulu kendaraannya .
" Dean gila brengsek bawa mobil gak normal ." umpat Ivan dan di abaikan oleh Dean .
Dengan gaya coolnya Dean mengambil Adek Rafa yang di pangku oleh Ivan menggendong anak gembul itu tanpa menyahuti umpatan sepupunya dan menggandeng tangan kecil kakak Rama dan segera meninggalkan Bu Wina dan Pak Wahyu serta Ivan sepupunya di belakang .
Sampai di ruangan bertuliskan RUANG BERSALIN , Dean menggedor pintu itu tanpa melihat ada seorang gadis dan pemuda di tempat duduk depan ruang bersalin .
" BRAK "
" BRAK " Dean menggedor pintu itu dengan arogannya
" BUKA " teriak Dean saat mendengar jeritan dari Hana di dalam ruang bersalin .Anis dan Erik di buat menganga atas sikap bar bar dari seorang DEAN PRADA DEWANTARA .
Bu Wina dan Pak Wahyu pun mendekati Dean .
serta mengambil alih Kakak Rama dan adek Rafa yang masih di tangan Dean .
" Nak Dean sabar to jangan kaya gini ".
" Ibu tau kamu khawatir tapi yang tenang jangan seperti ini ."
Mendengar ucapan dari Bu Wina dan Pak Wahyu ,Dean sedikit tenang dan ia luruh di depan pintu ruang bersalin .
Ivan dan Joni yang melihat arogannya Dean hanya menggeleng kan kepalanya karena menurut mereka itu pemandangan yang sudah biasa.
******
Di dalam ruang bersalin Hana mulai benar benar merasa kan nikmat nya kontraksi .
" Aauuh sakiiitt " rintih Hana .
" Sabar ya nak sebentar lagi ini sudah pembukaan 8 tarik nafas yaa " ucap Dokter Sita .
"Huh hah huh " Hana hanya menggeleng kan kepalanya dan mengatur nafasnya lagi .
Dan 5menit kemudian Dokter Sita berseru setelah mengecek jalan lahir calon bayi Hana .
" Alhamdulillah sebentar lagi ya , nak Hana nanti ikuti instruksi dari saya ya …" ujar dokter Sita .
Dokter sita pun mulai berada di posisi nya namun terganggu oleh suara rusuh.
BRAK "
" BRAK " Dean menggedor pintu itu dengan arogannya
" BUKA "
membuat semua oranng yang berada di dalam terkejut .
" Siapa si ni orang , sus tolong lihat siapa di depan ". perintah Dokter sita pada perawat nya .
Perawat itu pun membuka pintu dan ia melihat seorang pria tampan yang sedang berjongkok di depan pintu ruangan.
" Maaf ada apa ya Pak ?". tanya si suster sopan
" Saya mau bertemu Hana dan anak anak
__ADS_1
saya. " ucap Dean sambil berdiri .
"Siapa sus buruan."tanya Dokter Sita.
" Suaminya Ibu Hana Dok ". ucap si perawat .
" Yaudah suruh masuk dari pada ganggu ".kata Dokter Sita.
" Mari Pak silahkan masuk ."
Dean pun langsung masuk dan melihat Hana yang sedang kesakitan tanpa sadar Dean langsung memeluk tubuh wanita yang sedang berjuang untuk melahirkan darah daging nya.
" Aaauuhh "
" Astaga Hana " Dean mendekap tubuh Hana tanpa melihat Dokter Sita yang terkejut melihat sosok pria tampan yang sedang memeluk tubuh pasien nya .
" Deg "
" Aaauuhh SAAAKKIIIITTT DEAANN". teriak Hana dan menyadarkan kembali Dokter Sita .
" Bu kita mulai ya " ucap Dokter sita berada di bawah Hana menjalankan tugasnya dengan perasaan yang campur aduk.
Dean terus memeluk tubuh Hana sambil sesekali mencium kening Hana .
" Maafkan saya Hana , kamu harus kuat untuk anak anak kita ."
" Kamu boleh gigit atau cakar saya oke " ucap Dean dan Hana mulai mencengkeram kuat lengan Dean .
" Sakit Aauuh sakiiitt DEAANN Huhuhu ". teriak Hana sambil menangis .
" Iya saya tahu , kamu boleh apa kan saya Hana tapi kamu harus kuat ." kalimat penyemangat itu terus di bisikan pada Hana dari Dean .
Membuat semua perawat yang berada di sana merasa takjub dengan mahkluk sempurna ciptaan Tuhan di depan mereka.
Lain dengan Dokter Sita yang entah lah perasaan nya .
hingga akhirnya terdengar suara jeritan keras Hana dan di ikuti suara bayi yang keluar .
" AAAAHHHKKKK"
" OEK OEK OEK " dan 5 menit kemudian disusul bayi yang kedua .
" OOOEK OOEK OOEK " .semua yang berada di dalam ruangan pun berasa lega.
" Hana anak anak kita sudah keluar " ucap Dean dengan senang senyum manisnya pun terus mengembang dari bibir sensual nya .
Melihat tingkah Dean yang menurut Hana lucu membuat wanita cantik itu ikut mengembangkan senyumnya dan saat Hana tersenyum manis, Dean dengan sadar mencium dan mel*mat bibir pucat Hana membuat Hana terkejut .
Setelah melepaskan ciumannya Dean tersenyum manis Hana masih melongo dengan sikap arogan Dean .
" Terimakasih banyak kamu sudah melahirkan anak anak ku ". ucap Dean lembut dan mengecup kening Hana.
Semua yang dilakukan Dean tak luput dari pengamatan Dokter Sita .
" Dean anak kembar mu perempuan semua. " ucap Dokter Sita dengan mata berkaca-kaca dan menggendong satu bayi hana .
Mendengar Dokter memanggil namanya Dean pun mendongakkan wajahnya dan seketika Dean menganga tak bisa berkata-kata tubuh nya menegang .
" DEG "
__ADS_1
" MAMAH "
******