Perjalanan Pilu Seorang Hana

Perjalanan Pilu Seorang Hana
Bab 140


__ADS_3

Setelah mendapatkan perawatan dari Dokter yang di panggil oleh suaminya kini kaki Kasih sedikit lebih enakan apalagi setelah meminum obat yang di berikan oleh Dokter Dita membuat nyeri di kaki nya sedikit berkurang .


Dan kini Kasih duduk sendirian di ruang tengah sambil melihat televisi yang sebenarnya ia tak lihat karena Kasih sibuk dengan pikiran nya sendiri .


" Pria macam apa yang sekarang jadi suami ku , Tuhan ". gumam Kasih dalam hati .


Roy yang berada di mini bar nya dan sedang menikmati koleksi Wine nya yang memang di simpan nya di pent house .


Dering ponsel nya yang selalu berdering dan menampilkan nama seorang pria yang tak lain adalah adiknya pun ia abaikan .


Setelah ponselnya terdiam , Roy langsung membuka ponsel nya dan melihat jadwal di ponselnya yang menunjukkan adanya undangan yang sama seperti yang di terima oleh adik nya Dean .


" Nih anak pasti sibuk nanya in gue dimana dan berangkat ke acara itu apa nggak nya ."


" Huufft sorry bro kali ini gue lagi sibuk sama mainan gue ." ucap Roy sambil melirik sinis pada Kasih yang duduk tak jauh darinya .


" Dari laporan orang suruhan gue pernikahan itu seharusnya hanya menikah secara agama tapi ini malah jadi resmi gini . Kira - kira ini di sengaja oleh seseorang atau apa ya ..." gumam Roy berpikir tentang pernikahan yang terjadi pada nya .


Roy yang tak mau ambil pusing pun langsung mendekati Kasih yang sekarang sudah menjadi istri sah nya dan duduk tepat di samping Kasih .


Dan sekarang Kasih dan Roy masih berada di ruang tengah dengan suasana yang dingin dan saling terdiam .


" Seperti perjanjian yang sudah kamu tanda tangani disini yang pegang kendali adalah saya dan jika kamu tak menurutinya maka kamu akan tau apa konsekuensi nya ." ucap Roy dingin .


" Kenapa kamu lakukan ini sama saya ?". tanya Kasih dengan dingin .


" Karena kamu sudah sangat kurang ajar sama saya dan menurut saya itu sangat fatal ". jawab Roy dengan datar .


" Tapi kenapa sampai sejauh ini ?". tanya Kasih lagi .

__ADS_1


" Seharusnya nya kamu bersyukur Kasih karena masalah yang kamu hadapi itu bukan perkara mudah jadi tugas kamu sekarang hanya mengabdi pada saya lagian bukan kah niat kamu dari awal memang ingin menjual tubuh mu yang tak seberapa itu untuk menutupi masalah kamu , yang entah masih perawan atau gak nya cih ....". jawab Roy dengan berdecih .


Kasih yang mendengar jawaban dari Roy merasa harga dirinya benar - benar terluka , Ya walaupun sebenarnya sejak ia berniat menggadaikan keperawanan nya harga diri nya sudah hilang dan semua yang di bilang Roy tak salah semua nya namun tetap saja jika mendengar nya langsung sakitnya sungguh terasa .


Sakit itu membuat Kasih geram setengah mati pada Roy .


" KAMU JAHAT MEMANFAATKAN ORANG YANG SEDANG KESULITAN ".teriak Kasih .


" KAMU DENGER YA SAYA BUKAN JALANG SEPERTI YANG KAMU BILANG HAH .... " Kasih masih berteriak .


Roy yang mendengar teriakan Kasih seketika emosinya memuncak dengan rahang yang mengeras dan tangan yang mengepal serta gigi yang ber gemelutuk menahan emosi nya


" JANGAN BERTERIAK DI DEPAN SAYA ". bentak Roy .


" KENAPA GAK SUKA  ... DENGER YA TUAN ROY JIKA KAMU BELI SAYA YANG KAMU ANGGAP JALANG MENYEDIHKAN INI . HELLOOO ... LALU KAMU APA HAH ...." Kasih masih berteriak .


" DIAM ." bentak Roy .


" Oke mari pria baj*ngan ini akan buktikan apa kamu benar jalang atau bukan ". jawab Roy dengan menekan setiap kalimatnya dan dengan raut wajah yang memerah karena emosi .


Roy merangsek mendekat pada Kasih dan Kasih berusaha beranjak berdiri menjauh  dari Roy namun sayang karna kaki nya yang sakit menyulitkan gerak Kasih dan Roy langsung menarik tangan  Kasih dengan keras sehingga terjatuh kembali di sofa dan Roy langsung mencengkeram leher Kasih dengan keras .


" Kamu seharusnya banyak bersyukur nona Kasih bukan malah bertingkah keterlaluan seperti ini ." ucap Roy tepat di depan wajah manis Kasih .


" LEPASIN GUE ... " Teriak Kasih .


" Lepas eemmzzz......." cicit Kasih .


Roy yang memang tak sudah hilang akal pun langsung melepaskan cengkeraman nya dan memegang tengkuk Kasih dengan sedikit keras dan langsung membungkam mulut Kasih dengan mulutnya dengan kasar , karena di rundung emosi Roy pun mel*mat dan menggig*t bibir Kasih dengan kasar yang menimbulkan bengkak dan sedikit robek yang mengeluarkan sedikit darah di bibir Kasih .

__ADS_1


Kasih yang tak mampu melawan Roy pun hanya bisa menangis menahan sakit di kakinya yang terkilir dan perih diarea bibirnya .


Roy yang melihat Kasih membutuhkan oksigen pun melepaskan tautan nya .


" Saya sudah bilang jangan macam - macam sama saya ". bisik Roy dengan nafas yang memburu . Kasih yang sudah lemas dan shock karena ciuman itu merupakan ciuman pertama nya pun hanya bisa menangis .


Tak hanya sampai situ , Roy langsung membopong tubuh ringkih Kasih menuju kamar nya di lantai atas dan langsung meletakan tubuh Kasih di ranjang empuk dengan kasar .


" Aaauuuwwh iisst ". pekik Kasih .


Entah setan apa yang sudah merasuk pada dalam diri Roy , Roy pun langsung merobek baju yang di kenakan oleh Kasih dengan kasar nya dan mulai menikmati tubuh bagian atas Kasih dengan bringas nya dan mengabaikan rintihan , teriakan , umpatan dan tangisan Kasih .


" tolong jangan seperti ini ... hiks hiks hiks ". pinta Kasih.


Roy masih bermain - main di area itu dengan begitu lincah dan jauh dari kata lembut nya yang mana membuat Kasih tersakiti . Saat hawa nafsu yang mulai menguasai tiba - tiba pintu kamarnya ketuk oleh seseorang .


" Dog dog dog ". ketukan yang lumayan keras .


" Oh Shiiitt ..." Roy pun menggeram .


Roy pun langsung beranjak bangun dari atas tubuh Kasih yang sudah seperti macan tutul dan langsung menutup tubuh Kasih dengan selimut . Roy membereskan baju Kasih yang sudah porak poranda dan membuangnya ke tempat sampah , beranjak masuk ke dalam ruang ganti mengambil kaos miliknya dan segera memberikan nya pada Kasih .


" Ayo bangun dan ini pakai ". Roy membantu Kasih bangun dan memakai kaos miliknya yang sangat kebesaran di tubuh Kasih .


Roy langsung menggendong tubuh Kasih ke luar balkon kamar nya yang terdapat taman dan meletakkan tubuh Kasih di salah satu kursi .


Dan Kasih hanya diam dengan apa yang dilakukan oleh Roy karena ia masih sangat takut dengan Roy .


" Kamu diam disini dan jangan bersuara , ngerti ". ucap Roy dengan tegas dan mencium kening Kasih sebelum meninggalkan istri Malang nya dan di angguki oleh Kasih .

__ADS_1


Kasih menangis tertahan saat mengingat apa yang barusan Roy lakukan pada tubuhnya .


******


__ADS_2