
Di tempat tidur Hana mulai membuka matanya perlahan menyesuaikan cahaya matahari yang masuk di sela - sela ventilasi .
Hingga mata bulat nan indah itu pun langsung tertuju pada jam besar yang menempel di sisi dinding ... Betapa terkejutnya Hana saat melihat jam sudah menunjukkan pukul setengah 9 pagi dengan panik Hana pun langsung melompat dari ranjang beruntung nya ibu dari empat orang anak itu tidak terjatuh .
Dan langsung berlalu masuk ke dalam kamar mandi untuk menggosok gigi dan mencuci muka dengan cepat .
" Astaga udah siang gini , kalau Kakak dan Abang pasti udah di urusin Uni atau Mamih . Mati aku Mas Dean ada meeting pagi gak ya ". oceh Hana sambil mengelap wajah nya .
Hana langsung keluar dari dalam kamar mandi dan langsung menyiapkan semua perlengkapan kerja Dean mulai dari jas , kemeja , celana , hingga ********** serta sepatu , kaos kaki dan tak lupa dasi yang dirasa cocok dengan pakaian nya .
Setelah selesai Hana keluar dari ruang ganti menuju ranjang untuk membangun kan suami nya namun sebelum itu Hana menoleh di ranjang sang putri kembarnya yang masih tertidur pulas .
" Adek Sheila Sheina jangan bangun dulu ya sampai Mamah selesai ngurusin Papah ya nak " ucap Hana pelan pada kedua putrinya .
Dan mulai lah Hana membangun kan suami nya yang masih tertidur pulas dengan selimut menutupi hampir seluruh tubuh nya .
" Huh udah tau dingin tapi kalau tidur gak pakai baju mana temperatur AC nya di naikin lagi dasar beruang kutub ganteng ku ... ". Oceh Hana mulai membuka selimut yang menutupi tubuh atletis suami nya .
" Mas ayo bangun ... Udah siang nih ". suruh Hana sambil menarik selimut yang masih di tahan oleh suaminya dalam kondisi mata terpejam .
" Huufft Mas bangun ... kamu kesiangan nih ". ucap Hana lagi sambil menggoyangkan bahu Dean .
" Eeeem ... " namun Dean malah tengkurap karena merasa terganggu oleh suara istri cantik nya .
Dengan iseng Hana pun menduduki tubuh Dean sambil .
" MAS BURUAN BANGUN ". teriak Hana di dekat telinga Dean yang mana membuat kaget suaminya dan dengan gerakan cepat Dean memiringkan tubuhnya yang mana membuat Hana terguling dan jatuh di bawah lantai yang untung nya ada karpet bulu tebal nya namun tetap saja terasa sakit karena Hana terjatuh dengan keras.
" Aaauuhh Saaakkiit ".
Pekik Hana merasa pantatnya sedikit ngilu karena terjatuh dari ranjang .
" Kamu ngapain sih yank ?". tanya Dean dengan melihat istrinya yang masih meringis di bawah nya .
" Ini gara - gara kamu Mas sakiiitt tau ". sahut Hana dengan beranjak berdiri .
" Lagian siapa suruh iseng ". jawab Dean dengan santai dan mulai menutup kembali matanya .
" Loh ko malah tidur lagi sih ... ayo Mas bangun nanti kamu kesiangan ke kantor nya ". ucap Hana lagi sambil menggoyangkan kembali bahu Suami nya yang mana membuat Dean sedikit kesal .
" Apaan sih yank ". dengus Dean merasa benar-benar terganggu .
" Ya makanya bangun kerja ih... ". ucap Hana membuat Dean melongo mendengar ucapan dari istrinya .
" Kamu tuh amnesia apa gimana sih , abis kejedot tembok dimana kamu yank ". sahut Dean dengan nada ketus .
" Hah ... ". Hana malah bingung dengan ucapan Suami nya .
" Kamu tuh lupa atau apa sih , tau gak kalau hari ini hari Sabtu . Mas libur Hana ". ucap Dean dengan nada serius dan Hana yang mendengar jawaban Suami nya pun langsung mengambil ponsel milik Dean yang tergeletak di atas meja .
Setelah melihat kalender di ponsel milik suaminya , Hana langsung duduk dengan lemas di samping tubuh suaminya .
" Astaga kenapa jadi pikun gini ... Tau hari ini libur aku kan bisa santai - santai bukan nya malah lari-larian gak jelas sampai harus di marahin dan di banting suami nya sendiri di lantai lagi ." gerutu Hana dengan kelupaan nya , Dean yang mendengar gerutuan sang istri yang di anggap nya lucu pun tak bisa menahan tawanya .
" Hahahaha ". tawa Dean pun pecah dengan memeluk pinggang sang istri .
" ralat sayang bukan di banting tapi gak sengaja ke guling ". ucap Dean sambil menarik sang istri ke dalam dekapan nya .
" Ya tapi kan ujung ujungnya juga sakit pantat ku Mas ... " oceh Hana .
" Uluh sini mana biar Mas elus biar gak sakit lagi , Maaf ya kan gak sengaja ". ucap Dean sambil tangannya mengelus area yang terasa ngilu di tubuh istrinya .
" Yank ". panggil Dean .
" Kayanya kamu kurang vitamin deh ". ucap Dean pada Hana penuh dengan ke modus an .
" gak , itu sih mau nya kamu Mas ... kamu tau gak aku tuh kurang piknik Mas jadi gini deh ". sahut Hana dengan mengerucutkan bibirnya yang mana membuat Dean semakin gemas .
" Astaga itu bibir nya kondisi kan sayang ... ". ucap Dean dengan menggeram menahan gejolak yang mulai naik dan meremas pantat Hana dengan gemas .
" Sakit Mas ... ". pekik Hana dengan memukul lengan Dean .
__ADS_1
" Habisnya kamu gemesin sih ... Kamu mau piknik ke mana hem ?". ucap Dean dengan mencuri cium di Istrinya .
" Ke mana aja tapi mau nya bareng-bareng sama semuanya ." jawab Hana dengan bersemangat .
" Yaudah nanti kita atur lagi waktu nya ya ...Tapi ini dulu yank ". ucap Dean dengan menaik turun kan alisnya menginginkan sesuatu yang sudah sangat mendesak nya .
" Capek deh ujung ujungnya itu lagi ... " sahut Hana dengan memutar bola matanya mendengar ucapan Dean.
" Emang udah di ujung sayang ". jawab Dean dan langsung bersiap berada di atas tubuh Hana dan mulai membuka kancing baju milik istrinya dengan bersemangat .
Saat di 2 kancing terakhir milik istrinya tiba-tiba terdengar suara .
" Hua Mamah ...."
" Huuwaa Papah ....."
Hana yang mendengar tangisan kedua putrinya pun langsung mendorong tubuh Suami nya dan beranjak bangun membelakangi kedua putrinya yang ternyata sudah terduduk di ranjang nya untuk membetulkan pakaiannya .
Dean yang masih syok dengan dorongan sang istri pun langsung menjambak rambutnya dengan kesal .
" Aaiiss Hana kamu balas dendam ya sama Mas ". oceh Dean .
" Aaarrgg princess bangunnya gak bisa di tunda apa ". gerutu Dean .
" Mas ini di panggil Adek Sheila... " ucap Hana yang sudah menggendong putri nya Sheina .
" Yank terus gimana ini urusan nya ... udah di ujung nih ...bikin pusing kepala tau ". rengek Dean pada istrinya .
" Astaga Mas ngalah dong sama anaknya ". jawab Hana tak habis pikir dengan Suami nya.
" Huuwaa Papah ". panggil putrinya Sheila yang memanggil Papah nya dengan tangisannya.
" Iya sebentar nak ... Kepala atas bawah Papah nyut-nyutan nak ". jawab Dean nyeleneh dengan menghampiri putrinya yang mengulurkan tangannya minta di gendong .
" Aaiiis kamu tuh ya Mas ..." ucap Hana yang sudah berhasil memenangkan Sheina dengan memberikan satu botol susu dan tiduran di ranjang milik orang tua nya .
" Sini sayang sama Mamah aja yaa nih mik susu dulu yuk ... " ucap Hana mendekati putrinya dengan membawa satu botol susu di tangan nya .
" Gak bisa Mas kamu gak lihat tuh princess mu sudah pada bangun ". jawab Hana dan membaringkan Sheila di dekat saudarinya yang sibuk dengan botol susu nya.
" Hadeeeuh sayang kamu buat kepala Mas mau pecah .... masa main solo lagi jadi sering banget sih ....". gerutu Dean sambil melihat kedua putrinya yang sedang melihat dirinya berdebat dengan Istrinya dengan mata bulat nan jernih nya .
" Maaf ". ucap Hana pada suaminya.
" Kamu harus rapel sayang saat ada waktu yang tepat ". jawab Dean sambil berjalan menuju kamar ganti dan masuk ke dalam kamar mandi untuk menyelesaikan urusannya sendiri tanpa bantuan Hana .
Hana yang melihat suaminya badmood pun hanya menggeleng kan kepalanya dan melihat pada kedua putrinya yang masih sibuk meminum susu nya dengan mata yang terbuka lebar .
" Udah ya habisin susunya habis itu kita mandi biar cantik gak usah hiraukan papah mu yang lagi ngambek ya nak ".ucap Hana pada kedua putrinya.
**********
Roy yang sudah terbangun lebih dulu dari Istrinya pun langsung turun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya supaya lebih segar .
Setelah rapi dan keluar dari ruang ganti Roy pun melihat sang istri yang masih tertidur pulas dengan meringkuk membuat Kasih terlihat lebih imut .
" Duh kasihan kucing kecil ku pasti dia kecapean ..."ucap Roy pada Kasih yang masih tertidur dan menaikkan selimutnya untuk menutupi tubuh istrinya .
Roy pun keluar dari kamar bertepatan dengan Hana yang sedang menggendong kedua putri nya sekaligus di depan kamar nya .
" Loh Hana ... mau apa ?". tanya Roy saat melihat Hana berada tepat di depan pintu kamar nya .
" Mau ajak Kasih sarapan lah Bang ." jawab Hana .
" Kasih belum bangun semalam dia susah tidur . Ini kenapa gendong si kembar dua - duanya gini , kemana Papah nya ?". tanya Roy .
" Oh gitu ... Masih di atas ". jawab Hana dengan menganggukkan kepalanya .
" Sini biar salah satu princess Om yang gendong ... ngeri lihat Mamah mu gendong dua dua an ." pinta Roy pada Hana .
Dan Hana pun langsung beranjak jalan mendahului Roy setelah memberikan baby Sheina pada Roy .
__ADS_1
Sampainya di ruang makan ternyata masih ada Mamih Esty yang sedang menikmati sarapannya .
" Pagi Mih .. Papih dan anak-anak kemana . Apa udah sarapan Mih ?". tanya Hana pada Mamih Esty sambil meletakkan baby Sheila di stroller nya .
" Pagi juga nak ... mereka sudah sarapan baru aja dan mereka lagi main di taman belakang sama Papih , orang kita semua bangun siang nak biasa santai hari libur ." jawab Mamih Esty dan di angguki oleh Hana .
" Sebenarnya Hana udah bangun tadi Mih , Hana tuh lupa kalau hari ini ternyata libur mana udah lari-larian nyiapin segala macam bangunin Mas Dean susah nya minta ampun . Eh begitu bangun malah di marahin karena hari libur ". Hana menceritakan kelupaan nya sambil mengambil makan untuk dirinya yang mana membuat Mamih Esty tertawa lucu pada menantunya .
" Hahaha ... Ada - ada aja sih Han , lupa banget ya ? Oh ya ini kenapa yang di gendong cuma satu yang satunya lagi kemana ?". tanya Mamih Esty setelah bisa mengendalikan tawanya .
" Ini Mih cucumu yang satu lagi , Roy culik lagi tadi Hana gendong dua duanya bikin ngeri aja lihat nya ." sahut Roy yang baru saja masuk ke dalam ruang makan dan langsung meletakkan baby Sheina di stroller nya dan langsung mencium pipi kanan kiri Mamih nya .
" Ooaalah ... terus Kasih nya mana jangan bilang karena kamu bawa baby Sheina kamu jadi kelupaan sama Kasih , Roy ". ucap Mamih Esty .
" Kasih nya masih tidur Mih gak tega Roy bangunin nya ". jawab Roy dan Mamih Esty pun langsung menatap menyelidik pada putra sulungnya .
" Apa sih Mih ". sahut Roy merasa Mamih Esty sedang mengintimidasi melalui tatapan nya .
" Jangan-jangan kamu gempur Kasih tanpa ampun ya Roy ...". ucap Mamih Esty tepat sasaran .
" Em Bu bukan gitu Mih ... Kasih semalam susah tidur ". jawab Roy tergagap yang mana menambah kecurigaan Mamih Esty .
" Are you serious ? If your child gets tired, Mamih gets circumcised again, Roy." ucap sekaligus ancam Mamih Esty pada putranya.
" Apa kamu serius ? kalau sampai anak Mamih kecapean kamu akan Mamih sunat lagi, Roy ".
" Iya Mih tenang aja Kasih baik-baik saja ko ". jawab Roy sambil menyiapkan sarapan nya dan juga sarapan milik Kasih dengan di bantu Bik Tini .
" Yaudah Roy keatas dulu ya Mih , kasihan Kasih kalau bangun pasti bingung cari Roy " pamit Roy pada Mamih Esty .
" Iya orang kamu sekarang sering ilang-ilangan, bikin orang curiga ". jawab Mamih Esty menyindir putra sulungnya.
" Apaan sih Mih ... Udah ahk nanti malah jadi panjang lebar urusan nya ". ucap Roy dan langsung beranjak pergi menuju kamar nya dengan membawa satu nampan penuh berisi sarapannya dan untuk Istrinya .
Mamih Esty hanya mengangguk kan kepalanya.
Saat Roy keluar dari ruang makan ia bertemu dengan Dean adiknya dengan wajah yang di tekuk ...
" Ada apa dengan muka lu Dean ... pagi-pagi sepet banget ..." goda Roy pada Dean.
" Bukan urusan Lo ". jawab Dean dengan ketus .
Bukan nya marah Roy malah tertawa dan menggoda Dean adik nya .
" Kepala Lo yang mana Dean yang pening ". goda Roy lagi .
" Bukan urusan Lo Roy ... Udah sana pergi atau malah gue dorong nih ya biar sesajen Lo tumpah semua ". jawab Dean dengan nada tak bersahabat .
" Dih tuh mulut butuh di sumpel ... Emang enak gak dapet vitamin ". sahut Roy dengan meledek Dean dan langsung berlari kecil menghindari Dean yang sedang mendung .
" Roy Brengsek ..." umpat Dean namun sayang Roy sudah pergi .
Dean pun mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang ganti dengan wajah suram nya dan langsung duduk di depan Istrinya .
Hana yang melihat kedatangan Suami nya pun langsung beranjak berdiri untuk mengambilkan makan sang suami yang sedang dalam keadaan badmood parah .
" Pagi Mih " ucap Dean dan langsung mencium pipi kanan Mamih nya tanpa ada candaan khas dari Dean dan langsung duduk di kursi samping nya .
Mamih Esty pun mengernyitkan keningnya melihat sikap Dean putra bungsu nya dan menyenggol kaki Hana dengan tatapan bertanya .
" Kenapa ?". tanya Mamih Esty dengan suara pelan namun tetap terdengar oleh telinga Dean yang duduk di sebelah nya .
" Itu Mih ngambek karena kalah sama dua putrinya ." jawab Hana dengan pelan pula namun tetap terdengar oleh telinga suaminya dan Dean langsung menatap tajam pada Hana Istrinya .
Berbeda dengan Mamih Esty yang tersenyum melihat dan mendengar kelakuan absurd putra sulungnya .
" Ngalah Dean sama anak tuh " ucap Mamih Esty pada Dean yang tak menjawab .
" Ooops maaf Mas gak sengaja bisik-bisik ". ucap Hana yang merasa di tatap oleh suaminya dengan mata elangnya .
" Mana ada bisik - bisik gak sengaja ". dengus Dean dan Hana hanya nyengir mendengar gerutuan Suami nya .
__ADS_1
*********