
Setelah mood Dean sudah kembali baik berkat usaha Hana dalam membujuk rayu suaminya , Kini Dean dan Istrinya serta ke empat anak nya bermain bersama dan bercanda ria di ruang bermain yang ada di salah satu ruang yang terletak di lantai 3 .
" Tuh lihat Ka Bang punya Papah gedung nya sudah jadi ... mana punya kalian hem ...?". ucap Dean pada kedua putranya . Ya Dean dan kedua putranya sedang bermain Lego dengan berbagai bentuk dan ukuran berbeda dengan Hana yang sedang menyuapi makanan ringan untuk putri kembarnya sambil melihat Papah dan kedua Kakak nya yang sedang bermain .
" Iih aku mau kaya punya Papah ..." kata Abang Rafa yang langsung duduk di pangkuan Papah Dean nya .
" Ayo buat sendiri dong Bang , coba Papah mau lihat Abang Rafa bisa buat apa ?". ucap Dean pada putra ke duanya dan Rafa pun dengan semangat langsung beranjak dari pangkuan Papah menuju tumpukan Lego .
Dean pun merangkak menuju istri dan kedua putrinya yang sedang asik memakan cemilan sehatnya .
" Lihat Dek pipi mu makin bulat semua kebanyakan maem cih .... " goda Dean pada kedua putri kembarnya sambil menoel pipi chubby kedua putrinya.
" Jangan di gangguin Papah orang anaknya lagi nyemil cantik juga .. " sahut Hana yang melihat kejahilan suaminya .
" Biarin ya Dek ... bilang aja Mamah nya ngiri ya Dek gak di godain Papah ganteng ya nak ... ". jawab Dean mengejek Hana .
" Diiih eeps ..." kalimat Hana terpotong karena jari telunjuk Dean yang berada di depan bibir Istrinya bersamaan dengan ponselnya yang berdering .
" Drrtt drrtt "
" hussst diem dulu yank , Mas ada telpon ." ucap Dean dengan jari telunjuk nya yang masih berada di depan bibir Hana yang mengangguk patuh dan Dean pun langsung mengangkat panggilan nya .
Hana hanya memperhatikan raut wajah suaminya yang tampak serius bercampur rasa geram yang sangat ketara saat berbincang dengan orang di seberang sana .
Setelah menyelesaikan perbincangan nya di saluran telepon , tak lama ponsel Dean berbunyi yang Hana ketahui itu notifikasi email yang ada di ponsel suaminya dan Hana masih memperhatikan suaminya sambil mengulurkan cemilan pada putri kembarnya .
" Oh Shiiitt dasar bodoh ..." umpat Dean saat membuka dan melihat isi email nya .
Hana yang mendengar umpatan suaminya pun sudah bisa menebak jika ada sesuatu yang tidak beres .
" Mas kenapa ?". tanya Hana penasaran kepada suaminya .
" Nanti Mas ceritain ya yank ... Mas tinggal sebentar ya mau nemuin Papih dulu ..." jawab Dean dengan menatap Istrinya dengan gusar .
Dan Hana pun menganggukkan kepalanya pertanda ia mengizinkan suaminya .
" Kakak Abang main nya di lanjut ya ... Papah ada kerjaan sebentar nanti kalau sudah selesai Papah lihat hasil kreasi kalian . Kalau sudah selesai main langsung maem dan bobo siang ya ..." pamit Dean pada kedua putranya yang menganggukkan kepalanya mengerti .
" Daah princess Papah cup cup ..." pamit Dean pada kedua putri kembarnya sambil mencium pipi gembil nya secara bergantian .
Tak lupa Dean pun mengecup kening Hana sebelum keluar dari ruang bermain itu .
Dean langsung berlari menuju lantai bawah untuk mencari Papih nya , Dean langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Papih Dika dan Mamih Esty .
" Ceklek "
__ADS_1
Dean membuka pintu kamar kedua orang tua nya dan terlihat Mamih Esty yang sedang tiduran dengan ponsel di tangannya terkejut melihat putra bungsu nya yang masuk kedalam kamar nya .
" Aaaiiis Dean kenapa gak ketuk pintu dulu sih buat kaget Mamih aja ... ada apa sih ?". omel Mamih Esty pada putra bungsu nya .
" Iya maaf Mih ... Dean cari Papih mana ?". jawab Dean dengan raut wajah serius membuat Mamih Esty mengernyitkan keningnya heran.
" Ada masalah apa sih memang nya seperti nya serius sekali ..." tanya Mamih Esty penasaran pada Dean .
" Nanti Mamih tanya nya sama Papih aja sekarang dimana Papih , Mih ." sahut Dean menuntut jawaban dari Mamih Esty dengan cepat .
" Em Papih di ruang kerjanya ..." jawab Mamih Esty .
" Terimakasih Mih ". ucap Dean dan langsung berlalu menuju ruang kerja Papih Dika .
" DEAN KALAU MASUK KE RUANG KERJA PAPIH KETUK PINTU DULU KALAU GAK VAS BUNGA BAKAL MELAYANG DI KEPALA MU ..." teriak Mamih Esty memperingatkan Dean tentang apa yang tidak di sukai suaminya bila ada seseorang yang masuk ke dalam ruang kerjanya .
" IYA UDAH TAU MIH ". balas Dean dengan berteriak juga membuat Bik Mimin dan Bik Tini yang melihat interaksi anak dan Ibunya hanya bisa menggelengkan kepalanya .
Saat Dean sudah berada di depan pintu ruang kerja Papih nya seperti pesan Mamih Esty , Dean pun mengetuk pintu ruang kerja Papih nya .
" Tok tok tok "
" masuk " sahut Papih Dika dari dalam ruang kerja nya .
" ceklek "
" Papih sudah dapat informasi mengenai kebodohan si Roy ..." ucap Dean pada Papih Dika .
" Papih hanya tau tapi belum dapat informasi terbaru nya ... kamu ada informasi baru ?". jawab Papih Dika dan Dean pun langsung memberikan ponselnya untuk memperlihatkan email dari orang suruhan nya pada Papih Dika .
Papih Dika langsung melihat isi email yang ada di ponsel putranya dengan raut wajah yang tak terbaca dan Dean masih setia menunggu respon Papih nya .
********
Mobil yang di kendarai Roy pun berhenti tepat di depan teras rumah mewah Dewantara , Roy pun menoleh ke samping pada istrinya yang sedari pulang dari rumah sakit hanya diam dengan wajah yang ketara sedih .
" Bun ayo turun ... " ajak Roy pada Kasih yang masih terdiam .
Kasih pun menoleh pada suaminya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan .
" Jangan sedih gitu dong , besok kita jemput Ibu pagi-pagi ya ... ". ucap Roy dengan tangan yang terulur untuk mengelus lembut pipi chubby Kasih.
" Sebenarnya apa yang sedang kamu sembunyikan Ka ?" gumam Kasih dalam hati dengan melihat wajah tampan suami nya .
Flashback
__ADS_1
Saat Kasih sedang asik saling tukar cerita dengan Ibunya dan Roy yang masih setia duduk di sofa yang ada di dalam kamar rawat sedang memperhatikan interaksi Istrinya dengan Ibunya dengan perasaan senang dan lega .
Karena perut nya terasa sakit Roy pun izin pada Kasih untuk ke kamar mandi dan di angguki oleh Kasih dengan senyum manis nya .
Saat Roy masih berada di dalam kamar mandi tiba - tiba ponsel suami nya berdering hingga 2x yang mana membuat Kasih penasaran dengan orang yang menghubungi suaminya .
Kasih pun beranjak jalan menuju meja dimana ponsel suaminya berada dan melihat siapa yang sedari tadi menelpon namun lagi-lagi Kasih di buat heran dengan nomor tanpa nama yang sering menghubungi suaminya .
Saat Kasih akan menekan tombol hijau panggilan pun terputus membuat Kasih sebal dan Kasih pun meletakkan kembali ponsel milik suami nya kembali namun baru ponsel itu di letakkan di atas meja tiba - tiba ponsel berdering kembali namun bukan panggilan melainkan pesan singkat dari nomor tanpa nama itu .
Kasih dapat melihat penggalan pesan singkat
di ponsel Roy yang bertuliskan .
" Terimakasih banyak Roy atas transfer an uang yang sangat membantu ... " isi penggalan pesan singkat itu yang mana membuat Kasih sedikit muak .
" Ka Roy sepertinya transfer uang bukan untuk keperluan rumah sakit Ibu lalu Ka Roy transfer uang untuk siapa ...?" gumam Kasih dalam hati setelah membaca sepenggal pesan singkat itu .
" Lagi-lagi kamu buat aku berpikiran buruk tentang kamu Ka ..." gumam Kasih dalam hati .
Flashback end ...
" Kalau soal Ibu , Kasih malah bersyukur dan senang atas kesembuhannya tapi Kasih sedih bukan karena itu Ka Roy ". jawab Kasih dengan mengalihkan pandangannya dari Roy .
Roy pun merasa bingung dengan maksud istri nya , Pria berperawakan jangkung itu pun memaksa Kasih untuk menghadap ke arah nya dengan memegang dagu Kasih .
" Kenapa dengan saya ... Apa yang sudah saya lakukan hem ...?". tanya Roy dengan nada lembut namun Kasih hanya diam saja .
" Jawab Kasih kalau ditanya bukan malah diem dan sedih gak jelas gini ." ucap Roy dengan nada yang mulai serius.
" Yang gak jelas itu kamu Ka ... Coba Kasih tanya dan jawab dengan jujur siapa orang yang sering Ka Roy transfer uang selama ini hah ...?". tanya Kasih dengan nada suara yang mulai tinggi .
" Transfer ?". ucap Roy yang merasa tak mengerti .
" Alah gak usah sok gak ngerti deh ... Selama ini Kasih diem nunggu Ka Roy cerita tapi
tenyata Kasih salah , Ka roy memang tidak ada niat untuk berbagi cerita ... Kasih tau itu uang mu dan kamu yang kerja tapi di sini aku istri mu Ka ... Bisa kah kamu terbuka sama aku hah ..." jawab Kasih dengan suara yang tinggi karena merasa cukup geram dan membuka pintu mobil keluar dari mobil dengan membanting pintu mobil suaminya dan berlalu masuk ke dalam rumah Dewantara .
" Bluuum "
" KASIH ..." panggil Roy namun percuma Kasih sudah hilang di balik pintu .
Roy yang mulai mengerti maksud Kasih pun langsung mengambil ponselnya dan membuka satu notifikasi pesan seseorang .
Roy langsung memukul stir mobil dengan kencang .
__ADS_1
" Shiiitt ... pasti Kasih baca pesan singkat ini ".
********