
Sungguh ini bukan real keinginan seorang wanita yang sedang mengandung darah daging dari seorang pria yang bernama Roy Fernando , Namun entah kenapa saat Kasih melihat sosis yang ada di dalam piring kedua keponakan ganteng nya seketika membuat ia lapar dan ingin sekali memakan nya dan ia ingin sosis itu di goreng oleh Ayah dari si baby .
Dan siapa sangka ternyata Ayah si baby ada masalah dengan goreng - menggoreng , melihat wajah Roy yang terlihat sangat keberatan dengan permintaanya Kasih pun harus mengalah walaupun sejujurnya ia sangat merasa sedih dan kecewa dengan sikap suaminya .
Sungguh Kasih pun merasa aneh pada sikap nya dan sejujur nya ia merasa bahwa ini bukan diri nya yang seperti biasa , pasalnya Kasih sebelum dalam keadaan hamil ini merupakan wanita yang mandiri dan cukup tahan banting contohnya saat Kasih akan pergi ke Kota Jakarta untuk pendidikan kuliahnya dan ia sama sekali tidak ada yang menemani dan mengantarkan keberangkatan yang ada hanya seorang pria yang merupakan cinta pertama seorang Mutiara Kasih yang bernama Bayu , bahkan untuk menangis di depan orang lain itu sungguh mustahil selain di depan sahabat nya Hana itu merupakan hal yang langka .
Namun kini ia sungguh menjadi wanita hamil yang menyedihkan dan cengeng . Menyedihkan karena ia hamil oleh seorang pria yang tidak mencintai nya sama sekali dan cengeng saat keinginan nya tidak di penuhi oleh sang Ayah dari bayi nya .
Setelah melihat wajah keberatan sang suami untuk memenuhi keinginan nya Kasih pergi ke toilet yang terletak tak jauh dari ruang makan untuk buang air kecil setelah selesai dan merasa lega Kasih keluar dan seketika ia melihat air kolam renang yang ada di halaman belakang yang tampak tenang dan Kasih pun berjalan menuju kolam renang berharap hati nya akan sama dengan air kolam yang tenang itu .
Dan kini Kasih duduk di pinggiran kolam renang dengan kaki yang ia masukan ke dalam air dan seketika sekelibat bayangan saat ia menangis tersedu di dalam kamar sendiri karena merasa kesepian serta kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya dan sedih karena ia tak di perhatikan oleh kedua orang tua nya .
Tak terasa air mata Kasih mengalir membasahi kedua pipi mulus nya dan Kasih pun mengelus perut yang masih rata namun terdapat nyawa seorang janin .
" Tuhan apa nasib ku dulu yang tak di perhatikan oleh kedua orang tua ku akan dialami oleh anak ku namun beda nya ia punya aku yang tak akan meninggalkan nya ... " gumam Kasih .
" Sayang walaupun esok Ayah mu tak akan bisa bersama dengan kita tapi Bunda janji akan terus bersama mu ... Bunda gak akan biarkan kamu hidup seperti Bunda dulu , nak ." ucap Kasih lagi dengan mengelus lembut perut nya .
" Huuueeft ... Lihat kehidupan Hana dan suaminya sekarang aku seneng mereka tampak sangat mesra dan saling mencintai ... Ahk Tuhan aku harus nya bersyukur walaupun tidak mendapatkan hati dari suamiku tapi aku bisa bertemu dengan Mamih Esty dan Papih Dika yang sangat baik pada ku bahkan aku bisa menjadi saudara sesungguhnya dengan Hana .... Huh nikmat mana lagi yang kamu dusta kan Kasih ". gumam Kasih lagi dengan tersenyum di tengah tangisannya .
*******
Bila Kasih sedang menikmati udara malam yang ada di kolam renang dengan pikiran yang berkecamuk lain lagi dengan seorang pria jangkung nan tampan yang sedang berusaha untuk memenuhi keinginan istrinya yang sedang mengandung darah daging nya .
Setelah mendapatkan omelan dari Mamih Papih nya Roy pun berusaha untuk menggoreng sosis seperti keinginan dari Kasih dengan di bantu Mbok Inah dan setelah selesai ia membawa sosis dan nasi serta saos tomat dan mayonaise persis seperti yang dimakan oleh keponakan nya .
Dengan semangat Roy membawa piring ke kamar nya untuk memberikan kepada sang istri yang sedang mengalami masa nyidam dan menghiraukan ocehan dari sang Adik yang menurut Roy tak ada akhlak nya itu .
" ceklek "
Roy membuka pintu kamar nya .
Roy masuk namun tampak sunyi , ia meletakkan piring di atas meja dan mencari Kasih di ruang ganti dan kamar mandi namun tak ia temukan .
" Dimana si Kasih ?". gumam Roy dan ia mulai keluar kamar masih dengan membawa piring nya masuk ke dalam kamar keponakannya yang masih 1 lantai dengan kamar nya .
" Ceklek "
Roy membuka kamar kedua ponakan nya namun yang ada hanya keponakan nya yang sedang belajar dengan di temani Uni pengasuhnya .
__ADS_1
" Kakak Abang lihat Ounty Kasih gak nak ?". tanya Roy pada ke dua ponakannya .
" Gak Om kan tadi Ounty minta sosis sama Om Roy kan ". jawab si sulung Rama .
" Oh iya ini udah Om buatkan tapi Ounty Kasih nya malah ilang , yaudah Om mau cari Ounty mu dulu ya ". ucap Roy dan di angguki oleh kedua ponakan nya ..
Roy pun keluar dari kamar keponakan nya dan menuruni anak tangga dengan menggerutu .
" Aarrrg kemana si kamu Kas ..." gerutu Roy .
Roy langsung menuju ke ruang makan yang mana masih terdapat Hana dan Dean serta Mamih dan Papih nya yang sedang berbincang - bincang .
" Mih Pih , Lihat Kasih gak soalnya dia gak ada di kamar dan di kamar Rama dan Abang Rafa juga gak ada ". tanya Roy kepada semuanya yang mana membuat kaget .
" Gak , kita gak ada yang lihat Kasih setelah ia pamit ke toilet tadi ". jawab Mamih Esty .
" Cari lah Roy coba keluar - luar siapa tau dia butuh udara segar soalnya sumpek sama kelakuan lo ". ucap Dean dengan santai .
" Ini gue juga dari tadi gue cari dia , Dean . Mana bawa - bawa piring lagi lo gak lihat '. jawab Roy dengan ketus .
" Halah baru bawa - bawa piring aja udah ngedumel mulu , Dulu gue juga cari - cari Hana malah bawa - bawa 2 anak dan itu gak masalah tuh ". ucap Dean lagi .
" Kamu tuh usil banget sih Mas ". ucap Hana pada Dean suaminya yang malah nyengir .
Roy pun berjalan dan melihat pintu menuju halaman belakang yang terdapat kolam renang terbuka sedikit dan Roy pun langsung mendekat dan keluar melihat keadaan kolam renang yang ternyata orang yang sedang ia cari - cari ada disana sedang ...
" Aarg ternyata bener kata si Dean , Kasih ada disini tapi tunggu ko dia nangis gitu ...". gumam Roy .
Seketika hati Roy terasa nyeri saat melihat sang istri yang sedang menangis tersedu dengan meremas dada nya seolah hati nya benar - benar sesak mengahadapi semua nya .
Roy berjalan mendekat dan langsung duduk di samping sang istri . Roy pun berdeham untuk memulai pembicaraan nya .
" Ehem "
Kasih yang mendengar dehaman seseorang yang sangat ia kenal pun langsung memutar tubuhnya membelakangi Roy dan menghapus air matanya serta berusaha menghentikan tangis nya .
" Hey Kasih dari tadi saya cari - cari kamu , eh ternyata ada disini lagi nangis lagi ". ucap Roy namun Kasih tak menjawab karena masih berusaha menghentikan tangis nya .
" Jangan nangis lagi dong ... Masa dari saya dateng kamu nangis terus kan kasihan baby kita nanti dia jadi anak cengeng loh karena kamu ajak nangis terus ". ucap Roy lagi namun Kasih masih diam tak menjawab .
__ADS_1
" Tadi katanya kamu pengen goreng sosis kaya kepunyaan nya Kakak Rama dan Rafa nih udah saya gorengin loh ... yuk di makan biar saya suapi ya .." ucap Roy lagi dan kini Kasih menoleh dan langsung melihat pada piring yang dibawa oleh suaminya .
" Makan ya ... Biar kamu gak lemes dan baby nya sehat ". ucap Roy dengan lembut .
Entah kenapa melihat wajah Kasih yang berurai air mata seketika hati Roy nyeri dan sakit , Roy seperti melihat kesedihan yang mendalam yang terpancar dari mata indah istri nya yang Roy pun tak tau apa itu .
Kasih pun mengambil piring yang ada di tangan suaminya .
" Terimakasih Ka ". ucap kasih dan langsung memutar kembali tubuhnya membelakangi Roy .
" Biar saya suapi ya Kas ..." kata Roy dengan nada yang lembut tak seperti biasanya .
" Gak usah Ka biar Kasih sendiri aja . Kak Roy kalau mau masuk , masuk aja duluan ". sahut Kasih masih dengan sedikit sesenggukan .
Dan Kasih mulai menyuap makanan nya ke dalam mulut nya dengan perlahan .
Namun bukan nya pergi Roy malah meletak kan dagu nya di bahu Kasih dengan tangan yang melingkar di perut rata Kasih .
" Kas , saya tau kamu marah , sedih dan itu semua karena saya tapi tolong Kas jaga dia dengan baik ..." ucap Roy dengan mengelus lembut perut Kasih yang masih rata .
" Ka Roy gak suruh , Kasih juga akan menjaga dia dengan baik karena selain Ibu , Kasih hanya punya dia di dunia ini ". ucap Kasih sambil menyuap makanan nya .
" Deg "
Mendengar jawaban Kasih hati Roy seperti di cubit nyeri .
" Kan kamu juga udah punya saya suami kamu Kas ". ucap Roy .
" Iya benar Ka Roy memang Suami Kasih tapi itu hanya status bukan sepenuhnya dari Hati dan jika suatu saat ia datang Kasih pastikan Kasih akan pergi sebelum Ka Roy menyuruh Kasih pergi ..." jawab Kasi dengan tersenyum getir .
" DEG "
mendengar jawaban Kasih bibir Roy seketika kelu tak dapat mengeluarkan sepatah kata satu pun dengan nafas yang tercekat .
" Maaf Ka , Kasih udah selesai dan mau masuk , Terimakasih sosisnya dan Kasih pastikan ini untuk terakhir kalinya Kasih meminta ini sama Ka Roy ". ucap Kasih dan langsung berdiri meninggalkan suaminya yang termangu mendengar ucapannya .
" Deg ".
" Kasih ... " panggil Roy pelan namun sayang Kasih sudah berlalu ....
__ADS_1
***********