
Dean mengerjapkan mata berkali - kali , nyawanya masih belum sempurna . rasanya masih seperti mimpi saja ,saat tangan seseorang mengguncang bahunya , dan suara memanggil .
" De bangun , DEAN BANGUN " suara Roy yang tidur di samping membangunkan nya .
" Hooamm BERISIK ROY ". jawab Dean sewot karena tidurnya terganggu dan langsung melanjutkan kembali tidurnya .
" Dean bangun itu si Hana " kata Roy lagi namun ia juga belum terbangun dari sofa bed yang di tidurinya dengan Dean .
Mendengar Roy menyebutkan nama wanita yang sedang mereka tunggunya Dean pun terdiam sebentar untuk mengumpulkan nyawanya dan benar sayup sayup terdengar suara seorang wanita yang menurut Dean sangat menyebalkan .
" Hooek Hooeek "
" Uhuuk uhuuk Hooeek "
Dan benar saja terdengar suara Hana sedang mual mual dan seketika Dean bangun dan pandangannya langsung tertuju pada tempat tidur yang Hana tempati namun tidak mendapati wanita hamil itu . Dean pun langsung beranjak menghampiri suara wanita hamil itu yang ternyata berada di kamar mandi .
" Han kamu kenapa ?" tanya Dean namun Hana tak menjawab ia masih berusaha mengeluarkan isi dalam
perutnya .
Dean pun semakin panik karena tak mendengar jawaban dari dalam , Dean pun langsung nyelonong masuk kedalam kamar mandi itu dan saat di dalam kamar mandi Dean melihat Hana terduduk di bawah lantai karena lelah dan lemas berdiri dengan perut buncitnya terlalu lama .
Dean langsung menghampiri wanita itu ada perasaan iba pada relung hati Dean saat melihat Hana dalam keadaan seperti itu , Dean ikut berjongkok di belakang punggung Hana tangannya pun dengan reflek mengusap - usap punggung hana .
__ADS_1
" Gimana sudah agak enakan ?" tanya Dean dengan lembut dan di angguki oleh Hana karena ia sudah sangat lemas .
" Ayo berdiri lantai nya dingin kasihan baby nya ." ucap Dean lagi dengan mengelus perut buncit Hana dengan tidak sengaja dan pria tampan itu pun langsung ter lonjak kaget karena merasakan adanya gerakan dari dalam perut hana dengan lumayan kencang .
Hana pun terkejut saat Dean memegang perut buncitnya dan langsung mendongakkan wajahnya melihat wajah pria yang sedang memegang perutnya , tau Hana sedang menatapnya Dean juga menoleh pada Hana dan pandangan mereka bertemu .
" Maaf Han , saya gak sengaja ".Ucap Dean dan saat akan mengangkat tangannya sudah terasa lagi gerakan yang lumayan kencang lagi dari dalam perut Hana yang mana membuat Hana memekik nyeri merasakan gerakan calon bayinya .
" Aauuw iisst " Pekik Hana dan dengan reflek tangan Dean pun mengelus kembali perut buncit Hana .
" Sakit ya , apa dia selalu bergerak seperti ini ?" tanya Dean dengan masih mengelus elus perut buncit itu .
" Udah gak mual lagi kan ? " tanya Dean lagi dan Hana hanya menggelengkan kepalanya .
" Harum parfum pria ini enak juga ." gumam Hana dalam hati saat masih berada di gendongan Dean .
Dan saat keluar dari kamar mandi Dean dan Hana pun di kejutkan oleh pria jangkung yang berdiri di depan pintu kamar mandi .
" Ehem udah urusannya di dalam situ ". tanya Roy dengan menaikan satu alisnya yang mana membuat Dean dan Hana terkejut .
" Astagfirullah "
" Ahk ... sialan lo Roy ngapain si ?". kata Dean terkejut dan hampir saja melepaskan Hana .
__ADS_1
" Lo berdua yang ngapain di dalam kamar mandi berduaan ." jawab Roy dengan menatap tajam.
" Gue ...". belum sempat Dean menjawab sudah terpotong dulu oleh Roy .
" Gak usah jelasin segala buruan lo minggir gue kebelet awas ". ucap Roy dengan mendorong tubuh Dean yang masih setia menggendong Hana .
Setelah Roy masuk ke dalam kamar mandi Dean pun melanjutkan langkahnya ke tempat tidur pasien dan meletakkan tubuh Hana .
" Terima kasih ". ucap Hana saat tubuh nya sudah terbaring di tempat tidur nya .
" Berat banget sih " kata Dean seenaknya .
" Ya berat lah ini juga karena anak mu Dean isi nya 2 lagi ". jawab Hana dengan cemberut di bilang berat oleh Dean .
" Itu belum tentu anak Saya Hana ". kata Dean cuek .
" DEG ".
Mendengar ucapan Dean hati Hana terasa nyeri . SAKIT kata itu lebih tepatnya dan tanpa sadar air mata Hana pun mulai menggenang di pelupuk mata nya bahkan dengan sekali kedip saja pasti akan menetes cairan bening itu.
Tak mau di anggap makhluk yang menyedihkan Hana pun dengan cepat membalikan tubuhnya membelakangi Dean agar Pria tampan yang tak punya hati itu tidak melihatnya dalam kondisi yang menyedihkan dan Hana pun menahan isak tangis sakitnya dengan menggigit ujung selimut agar tak terdengar oleh orang.
******
__ADS_1