
Negara Vernecia
Franz berada di sebuah tempat yang sunyi, ia ada di dalam mobilnya, sesekali ia menengok ke kanan dan ke kiri lalu memutar sedikit tubuhnya untuk melihat ke belakang.
Bangunan terbengkalai di perbatasan kota.
Franz tahu tempat itu karena seseorang mengirimkan pesan pada Axella untuk datang karena ia akan membawa barang bukti tentang mayat pelayan itu.
'Mari kita lihat siapa mayat pelayan itu yang mereka maksud. Jika itu adalah.... Astaga aku bahkan tidak bisa membayangkannya."
Franz mencengkram erat-erat stir kemudinya dan membenturkan kepalanya beberapa kali di kemudi.
'Aku adalah kakak bodoh, tidak berguna.'
Franz ada di lokasi itu, tempat biasa Axella san Reed bertemu, gedung terbengkalai di perbatasan kota.
Siang itu, mengetahui ponsel Axella tertinggal di mobil saat Axella di gotong, Franz mengambil ponsel itu dan mengecek setiap panggilan dan kotak masuk, dan yang ditunggu-tunggu pun menghubungi.
Akhirnya Franz memutuskan akan bertindak.
Tak berapa lama Franz melihat seorang pria datang mendekat, pria jangkung yang kurus dan kumuh.
DUG DUG DUG DUG!!!
"Mana uangnya!!!" Teriak Reed.
Pria itu mengetuk-ngetuk kaca jendela mobil bagian belakang, seperti biasanya mungkin ia kira Axella ada di sana.
Franz kemudian membuka jendela pintu mobilnya.
"Saya adalah pengawal pribadi Nyonya Axella." Kata Franz.
"Aah... Mana Axella." Reed berjalan maju dan menunduk ke arah Franz.
"Nyonya Axella sedang melahirkan, saya kesini untuk di perintah oleh nya agar mengecek mayat itu, apakah sudah di buang atau belum."
"Omong kosong apa ini!!! Mana uangnya dulu!!!" Teriak Reed.
"Kemarilah akan ku berikan." Kata Franz mengambil ke belakang.
Reed kemudian memasukkan kepalanya.
"Jangan bermain-main dengan ku jika kamu tidal segera memberikan uangmya padaku, aku juga akan memberikan nyawamu pada pembunuh bayaran." Kata Reed.
Pelan-pelan kaca mobil pun naik dan menjepit kepala Reed.
"Aaaarggg Aaargg!!! Brengseekk pelayan sialan!!! Apa yang telah kamu lakukan!!!"
__ADS_1
"Katakan siapa yang telah dibunuh, dan siapa nama pelayan itu!"
Franz mengeluarkan pisau lipat kecil dan mengarahkan ke mata Reed.
"Soapa kamu sebenarny!!!" Teriak Reed.
"Katakan siapa nama pelayan yang kalian sembunyikan mayatnya!!!" Teriak Franz lagi dan semakin mendekatkan pisau itu maju ke mata Reed.
"Aaaa!!!! Jangan main-main dengan pisaunya, dia akan melukai mataku!!! Baik-baik aku akan mengatakannya tapi jauhkan dulu pisaunya!!!" Teriak Reed.
Kemudian Franz menjauhkannya dan memainkan di tangannya, ia masih duduk santai di kemudinya.
"Aku tidak terlalu mengenal pelayan itu, tapi karena dia selalu bersama Axella, dan dia adalah pelayan pribadi Axella, aku pernah mendengar dari seorang pelayan lain jika ia pernah dipanggil Gloria." Kata Reed.
"Jangan main-main apa benar namanya adalah Gloria!!!" Teriak Franz.
Franz menaikkan kaca mobilnya lagi.
"Aaaargg!!! Sakit!!! Tolong lepaskan aku, aku sudah memberikan informasi yang kamu mau." Kata Reed.
"Dimana mayat itu sekarang!!!" Tanya Franz.
"Seperti biasa, jika pembunuh bayaran itu yang membawa maka mayat akan di awetkan dan akan di lelang di pasar gelap, sudah satu bulan berlalu tapi ku dengar belum ada yang membelinya, malam ini mungkin mereka akan melelangnya lagi." Kata Reed terbata bata karena lehernya sakit.
"Bedebah kalian semua!!!!" Teriak Franz tidak sabar.
Wajah reed semakin merah menahan sakit, matanya melotot, lidahnya menjulur, kaca mobil itu mencekik lehernya dan lehernya sudah mengeluarkan darah.
"Aaarghhh!!!! Brengsek!!!" Teriak Franz.
Franz ingin sekali membunuh Reed, namun kemudian ia mengendurkan kaca mobilnya, ia menurunkannya, dan mendoring kepala Reed hingga akhirnya Reed jatuh terjungkal.
Franz menangis di atas stir kemudia, meraung dan sangat tersiksa mendengar adiknya lah yang telah mati.
"Mereka semua biadap, bahkan Jason menutupi nya, Jenny juga hanya diam! Keparat mereka semua. Semua keluarga William dan semua yang bekerja pasanya akan menerima hinaan serta bencana yang besar, mereka telah membuatku sangat marah!!! Brengsekk!!! Adikku... Adikku yang cantik dan polos... Kulit putihnya yang masih seperti bayi.... Adikku..." Franz menangis dan mencengkram stirnya.
Reed masih tersungkur lemah di atas tanah, dan Franz kemudian meninggalkannya, dalam perjalanan itu, ponsel Franz bergetar.
"Ya Mike?" Tanya Franz.
"Patungnya akan segera di lelang, kamu mau kesini Franz?"
"Aku akan kesana tapi ada sesuatu yang akan ku kejar, aku butuh uangnya ketika patung itu terjual." Kata Franz.
Franz kemudian menginjak gas lebih dalam lagi, dan menuju pasar gelap.
Bangunan megah yang penuh lampu itu berada di tengah laut, ada jalanan terowongan yang harus mereka lalui untuk dapat sampai ke sana.
__ADS_1
Awalnya barang yang akan di lelang hanya akan sampai di bangunan tepi laut, dan jika sudah akan di lelang barang-barang akan di bawa ke bangunan utama, di mana pelelangan akan di selenggarakan.
Semua bangsawan yang datang memakai topeng agar mereka tidak terlihat wajah aslinya, mereka juga memakai baju setelan dan gaun yang mewah.
Semua bangsawan akan mendapatkan nomor sendiri-sendiri, jika iti bangsawan VIP mereka tidak perlu bergabung di ruangan, cukup berada di dalam kamar mereka dan memilih melalui layar yang besar.
Franz menelan ludahnya, ia memakai topeng ala kadarnya bersama dengan Mike.
"Woahh... Orang kaya memang beda." Kata Mike.
Beberapa pengawal mencegat mereka untuk masuk, dan meminta nomornya.
Mike memberikan nomornya nya dan ia juga memberikan kartu pemilik barang yang akan di lelangkan.
Kemudian mereka masuk setelah pemeriksaan bahwa tidak membawa senjata tajam.
Pelelangan akan segera di mulai, ruangan itu sangat besar dan mewah, lampu-lampu indah menyoroti mereka.
Dan tak berapa lama lampu dimatikan.
PETS!
Gelap gulita.
Layar monitor pun menyala. Sebuah patung kaca menjadi barang primadona malam itu terpampang di depan layar.
Kemudian berganti dengan foto tubuh seorang gadis yang cantik, dandanan yang sangat memukau, gadis itu memakai gaun yang indah dengan rambut berwarna agak kemerahan.
"GLORIA!!!" teriak Franz, emosinya meluap.
"Franz tenangkan dirimu!!!" Kata Mike.
"Itu adalah Gloria adikku." Franz menangis.
"Sepertinya.... Itu di awetkan Franz. Aku turut berduka untukmu, siapa yang telah melakukannya." Kata Mike.
"Mereka semua yang ada di Mansion The Kingham." Geram Franz.
Pelelangan akhirnya di mulai dan sanga pembawa acara sudah datang.
"Hallo... Hallo semuanya, ku harap semua duduk dan jangan ada yang membuat keributan, jika kalian membuat keributan pengawal-pengawal tampan yang berotot akan menyeret kalian semuaaa...."
Pria pembawa acara itu agak sedikit mendayu-dayu dalam berbicara.
"Oke yang pertama kuta akan membuka harga untuk patung yang cantik ini. Di buka dengan harga.... Aduh... Ini sangat mahal sekali, bagaimana bisa semua berlian itu menempel padanya.... Uuuhhh seandainya aku memiliki uang....! Di buka dengan harga 1 trilliun dalam uang dollar."
"Silahkan di mulai!!!" Teriak sang pembawa acara.
__ADS_1
bersambung~