
Pagi hari setelah ibu mereka sadar dari koma selama 17 tahun, ke 3 anak Harry Mac Linford tetap menjalani aktifitas mereka seperti biasanya.
Eugene, tetap menjalankan tugas nya sebagai anak sulung yang akan membantu sang ayah menjalankan tugas kepresidenan, Eugene memiliki tugas menjalin birokrasi dengan negara lain.
Dan hari ini Eugene akan menemui Pangeran Altaf lagi, ia akan terbang ke Negara Turkey.
Sedangkan Elouan, dia adalah anak kedua dari Harry dan Alaris yang akan memimpin rapat perusahaan Emperor Grup.
Meski Eugene dan Elouan masih berusia 17 tahun, kejeniusan dan jiwa kepemimpinan mereka di dapat dari ayah dan ibu mereka, sehingga meski mereka masih muda para orang dewasa yang sudah puluhan tahun bekerja bersama Harry, akan tunduk pada titah mereka.
Sebelum mereka beraktifitas seperti biasa Eugene dan Elouan sudah lebih dulu menemui sang ibu Sedangkan Chia menyusul dan berpamitan pada sang ibu sebelum menjalani aktifitasnya ke sekolahnya.
Dan Harry hari ini ia mengambil cuti beberapa hari untuk menemani sang istri tercintanya.
Sesampainya Chia di sekolah hal yang tak pernah ia duga pun terjadi.
"Hey Chia!" Panggil seseorang.
Chia menoleh siapa yang telah memanggilnya. Chia hanya berdiri diam, dia adalah musuhnya sejak mereka masih berusia 8 tahun.
"Kesini kamu." Kata Gilbert.
"Siapa yang memanggilku." Tanya Chia.
"Aku." Kata Gilbert.
"Jadi siapa yang seharusnya datang." Kata Chia.
"Baiklah, terserah dasar angkuh dan sombong, setelah ini kamu tidak akan lagi sombong dan arogan." Kata Gilbert mendatangi Chia.
Kemudian Gilbert memberikan sebuah foto pada Chia.
"Foto yang bagus kan?" Kata Gilbert.
Chia menerima foto itu, dan membuat tangannya gemetar saat melihat foto itu,
"Ini..." Mata Chia terbelalak.
"Ya, aku tahu kamu memiliki pasangan rahasia, kamu keluar dari ruang ganti pakaian pria bersama seorang pria. Jika semua orang tahu, mereka akan berpikir, apa yang sedang kamu lakukan di sana dengannya."
Chia masih melotot dan gemetar dengan memegang foto itu.
Tiba-tiba foto dari tangan Chia raib.
Itu adalah Zadith, ia mengambil foto itu dari Chia dan merobeknya.
"Hey!!!" Teriak Gilbert.
"Kenapa? Jelas-jelas kamu adalah penguntit!" Kata Zadith.
"Apa kamu bilang! Aku ini dari Club koran sekolah, aku mengumpulkan berita-berita paling viral di sekolahan." Kata Gilbert.
"Terserah kamu sebut dirimu apa, tapi yang kamu lakukan itu adalah sikap rendahan, kamu memotretnya diam-diam hanya untuk sebuah berita, dan mengambil keuntungan nya sendiri." Kata Zadith.
"Aahh... Dasar penganggu! Dasar anak baru! Mau kamu robek berulang kali, aku masih memiliki film nya." Kata Gilbert.
Kemudian Zadith merampas kamera milik Gilbert dan membantingnya.
"Apa yang kamu lakukan!" Kata Gilbert.
"Sekarang impas, karena kamu sudah mengacak-acak privasi orang lain." Kaya Zadith.
Kemudian Zadith mengajak Chia pergi dengan menggandeng tangan Chia.
"Awas ya kalian tunggu pembalasanku! Huh... Jika di lihat-lihat punggung anak baru itu mirip dengan yang ada di foto, sayang sekali aku tidak bisa melihat wajah pria yang ada di foto itu, gara-gara seorang guru memberikanku ultimatum." Kata Gilbert.
__ADS_1
Sedangkan Chia masih kebingungan, mereka sudah jauh dari Gilbert tapi kenapa Zadith masih belum melepaskan tangannya.
"Anu... Tu... Tunggu..."
Tanpa aba-aba, Zadith berhenti dan berbalik. Tepat saat berbalik Chia menubruk tubuh Zadith membuat mereka saling berpelukan.
Wajah Chia seketika memerah dan panas.
Kemudian buru-buru Chia mendorong Zadith dan memberi jarak.
"Bukankah kita harus ke Club untuk membahas pentas apa yang akan kita berikan pada kelulusan tahun ini?"
"Ah... Iya." Kata Chia.
Hari itu memang sudah masuk ke dalam jam pelajaran santai, atau banyak jam jam kosong agar semua club di sekolahan bisa mempersiapkan diri mereka untuk tampil di acara kelulusan nanti.
Semua sudah berkumpul di ruangan Club dan Zadith yang datang bersamaan dengan Chia mendapatkan sorakan aneh.
"Wuuuww... Pasangan serasi ya... Pasangan homoo..." Teriak para anggota Club.
"Apa kalian bilang lihat saja nanti saat kita latihan, akan ku buat kalian harus lari 100 putaran lapangan untuk pemanasan!" Teriak Chia.
Chia adalah ketua pengawas Club, dia berperan aktif untuk ketertiban Club seni.
Semua menjadi merinding.
"Chia memang tidak memiliki hati."
Semua bergidik dan meringkuk.
"Ha ha ha ha... Takutlah kalian!" Kata Chia bangga.
Zadith tersenyum tipis melihat polah tingkah Chia yang energik.
Seorang siswa masuk ke dalam ruangan Club. Siswa itu adalah murid kelas 12 yang sebentar lagi akan lulus.
Semua menjadi diam. Siswa kelas 12 itu bernama Simon.
"Apakah ini yang para gadis elu-elukan, mereka bilang kamu sangat tampan, tapi ternyata B saja." Kata Simon.
Plak!
Mrs Merry memukul kepala Simon menggunakan penggaris.
"Lain kali datang lebih awal jangan terlambat!" Kata Mrs Merry.
"Astaga, Mrs Merry anda keterlaluan! Sayangnya yang akan menjadi Icon saat pertunjukkan kelulusan Club seni adalah aku!" Kata Simon memegangi kepalanya yang nyut-nyutan.
Plak!
Mrs Merry memukul kepala Simon lagi.
"Astaga Mrs Merry!!" Teriak Simon.
"Bukankah kemarin kamu mengundurkan diri dari Club, kenapa sekarang minta jadi Icon, mau mundur juga tidak masalah, kenapa sekarang datang kemari!" Kata Mers Merry.
"Hiissh... Dasar keterlaluan." Kata Simon dan kemudian duduk.
"Tampan sih, tapi menyebalkan." Kata Valery dengan berbisik pada Sam.
"Siapa?"
"Tuuh..." Valery menunduk Simon.
"Tampan siapa sama pacarmu." Tanya Sam.
__ADS_1
"Pacar ku dong." Kata Valery.
Kemudian Valery menempelkan kepalanya di bahu Sam.
Plak!
Mrs Merry menimpuk kepala Valery menggunakan spidol.
"Dilarang menebar cinta dan bermesraan, hargai yang tidak memiliki pasangan!" Kata Mrs Merry.
"Astaga... Salah sendiri tidak punya pacar!" Gerutu Valery.
"Baiklah apakah kalian sudah memutuskan akan mementaskan apa pada saat kelulusan?" Tanya Mrs Merry.
"Mrs Merry, bagaimana jika kita mementaskan drama atau teater, selama ini kita selalu menari, atau pun mementaskan musik dan menyanyi, sekarang bagaimana jika drama." Kata Valery.
"Ide yang bagus! Saya suka! Lalu drama apa?" Tanya Mrs Merry.
Semua diam dan berfikir.
"Bagaimana jika kita mementaskan drama romeo dan juliet rapi versi komedi?" Tanya Sam.
"Romeo dan Juliet versi komedi? Apa itu masuk akal?" Tanya Mers Merry.
"Ini adalah teater kita sah-sah saja mengangkat dan mengkomposer nya Mrs Merry."
Mrs Merry manggut-manggut.
"Baik! Sudah di tentukan drama komedi romeo dan Juliet. Silahkan tunjuk siapa yang menjadi pemeran Romeo nya." Kata Mrs Merry.
Simon berdiri dan mengangkat krah seragamnya, lalu menyedekapkan tangan.
"Tentu saja aku Mrs Merry, siapa lagi, aku adalah pria tertampan di sekolah ini." Kata Simon.
Namun semua anggota Club justru menunjuk pada Zadith dengan jari telunjuk mereka.
"Apa!! Bisa-bisanya kalian semua mengkhianatiku!" Teriak Simon kesal.
Mrs Merry tidak menggubris sikap Simon, anak itu memang selalu seperti itu.
"Lalu siapa Julietnya."
Simon marah dan kembali duduk dengan menyedekapkan tangan lalu melirik.
Semua anggota Club menunjuk pada Chia.
Kemudian Chia melongo dan menjadi gelagapan.
"Hey... Hey... Kalian jangan main-main, kalian tidak lihat bagaimana tampilanku!" Kata Chia protes.
Mrs Merry mengangguk setuju.
"Apa kalian tidak lihat, Chia berpenampilan pria, mana bisa dia menjadi Juliet."
"Justru itu Mrs Merry, seluruh sekolah tahu bagaimana tabiat dan kelakuan Chia, dia seperti pria tapi jika dia berperan menjadi Juliet ini adalah gebrakan yang sangat besar, semua orang di sekolah pasti akan penasaran. Aku pun juga penasaran, bagaimana jika Chia yang selalu berpenampilan pria, memerankan sosok Juliet, di tambah dengan di dandani wanita cantik seperti sosok Juliet? Pasti semua akan penasaran." Kata Sam.
"Memang pantas kamu di jadikan ketua Club Sam!" Kata Mrs Merry puas.
"Hey... Hey... Hey... Apa kalian semua sudah berkomplot menusukku dari belakang!" Kata Chia memberontak.
Zadith tersenyum klise.
'Menarik juga sekolahan ini.'
bersambung~
__ADS_1