Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
KEMARAHAN WILLIAM : " MANSION THE KINGHAM DIPENUHI PRIA ASING!"


__ADS_3

"Teman masa kecil? Apakah ada foto dan semacamnya?" Tanya Alaris.


"Tidak ada, yang saya tahu hanya lah dia sangat cantik." Kata Harry.


"Apakah anda yakin dia sekarang berada di Vernecia dan bukan di negara anda?"


"Aku sangat yakin." Kata Harry tersenyum lembut dan mengangguk pelan.


"Tapi Tuan Harry.. Sebelum itu, ada beberapa pertanyaan yang ingin saya ajukan pada anda, dan semua itu terus menganggu kepala saya."


"Silahkan, asalkan kamu berhenti memanggil tuan dan cukup dengan namaku."


Alaris berdehem, tiba-tiba wajahnya juga memerah, namun tentu saja bukan Alaris jika tidak mampu menyembunyikan wajah aslinya.


"Yang pertama, kenapa anda memberikan hadiah patung dengan begitu banyak blue diamond, anda pasti tahu, William tidak akan menyukainya."


Harry mengangguk mengerti.


"Yang kedua, apa pertemanan anda dengan Leon tidak begitu baik dan yang ketiga bagaimana cara saya membantu anda mencari teman masa kecil anda?"


Harry tersenyum dan kemudian berdiri memdekat dan lebih dekat pada Alaris dengan melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Untuk pertanyaan yang pertama, aku ingin memberikan kejutan, itu saja, aku suka bermain-main dan mencari hiburan, saat itu mungkin saja aku sedang bosan."


"Untuk pertanyaan yang kedua, Leon memang teman ku, tapi kami tidak bisa juga di sebut teman, karena aku tidak suka dengan kepribadiannya, Leon adalah perayu handal yang bisa mematahkan setiap hati wanita, jadi aku harap kamu menjaga jarak darinya, karena setiap wanita yang jatuh cinta dengan Leon bisa dipastikan berakhir dengan tragis dan akan menjadi gila."


"Untuk pertanyaan yang terakhir, ciri-ciri sahabat kecilku adalah, dia sangat cantik, dan aku yakin sampai hari ini tidak ada yang bisa menandingi kecantikannya, dan tentu saja wajahnya selalu datang dalam pikiranku, aku sangat rindu padanya."


Mendengar jawaban Harry untuk pertanyaanya yang ke 3, kali ini Alaris tidak dapat menyembunyikan senyumannya.


"Aku tidak tahu anda begitu melankolis." Kata Alaris menutupi mulutnya dengan telapak tangannya.


"Apa kamu setuju untuk membantuku?"


"Tentu saja, saya akan membantu anda jika teman masa kecil anda ada di Negara Vernecia."


"Apa aku masih belum menjadi teman mu?" Harry maju dan menatap wajah Alaris.


Membuat Alaris membulatkan matanya, wajahnya pun menegang sempurna, seketika ia mundur dari tempatnya berdiri.


"Jika kamu berbicara formal lagi aku akan menggodamu terus, aku suka melihat wajah tegang dan rona pipimu yang memerah." Kata Harry tertawa.

__ADS_1


Alaris menepuk wajahnya.


'Apa ekspresiku selucu itu?'


"Ada orang asing di sini."


Alaris terkejut, namun suara itu tidak asing bagi telinga dan hatinya.


'William, dia pulang.'


Alaris seketika menoleh dari mana arah suara itu berada, dan benar suaminya sudah berdiri di koridor penghubung mansion utara dan selatan.


"Kamu sudah pulang."


"Ya dan melihat istriku bersama orang asing."


"Aah... Aku hanya mampir melihat pekerjaan orang yang ku kenalkan pada Alaris, apakah orang itu benar-benar bekerja dengan baik." Kata Harry.


William mengernyitkan dahinya tak suka.


"Kamu memanggil nya dengan namanya." Geram William


"Kami sudah menjadi teman." Kata Harry.


"Aku mendekor ulang taman di mansion utara, dan Harry memperkenalkan Leon, di adalah Arsitek Lanskap terkenal yang telah membangun The Hills Garden di Negara Slyvedonia." Kata Alaris menjelaskan dengan sedikit gugup.


William kemudian maju dan mendekati Harry.


"Apa rencanamu yang sebenarnya." Geram William. Tatapan William tertuju tepat di kedua mata Harry.


Harry tersenyum pada William, meskipun itu senyuman lebar tapi lebih pada senyuman yang membunuh dan menikam.


"Sejak kapan orang asing itu ada di Mansion The Kingham." Tanya William pada Alaris yang masih menatap tajam pada Harry.


"Sudah 6 bulan, sejak kepergian mu."


"Dan taman itu masih belum selesai juga!" Teriak William melihat pada Alaris.


"Sebentar lagi akan selesai Tuan William."


Seseorang menyahut dan itu adalah Leon.

__ADS_1


William menoleh.


"Aah... Kamu Leon."


"Ya Tuan, dan Nona Alaris mengijinkan saya untuk tinggal di mansion ini."


"Apa!" Sekali lagi wajah William terlipat karena ketidaksukaannya.


"Mansion ku menjadi tempat berkumpul orang asing." Kata William.


"Kamu mengijinkanku mendekornya William." Kata Alaris menyela.


"Ya! Tapi tidak atas perantara orang itu, dan mengijinkan pria asing tinggal di mansion The Kingham!" William naik darah.


Kemudian William mendekati Alaris.


"Setengah tahun aku pergi, dan apa yang sudah kamu lakukan pada Mansion The Kingham Alaris? Kamu memasukkan pria-pria asing."


Alaris masih diam, ia tidak bisa membalas perkataan William yang sangat melukai hatinya, karena saat itu Harry serta Leon masih berada di sana.


"Anda bisa lebih lembut dan sopan pada wanita Tuan William." Kata Harry.


"Kamu tidak perlu mengajariku!" Pekik William.


"Bukan seperti itu memperlakukan seorang istri." Kata Harry lagi.


"Kamu yang belum menikah menasehatiku?" Sindir William.


"Jason, antar Tuan Harry untuk pergi." Kata William.


"Baik Tuan."


"Alaris ikut keruanganku." Perintah William.


Alaris pun mengikuti William dan berjalan di belakang suaminya.


Harry menatap nanar pada William, dan kemudian melihat pada Leon, kedua tangan Harry sudah mengepal sempurna namun dengan cepat Leon menahan Harry agar tidak bertindak gegabah.


"Mari Tuan Harry jalan keluarnya ada di sebelah sini." Sindir Jason.


"Aku tahu, mataku tidak buta." Harry menatap tajam bagai iblis yang keluar dari neraka dan membuat Jason kehilangan keseimbangan, tubuhnya pun merinding.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2