
"Harry, apapun keputusan mu, kami semua ada di pihakmu dan selalu mendukungmu." Kata Leon.
"Tapi aku sendiri tidak yakin apakah keputusan ini nantinya akan baik-baik saja, dan tidak membuatku menyesal." Kata Harry.
"Kamu harus yakin dan percaya. Tuhan selalu adil." Kata Leon.
"Ya tuhan, aku tidak bisa mengambil keputusan ini." Kata Harry.
Kemudian Dokter Arthur keluar dan menemui Harry lagi.
"Ada yang harus saya sampaikan."
Harry kemudian bersiap, apapun itu yang di katakan oleh Arthur baginya adalah suatu kejutan yang paling mencekam.
"Tidak ada yang perlu di khawatirkan mengenai bayi-bayinya, dan saya baru mengeceknya lagi, karena ada yang janggal dengan suara detak jantung bayi." Kata Arthur.
Harry semakin gelap wajahnya, apalagi yang akan Arthur katakan.
"Nyonya Alaris tidak mengandung 2 bayi, tapi 3 bayi." Kata Arthur.
Seketika mulut Harry terbuka lebar, ia tidak menyangka dan tidak pernah menduga.
"Ini adalah hal yang sangat langka, para dokter masih terus memantau kondisi bayi-bayi tersebut." Kata Arthur.
Seperti anugrah di tengah musibah, 3 bayi sekaligus dan Harry mendapatkan keberuntungan dengan 3 berlian dunia yang paling tidak bisa di beli dengan apapun. Meskibseluruh kekayaan di gali, 3 manusia murni itu tetaplah permata paling indah dan berharga bagi Harry.
"Astaga... 3 bayi... Istriku memang hebat." Kata Harry menangis.
Semua orang menangis dan berdoa.
"Namun, situasi nyonya Alaris tidak baik Tuan Harry, kondisinya semakin memburuk." Kata Arthur kemudian.
Setelah di berikan kejutan yang membuat mereka semua melambung melayang tinggi, kemudian mereka di hempaskan dengan sangat keras.
Kini mereka bingung, harus menangis ataukah bersyukur dengan bayi-bayi mungil yang masih berada di dalam perut Alaris itu.
__ADS_1
"5 kantong plasma darah yang masuk ke dalam tubuh Nyonya Alaris semakin tidak bisa mengimbangi laju kehilangan darah di dalam tubuh nyonya Alaris, jadi perawat dan dokter menambahkan kantong lagi. Tapi, semua itu memiliki batas waktu." Tambah Arthur.
"Tuan Harry kita harus cepat melakukan operasi. Jika anda memilih untuk menyelamatkan bayinya, saya berani berjanji itu berpeluang 100% bayi akan selamat semuanya, namun beresiko kematian pada Nyonya Alaris karena tubuh Nyonya Alaris tidak siap untuk melakukan operasi. Namun, jika anda memilih untuk menyelamatkan Nyonya Alaris, saya tidak akan bisa janji Nyonya Alaris bisa selamat dengan kondisinya yang seperti sekarang, karena semua pembuluh darahnya pecah, dan organ vitalnya hanya dapat bekerja dengan transfusi darah dan alat-alat medis, belum lagi jika anda tetap ingin menyelamatkan Nyonya Alaris, bisa di pastikan ke tiga bayi akan mati. Dan kita juga tetap akan melakukan operasi pada Nyonya Alaris, sebenarnya tidak ada pilihan lain sdlain menyelamatkan bayinya. Jika anda ingin mendengar saran saya adalah, selamatkan ke tiga bayinya." Kata Arthur.
Semua terasa gelap bagi Harry, matanya kabur, ia ingin pingsan dan berharap ini adalah mimpi, ia berharap setelah pingsan semua kembali menjadi normal.
"Selamatkan Alaris." Kata Harry.
"Ya?" Tanya Arthur memastikan pendengarannya.
Semua orang melihat ke arah Harry dan menangis.
"Selamatkan Istriku! Aku bilang selamatkan Istriku!" Teriak Harry dengan emosional.
Arthur menelan ludahnya, meski ia sudah menjelaskannya ia terkejut Harry tetap memilih untuk menyelamatkan Alaris, bahkan jika pun dia melakukan penyelamatan untuk Alaris, hanya 10%, tidak itupun tidak sampai 10% Alaris akan tetap meninggal, dan bayinya juga akan meninggal. Arthur sudah menjelaskannya dengan sangat gamblang, jika menyelamatkan Alaris adalah hal yang tidak mungkin, karena Harry justru akan kehilangan kedua nya. Istrinya dan anak-anaknya.
"Aku tidak bisa kehilangan istriku, tidak, aku akan tetap memilih istriku!" Kata Harry lagi.
Arthur memiliki wajah dengan ekspresi sedih dan kecewa, bukan karena Harry memilih Alaris untuk di selamatkan, jika bisa dan mampu Arthur ingin menyelamatkan keduanya, tapi ia tahu bahwa jika menyelamatkan Alaris adalah hal yang mustahil.
"Dokter Arthur! Nyonya sadar dan bersikeras ingin bertemu dengan suaminya." Kata sang Dokter.
Harry mendadak tersentak dan langsung maju, Austin juga maju, semua orang melihat sikap Austin yang terlalu naif, dan menjadi marah pada Austin.
Kemudian Austin pun ingat bahwa Alaris sudah tidak lagi amnesia.
Tiba-tiba Harry mundur, dan putus asa.
"Yang dia cari pasti bukan aku." Kata Harry merana dan sedih, air matanya mengalir. Harry menghapusnya dengan jarinya dan menekan matanya.
"Tidak Tuan Harry, Nyonya Alaris mencari anda, Nyonya sudah mengingat semuanya, selama Nyonya mengalami kram di perut dan kesakitan Nyonya Alaris selalu memanggil nama anda Tuan." Kata Samantha berteriak dan menjelaskan dengan menggebu-gebu, ini adalah pertama kalinya ia melemparkan image dan etikanya karena bersemangat ingin memberitahu Tuannya.
"Benar Tuan, Nyonya Alaris bahkan meminta Tuan Austin untuk menghubungi anda, dan meminta anda untuk segera datang." Sambung Emily.
"Apa?" Harry merasa bodoh saat itu dan menatap keji pada Austin.
__ADS_1
"Di saat seperti ini pun kamu masih menyembunyikan kebenarannya jika istriku mencariku Austin Harold!" Geram Harry.
"Maafkan aku, aku tidak sempat mengatakannya karena aku sangat panik." Kata Austin Harold.
"Tunggu bagaimana aku menghitung semua yang telah kamu lakukan padaku dan istriku, perhitunganku akan segera tiba padamu." Kata Harry dan pergi ke ruangan Alaris.
Saat itu para dokter dan perawat berdiri di sisi yang lain menempel pada dinding, memberikan jarak dan waktu agar Harry leluasa berbicara dengan Istrinya namun mereka masih memantau laju dan perkembangan monitor-monitor yang ada di sekitar Alaris.
Harry duduk dan memegang tangan Alaris, ia melihat wajah pucat Alatrs, itu hanya dengan hitungan jam, wajah Alaris sudah terlihat kurus dan sangat lemah.
"Maaf..." Itu adalah kata pertama Alaris, ia menangis dan seperti lehernya akan terpenggal. Suara yang lemah dan sangat rendah tanpa kekuatan sama sekali.
"Maaf..." Kata Alaris lagi, ia kesusahan mengeluarkan apa yang ingin ia katakan.
Suara Alaris pelan, sangat pelan bahkan seperti tak bertenaga, ia lemah dan lemas.
"Aku yang seharusnya meminta maaf padamu, karena tidak becus menjagamu dan anak-anak kita." Kata Harry memeluk tangan Alaris yang berada pada genggamannya.
Harry kemudian mendekat dan mencium bibir Alaris.
"Aku... Minta maaf Harry, telah membuatmu... Susah. Aku... Kotor... Beraninya aku... Menganggap orang lain adalah suamiku... Aku bahkan... Tidak berani menatap wajahku sendiri ketika aku melihat diriku di depan cermin... Aku benci pada diriku sendiri... Aku... Tidak mampu melihatmu... Aku malu dan tidak mampu menatapmu ketika aku ingat bahwa aku mencium orang lain dan bukannya dirimu... Aku hina... Tapi aku bersumpah padamu Harry... Aku bersumpah... Aku tidak pernah tidur satu ranjang dengannya...." Kata Alaris terbata-bata, lemah dan putus asa.
Harry menggelengkan kepala dan menitikkan air mata.
"Aku... Sudah mengingatnya, aku sembuh dari amnesia lebih dari 3 bulan... Tapi... Aku tidak berani berbicara pada siapapun... Aku menyimpannya sendiri... Karena aku sendiri... Belum bisa memaafkan apa yang telah aku lakukan... Aku malu dan kotor, aku terlalu hina untukmu..."
"Kamu seharusnya langsung memberi kabar padaku, dan aku bisa menjagamu setiap waktu... Istriku."
Alaris menggelang lagi.
"Harry... Selamatkan anak-anak kita... Lalu bercerailah denganku... Menikahlah dengan wanita lain yang baik. Kamu harus bahagia." Pinta Alaris.
Saking terkejutnya dengan permintaan Alaris, Harry bahkan tidak bisa membuka mulutnya, sakit apalagi yang menusuk jantungnya, pernyataan Alaris sangat membuatnya terpukul, bagaimana ia harus memberitahu Alaris jika rasa cintanya terlalu dalam bahkan ia tidak pernah memikirkan wanita lain selain Alaris.
bersambung~
__ADS_1