Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
PERSIDANGAN WILLIAM PART2


__ADS_3

"Apa yang terjadi?" Tanya Alaris.


"Kita lihat saja Istri." Kata Harry menenangkan Alaris dan mencium punggung tangan istrinya.


"Tapi... Bukankah itu kejahatan Axella, mengapa Greisy menuduhkan pada William?" Alaris tidak bisa mencerna ada apa sebenarnya dan mengapa menjadi seperti ini.


"Jika kamu tidak nyaman kita bisa pulang Istriku..." Bujuk Harry.


"Tidak aku akan tetap di sini."


"Baiklah, tapi jangan terlalu stress memikirkan ini, aku khawatir pada bayi-bayi kita." Kata Harry mengelus perut Alaris dengan lembut.


Alaris bersikeras akan menghadiri persidangan William, meskipun Harry sudah berulang kali membujuk agar Alaris tetap berada di kastil, Harry pun tidak akan menghadiri persidangan itu dan menemani Alaris karena perjalanan menuju Negara Vernecia membutuhkan setidaknya 5 jam, dan Alaris sedang hamil muda. Meski begitu Harry tetap tidak dapat membujuk Alaris, dan akhirnya mereka tetap pergi dan juga membawa Arthur.


"Apakah sudah selesai dengan saksi?" Tanya Hakim.


"Saksi pertama sudah yang mulia hakim, dan kemudian saya akan menghadirkan saksi berikutnya." Kata sang pengacara Mac Linford.


Kemudian saksi kedua adalah Franz, Jason terkejut melihat Franz naik ke atas mimbar untuk bersaksi.


Buka hanya Jason, yang paling terkejut adalah Axella. Tubuh Axella hampir ingin pingsan, kesadarannya mulai di awang-awang, ia juga merasa seluruh perasaan dan tubuhnya mulai ingin meninggalkannya. Ruh nya seolah ingin terbang.


'Ternyata Franz, untuk apa dia bersaksi!'


Franz mengucapkan sumpahnya, dan mulai bersaksi.


"Saya kehilangan adik saya Yang Mulia, dia meninggal dan mayatnya telah di awetkan oleh para pembunuh bayaran." Kata Franz.


Seketika wajah dan tubuh Axella mendadak ingin kaku, Axella merasa ingin mati saja. Ternyata Franz adalah kakak dari Gloria.


'Apakah dia sengaja menyamar untuk menyelidikiku, lalu aku ingat sekarang, bahwa aku kehilangan ponselku.'


"Franz... " Jason membelalak tak percaya, kapan Franz menerima menjadi saksi untuk Keluarga Mac Linford.


"Adik saya sangat cantik, dia polos, dan lugu, dia bekerja di Mansion The Kingham dan akhirnya meninggal di tangan Tuan William. Tuan William yang telah merencanakannya Yang Mulia. Adik saya setiap hari bercerita jika dia senang menjadi pelayan pribadi Nyonya Axella namun, ia juga sedih karena Tuan William terkadang menaruh perhatian lebih pada Gloria, dan membuat Gloria mencintai Tuan William. Namun perasaan itu di ketahui oleh Nyonya Axella dan kemudian karena Tuan William tidak bisa kehilangan Nyonya Axella Tuan William merencanakan pembunuhan Gloria yang dianggap menganggu kebahagiaan mereka."


"Jadi, siapa yang membantu Tuan William melancarkan rencananya jika Tuan William saja di dalam penjara." Kata Sang hakim pada William.


Semua orang yang ada di gedung itu terdiam, namun padangan mereka tertuju pada satu orang, itu adalah bawahan dari William, dia adalah Jason.


Namun sekali lagi semua orang di buat hilang akal ketika William menyebutkan nama.


"Dia adalah istriku sendiri, Axella yang telah membantuku melancarkan semua rencanaku." Kata William.

__ADS_1


Gemuruh mulai semakin keras seperti ombak di samudra.


"William apa yang kamu katakan!!!" Teriak Axella.


Semua mata tertuju pada Axella yang duduk lemah di atas kursi rodanya.


Axella mendadak merasakan tubuhnya merinding dan dingin, sekujur tubuhnya terasa begitu tersayat dengan tatapan hinaa dan cercaan para tamu yang hadir. Namun ia juga merasa lemah, Ruh nya benar-benar akan tercabut rasanya.


"Tenang.... Tenang.... Semuanya!!" Kata sang hakim.


"Saya ingin istri Tuan William hadir di sini, jika terbukti bersalah, hukuman akan menanti bagi sepasang suami istri ini. Persidangan di tunda beberapa menit." Kata sang Hakim dan berdiri lalu keluar ruangan.


Tamu yang hadir semakin berani berkata keras, dan menghina Axella.


"Wanita murahan, rendahan, hidup William dan Liam Grup runtuh semua akibat wanita pembawa sial itu."


"Wanita pelayan sekss memang pembawa sial!"


"Cantik? Ku rasa aku semakin mual dengan wajahnya yang sok lugu dan polos itu."


"Wanita tidak tahu diri dan tamak, ingatlah dimana asal usulmu!"


"Wanita ular!"


"Wanita rendahan!"


Jenny kemudian segera membawa Axella pergi dan keluar dari ruangan, untuk istirahat, namun tiba-tiba sebuah telur busuk mendarat di atas kepalanya.


PLUG!


Telur busuk itu pecah dan menimbulkan bau yang menyengat.


"Astaga Nyonya!!! Maaf, saya tidak tahu siapa yang melemparkannya, saya tidak waspada." Kata Jenny.


Kemudian Jenny bergegas membawa masuk Axella ke dalam ruangan dan membantu membersihkan tubuh Axella.


Sedangkan di ruangan lain, Jason serta sang pengacara tidak dapat berbicara dengan William.


William sendiri berada di ruangan terpisah, ia meminta itu, ia menolak berbicara dan menemui siapapun.


"Apa yang telah terjadi, bagaimana bisa semua tuduhan itu di alamatkan pada Tuan William dan Tuan William menerimannya." Tanya Jason.


"Saya juga tidak mengerti, tapi sebelum persidangan berlangsung apa anda yakin tidak ada yang menemui Tuan William? Kita tidak bisa melakukan sesuatu jika Tuan William terus mengatakan setuju dengan semua tuduhan itu." Tanya sang pengacara.

__ADS_1


Jason memikirkannya lagi.


"Aku akan mencari informasi." Kata Jason pergi.


Di ruangan yang lain Harry membawakan segelas susu dan makanan yang sebelumnya Para pelayan pribadi Alaris datang dengan membawa beberapa makanan dan susu untuk Alaris.


"Minum dan makan dulu istriku, kamu tidak boleh terlalu memaksakan diri, ingatlah anak kita juga."


"Iya." Alaris menurut, ia tidak ingin membuat bayi-bayinya kelaparan.


"Harry..."


"Ya Istriku?" Jawab Harry sembari menuuapi sang istri.


"Apa ini semua perbuatanmu?" Tanya Alaris.


Harry memasang wajah cemberutnya lagi.


"Aku? Kamu mengira ini semua karena aku? Aku punya kekuasaan apa di Negara Vernecia Istriku?"


Alaris kemudian melahap lagi makanan yang di suapkan padanya.


"William bilang, presiden Vernecia takut padamu, karena kamu menggerakkan bandit-bandit dunia bawah di Negara Vernecia, dan kamu lah yang mengirim beberapa bandit untuk menyiksa William di dalam tahanan."


Harry berhenti tatkala sendok itu akan masuk ke dalam mulut Alaris, wajahnya berubah tanpa ekspresi dan mengerikan, namun kemudian Harry merubah wajah dengan kebingungan.


"William berkata begitu padamu Istriku?" Tangan Harry maju menyuapi Istrinya lagi.


"Ya. Aku pikir William menerima semua tuduhan itu mungkin tekanan dari mu, bukankah aku sudah katakan untuk menyerahkan kasus William pada Negara Vernecia? Lagi pula, aku sedang mengandung, aku tidak mau kita terlibat masalah yang kotor." Kata Alaris.


"Apakah aku belum memberitahumu Istriku sayang? Aku tidak mengurus kasus ini lagi, dan aku juga menyerahkan semua nya pada Leon? Lalu untuk masalah Gloria, Leon juga yang mengurusnya, aku dan kamu tidak ada campur tangan apapun." Kata Harry memasang wajah sedih.


"Leon yang mengurus masalah William dan Gloria? Apakah Franz yang mengaku sebagai kakak Gloria juga sudah bertemu Gloria?"


Harry mengangguk.


"Aku mendengar kabar dari Zoland bahwa Leon yang telah mengambil dari pasar gelap dan mengembalikan mayat Gloria pada Franz dan Leon memberikan makam yang cantik juga untuk Gloria di pemakaman elit." Kata Harry.


"Lalu apa yang sudah Leon lakukan pada William sehingga William menerima tuduhan tentang kejahatan yang dilakukan oleh Axella, semua itu di bebankan pada William, namun meski begitu kenapa William juga berani menyebutkan yang telah membantunya itu adalah Axella." Tanya Alaris.


Harry kemudian mengangkat kedua bahunya pertanda ia tidak tahu.


"Sekarang yang aku tahu kamu harus makan istriku, jika kamu berfikir keras seperti ini, aku akan menggendongmu pulang." Kata Harry sembari memberikan makan lagi pada Alaris.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2