Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
AXELLA BERTEMU GREISY DAN REED


__ADS_3

William tidak bisa membiarkan wajahnya tercoreng begitu saja, dan ia tidak mau di cap sebagai pria yang tidak bertanggung jawab.


William berjalan mendekati Axella, ia ingat bahwa Axella telah mengandung anaknya dan sekarang yang paling penting adalah melindungi bayi nya yang akan menjadi penerusnya, setidaknya jangan membuat Axella tertekan.


Lagi pula, melihat Axella yang kebingungan membuat William semakin tidak tega.


"Maksudku adalah aku belum melamarmu secara resmi dan formal."


Kemudian William meraih tangan Axella yang sedang menangis terisak.


"Saya William Linevero akan melamar Axella menjadi istri saya, dan pernikahan kami akan segera di laksanakan, semua akan mendapatkan undangannya, dan tentu saja istri pertama saya sudah memberikan ijinnya pada saya untuk menikah lagi."


"Acara perayaan menjadi acara lamaran." Bisik Brida.


"Selamat Tuan, sasaran sudah masuk perangkap." Bisik Zoland pada Harry.


Semua orang berbisik-bisik, ada yang mengatakan jika William kejam pada Alaris, ada yang merasa kasihan pada Alaris, dan ada yang bermuka tebal memberikan selamat pada William.


'Aku diam-diam menatap diriku sendiri dan melihat pada hatiku. Aku siap untuk William menikah lagi, dan aku juga sudah memprediksi semuanya bahkan yang paling buruk sekalipun hingga aku harus mencari tempat berlindung untuk diriku dan perusahaanku, tetapi aku merasa ini terlalu mengejutkan dan aku merasa ini terjadi begitu cepat.'


'Aku menarik nafas dalam-dalam dan perlahan ku hembuskan lagi.'


"Hahhh..."


Sebuah ******* muncul dari dalam diri Alaris. 'Aku tiba-tiba merasa pengap dan sulit bernafas, dan aku sangat merasa mual memikirkan semua orang bahkan wartawan yang begitu banyak pasti akan segera menyerang ku dengan pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri tidak tahu jawabannya.'


'Belum lagi para relasi rekan bisnis entah di depanku secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi di belakangku, mereka pasti akan membicarakan masalah pernikahan kedua ini.'


'Tapi sekarang yang aku tahu, aku tidak bisa mengabaikan rasa kesalku dan tidak bisa mengabaikan fakta bahwa William mengambil Axella menjadi istrinya, Axella yang sedang mengandung anak William, betapapun aku tidak menyukainya.'


'Jangan gemetar di depan mereka Alaris, kaki ku harus tetap kuat.'


'Mereka akan semakin menganggap ku menyedihkan dan semakin gencar berbisik jika aku menunjukkan tanda-tanda terluka. Meskipun Axella telah menghancurkan dan menggagalkan pernikahan dan kehidupanku, aku tidak ingin mereka berpikir bahwa hidupku sudah berakhir hanya karena suamiku mencintai wanita lain.'


"Aku butuh udara segar." Kata Alaris.


"Akan kami temani Nyonya." Kata Samantha.


"Tidak perlu aku sedang ingin sendiri." Kata Alaris.


Kemudian Alaris pergi meninggalkan ruangan pesta yang terasa pengap baginya, ia mencari udara di luar ruangan, Alaris berdiri di balkon dan seseorang datang memberikan jas pada bahu Alaris.

__ADS_1


"Kamu tidak kedinginan?" Tanya Harry.


Alaris tersenyum getir.


"Bagaimana aku bisa kedinginan, William selalu mengatakan padaku, aku lebih dingin dari bongkahan gletser."


Harry tertawa.


"Ha Ha Ha."


Alaris mengernyitkan dahinya tidak mengerti kenapa Harry justru tertawa.


"Maafkan aku Alaris, aku tidak bermaksud menghinamu, tapi William memang bodoh, jika kamu adalah wanita yang dingin, dia cukup menjadi penghangatnya, bukan justru mencari kehangatan pada wanita lain."


Alaris diam sejenak.


"Maafkan aku Harry, karena tidak mengenalimu sebagai temanku masa kecil." Kata Alaris.


"Aku tahu, maka dari itu aku lah yang harus mengenalimu lebih dulu, dan akulah yang harus menemukanmu."


"Sejak kapan kamu ingin menemui ku?"


"Tidak berani?"


"Eghem... Apa kamu tidak tahu jika orang yang sedang jatuh cinta selalu merasa gugup dan takut saat akan bertemu dengan orang yang dia cintai?"


Alaris menggeleng.


Harry hanya mengangguk pelan.


"Tapi... Apa William ada hubungannya dengan kecelakaan keluargamu dan kedua orang tuaku?"


"Sedang ku selidiki Alaris. Kamu tidak terkejut atau kecewa?"


"Sejujurnya cukup terkejut, Karena sebenarnya aku juga sedang mencari tahu siapa dalang kecelakaan kedua orang tuaku, dan nama William selalu terseret di dalam nya, Brida sudah benar-benar berusaha untuk mencari informasi tapi, belum juga menemukan sesuatu."


Di saat Alaris dan Harry sibuk berbicara di luar, di dalam aula besar Axella merasa di kucilkan dan tidak ada yang menghargainya, semua orang seolah menganggapnya tidak ada.


Bahkan tidak ada yang memberikan selamat untuknya atas lamaran yang William lakukan. Awalnya Axella sangat bahagia, ia merasa menjadi populer karena semua orang melihatnya, namun ternyata mereka semua melihatnya bukan karena takjub akan keberhasilannya mendapatkan suami seperti William Linevero tapi lebih pada pandangan yang jijik dan menghindar.


Axella kemudian mengambil air untuk minum, namun tanpa sengaja seseorang menyenggolnya dari belakang membuat jus itu membasahi pakaiannya.

__ADS_1


Melihat seseorang itu tetap berjalan dan bahkan tidak meminta maaf Axella menjadi geram dan kesal, apalagi suasana hatinya sedang tidak baik.


"Hei! Berhenti!"


Kemudian wanita itu berhenti namun belum berbalik.


"Kamu mendorongku dan membuat jus yang ku pegang jatuh mengenai gaunku, apa kamu tidak tahu gaun ini sangat mahal, aku yakin kamu tidak akan bisa membelinya."


Sontak kalimat kasar Axella membuat orang pun bergidik, bagikan wanita yang terlihat lemah lembut, apalagi wajahnya yang menunjukkan kepolosan berkata kasar seperti itu, sekali lagi Axella pun menjadi bahan tontonan lagi.


Kemudian wanita cantik itu memutar tubuhnya dan tersenyum.


Axella membulatkan matanya, seketika tubuhnya menegang, jemarinya meraih meja untuk bertumbpu, karena tubuhnya tiba-tiba merasa begitu lemas.


"Melihat ekspresimu, aku yakin kamu tidak benar-benar lupa ingatan. Axella." Greisy berbicara pelan dan tersenyum lembut.


"Maafkan aku... Aku... hanya terkejut saja, aku tidak mengenal siapa kamu."


"Aku greisy, kamu benar-benar lupa ingatan Axella? Hmm... Itu membuatku sangat sedih, aku ingin sekali duduk bersamamu sambil menikmati secangkir teh lalu kita bercerita tentang bagaimana kamu meninggalkanku, dan membuatku harus menggantikanmu..." Bisik Greisy tepat di telinga Axella.


Suara Greisy pelan, sangat pelan, namun Axella langsung ketakutan dan membuatnya mendorong Greisy.


"A.. Aku tidak mengerti apa maksudmu."


"Aku akan memberitahumu Axella, aku rasa pakaian mahal yang kamu kenakan, tidak cocok dengan dirimu. Kamu lebih cocok saat memakai rantai."


Kemudian Greisy pergi meninggalkan Axella yang gugup dan ketakutan, Axella pun segera pergi meninggalkan tempatnya mengambil minum dan mencari William.


Matanya mulai tidak bisa melihat dengan jelas, Axella panik setengah mati hingga menabrak seorang pria.


"Aaakk..! Maafkan aku." Pekik Axella.


Axella yang terjatuh melihat siapa yang telah ia tabrak, dan pria itu mengulurkan tangannya.


Senyuman yang khas dan menakutkan tepat di depan Axella, wajah itu adalah wajah yang paling dia benci, wajah yang paling menakutkan apalagi saat dia tersenyum seperti Joker yang kejam.


Axella dengan cepat menarik kembali tangannya.


"Tidak sia-sia aku datang ke tempat ini, dan menjadi pramusaji pesta, senang melihatmu Axellaku yang cantik. Sepertinya hidupmu sekarang jauh lebih baik. Kamu bahagia? Apa kamu melupakan seseorang yang telah memeliharamu selama ini? Aku adalah Reed."


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2