
Axella kemudian pergi dengan pelayan pribadi nya dan supir untuk berbelanja, dia membeli semua barang, hingga tak lupa ia juga membeli ponsel baru.
Semua barang mewah seperti perhiasan, tas, dan juga pakaian mahal di borong oleh Axella.
Setelah selesai berbelanja, Axella pergi ke suatu tempat. Mobil melaju dengan kecepatan normal, dan sampailah mereka di tempat gedung besar yang terbengkalai.
Bangunan itu lebih mirip gedung yang mangkrak dan berhantu. Mobil berhenti tepat di bawah atap gedung di loby depan.
"Berjanjilah kalian akan merahasiakan ini, dan jangan pernah mengkhianatiku, jika kalian tidak setia maka mulut, tangan dan kaki kalian akan hilang, yang paling parah aku akan membunuh keluarga kalian."
"Ba... Baik Nona Axella kami akan patuh." Kata sang supir.
Kemudian Axella mengeluarkan ponsel barunya, dan menghubungi seseorang. Saat itu Axella menggunakan kacamata hitam.
"Aku sudah sampai." Kata Axella dan kemudian mematikan ponselnya.
"Kalian keluar dan pergi menjauh, jangan menguping." Kata Axella.
"Baik Nona."
Kemudian para pelayan dan supir keluar dari mobil dan bersama-sama pergi menjauh hingga di rasa tidak akan mendengar apapun.
Tak berapa lama seorang pria bertubuh jangkung dan kurus datang mendekati mobil milik Axella. Seorang pria yang amat sangat Axella benci, apalagi ketika pria itu tertawa. Axella benar-benar ingin sekali membunuhnya, namun sebelum itu ada hal yang harus pria itu kerjakan lebih dulu untuknya.
Lalu pria itu hendak membuka pintu mobil, namun pintu mobil terkunci, pria itu pun mengetuk kaca jendela mobil.
Axella kemudian menurunkan kaca jendela mobilnya, dan masih memakai kacamata hitamnya.
"Kamu tetap di luar, Reed." Kata Axella.
"Cih, sombongnya." Kata Reed.
"Katakan kenapa kamu ingin menemuiku." Kata Axella meski tangannya gemetar namun ia harus berani agar tidak di tekan.
"Sopan lah sedikit padaku Axella, apa kamu lupa? Aku yang selalu memberikanmu makanan, aku yang memeliharamu, sekarang waktunya kamu membalas budi atas belas kasihku padamu."
Axella tersungut emosi.
"Belas kasih? Bahkan binatang jauh memiliki belas kasih daripada dirimu." Kata Axella.
"Tapi aku bisa saja menghancurkan acara pernikahanmu dengan William..."
"Tidak perlu mengancamku. Kamu butuh uang kan. Aku akan memberikanmu uang tapi kamu harus melakukan sesuatu untukku."
"Apa itu?" Kata Reed.
"Habisi Greisy." Kata Axella.
Kemudian Axella melemparkan perhiasan yang baru saja ia beli melalui jendela kaca mobilnya.
"Ha... Ha... Ha... Kamu terlalu dungu Axella. Kamu menghinaku." Reed tertawa.
"Apa katamu!"
"Kamu menyuruhku menghabisi Greisy dan hanya memberikan ku 1 kalung, kamu pikir itu mudah? Apalagi Greisy sekarang ada di dekat orang yang kuat, kamu menyuruhku untuk melawan Alaris. Kamu pikir hanya dengan 1 kalung saja aku bisa menyewa pembunuh bayaran? Kamu harus tahu Axella, yang kita sewa adalah pembunuh bayaran kelas tinggi, mereka akan melakukannya dengan bersih."
Axella menggertakkan giginya lalu mengeluarkan beberapa perhiasan lagi dan melemparnya ke luar.
"Lagi." Kata Reed.
Axella mengeluarkan lagi dari tas belanjanya dan melemparnya lagi.
__ADS_1
"Kurang." Kata Reed.
Kemudian Axella mengeluarkan jam tangan mahal yang baru saja ia beli.
"Lagi."
"Aku akan memberikan sisanya jika pekerjaanmu beres!" Kata Axella.
"Tenang saja Greisy tidak akan menganggumu lagi."
"Panggil kan para pelayan dan supir ku, aku mau pulang." Perintah Axella.
Kemudian Axella menutup kaca jendela mobilnya. Sedangkan Reed memberikan kode agar para pelayan dan supir kembali.
Mobil pun melaju pergi.
"Cih... Dasar bodoh. Jadi, kemana aku harus menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisimu Greisy..." Kata Reed sembari mengalungkan perhiasannya.
******
Sesampainya di mansion, para pelayan langsung membawa barang-barang Axella ke kamarnya, sedangkan Axella sendiri menuju tempat lain.
Sedangkan di dalam ruangan William, Jason sedang melaporkan kemana saja Axella pergi.
"Nona Axella menemui Reed, informasi yang saya dapatkan mereka membicarakan sesuatu dan Nona Axella memberikan banyak perhiasan." Kata Jason.
Kemudian Jason memberikan foto-foto yang menunjukkan bagaimana Axella melemparkan banyak perhiasan keluar mobil dan Reed memungutnya.
"Apa Reed sedang memeras Axella." Kata William.
"Masih belum bisa di pastikan."
"Baik Tuan, jika anda setuju saya akan menyadap ponsel Nona Axella." Kata Jason.
"Lakukanlah, jika itu perlu, mungkin saja Reed mengancam Axella. Panggil Axella untuk menemuiku."
"Baik Tuan."
******
Di dalam kamar yang mewah dan luas. Leon, pria itu sedang berbicara dengan seseorang melalui saluran telfon
"Aku sudah memperlambat pekerjaanku di sini, dan mencuri-curi waktu mengelilingi mansion, mencoba menelusuri setiap ruangan ketika para pengawal sedang lengah tapi aku tidak menemukan barang bukti apapun tentang kecelakaan itu, tapi masih ada satu ruangan yang belim ku perikasa..."
CEKLEK BRAK!!
Pintu kamar Leon terbuka dan itu adalah Axella.
"Leoon..." Wajah Axella tersenyum dan berseri.
"Ketuk pintu dulu sebelum masuk!" Leon mengatakan dengan suara keras dan sedikit kasar.
"Aa.. Aaku maafkan aku... Aku tidak sengaja. Kupikir kamu tidak akan masalah karena kita sudah dekat..." Axella bergidik melihat ekspresi mengerikan di wajah Leon.
"Kita bicara nanti." Kata Leon kemudian kepada orang yang ada di dalam sambungan telponnya.
"Kalau kamu sibuk aku akan pergi." Axella berbalik sembari menangis.
Namun dengan cepat Leon menarik lengan Axella, hingga membuat wanita itu berada dalam dekapannya, wajah Axella yang basah karena air mata menempel di dada bidang Leon dan pria itu memeluknya dengan erat.
"Maafkan aku, aku sedang memikirkan sesuatu, ada beberapa masalah yang menganggu pikiranku, dan aku pikir yang masuk ke dalam ruanganku itu bukan kamu."
__ADS_1
"Kamu menakutiku..."
"Maaf..."
Saat mereka berpelukan pintu kamar masih terbuka, dan saat itulah Jason yang mencari Axella melihat bagaimana Leon memeluk Axella.
Leon dan Jason saling menatap, mata bertemu mata seperti pedang, mereka perang dingin, kemudian Leon tersenyum pada Axella dan melepaskan pelukannya.
"Jason mencarimu..." Kata Leon.
Kemudian Axella tergagap dan berbalik.
"Ja... Jason... A .. Aku..."
"Tuan William mencari anda." Kata Jason.
"Ba... Baik."
Axella pergi lebih dulu namun di ujung koridor, Axella berhenti dan membuat Jason juga berhenti.
"Apa kamu akan melaporkanku pada William?" Tanya Axella.
"Untuk kali ini saya menganggap tidak melihat apapun, tapi saya hanya berpesan, berhati-hatilah melangkah, jangan sampai membuat anda menyesal.." Kata Jason pada Axella.
Kemudian Axella melanjutkan kakinya menelusuri koridor mansion untuk menemui William.
Hingga Axella masuk ke dalam ruangan William, saat itu William sedang melihat tabletnya dan memeriksa sesuatu.
"Kamu mencariku?" Tanya Axella.
"Ya. Aku ingin bertanya, bagaimana kamu bisa menghabiskan uang sebanyak itu hanya dengan beberapa jam, aku menyuruhmu untuk membeli sesuatu yang kamu butuhkan."
"A... Aku menyukai semuanya, aku belum pernah memilikinya, jujur ketika melihat Nyonya Alaris selalu tampil cantik, aku juga menginginkannya, maafkan aku William." Kata Axella.
William menghela nafasnya dan memeluk Axella, kemudian menepuk punggung wanita itu dengan pelan.
"Baiklah aku mengerti, lain kali gunakan kartu itu dengan bijak." Kata William
Axella hanya mengangguk.
"Apakah ada yang mengganggu pikiranmu?"
"Aku?"
William mengangguk.
"Ti...Tidak... Tidak ada."
"Katakan padaku jika ada masalah."
"I...iya." Kata Axella.
"Pergilah istirahat." Kata William lagi.
Kemudian Axella pergi meninggalkan ruangan William, berganti dengan Jason yang masuk ke dalam ruangan William.
"Mungkinkah dia takut aku mengetahui jika dia sedang di ancam dan di peras oleh Reed? Mungkinkah dia takut aku akan meninggalkannya?" Tanya William.
"Saya akan segera menyelidikinya Tuan."
bersambung~
__ADS_1