Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
MENCOBA GAUN PERNIKAHAN


__ADS_3

Pagi itu Alaris masih tidru terlelap, namun sebuah aroma membuat hidungnya berkedut.


Perlahan Alaris membuka mata, dan di sampingnya sudah ada troli berisi makanan. Harry berdiri memegang Troli tersebut.


"Kamu... Apa yang kamu lakukan." Alaris tersenyum malu setengah mengantuk dan menutupi separuh wajahnya dengan selimut.


"Selamat pagi istriku..."


Alaris tersenyum lebar dan semakin malu.


"Kita belum menikah." Kata Alaris.


Gaun mu sudah jadi, sarapan dulu dan aku akan menemanimu mencoba gaun pengantinnya.


Harry mengecup kening Alaris dengan lembut.


"Aku memasakkan sandwich untukmu."


Alaris kemudian duduk dan Harry memberikan sarapannya.


"Ini enak..."


"Benarkah? Aku membuatnya sendiri, awalnya aku takut akan tidak enak." Kata Harry.


"Ini sangat enak."


"Baiklah, setiap pagi aku akan membuatkannya untukmu jika kamu mau."


"Kamu juga makan." Alaris menyuapi Harry.


Senyuman terpancar dari wajah Harry dan membuka mulutnya.


"Makan dari tangan mu memang membuat sandwich ini menjadi enak." Kata Harry.


"Kamu pintar memasak." Kata Alaris.


"Aku pintar semuanya, bahkan aku pintar mencuri hatimu."


"Uhuk... Uhuk..."


Harry mengambilkan minum untuk Alaris, dan Alaris meneguknya perlahan.


Wajah Alaris semerah lobster rebus.


"Mandilah aku menunggu mu di ruangan fitting baju." Kata Harry.


Setelah beberapa lama Alaris sudah mandi dan terlihat wajahnya lebih segar, ia mengunjungi dimana Harry berada, melihat Harry begitu serius berbicara dengan sang desainer.


'Wajahnya tampan sekali.'


Harry sadar ada yang memperhatikannya, dan ia menoleh, kemudian senyuman lebar terpasang di wajahnya.


Harry berdiri dan memapah tangan Alaris untuk mendekat pada gaun yang akan Alaris pakai.


"Gaun mu selesai, cobalah." Kata Harry.


Wajah Alaris bersemu dan masuk ke dalam ruangan lagi untuk mencoba gaunnya.


Harry kemudian menyuruh para desainer dan karyawan lainnya untuk keluar. Kemudiaj pria itu mengetuk pintu.

__ADS_1


"Sudal selesai?" Tanya Harry.


"Ehmm... Sebentar lagi, tangan ku tidak sampai untuk menarik risletingnya."


Kemudian Harry pun masuk, membuat Alatis terkejut, wajahnya merah dan menunduk.


"Kenapa... Kamu masuk?"


"Tentu saja melihat istriku..." Kata Harry.


Harry menelan ludahnya, melihat punggung halus yang indah dan tubuh ramping Alarus, belum lagi rambut panjang Alaris yang di sibak ke samping membuat leher dan punggung benar-benar terekspose sempurana.


Harry mendekat dan menarik dengan pelan risleting itu naik, kemudian mengecup tengkuk mulus nan putuh milik Alaris, membuat tubuh Alaris seketika merinding, sontak Alaris juga menutup matanya, seolah merasakan getaran itu.


"Istriku sangat cantik. Aku benar-benar tidak sabar untuk mematahkan tulang punggungmu." Kata Harry.


Alaris menatap Harry dengan membulatkan kedua matanya, karena terkejut.


Harry tertawa karena ekspresi lucu Alaris.


"Aku bercanda, aku hanya akan memakanmu sampai habis."


Wajah Alaris semakin terkejut dan tegang.


'Apa yang dia maksud dengan mematahkan punggungku, dan memakanku.'


Harry kemudian mengecup telinga Alaris pelan, dan memeluk Alaris dari belakang.


Tubuh kekar yang merangkul Alaris itu tidak dapat membuat Alaris berbohong bahwa ia juga menikmati setiap kecupan dan sentuhan Harry.


"Aku mencintaimu, apa kamu sudah mulai mencintaiku?" Tanya harry.


Perlahan Harry mengecup lembut setiap bagian leher dan tengkuk Alaris.


Salah satu tangan kekar Harry yang memeluk Alaris, mulai naik dan memegangdagu Alaris dengan lembut.


"Beri aku ciuman Alaris." Kata Harry.


Kemudian Harry mengarahkan bibirnya di bibir Alaris, membuat ciuman yang awalnya dingin karena bibir mereka, menjadi lebih hangat dan lebut, tubuh Harry bergoyang membuat irama yang bergelora dari dalam jiwanya yang kian memberontak untuk memdapatkan seluruh tubuh Alaris.


Alaris kemudian menarik diri.


"Kamu cantik malaikatku, permataku." Kata Harry.


"Harry... Aku bukanlah malaikat." Alaris menyandarkan kepalanya di dada bidang Harry.


Kini mereka saling menatap dari pantulan cermin, dengan Harry masih memeluk Alaris dari belakang dengan erat.


"Aku bukan malaikat karena aku bukan orang yang baik. Aku tahu entah semua orang atau sebagian, atau tidak tahu pasti berapa banyak orang berharap agar pernikahan William dan Axella bahagia. Tapi, aku merasa akan sangat tidak adil jika dua orang yang mengusir ku dan mengambil perusahaanku hidup bahagia selamanya. Jadi, minhkin aku satu-satunya orang jahat yang berdoa dan memiliki pikiran di kepalaku bahwa, aku harap mereka tidak bahagia."


Harry tersenyum lembut pada Alaris.


"Kalau begitu, ayo kita undang mereka. Mari kita undang mereka berdua." Bisik Harry lembut di telinga Alaris dan mengulum pelan daun telinga Alaris.


Alaris menutup mata atas perlakuan Harry. Menikmati setiap sentuhan lembut itu.


'Harry selalu tahu isi pikiran dan hatiku.'


"Dan setelah pernikahan kita selesai, berjanji padaku kita akan hooneymoon dan kamu tidak boleh memikirkan apapun, setelah itu aku akan memberikan kado terindah untukmu."

__ADS_1


"Apa itu?"


"Kamu akan lihat bagaimana mereka semua akan membayar mahal atas perbuatan mereka padamu." Bisik Harry, wajahnya benar-benar terlihat begitu licik dan menyeramkan.


'Apakah itu wajah Harry yang lain? Selain lembut dan hangat, dia juga kejam, dam sekarang dia memperlihatkan wajah licik yang menyeramkan, sebenarnya Harry memiliki berapa wajah?'


Tangan Harry kemudian mengambil kemari tangan Alaris dan mereka berdua menjalingkan jemari-jemari mereka di atas perut rata ramping Alaris.


'Semua kalimat Harry, bisikan lembut Harry, dan perlakuan sentuhan Harry, semuanya membuatku tenang.'


Harry kemudian mengecup leher Alaris lagi dan membuat Alaris memiringkan kepalanya.


Tok Tok Tok!


Suara ketukan pintu.


"Maaf Tuan menganggu."


Harry kemudian keluar dengan tatapan yang menyeramkan.


'Tatapan iblis, apa aku berbuat salah?' Batin Zoland.


"Sepertinya kita memiliki sedikit masalah." Kata Zoland.


"Aku tidak mau menerima kesalahan apapun. Katakan."


"Leon dan Brida mengabarkan jika William sedang menyelidiki mereka tentang hilangnya stempel Marga Liam."


Harry tersenyum sinis.


"Kirim pengawal, aku tidak mau orang ku berada di sana terlalu lama."


"Ada apa Harry?" Tanya Alaris.


"Hanya sedikit kesalahpahaman. Sudah waktunya minum obat. Arthur juga sebentar lagi datang untuk memeriksa kondisimu. Ayo." Kata Harry.


Kemudian Harry mengajak Alaris pergi.


"Zoland jangan lupa tambah jam kerja untukmu."


"Apakah aku baru saja menyinggungnya." Kata Zoland lirih.


Drrt... Drrtt...


Ponsel Zoland bergetar.


"Ya."


"Yumna telah kembali ke Negara Slyvedonia."


"Tahan dia dan jangan membiarkan nya membuat keributan, sebentar lagi pernikahan Tuan Harry."


"Apakah kami harus mengurungnya."


"Jika itu perlu. Mengingat karakteristik Yumna, paati dia akan membuat keributan. Kurung sampai pernikahan Tuan Harry selesai."


"Baik Tuan."


"Wanita itu kembali..." Zoland meremas ponselnya.

__ADS_1


"Tidak akan ku biarkan pernikahan Tuan Harry dan Nyonya Alaris gagal. Jika ada siapapun yang berniat merusak acara, aku tidak akan segan-segan memperintahkan para pengawal rahasia untuk membunuh mereka." Kata Zoland.


bersambung~


__ADS_2