
Axella menggeledah ruangan kerja William, dan kemudian laci meja William, Axella juga melihat foto pernikahan William bersama Alaris tersimpan di sana.
"Kamu menyimpannya di sini William?"
Axella kemudian memecahkan foto itu, dan mulai menggeledah meja yang lainnya lagi. Perut Axella yang semakin membesar membuatnya sedikit kwalahan, Axella memeriksa semuanya, almari buku dan juga kamar tidur William.
Namun Axella tidak menemukan tabletnya, kemudian Axella berinisiatif memeriksa di atas almari, namun tangannya menyentuh sesuatu membuat almari itu bergerak, Axella tergagap dan akan jatuh dengan cepat Leon menangkapnya.
"Aku baru saja mematikan cctv dan melihatmu." Kata Leon.
"Terimakasih kamu menolongku." Kata Axella.
"Kamu hebat bisa menemukannya." Kata Leon
"Apa?"
"Ruangan rahasia." Kata Leon.
Kemudian Leon masuk bersama Axella.
"Leon memeriksa semuanya, dia menemukan tablet jadul dan juga memeriksa tumpukan dokumen.
Sedangkan Axella sangat takjub melihat tumpukan emas batangan dan juga uang yang begitu banyak di tumpuk dengan rapi.
"Astaga banyak sekali, aku ingin mandi bersamanya."
Leon tidak memperhatikan dan terus memeriksa banyak dokumen.
"Ini dia dokumennya." Kata Leon.
"Perusahaan Alhe Grup milik keluarga Alaris dan Dokumen dokumen yang akan menjadi bukti kejahatan Ayah William dan juga William.
Suara gaduh kemudian terdengar oleh Leon.
"Apa Harry sudah datang." Kata Leon lirih.
"Apa siapa?" Tanya Axella yablng saat itu sedang sibuk mengalungkan perhiasan yang besar di lehernya.
"Aku sudah selesai, sebentar lagi cctv akan menyala." Kata Leon.
Kemudian Leon pergi meninggalkan Axella, wanita itu pun kebingungan bagaimana harus menutupnya.
Leon sudah pergi namun Axella masih ada di sana dan Cctv kembali menyala, alarm juga menyala. Semua pengawal datang membuat Axella terlejut dan tergagap.
Kemudian di ruangan lain, Harry bersama dengan para pengawal bayangan rahasia mencari dimana Alaris.
Harry naik ke dalam kamar, sedangkan Alaris penasaran apa yang terjadi kenapa terdengar gaduh. Saat itulah Alaris membuka pintu sebelum Harry mengetuk, pria tampan itu tersenyum melihat wajah cantik Alaris yang di dambakannya sejak masih kecil.
"Pergilah bersamaku Alaris." Kata Harry.
Penyelamatan berhasil, semua pengawal sudah di bekuk oleh para pengawal Harry.
"Kita pergi sekarang." Kata Harry.
"Tapi, bagaimana kamu tahu?" Tanya Alaris.
__ADS_1
"Aku akan jelaskan nanti, kita pergi sekarang, sepertinya William belum terbang dan akan segera kembali."
"Boleh kah aku juga membawa para pelayanku." Kata Alaris.
Harry mengangguk pelan.
"Semuanya masing-masing bantu aku membawa dokumen-dokumen ini." Kemudian Emily dan Samantha membawa berkas-berkas penting milik Alaris.
Suasana sangat genting dan mencekam, karena senjata api ada di mana-mana.
Harry mengenggam tangan Alaris dan menuruni tangga dengan cepat.
"Aku menemukan dokumennya." Leon yang tergesa-gesa menghampiri Harry.
"Kita pergi sekarang." Kata Harry.
Kemudian Zoland dan para pengawal melindungi Harry dan juga Alaris, Leon juga masuk ke dalam mobil bersama para pelayan.
Para pengawal Harry masih membekuk pengawal-pengawal William, portal di sabitase dan semua cctv yang mati telah kembali hidup setelah Harry membawa Alaris pergi.
Alaris melihat kemegahan Mansion The Kingham yang semakin lama semakin menjauh darinya. Mansion termegah itu berangsur-angsur terlihat kecil, semakin lama semakin tak terlihat lagi tertutup oleh pepohonan rindang, mansion megah itu sangat berkesan bagi Alaris saat pertama kali ia memasukinnya.
Meskipun tidak banyak kenangan, namun Alaris tidak bisa berbohong jika ia benar-benar takjub dan terkesima oleh keindahan Mansion The Kingham.
"Kita akan kemana?" Tanya Alaris.
"Kastil Emperor." Kata Harry melepaskan jas nya dan kini hanya memakai kemeja hitamnya.
"Kamu tidak merindukan adikmu?" Tanya Harry.
Harry menggeleng pelan, dan tenang.
"Bagaimana kamu tahu?"
"Brida menceritakannya, ketika kamu membatalkan pertemuan, dan lagi, kamu juga meminta untuk mempercepat mengambil aset Aldawn kembali."
"Ya, aku tidak bisa menghubungimu mereka menyabotase alat komunikasi kami."
"Axella juga merencanakan pembunuhan Greisy." Kata Harry kemudian.
"Apa!" Alaris menutup mulutnya tidak percaya wanita cantik itu yang memiliki kesan polos dan lugu tega merencanakan pembunuhan.
"Ya, tapi kami berhasil menyelamatkan Greisy, dan tetap membodohi Reed juga Axella. Reed mengatur semuanya dan memeras Axella juga."
"Syukurlah jika Greisy selamat, aku pikir dia menemani ibunya. Apa William tahu.?"
Harry menggeleng, dengan mulut rapat, ia tidak bisa memberitahu semuanya pada Alaris apa yang sudah Harry ketahui karena sebagian juga ada campur tangannya.
Alaris menyandarkan kepalanya di jendela mobil, ia merasa sangat sesak dan lelah dengan semua persoalan menyangkut Axella.
Harry melihat itu, dan hatinya begitu sedih melihat wajah Alaris yang murung. Harry merasa bersalah, tapi hanya dengan cara itu Harry mendapatkan Alaris.
"Kamu tidak suka keluar dari mansion The Kingham?" Tanya Harry.
"Apa kamu... Masih mengharapkan William?"
__ADS_1
"Ah... Tidak... Aku.. Hanya lelah dan ingin tidur dengan tenang."
Kemudian Harry mengambil kepala Alaris dan menaruhnya di bahu besarnya.
"Tidurlah, aku akan membangunkanmu saat sudah sampai di bandara." Kata Harry.
"Tidak... Itu memalukan." Kata Alaris.
Harry tidak ingin memaksa Alaris, ia tahu kini Alaris tengah masuk dalam fase bimbang, penjemputan yang tiba-tiba, penyelamatan yang tiba-tiba, perceraiannya yang sudah dalam proses, apalagi Alaris pasti memikirkan lamarannya yang tiba-tiba juga, belum lagi Alaris harus memikirkan Aldawn yang terancam akan menjadi milik William. Namun, Harry benar-benar tersiksa melihat wajah murung Alaris.
Harry merasa sedih tidak bisa melindungi Alaris dengan benar.
"Aku akan mempercepat menekan Liam Grup." Kata Harry.
Alaris melihat pada Harry dengan terkejut.
"Kamu harus mendirikan ulang Aldawn, Liam Grup sudah terlalu jauh masuk ke dalam urusan bisnis Aldawn, aku sudah memeriksa semua berkasnya, sekarang Aldawn benar-benar sudah masuk ke dalam genggaman William. Aku hanya memikirkan hal paling buruk, jika kamu atau William mengajukan perceraian, maka kamu akan kehilangan Aldawn."
"Itu tidak mungkin, aku sudah sangat berhati-hati memisahkan Aldwan dengan Liam Grup dan Imperial Diamond."
"Sepertinya kamu dan sekertarismu masih kurang teliti ketika menandatangi perjanjian kerjasama kalian, saat kamu menandatangani perjajian untuk mendirikan Perusahaan Imperial Diamond, saat itulah Aldawn terjerat oleh Liam Grup." Kata Harry.
"Aku tidak akan bercerai dengan William." Kata Alaris mengeratkan genggamannya.
Harry melihat pada Alaris dengan wajah sedih dan kecewa. Pria itu mendesahkan nafas beratnya.
"Maa.. Maafkan aku Harry, maksudku, aku tidak bisa melepaskan Aldawn begitu saja. Jika aku menyetujui perceraian itu, William akan mendapatkan semuanya, bukan karena aku mencintainya." Kata Alaris menjelaskan.
"Aldawn tidak akan jatuh ke tangan William, apalagi Axella. Aku membangunnya dengan usahaku sendiri, cukup perusahaan Alhe Grup milik orang tua ku yang di makan oleh para penjahat-penjahat itu." Alaris semakin emosi, air matanya jatuh dan dadanya terasa sesak.
Harry menarik bahu Alaris dan memeluknya.
"Kamu harus memilih Alaris, aku bisa menghancurkan Liam Grup, namun perusahaan milikmu Aldawn juga akan ikut terseret, Imperial Diamond pun juga akan terkena imbasnya. Atau tetap membiarkan Aldawn ada dan hidup yang berarti aku tidak menghancurkan Liam Grup. Maaf, seharusnya aku bergerak lebih cepat dan mencegah William mengajakmu menikah dan membuat kalian bekerja sama."
"Apa tidak ada cara lain?" Tanya Alaris melihat wajah Harry.
"Ada Alaris."
Tatapan mereka dekat seolah saling menyatu.
"Apa itu?"
"Kamu menikah denganku, dan aku akan mengambil alih Liam Grup. Hanya itu caranya Alaris. Aku menghancurkan Liam Grup dan perusahaanmu juga akan ikut hancur, atau aku mengambil alih mengakuisisi Liam Grup dan menjadi kado pernikahan untukmu."
"Kenapa aku harus menikah dengamu? Kenapa kamu tidak begitu saja membantuku Harry, ambil alih Liam Grup dan berikan padaku. Tapi, aku akan terlihat serakah. Ini tidak adil bagimu kan?"
"Alasannya adalah, karena apa yang ku miliki nantinya adalah milik istriku. Aku tidak mungkin begitu saja memberikan pada orang lain yang tidak memiliki status apapun denganku." Kata Harry.
Harry yang sangat mendambakan Alaris, mau tidak mau harus melamar Alaris dengan sedikit memaksa dan tekanan. Mau tidak mau harus kejam agar Alaris tidak memiliki pilihan lain selain menikah dengan Harry.
Harry begitu terobsesi ingin memiliki Alaris, hingga sejak kecil Harry hanya bisa memendamnya, kali ini Harry berjanji pada dirinya sendiri jika Alaris menerimanya, ia akan membahagiakan Alaris dan menjaganya seumur hidupnya.
"Percayalah padaku Alaris, aku tidak seperti William."
bersambung~
__ADS_1