Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
HUKUMAN UNTUK WILLIAM DAN HIDUP ALARIS YANG BERUBAH


__ADS_3

Ingatan itu masih segar di kepala William, sembari tergeletak lemas, tubuhnya juga sudah babak belur banyak darah keluar dari wajah dan mulutnya, William benar-benar hanyalah pion yang Roberto inginkan, untuk menjalankan rencananya dan ambisinya.


Tidak lama setelah itu William menutup matanya, kembali mengingat bagaimana ia juga telah bertindak tidak adil pada Alaris.


'Dari awal tujuanku menikah dengan Alaris pasti sudah membuat Harry marah, karena Alaris adalah cinta pertama dan teman kecil Harry, di tambah aku telah membunuh kakaknya. Bahkan setelah aku membunuh Hendric pun, asset Emperor Grup tetap tidak dapat ku dapatkan, karena ternyata aku salah sasaran, Hendric Mac Linford telah memindahkan assetnya pada adiknya Harry, bahkan Catriana dengan keinginannya sendiri memberikan tanah Blue Diamond pada Harry.'


Keesokan harinya....


BYURRR!!!


Entah yang keberapa kali siraman air itu di berikan pada William, dan akhirnya membuat William terbangun dari pingsannya.


"Bangun! Waktunya makan!" Teriak sang petugas lapas.


Perlahan William yang pingsan dengan tubuh tengkurap itu menggerakkan seluruh tubuhnya yang terasa sakit setelah di siksa oleh para bandit.


William duduk perlahan, terasa tulang rusuknya, tulang iga dan semua tulang yang ada di tubuhnya seperti akan patah.


"Cepat sebelum kehabisan makanan!" Kata sang penjaga lapas.


Dengan perlahan dan kesusahan William berdiri berpegangan dinding dan berjalan pelan menuju ruang makan, semua penghuni penjara sudah makan dengan tenang.


William hendak maju mengambil nampan piring, namun para bandit menyenggolnya membuatnya mengalah.


Para bandit itu mengambil nampan piring lebih dulu dan menghabiskan semua makanan.


Hanya tersisa nasi sedikit.


William meremas nampan piring itu dengan sisa tenaganya dan mengembalikannya ke tempatnya. Kemudian William memilih pergi ke taman belakang duduk dan menyendiri, ia memegangi tulang rusuknya yang terasa sangat sakit, orang yang melihat William pasti akan menangis tidak tega.


William yang kuat dan tampan, terpuruk dan di tindas oleh para bandit.


"Ada yang ingin bertemu denganmu." Kata seorang petugas.


"Aku sedang tidak ingin di kunjungi, dan tidak mau bertemu dengan siapapun." Kata William.


Kemudian sang petugas kembali membawa pesan jika William tidak ingin bertemu.


Itu adalah Jason.


Dengan perasaan berkecamuk dan sangat khawatir Jason pergi dengan wajah murung, ia juga terlibat dalam kasus kejahatan William, namun William bersikeras Jason harus tetap di luar, jika mereka masuk ke penjara bersama-sama dipastikan mereka tidak dapat mencari jalan keluar.


"Perasaanku tidak enak." Kata Jason.


Karena William tidak mau menemuinya, Jason kembali pulang ke mansion.

__ADS_1


BEBERAPA HARI DAN MENJADI BEBERAPA MINGGU KEMUDIAN.


Jason masih di tolak oleh William, pria itu benar-benar tidak mau menemui Jason meski Jason juga membawa Axella, itu juga tidak berguna.


"Ada apa sebenarnya dengan William, aku tidak mengerti, bahkan dia tidak mau menemuiku." Kata Axella.


Jason sangat pusing dengan situasi kali ini, apalagi pencarian Gloria belum menemukan titik temu, apakah Gloria benar-benar sudah mati atau hanya di sekap?


Frans kakak Gloria berulang kali datang ke Mansion dan Jenny mengatakan Gloria belum pulang dari tugasnya, Jenny dan Jason sepakat untuk sementara menutupi kebenaran jika Gloria menghilang.


Dengan berat hati dan meredam seluruh malu Jason terbang ke Negara Slyvedonia ia hendak menemui Alaris, bagaimanapun ia akan memohon pada Alaris agar mau ikut dengannya agar William mau keluar dan menerima tamu.


Jason sangat khawatir dengan kesehatan William dan keadaan William.


******


Di Negara Slyvedonia pagi-pagi sekali dengan diam-diam Harry sedang melakukan check up rutin seperti yang Arthur mau.


Pengobatan di lakukan dengan baik dan mendetok semua racun yang mungkin ada di darah Harry.


Rumah sakit milik Arthur adalah rumah sakit terbesar dan termewah di Negara Slyvedonia.


Pemeriksaan sudah selesai dan Harry memakai kemejanya.


"Bagaimana?" Tanya Harry.


"Kemarin Yumna berbicara satu lagi informasi, dia berharap bisa ditukar dengan kebebasannya, tapi pada akhirnya aku memilih untuk tetap tidak mengijinkan dia pergi."


"Apa itu?"


"Sebenarnya Axella juga telah sering memberikan obat perangsaang terlarang itu pada William, apakah ada kemungkinan jika anak yang ada di perut Axella bukan anak William?" Tanya Harry.


Arthur menghela nafasnya.


"Sebenarnya itu tergantung kekuatan fisik dan ketahanan kesehatan yang seseorang miliki, aku meneruskan uji klinisnya, dan pria dengan kebugaran baik jauh lebih bisa mendetok racun itu sendiri, untuk William aku tidak bisa mastikannya. Mungkin juga bisa juga seperti ini, dia belum sempat meminum rutin obat itu, tapi sudah lebih dulu mampu menghamili Axella dalam hubungannya yang pertama. Atau bisa jadi tubuhnya bugar dan dapat mendetok racun itu sendiri."


"Baiklah, jangan katakan apapun pada Alaris jika aku melakukan beberapa kali check up kesehatan."


"Aku pikir kamu sehat, tidak ada yang perlu di khawatirkan Harry, minum vitamin yang ku berikan, itu akan membantumu semakin bugar saat sedang bekerja keras dengan Alaris." Kata Arthur.


Harry hanya diam menurut, membenarkan kancing baju kemejanya.


*******


Sendangkan di Kastil Emperor Alaris baru saja membuka matanya, ia melalui malam yang indah.

__ADS_1


Sepanjang malam Harry mengatakan bahwa ia mencintai Alaris, setiap satu kecupan satu ungkapan. Harry mengecup setiap inc tubuh Alaris.


Harry begitu lembut namun juga kuat.


Alaris mengingat bagaimana tubuh Harry begitu indah di atasnya, wajah tampan yang penuh keringat dan selalu bilang bahwa Harry bersedia mati dalam pelukan Alaris.


Masih dalam menutup mata Alaris tersenyum.


Tangan Alaris meraba ranjang di sampingnya, Harry sudah tidak ada di sana. Kemudian Alaris membuka matanya.


"Ini pertama kalinya Harry meninggalkanku saat aku masih tidur." Kata Alaris agak kecewa.


Alaris kemudian mengambil piyama namun tubuhnya terasa agak berbeda, ia merasa agak pusing.


"Ini juga pertama kalinya Harry tidak memberikanku makan, setiap pagi sebelum aku bangun Harry selalu membawa sarapan dan menyuapiku, aku sudah terbiasa dengan sikapnya yang seperti itu, aku lapar." Kata Alaris mulai merajuk.


Alaris kemudian memanggil para pelayan pribadinya.


Tak berapa lama Samantha dan juga Emily datang dengan membawa troli berisi makanan yang cukup banya, itu adalah sarapan milik Alaris.


"Maaf Nyonya, pagi-pagi sekali Tuan Harry pergi dan berpesan jika ia sudah memasak sarapan untuk anda dan jika anda bertanya kenapa dia tidak menyuapi anda itu karena...." Samantha tidak melanjutkannya, wajahnya bersemu kemerahan.


Alaris mengernyitkan dahi menunggu kelanjutan kalimatnya.


"Itu karena Tuan Harry tidak tahan melihat anda, dan jika ia terus berada di dekat anda, ia tidak bisa manahan diri untuk selalu memakan anda..." Kata Emily menutup wajahnya.


'Astaga, Harry... dia menitipkan pesan ini pada para pelayan pribadiku, meski dia pergi, dia tidak lupa memasakkan makanan untukku, dan dia juga tahu aku akan bertanya kenapa dia tidak menyuapiku, apa dia itu cenayang?'


Wajah Alaris mendadak merah.


"Nyonya, silahkan sarapan." Kata Samantha.


"Apa anda ingin saya suapi Nyonya?" Tanya Emily.


Alaris hanya tersenyum, hampir tertawa.


"Kami senang anda sekarang terlihat sangat bahagia Nyonya kami sangat bersyukur."


Alaris tersenyum dan memakan sarapannya dengan tenang dan bersemu bahagia.


TOK TOK TOK! Pintu di ketuk.


Kemudian Samantha membuka pintu, itu adalah seorang pengawal.


"Selamat pagi Nyonya, maaf menganggu anda sarapan, tapi kami menerima laporan dari pos penjagaan gerbang pertama jika Tuan Jason ingin bertemu anda."

__ADS_1


Samantha dan Emily saling pandang, kemudian melihat Alaris yang memasang wajah dingin tanpa ekspresi.


bersambung~


__ADS_2