Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
ANTARA SI BUNTUNG DAN SI BERUNTUNG


__ADS_3

Reed membawa Greisy kembali ke mansion, wajah Greisy sudah penuh lebam, darah pun sudah mengalir di sudut bibirnya.


"Katakan Greisy, siapa yang sudah membantumu membawa Axella keluar." Suara Reed rendah namun membuat semua orang merinding, sembari tangannya meremas rambut Greisy, hingga membuat kepala gadis itu menengadah.


Air mata Greisy meleleh, hingga sampai di leher nya yang penuh lebam, dia menangis dan merasakan sekujur tubuhnya terasa menyakitkan.


"Baiklah Greisy, kamu tidak mau membuka mulut. Aku tahu siapa yang harus ku curigai."


Reed melemparkan Greisy hingga tersungkur di atas lantai.


Reed mengambil belati miliknya dan memandangi belati tersebut.


"Dimana Yoseph?" Tanya Reed pada pengawalnya.


Semua pengawal saling pandang, mereka baru sadar jika Yoseph tidak ada.


"Cari dia, dan bilang padanya jika kekasihnya ada ditanganku."


Mata Greisy terbelalak.


"Jangan... Jangan dia... Dia tidak ada hubungannya dengan ini semua aku mohon, jangan dia!" Teriak Greisy frustasi.


PLAK!!!


Sekali lagi tamparan penuh emosi melayang dari tangan baja milik Reed.


Greisy tersungkur kembali di atas lantai.


"Bawa dia ke kamar ku." Kata Reed pada Camilla.


"Baik Tuan."


"Ja... Jangan... Kenapa, kenapa aku harus ke kamar!" Greisy berteriak-teriak serta memberontak.


Reed pun ke kamarnya, dan duduk sembari meminum alkohol, melihat Greisy yang meringkuk ketakutan di sudut kamar.


Setelah beberapa menit menunggu, para pengawal membawa Yoseph yang sudah tertangkap, Yoseph adalah salah satu pengawal Reed, dia yang membantu Greisy melarikan diri.


"Tuan, kami menangkapnya, dia bersembunyi dan sedang mencoba menghubungi polisi." Kata salah satu pengawal.


"Ha.. Ha... Ha...Ha." Reed tertawa terbahak-bahak hingga air matanya keluar.


"Kalian manusia-manusia bodoh, kalian pikir polisi bisa menangkapku? Kalian pikir mereka punya kekuatan untuk melawanku? Kalau pun mereka menangkapku, aku hanya akan berada di sana beberapa jam dan akan keluar." Kata Reed menghapus titik air di sudut matanya.


"Tuan... Lepaskan Greisy, saya yang akan bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi, semua adalah kesalahan saya."


"Yosehp, apa yang kamu katakan!" Teriak Greisy.

__ADS_1


"Indahnya... Pasangan yang di mabuk cinta ini. Mereka tidak tahu bahwa cinta itu omong kosong! Ikat pria itu di kursi dan potong lidahnya!"


"TIDAKK!!!" Teriak Greisy.


Greisy sempoyongan dan bersujud memegang kaki Reed.


"Maafkan kami Tuan, maafkan kami, saya janji akan membayar semua kerugian nya, asal lepaskanlah Yoseph, saya lah yang menghasutnya, saya yang telah membujuknya, dia pengawal setia anda Tuan Reed, saya mohon ampun, lepaskanlah Yoseph, saya bersedia melakukan apapun asal anda mau melepaskannya."


Reed menggaruk kecil sudut bibirnya menggunakan telunjukknya dan memandang langit-langit seolah sedang memikirkan dan merenungkan kalimat Greisy.


"Rengekanmu membuat telingaku sakit. Potong lidahnya sekarang!"


"Baik Tuan."


Reed kemudian menarik Greisy dan memegang lengannya dengan kuat, Greisy memberontak melihat para pengawal mengikat Yoseph di kursi dan kemudian memotong lidah Yoseph.


"Tidaaaakk!!! Tidaakkkk!! Jangannn!!!" Teriak Greisy.


"AAARRGG!!!" Yoseph berteriak.


'Axella tunggu pembalasanku!' Geram Greisy dalam hatinya.


Greisy menangis dan duduk lemas di lantai.


Reed kemudian menarik Greisy untuk berdiri dan melemparnya ke atas ranjang.


"Kamu bilang akan membayar semua kerugiannya dan akan melakukan apapun untuk kekasihmu kan? Aku akan melepaskan kekasihmu." Kata Reed membuka tali handuk kimmononya.


"Yang lain keluar, biarkan pengawal bodoh itu tetap di kursinya, dia akan melihat bagaimana kekasih yang cantik ini, melayani bos nya." Kata Reed.


"Baik tuan."


Kemudian para pengawal keluar dan menutup pintu kamar milik Reed, sedangkan Reed sudah membuka handuk kimononya, Greisy mundur ketakutan di atas ranjang.


Sedangkan Yoseph tidak dapat berbuat apa-apa karena ia masih terikat dengan kuat, bahkan ia tidak dapat berbicara hanya berteriak marah tidak jelas karena lidahnya sudah di potong, hingga wajahnya merah membara.


"Greisy, karena kamu sudah melepaskan peliharaanku, mulai sekarang kamu akan menggantikannya." Kata Reed menarik kaki Greisy dengan kasar hingga Greisy berada di bawah tubuh Reed.


*****


Alaris serta Brida sedang dalam perjalanan ke sebuah apartmen mewah, Brida sendiri sibuk melihat tabletnya memberitahu jadwal-jadwal pada Alaris selama di negara itu, sedangkan Alaris juga sedang konsentrasi memeriksa pekerjaannya melalui tablet.


"Nyonya, waktu kita seminggu, namun jika kerjasama berjalan dengan baik, kita bisa pulang lebih awal."


"Ya, aku juga tidak ingin berlama-lama di negara ini, apa Tuan Austin Harold sudah tahu kita sampai dan menuju apartmen?"


"Saya sudah mengkonfirmasi pada sekretarisnya, seharusnya beliau tahu Nyonya."

__ADS_1


CKKIITTT!!!


Tiba-tiba mobil yang sedang melaju kencang mengerem mendadak, sehingga menimbulkan bunyi yang memekakkan telinga, apalagi membuat tubuh Alaris terguncang.


"Nyonya, anda baik-baik saja." Tanya Brida.


Alaris mengangguk.


"Bisakah menyetir dengan hati-hati!" Kata Brida marah.


"Maaf kan saya Nona, tapi ada yang menghalangi jalan dengan tiba-tiba."


"Siapa itu." Tanya Alaris.


"Saya tidak tahu Nyonya, seperti nya dia tidak baik-baik saja." Kata sang sopir.


"Di lihat dari pakaianan dan tubuhnya, apa dia korban pemerkosa*n?" Kata Brida menutup mulutnya.


Dari dalam mobil Alaris melihat gadis itu sudah sangat memprihatinkan, dan tiba-tiba gadis itu pingsan tepat di atas kap mobil.


"Astaga!" Teriak sang sopir.


"Ini tentang kemanusiaan, bawa gadis itu kerumah sakit dan biarkan polisi yang mengurusnya." Kata Alaris.


"Tapi nyonya, kita tidak tahu darimana asal-usulnya bagaimana jika ini hanya jebakan? Anda tahu kan persaingan bisnis selalu menggunakan hal-hal keji."


Alaris menghela nafasnya dan memikirkannya ulang.


"Sepertinya dia benar-benar butuh pertolongan, banyak luka di tubuhnya, dan hampir semua kulitnya lebam."


"Meski hati anda seperti es batu tapi anda sangat baik." Kata Brida mengomel.


Kemudian Brida keluar dari mobil dan memeriksa gadis itu, sang sopir pun juga menggendongnya masuk ke dalam mobil.


Saat itu Alaris berpindah posisi duduk di depan dekat dengan sopir sedangkan Brida di belakang dengan gadis malang itu.


Mobil melaju langsung menuju rumah sakit untuk memberikan pertolongan pertama.


Sesampainya di rumah sakit para dokter segera bertindak untuk melakukan perawatan. Semua dokter yang melihat langsung prihatin dan tidak percaya bagaimana bisa tubuh gadis itu memiliki banyak luka, mereka semua berdiskusi sebenarnya apa yang telah gadis itu alami, apalagi yang membawa gadis itu bukanlah orang biasa.


Setelah beberapa jam dilakukan perawatan di IGD, para dokter sudah menempatkannya di ruang perawatan, sedangkan pimpinan rumah sakit menemui Alaris.


"Nyonya, maaf sudah membuat anda menunggu lama, perkenalkan saya adalah Robert Arthur, dan di samping saya adalah dokter yang telah merawat gadis itu, bisa kita berbicara di ruangan saya?"


"Gadis itu tidak ada hubungannya dengan kami, dia menghentikan mobil kami, menghadangnya tepat di tengah jalan." Kata Brida menyela.


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2