Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
WILLIAM YANG MERINDUKAN ALARIS


__ADS_3

Jason kemudian membawa Jenny untuk menemui Axella.


TOK TOK TOK!


Pintu di ketuk.


"Siapa?" Tanya Axella dari dalam kamar.


"Saya Nyonya, ada yang harus saya periksa." Kata Jason tanpa ekspresi seperti biasanya.


"Aku sudah tidur besok saja."


"Ini menyangkut keselamatan anda, karena mansion kekuarangan pengawal saya bertugas memeriksa keamanan anda secara langsung, itu perintah dari Tuan William." Kata Jason.


Kemudian tak berapa lama pintu pun di buka perlahan.


Jason dan Jenny masuk.


Mata Jason menerawang, memperhatikan, dan mengamati dengan teliti.


Kemudian Jason menuju ke arah jendela.


Angin masuk meniup tirai dan membuat tirai itu berkibar.


"Sudah malam Nyonya, jendela harus di tutup." Jason hendak menutup nya.


Namun Axella menahan lengan Jason agar tidak beranjak dari tempatnya berdiri.


"Jangan, aku kepanasan, aku tidak suka memakai pendingin ruangan. Biar nanti ku tutup." Kata Axella.


Kemudian Jason melihat tangan Axella menahan dirinya, dan Axella menurunkan tangannya, Jason kembali memeriksa dan pergi ke kamar mandi. Cukup lama Jason berada di sana.


Axella mengigiti kuku jempolnya lagi, kakinya tidak bisa diam.


Kemudian Jason kembali keluar dari kamar mandi.


"Aman, maaf menganggu Nyonya, anda bisa kembali istirahat."


Jason kemudian keluar bersama Jenny.


"Bagaimana?" Tanya Jenny.


Axella tidak tahu latar belakang Jenny, dan Gloria, mereka di pilih sebagai pelayan pribadi Axella oleh William sendiri, karena kasih sayangnya pada Axella William kemudian mengambil pelayan dari salah satu keluarga jauh Jason.


Bahkan ketika Jenny dan Gloria hanya berdua dengan Jason, mereka memanggil Jason dengan namanya saja.

__ADS_1


"Aku akan melapor pada Tuan William lebih dulu." Kata Jason.


"Besok Frans akan datang menemui Gloria, aku bilang apa?"


Jason berfikir sejenak.


"Bilang saja, kamu tidak mengetahui dimana Gloria."


"Frans akan memarahiku. Dia pikir aku tidak menjaga adiknya." Kata Jenny.


"Kalau begitu bilang bahwa Gloria menghilang dan kamu tidak tahu dimana dia sekarang, jujur lebih baik." Kata Jason.


"Mungkinkah Gloria tidak betah bekerja di sini dan benar-benar melarikan diri?" Tanya Jenny.


"Tidak mungkin, dari kecil Gloria adalah gadis yang patuh pada orang tuanya, apalagi dia sangat bersemangat saat aku menawarinya untuk bekerja di sini."


Jenny kemudian diam, ia memikirkan dimana Gloria berada.


"Tenang saja aku akan mencarinya." Kata Jason kemudian ia pergi meninggalkan mansion dan menemui William kembali.


******


Di dalam ruangan di balik sel jeruji yang sangat dingin, seorang pria duduk merenungi nasibnya yang begitu menyedihkan.


Meski Harry mengambil alih semua asset miliknya William telah lebih cerdik memindahkan sebagian miliknya ke bank luar negeri, tepatnya di negara Amarka.


Negara Vernecia tidak dapat berbuat apapun karena tidak memiliki otoritas, hanya Negara Amarkan bersedia bekerja sama untuk membekukan semua akun William.


Treengg!!! Treengg!!! Treengg!!!


Seorang penjaga penjara datang dengan memnjulurkan pemukulnya di sel-sel jeruji besi menimbulkan suara yang menyebalkan.


Seolah penjaga itu sedang mengingatkan bahwa mereka semua sedang berada di dalam penjara, dan tidak ada penjara yang menyenangkan.


"Hey, ada yang ingin bertemu." Kata Sang penjaga.


William melihat ke arah penjaga dengan mata todak menyenangkan, ia masih belum terbiasa di perlakukan kasar, biasanya dialah yang mengatur manusia namun di bawah jeruji besi ia tidak bisa berbuat apapun.


William kemudian datang ke ruangan khusus, di sana Jason sudah duduk di sofa.


"Tuan..." Jason tidak pernah bisa tega meninggalkan William dan pria itu terlihat lemah di bawah hukum Negara Vernecia.


"Pengacara sedang berusaha agar anda bisa menjadi tahanan rumah dan tidak perlu di dalam sel."


"Hm." Jawab William dan duduk di sofa.

__ADS_1


"Ada berita apa?"


"Pembunuh bayaran yang trampil datang ke mansion, tidak tahu motifnya apa, tapi Gloria menghilang."


William melihat pada Jason.


"Tidak ada pengawal di mansion?"


"Tidak Tuan, sebagian di rumahkan, sebagian lagi mencari Roberto."


"Hentikan mencari Roberto, suruh mereka berjaga di mansion. Ada jejak tentang hilangnya Gloria?"


"Pembunuh bayaran itu masuk ke dalam kamar Nyonya Axella, dan terakhir kali Gloria juga sedang melayani Nyonya, kemudian Pembunuh bayaran datang membawa katung besar, saya memeriksa kamar Nyonya, dia membuka pintu jendela katanya karena panas, namun saya mencium bau darah di kamar Nyonya, apalagi di kamar mandi sangat anyir." Kata Jason.


"Pertama Greisy, dan sekarang Gloria." Kata William memijit pelipisnya.


"Tetap jaga Axella aku butuh bayi itu, untuk menjadi pewaris dan keturunanku. Tapi tanpa stempel marga Liam Grup aku tidak bisa berbuat apapun. Meski anakku lahir." Kata William.


Meski Harry mengambil asset milik Liam, William belum benar-benar bangkrut, ia masih memiliki harta yang banyak, namun semua harta itu berada di Negara Amarka dan sedang di bekukan.


"Seharusnya aku memindahkan semua asetnya menggunakan namamu Jason. Mereka tidak akan curiga, dan kita masih memiliki ruang untuk bergerak." Kata William.


"Sepertinya Harry memang ingin mempersempit pergerakan anda, tanpa dana kita tidak bisa berbuat apapun." Kata Jason.


William mengeluarkan nafas beratnya.


"Aku yakin semua orang akan berubah. Namun, ku pikir Axella adalah wanita yang berbeda, dia ceria, polos, dan murni, dia seperti wanita yang bersinar di dalam kegelapan, meski saat itu aku jatuh karena obat yang dia berikan, aku percaya Axella akan mampu membawa dirinya menjadi wanita dengan kepribadian itu selamanya. Tapi ternyata dia berubah begitu cepat."


"Ada kabar bahwa Harry bermain dengan Yumna, di ruangan kerjanya, mereka di pergoki oleh Nyonya Alaris sendiri dan Yumna dalam keadaan setengah telanjang."


"Mungkin pengaruh obat yang telah Axella dan Yumna rencanakan, lalu bagaimana dengan Alarisku?"


"Pelayan yang memberikan informasi pada saya katanya Nyonya Alaris terkejut, dan sangat syock, hingga semalaman dan sampai seharian mengurung diri di dalam kamar tidak ingin bertemu siapapun dan tidak makan apalagi minum."


"Harry jauh lebih buruk, dia menyakiti Alaris tepat di depan matanya. Aku harus mengirim pesan pada Alaris, aku akan memberinya suport dan tetap menawarkan ia untuk kembali padaku."


Jason mengangguk.


"Aku yakin Harry hanya akan mempermainkan Alaris."


"Saya dengar Tuan Harry juga akan mencalonkan diri sebagai presiden."


"Tepat sekali, dia hanya akan menggunakan seluruh asset Alaris untuk mencalonkan dirinya sebagai presiden, dan tentu saja menjadi presiden tidak semudah itu, dia juga harus menggunakan kekuatan orang dalam, seperti dukungan presiden lama, tentu saja ayah Yumna tidak akan memberikan dukungannya secara percuma. Aku tahu dia akan menikahkan Harry dan Yumna, dan Alaris pasti akan di campakkan. Aku sudah katakan pada Alaris, dia tidak memiliki pengalaman apapun masalah pria, dia tidak mempercayaiku. Harry adalah pria licik. Aku sangat merindukan Alarisku."


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2