Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
PERTEMUAN ALARIS DENGAN HARRY (LAGI)


__ADS_3

"Samantha siapkan kamar untuk Tuan Leon, berikan kamar yang ada di dekat mansion utara karena Tuan Leon akan bekerja di sini untuk mendekor taman bagian mansion utara."


"Baik Nyonya."


Kemudian Alaris masuk ke dalam mansion, sedangkan Samantha mengajak dan menunjukkan jalan untuk Leon.


Alaris menerima telfon yang masih di genggaman tangan Emily.


"Brida, ada sesuatu yang penting?"


"Nyonya, setelah membahas kerjasama dengan Tuan Austin Harold, saya langsung menuju apartmen Nona Axella tapi Nona Axella tidak ada, lalu saya memeriksa CCTV, selama beberapa hari Reed tertangkap kamera berkeliaran di sekitar apartmen."


Alaris meremas jemarinya.


'Aku tidak memiliki cukup kewenangan di negara Slyvedonia.'


"Sudah bertanya pada dokter Arthur?" Tanya Alaris.


"Saya sudah menghubunginya, tapi dokter Arthur mengatakan bahwa dia tidak mengetahui Axella dimana, dan sedang ikut membantu mencari."


"Bagaimana jika kita membayar orang untuk mencari Axella, atau temukan Reed lebih dahulu."


"Membayar orang di Negara Slyvedonia, itu sama saja akan mengubur kita dalam lingkaran kejahatan yang rumit di sini Nyonya, dan itu akan sulit menemukan orang yang mampu untuk di bayar Nyonya, karena yang saya tahu setelah insiden kecelakaan menewaskan Tuan Hendric Mac Linford semua penjahat bayaran di negara Slyvedonia di tangkap dan di atur pengaruhnya oleh Tuan Harry Mac Linford."


"Apa!" Alaris terkejut nyaris memekik, ternyata begitu besarnya pengaruh Harry di negara itu.


"Ya nyonya, dan sebab itulah banyak media diam-diam berpendapat bahwa Harry melakukan konspirasi di dalam keluarga Mac, menambah kuat tuduhan kecelakaan Hendric Mac Linford adalah rencana Harry untuk mendapatkan hak waris satu-satunya. Yang saya tahu Harry kemudian mengontrol semua penjahat bayaran di negara ini dan menjadi orang yang paling di takuti di negara ini, tapi ada satu orang yang bisa kita mintai bantuan, dia juga memiliki pengaruh yang kuat di negara ini Nyonya."


"Siapa?"


"Tuan Austin Nyonya."


Alaris menelan ludahnya, dalam hati Alaris tidak bisa begitu saja lepas tangan dan menutup mata atas hilangnya Axella, dari awal mungkin takdirnya adalah menyelamatkan Axella, namun jika dia meminta bantuan pada Austin, apakah akan baik-baik saja, atau Alaris harus meminta bantuan pada Harry yang lebih memiliki pengaruh kuat di Negara Slyvedonia.


'Aku harus menemukan Axella, dan membawanya ke Negara Vernecia, akan lebih aman dan di sini aku bisa mengawasinya lebih baik.' Batin Alaris.


"Sambungkan aku dengan Tuan Austin." Kata Alaris pada Brida.


"Baik Nyonya."


Tak berapa lama panggilan pun tersambung.


"Aku senang kamu menghubungiku Alaris, dan aku kecewa kenapa hanya sekretarismu saja yang datang ke Negara Slyvedonia."


"Maaf Tuan Austin, itu karena saya memiliki banyak pekerjaan di sini, tapi untuk membahas kerjasama yang sudah kita bicarakan sebelumnya saya rasa Brida saja sudah cukup. Sebenarnya, saya membutuhkan bantuan anda."

__ADS_1


"Kamu mengingatku dan menghubungiku ketika memerlukan bantuan saja?"


"Jika anda tidak bersedia, saya akan....


"Katakan apa yang bisa ku bantu untukmu Alaris."


"Saya ingin anda mencari seseorang, namanya Axella, dia dulunya tawanan Reed pemilik perusahaan Reed Jewelry."


"Ah... Aku tahu, perusahaan yang sudah kamu hancurkan, apa hubungan wanita itu denganmu."


"Bukan siapa-siapa, saya hanya ingin membantunya."


"Aku bisa membantumu Alaris, akan ku kerahkan semua pengawal di sini untuk mencari wanita itu, tapi aku harus membuatmu mengerti ada kalanya kamu tidak harus bertindak terlalu jauh untuk orang lain, yang ku tahu Reed adalah pria bangsawan yang serakah dan tamak, dia juga kasar, aku tidak ingin kamu terlibat masalah dengannya."


"Terimakasih atas nasehat anda."


"Aku akan berada di belakangmu jika Reed berani menganggumu Alaris."


"Terimakasih tapi saya harap itu karena kita adalah mitra kerjasama."


"Lebih dari itu, saya sudah mengagumi mu Alaris."


Panggilan pun di tutup.


'Ada yang aneh dengan Austin. Sikap dan suara nya berbeda.' Batin Alaris.


Waktu demi waktu berlalu, seminggu, dua minggu, hingga berbulan-bulan namun Axella belum juga di temukan dimana keberadaannya.


Sedangkan Alaris juga sudah semakin di sibukkan dengan perusahaan Aldawn serta perusahaan Imperial Diamond yang benar-benar memiliki perkembangan menakjubkan.


Imperial Diamond menjadi perusahaan berlian yang sangat berpengaruh di berbagai negara.


Hingga masalah Axella pun perlahan meredup di pikiran Alaris.


Austin mengatakan bahwa tidak ada lagi jejak tentang Axella bahkan Reed tidak di temukan dimanapun, kesimpulannya adalah mungkin Reed sudah membawa kabur Axella ke tempat dimana orang tidak bisa menjangkaunya.


Sedangkan keadaan mansion utara kini sudah semakin sibuk dengan para pekerja, tinggal sedikit lagi taman akan selesai.


Leon melakukan pekerjaan selama berbulan-bulan dan tinggal di mansion utara dengan tenang, ia profesional.


Sedangkan Alaris juga tidak mendengar lagi cerita tentang Harry dari mulut Leon, karena pria itu benar-benar berkonsentrasi membuat taman yang Alaris mau.


"Nyonya, ada tamu." Kata Samantha.


Saat itu Alaris sedang melihat Leon yang penuh percaya diri memerintahkan para pegawainya untuk ini dan itu.

__ADS_1


"Siapa?" Tanya Alaris.


"Tuan Harry."


Alaris mengernyit.


'Sudah berbulan-bulan lamanya, apa yang dia lakukan di negara ini? Atau dia bolak balik Slyvedonia-Vernecia?'


"Aku akan kesana." Kata Alaris.


Setelah berjalan cukup jauh, terlihat Emily yang menemani Harry sedang tertawa dan tersipu malu.


"Eghem." Alaris berdehem.


"Ah Nyonya." Emily tersipu malu.


"Selamat sore Alaris." Sapa Harry.


Saat itu mereka berada di ruangan mansion utara.


"Sepertinya anda pintar merayu, Lily sampai tersipu malu." Kata Alaris.


"Bu-bukan Nyonya Alaris, Tuan Harry sedang menceritakan sesuatu yang lucu." Kata Emily.


"Ahh ternyata Tuan Harry adalah tipikal pria humoris." Kata Alaris.


"Aku hanya suka mencairkan suasana yang kaku. Pelayan pribadimu menunggu di sini dan hanya berdiri seperti patung." Harry tersenyum.


"Jadi, ada perlu apa Tuan Harry?"


"Masih memanggilku tuan?" Harry mengernyit tidak senang.


"Aku tidak terbiasa berbicara akrab dengan orang yang jarang berjumpa, dan kita jarang sekali bertemu."


"Apa ini? Kamu ingin agar aku lebih sering menemuimu agar kita bisa menjadi lebih akrab, bukan begitu?"


Alaris membelalak, bukan itu yang Alaris maksud dari kalimatnya namun Harry menangkap kalimat Alaris yang seolah-olah meminta Harry untuk sering-sering mengunjunginya.


Harry tertawa melihat ekspresi Alaris yang semakin kaku dan tegang.


"Sebenarnya aku ingin meminta bantuanmu, Alaris."


"Anda? Pria yang punya pengaruh besar, meminta bantuan saya?"


"Aku tidak terlalu mengerti dan faham Negara Vernecia, jadi aku meminta bantuanmu untuk mencari teman masa kecilku yang sangat berharga, anda memiliki pengaruh besar di negara ini."

__ADS_1


Harry memiringkan kepala dan menatap Alaris yang tinggi tubuhnya jauh lebih pendek darinya. Harry memanglah pria jangkung yang tampan, tubuhnya terlihat berorot, dan sepertinya kesenangan Harry adalah melihat ekspresi kaku dan tegang milik Alaris yang selalu membuatnya tergelitik ingin tertawa.


bersambung~


__ADS_2