
Franz mondar-mandir di depan gerbang besar Mansion, dengan cemas pria itu menunggu seseorang untuk mendatanginya.
Franz melalui proses yang rumit untuk dapat berbicara dengan Axella, nama itu ia tahu dari Gloria yang selalu menelfon dan menceritakan pekerjaannya padanya.
"Saya belum mendengar kabar selama sebulan dari saudara perempuan saya, namanya Gloria." Kata Franz.
"Adikmu, sudah selama 1 bulan tidak memberikan kabar?"
"Ya, dia pelayan pribadi Nyonya Axella." Jawab Franz.
"Apa kamu yakin dia pelayan pribadi Nyonya Axella?"
"Ya, dia setinggi bahuku, dan dia sangat cantik, tubuhnya ramping dan kulitnya putih, namun rambutnya sedikit berwarna kemerahan." Kata Franz menjelaskan dengan penuh menggebu-gebu.
Penjaga itu mendecakkan lidahnya seolah kesal dan berkata dengan santai.
"Jika dia berwajah cantik, dia mungkin kabur dengan seorang pengawal yang diberhentikan, mungkin pria itu sudah menidurinya, mereka dipastikan akan kawin lari, mungkin dia takut kamu akan melarang mereka jatuh cinta, apalagi adikmu mencintai pengangguran."
Franz mengepalkan tinjunya erat-erat saat dia menahan keinginan untuk memukul, namun tidak sampai beberapa menit, tinjunya lepas mengenai gerbang dan berteriak.
"Beraninya kamu berbicara tentang adikku seperti itu!!!"
"Pergilah, jangan menghalangi mobil yang akan masuk." Kata sang penjaga.
"Sudah ku bilang, adikku bekerja di sini, namanya adalah Gloria, aku juga memiliki hubungan dekat meski tidak terlalu dekat dengan Jason, kami masih satu keluarga." Kata Franz.
"Ya ya ya.... Kalau kamu satu keluarga dengan Tuan Jason, maka aku satu keluarga dengan Tuan William." Kata penjaga itu mengejek dan tidak serius menanggapi.
Tak berapa lama Jenny datang dengan menggunakan buggy car bersama satu pengawal sebagai supir.
"Franz." Panggil Jenny dari balik gerbang.
"Jenny..." Franz mulai panik.
"Kenapa kamu tidak mengijinkannya masuk." Kata Jenny pada sang penjaga.
"Saya ditugaskan untuk tidak mengijinkan siapapun masuk, kecuali orang yang diijinkan oleh Tuan Jason."
"Dia adik sepupu Tuan Jason." Kata Jenny.
Sang penjaga mendelik, ternyata Franz tidak bohong jika ia memiliki hubungan keluarga dengan Jason.
Sang penjaga gerbang kemudian membuka pintu, Franz masuk dan mendatangi penjaga itu dengan sangat dekat.
"Bersyukurlah aku sedang sibuk mencari adikku, jika tidak aku akan mengurusmu dan merobek mulutmu." Kata Franz mendelik.
Jenny mengajak Franz masuk ke dalam mansio,n Buggy Car itu membawa mereka melalui jalanan beraspal dan masuk ke dalam taman belakang.
__ADS_1
Kemudian mereka turun dan mengobrol di taman belakang tepatnya di ruangan terbuka.
Itu adalah satu-satunya hal yang bisa Franz lakukan, menemui Jenny dan jika perlu ia akan menemui Jason. Menanyakan kabar adiknya.
"Jadi kenapa aku tidak mendengar kabar darinya?" Tanya Jason pada Jenny.
Hubungan kakak beradik itu begitu erat hingga tak pernah melewatkan untuk saling memberikan kabar satu sama lain. Sehari pun tidak pernah melewatkan tanpa memberikan kabar, dan ini sudah 1 bulan.
Franz terlihat frustasi. Wajahnya muram dan kusam, ia tidak dapat tidur karena mengkhawatirkan adiknya, apalagi orang tuanya di desa selalu menanyakan kabar adiknya.
Jenny meremas kedua tangannya sendiri tidak tahu harus bilang apa. Pada akhirnya Jenny merahasiakan kemana Gloria, karena Jason ingin memastikan lebih dulu dan tidak ingin terjadi kekacauan ketika William masih di penjara.
"Kamu benar-benar tidak tahu kemana adikku pergi?" Tanya Franz lagi.
Jenny menggelengkan kepala.
"Ini membuatku sangat khawatirkan. Sial!!! Apa dia benar-benar baik-baik saja? Aku benar-benar kakak laki-laki yang tidak berguna. Apa gunanya aku menjadi pria!!!" Franz terlihat ingin menangis.
"Aku akan menunggu Tuan Jason, jika boleh aku juga ingin bertemu Nyonya Axella." Kata Jason.
"Apa?" Wajah Jenny mengerut takut.
"Kamu selalu gugup saat aku menannyakan dimana Gloria, apa ada yang kamu sembunyikan dariku?" Franz mulai curiga.
"Ti.. Tidak, hanya saja untuk menemui Nyonya Axella mungkin itu sulit, karena moodnya selalu berubah-ubah apalagi itu bawaan hamil, kurasa ia tidak akan mau menemuimu."
"Bukan begitu Franz, adikmu pergi sendiri tanpa sepengetahuan kami."
"Aku tidak percaya kamu mengatakan itu, kamu juga tahu bagaimana sifat adikku, dia polos." Kata Franz.
"Aku akan menunggu di sini sampai Jason memberikan penjelasan dan Nyonya Axella mau menemuiku."
"Franz jangan keras kepala, pengawal akan menyeretmu." Kata Jenny membujuk.
"Siapa dia?" Itu adalah suara yang paling Jenny takuti sekarang.
Jenny berdiri dan menundukkan kepala, kedua tangannya menyilang di depan pahanya.
"Maaf Nyonya... Sa... Saya... Bisa jelaskan."
Axella memegangi perutnya yang besar dan melihat pria tampan dihadapannya, meski pakaian itu lusuh, namun ketampanan pria itu tidak dapat di sembunyikan dari pakaian lusuhnya.
"Saya Franz Nyonya Axella." Kata Franz.
"Franz, apa kamu adalah pengawal pribadiku yang sedang ku cari. Aku meminta pada Jason untuk mencarikan aku pengawal pribadi?"
"Ahh... Ya itu saya Nyonya."
__ADS_1
Jenny menarik nafas seolah dadanya sesak, kemudian mendelik pada Franz.
"Ganti pakaianmu dan antar aku, kamu bisa menyetir kan. Supir ku yang bernama Alberto di pecat oleh Jason." Kata Axella.
"Baik Nyonya."
Axella kemudian pergi dan berpapasan dengan Jason, saat itu Jason membawa seorang pengawal di belakangnya.
"Nyonya Axella..." Sapa Jason.
"Terimakasih Jason kamu sudah mencarikan pengawal."
Jason mengerutkan keningnya, bagaimana Axella bisa tahu sedangkan dia belum memperkenalkannya.
"Namanya Franz bukan? Kali ini jangan memecat seseorang yang melayaniku kecuali diriku sendiri. Apa kamu mengerti."
Jason terkejut Axella menyebut nama Franz, dan ia menelan ludahnya.
Tak berapa lama Jenny datang, dan Jason melihatnya, hanya dengan saling tatap Jason mengerti jika Jenny akan menjelaskan tentang apa yang telah terjadi.
"Jenny, katakan Franz untuk menyiapkan mobil aku akan bersiap." Kata Axella.
"Baik Nyonya."
Setelah Axella pergi, Jason menyuruh pengawal yang ia bawa yang seharusnya itu adalah supir baru Axella untuk pergi dulu.
"Apa yang telah terjadi." Kata Jason.
"Ini semua karena Franz, ia bersikeras ingin bertemu dengan Nyonya Axella, dan Nyonya Axella salah mengira jika Franz adalah sopir yang anda carikan untuk dia, dan Franz menyaggupinya, dia bilang dialah sopir dan pengawal pribadi Nyonya Axella."
Jason menarik nafas, memejamkan matanya dan memijit pelipisnya.
"Nyonya Alaris akan membantu mencari tahu keberadaan Gloria, aku kekurangan dana karena semua akun bank milikku sudah di bekukan."
"Nyonya Alaris?"
Jason mengangguk.
"Anda menemui Nyonya Alaris ke Negara Slyvedonia?" Tanya Jenny.
Jason diam.
"Aku tidak punya pilihan lain, selain meminta bantuannya, Tuan William tidak mau menerima kunjungan, sepertinya ada yang terjadi di dalam penjara."
"Astaga..." Jenny menutup mulutnya.
Wanita yang hampir memiliki usia paruh baya itu merasa sangat iba dan sedih mengapa majikannya mengalami tragedi seperti ini. Meski ia baru masuk dan menjadi pelayan Axella, namun hatinya tetap merasa jika Alaris adalah orang baik, dan firasatnya selalu mengatakan jika mungkin semua yang menyakiti Alaris akan mendapatkan karma mereka masing-masing.
__ADS_1
bersambung~