Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
TRAGEDI TAK TERDUGA


__ADS_3

Harry menatap nanar setiap sudut dimana rudal itu berasal.


Angin berhembus keras dan membuat jas nya berkibar, kemudian Harry membuangnya. Jas itu teronggrok di tanah.


Leon dan juga Zoland masih memantau.


Tak berapa lama beberapa helikopter datang mendekat.


"Dia tidak takut dengan pengawal yang anda miliki di sini?" Tanya Zoland.


"Kita lihat siapa manusia gila yang ingin merasakan siksaanku itu."


"Aku juga penasaran, berani sekali dia." Kata Leon.


Tak berapa lama, seorang pria yang sangat mereka kenal menjulurkan kepalanya dan berteriak.


"Kamu suka dengan kejutan yang ku berikan untukmu Leon!" Teriak pria itu dengan sangat keras.


"Itu hadiah pernikahanmu!" Teriak nya lagi.


"Kenapa aku bisa melupakannya!" Geram Leon.


"Aahh... Dia... Aku ingat sekarang." Harry tersenyum sinis.


"Zoland, bagaimana pun tangkap belut itu." Perintah Harry.


"Baik Tuan Harry." Kata Zoland.


"KEMBALI KAN ADIKKU ATAU PULAU INI AKAN MENJADI KUBURAN KALIAN!!!" Teriak pria itu lagi.


"Anak angkat Guillermo yang sangat totalitas." Kata Leon.


"Fabrigo, turun dan kita bisa membicarakan kesepakatannya. Aku akan melepaskan Yumna." Kata Harry.


Harry memang sudah memikirlannya, ia akan melepaskan Yumna dan di ganti dengan tanah di Negara Amarka milik Guillermo, karena ia akan membangun taman bermain.


"Aku tidak akan terkecoh denganmu pria licik! Lepaskan Yumna adikku, atau kalian akan terkubur di sini!!! Ada 20 rudal lebih sudah terpasang dan membidik kesini." Kata Fabrigo.


"Ha.. Ha... Ha..." Harry tertawa.


"Kenapa kamu tertawa!!! Kamu akan mati di sini!!" Teriak Fabrigo.


"Kamu lupa Fabrigo, Yumna masih ada di kastil, aku bisa saja melakukan apapun padanya." Kata Harry.


"Menurut kalian aku bodoh!!! Selagi kalian sibuk di sini para pengawal terlatihku sudah bergegas menuju kastil!" Kata Fabrigo.


Senyuman Harry tiba-tiba menghilang dan menjadi tatapan iblis.


"Kemana Helikopter itu akan membawa Alaris?"


Zoland melihat gps nya dan melacak.


"Gawat tuan, mereka kembali ke kastil."


"Hubungi untuk putar balik, dan menuju Bluecastil di pulau tengkorak." Kata Harry.


"Baik tuan, saya akan menghubungi mereka."


"HAHAHAHAH!!! Kalian bodoh helikopter istrimu sudah di lacak oleh para pengawal ku Harry, jangan menangis jika kamu akan menjadi duda, atau mungkin kalian akan bertemu di neraka!!!" Teriak Fabrigo.


"Tidak secepat itu!!!" Kata Leon.


"Belum saatnya dan tidak akan semudah itu!!!" Teriak Harry.


Kemudian Harry dan juga Leon mencari persembunyian dan para pengawal menodongkan senjata ke arah helikopter.


"Dor dor dor dor...!!!"


Helikopter itu di berondong tembakan oleh para pengawal rahasia.


Helikopter-helikopter adu tembak, dan beberapa oleng, kemudian terjatuh, namun ternyata Fabrigo telah lebih dulu pergi dari helikopter dengan melompat dan menggunakan parasut.


"Harry!!! Kemarilah aku akan memberimu pelajaran atas apa yang telah kamu lakukan pada Adikku Yumna!!!"

__ADS_1


"Dalam 1 menit semua rudal akan menembak dan semuanya sudah mengarah kesini, kemarilah dan kita duel!!!" Teriak Fabrigo.


"Orang itu tidak waras." Kata Leon.


"Anda tidak berniat duel dengannya kan Tuan Harry!" Kata Zoland terkejut ketika Harry sudah berdiri dan membuka dasinya.


"Harry!" Teriak Leon.


"Aku ingin memberinya pelajaran! Atas apa yang ia lakukan, beraninya dia menargetkan istriku." Tatapan mata Harry bagai iblis neraka.


"Tidak ada waktu Harry, kita harus pergi!!!" Teriak Leon.


"Kalian pergi lebih dulu dan bereskan kastil utama, bawa sebagian pengawal yang ada di sini." Kata Harry.


"Tuan!!"


"Harry jangan gila!!!" Teriak Leon


Kemudian Harry berjalan mendatangi Fabrigo, pria itu memang sudah gila, dia tertawa seperti orang yang kehilangan akalnya.


"Hahaha kemarilah!!! Kamu akan mati!!!" Teriak Fabrigo dan maju menggunakan pisau belati.


Harry menghindar, dengan cepat, lalu memutar tubuhnya dan menendang Fabrigo.


Tidak puas Fabrigo maju lagi, menjulurkan pisau belatinya.


"Hyaaa!!!! Matilah kamu!!!" Teriak Fabrigo.


Harry menangkis dengan tangannya, dan pisau itu melukai telapak tangannya.


"Tinggal, 30 detik lagi!! Hahahah, kamu akan mati terkubur di sini, dan dendam adikku akan terbalas!!!" Teriak Fabrigo.


"Dasar bermulut besar." Kata Harry.


Harry mematahkan tulang tangan Fabrigo.


"Kretek!!"


Kemudian Harry menarik tangan Fabrigo, memutarnya ke belakang punggung Fabrigo, dan Harry menekan punggung Fabrigo dengan kakinya.


"Kretek!"


"Jangan sekali-sekali... Kamu membidik istriku." Kata Harry menakutkan.


Fabrigo lemas, namun masih sadar.


"Ru...Dal...Nya... Da...Tang..." Kata Fabrigo terbata.


Harry kemudian berlari sekencang mungkin naik menaikki mobil jeep milik salah satu pengawalnya.


Para pengawal menekan gas dengan kecepatan penuh.


Zoland dan Leon juga masuk ke dalam jeep.


"Aku sudah menyuruh kalian pergi lebih dulu!!!" Teriak Harry.


"Mana mungkin kami meninggalkan anda di sini tuan." Kata Zoland.


"Sialan, tidak ada waktu lagi!!!" Teriak Leon.


"Semuanya!! Aktifkan mesin turbo!!!" Perintah Harry.


Kemudian para pengawal memakai mesin turbo modifikasi.


"Sial Tidak sempat! Semuanya berlindung!" Perintah Harry.


"Ssiiuuuuww!!!"


"Ssiiuwwww!!!"


"Siiuwwww!!!"


"Buuumm!!!"

__ADS_1


"Buummm!!!"


"Dduuuaarr!!!"


"Duuaarrr!!!"


Rudal-rudal itu menuju pulau itu yang sudah menjadi target nya.


******


Alaris dan Brida merasakan ketidakberesan, helikopter mereka di buntuti, namun beberapa helikopter mencoba menghalaunya.


Baku tembak kembali terjadi.


"Dor... Dor...Dor...!!!"


"Aaa!!!" Teriak Alaris.


"Nyonya Alaris!!" Brida menggapai tangan Alaris.


Terlalu banyak musuh yang mengejar, mereka sudah memutar arah dan menuju pulau tengkorak.


Beberapa helikopter pengawal pun terjatuh.


"Dor!!!"


Satu tembakan tepat mengenai helikopter milik Alaris.


Helikopter itu oleng.


"Nyonya Alaris!!!" Teriak Brida.


"Ayah...!!!" Teriak Brida lahi.


Helikopter jatuh ke bawah mendarat dengan tidak mulus.


Membentur tetumbuhan dan pasir.


Helikopter itu kemudian berhenti tepat di pinggir pantai dan terbentur bebatuan.


"Nyonya..." Kata Brida lemah.


Kepala Alaris terluka, banyak darah mengalir. Alaris juga tidak sadarkan diri.


"Ayah..." Kata Brida.


Terlihat Ayahnya juga tidak sadar kan diri, bahkan lukanya sangat parah.


Brida memegangi kepalanya dan darah juga mengalir, kemudian Brida merasa tubuhnya lemah sangat tidak bisa mengotrolnya, gaun putihnya berubah menjadi sangat kotor dan banyak noda darah.


"Aku tidak kuat, maafkan aku Leon. Maafkan saya tuan Harry yang tidak bisa menjaga Nyonya." Kata Brida dan kemudian pingsan.


******


Hector mendengar kabar jika terjadi penyerbuan di pesta pernikahan Leon, saat itu ia tengah bersiap akan menghadirinya, karena sesuatu hal ia sudah menghubungi lebih dulu jika ia akan datang terlambat.


"Tuan Hector, sesuatu telah terjadi..." Kata seorang pengawal pribadinya.


Sang pengawal memberikan tabletnya dan Hector melihat itu.


"Astaga!!! Kerahkan semua pengawal yang ada untuk mencari kakakku sekarang juga!!!"


"Lalu berikan perintah untuk semua pengawal menyisir pulau itu, kirim mereka ke lokasi dimana rudal-rudal itu berjatuhan!"


"Baik Tuan Hector."


"Ya tuhan aku takut sekali... Kakakku adalah wanita kuat dia tidak akan begitu saja meninggalkanku." kata Hector lagi.


"Putar balik dan suruh pilotnya lebih cepat lagi menuju pulau dimana kakakku jatuh!!!" Teriak Hector.


Hector mengalami dilema. Sesaat yang lalu ia tetap akan melanjutkan perjalanan menuju pulau dimana pernikahan Leon di gelar, namun ia langsung memutar arah untuk mencari kakaknya.


"Kakak... Kamu harus kuat, aku tidak mau kehilangan dirimu dan keponakan-keponakanku... Tunggu aku!!" Geram Hector.

__ADS_1


Tubuhnya gemetaran, keringatnya keluar hingga sebulir-bulir jagung. Matanya pun berair.


bersambung~


__ADS_2