Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
WILLIAM ANAK ADOPSI


__ADS_3

William dan juga Jason sampai di mansion, ia menunda keberangkatan karena pengawal menghubunginya.


Meskipun mansion terlihat tidak terlalu kacau, namun ia tidak bisa menerima penyusupan yang di lakukan oleh Harry, apalagi Harry membawa Alaris pergi.


"Tuan, kami menemukan Nona Axella ada di ruangan rahasia anda."


William kemudian bergegas dan melihat Axella tertunduk lesu, wanita itu duduk di atas sofa berbulu yang lembut, di sampingnya beberapa pengawal juga menjaganya, namun ia tidak bisa merasakan kelembutan sofa itu karena perasaan panik yang menyerangnya.


"Apa yang terjadi."


"William maafkan aku, tapi ini tidak seperti yang kamu bayangkan." Sergah Axella lebih dulu.


Saat itu William melihat Axella ketakutan dan memegangi perutnya yang semakin membesar. Di dalam perut itu adalah anaknya, pikir William.


"Tenanglah, ceritakan pelan-pelan."


"Aku... Aku... Sebenarnya butuh uang yang banyak." Kata Axella menutupi alasan yang sebenranya kenapa Axella masuk ke dalam ruangan rahasia.


"Untuk apa? Apa ada yang memerasmu? Kamu bisa katakan padaku."


"A.. Aku... Aku harus membeli sesuatu yang ku sukai, dan kamu tidak pernah memberikanku uang bulanan jadi.. Aku nekat mencuri di ruangan rahasiamu."


"Apa hanya kamu yang masuk ke sana? Tidak ada yang lain?"


"Tidak... Hanya ada aku." Axella melotot meyakinkan William.


Kemudian William memanggil salah satu pelayan menggunakan tangannya.


"Bawa Axella ke kamarnya." Kata William.


"Istirahatlah, aku akan memikirkan tentang uang bulanan yang kamu inginkan." Kata William mengecup kepala Axella.


Setelah Axella pergi William masuk ke dalam ruangan kerjanya.


"Periksa cctv." Perintah William pada Jason.


"Baik Tuan."


William kemudian melihat bingkai foto nya bersama Alaris pecah di bawah meja, William mengambil dan membersihkan serpihan kacanya.


"Tuan saya membawa videonya." Jason menyerahkan tabletnya.


Dalam video itu hanya Axella yang terlihat mengeledah ruangan kerja William, terlihat pula bagaimana Axella dengan sengaja membanting bingkai foto pernikahan William dan Alaris, lalu kemudian seluruh cctv mati.


"Tuan ada beberapa berkas dan dokumen yang hilang, lalu tablet lama juga menghilang."


"Axella bilang hanya dia sendiri yang masuk ke dalam ruangan rahasia. Axella juga tidak akan paham dengan dokumen-dokumen, siapa kira-kira yang masuk setelah Axella, atau mungkin mereka masuk bersama." Tanya William.


"Para pengawal juga menemukan hanya ada Nona Axella di dalam ruangan rahasia Tuan, dan tidak ada sidik jari lainnya, mereka juga sudah memeriksa tidak ada jejak lain selain jejak sepatu Nona Axella."

__ADS_1


William duduk di kursinya, sembari memijit pelipisnya.


"Dokumen apa yang hilang."


"Seperti nya Dokumen yang tidak terlalu penting Tuan." Kata Jason.


"Aku jarang memeriksa dokumen lama, apakah itu kiriman dari ayah?"


"Seperti iya, itu kiriman dari ayah anda beserta tabletnya."


"Mungkin target perusahaan selanjutnya yang harus di ambil alih. Biarkan saja. Lalu Alaris?"


"Kemungkinan sudah terbang ke Negara Slyvedonia tuan. Informasi terakhir para pengawal tidak bisa mengejarnya karena semua mobil di sabotase. Lalu rekaman cctv jalanan melihat iring-iringan mobil tuan Harry sudah memasuki bandara."


William mendecakkan lidahnya dan mendorong apapun yang ada di atas mejanya.


"Harry Mac Linford." Geram William.


"Bawakan aku air dan obat penenang." Kata William.


Kemudian Jason pergi dan mengambilkan obat untuk William. Setelah menenggak obatnya, William pun mencoban untuk menutup matanya sembari berfikir, pria itu masih duduk di kursinya.


Bayang-bayang Alaris saat memakai pakaian pengantin kembali terlintas di pikirannya, kecantikan itu entah di turunkan dari mana, tapi saat itu Alaris bagaikan malaikat yang paling cantik.


"Tidak bisa... Secantik apapun dia, tetap saja dia tidak bisa memberikan ku anak." Kata William.


"Ya..."


"Beraninya kamu menunda pertemuan!" Suara diujung telpon begitu keras hingga William sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga.


"Sesuatu terjadi di mansion." Kata William.


"Apa Alaris membuat masalah." Suara pria yang sedikit serak dan berat penuh penekanan.


"Bukan, Harry membawanya pergi, dan dokumen yang ayah kirimkan padaku hilang, dokumen apa itu, aku belum sempat melihatnya."


"Dasar anak bodoh! Itu adalah dokumen penting yang harus kita bicarakan sekarang! Bagaimanapun dapatkan dokumen itu! Apa tabletnya juga menghilang!?" Suara serak itu berbubah menjadi suara lengkingan yang memekak telinga William.


"Apa isinya? Tabletnya juga menghilang."


"Dasar anak tidak becus bagaimana bisa aku mengadopsi dan memelihara anak seperti mu, tidak bisa bekerja apapun! Temukan dokumen itu sekarang juga!"


"Tapi apa isinya?"


"Itu dokumen penting tentang Perusahaan Alhe Grup dan bukti kecelakaan-kecelakaan pemilik perusahaan-perusahaan yang sudah ku ambil!" Ponsel pun di matikan sepihak oleh ayah William.


Wajah William tercengang, tidak bisa memikirkan apapun lagi dengan jernih, tubuhnya lemas. Dalam pikirannya siapa yang sudah mengambilnya, jika jejaknya hanya ada Axella, apakah Axella berkomplot dengan Harry, atau berkomplot dengan alaris.


"Tidak mungkin."

__ADS_1


William kemudian berdiri dan berjalan dengan cepat menuju kamar Axella.


William membuka pintu kamar Axella dengan keras, namun ketika melihat wajah polos Axella yang ketakutan membuat niat William menciut.


"Kamu terkejut?" Tanya William pelan dan dengan suara lembut.


"A.. Aku terkejut karena tiba-tiba kamu membuka pintu dengan kasar." Kata Axella.


William kemudian duduk di tepi ranjang Axella dan memeluk Axella, tangan pria itu membelai lembut rambut Axella.


"Bicaralah jujur padaku Axella, dengan siapa kamu masuk ke dalam ruangan rahasia?" Tanya William.


Axella menarik kepala dan menunduk.


"Kamu akan menghukumku? Kamu tidak percaya padaku? Apa aku harus bersumpah jika yang ku katakan adalah benar? Aku masuk ke dalam ruangan rahasia sendirian, dan aku minta maaf aku tidak akan mengulanginya lagi." Axella menangkupkan kedua telapak tangannya memohon dengan derai air mata.


"Baiklah aku percaya, tapi jika kamu ingat, kamu telah melihat seseorang masuk ke dalam ruangan rahasia itu setelah kamu, bisakah kamu memberitahuku?"


"Tidak ada, hanya aku dan semua pengawal datang saat alarm berbunyi." Kata Axella.


William mengangguk pelan. Pria itu heran bagaimana caranya Harry menyabotase cctv, William berfikir Harry menyabotase cctv untuk menyusup dan membawa Alaris pergi, dan bersamaan ketika Axella masuk ke dalam ruangan rahasianya.


"Apakah itu hanya sebuah kebetulan?" Tanya William.


"Apa?" Tanya Axella


"Apa kamu tahu Harry membawa pergi Alaris?"


"Apa?! Benarkah?! Aku tidak tahu itu, karena aku berada di ruangan rahasia."


William mengerti dan memilih untuk meninggalkan Axella, dengan alasan akan mengurus pekerjaan. William kembali bersama Jason, namun kali ini mereka berada di dalam kamar Alaris. Kamar Alaris masih terlihat sama, namun dokumen-dokumen penting milik Alaris dan peralatan bekerja milik Alaris sudah kosong.


"Apakah ini hanya kebetulan? Harry datang menyabotase cctv untuk menyelamatkan Alaris bersamaan ketika Axella masuk ke dalam Ruangan Rahasia?" Tanya William.


"Pelayan juga tidak ada yang bisa menjadi saksi, karena para pengawal Harry mengumpulkan semua pelayan di taman belakang Tuan."


"Lalu Leon? Ada dimana dia?"


William dan juga Jason saling pandang.


"Leon beberapa hari tidak terlihat, kemungkinan dia berada di luar mansion, namun cctv menunjukkan Leon sudah kembali, pagi ini Nona Axella masuk ke dalam kamar bersama tuan Leon, kemudian Leon menutup pintu itu."


"Mereka di dalam kamar berdua?" Tanya William.


"Sebenarnya, yang pertama saya melihat Nona Axella berpelukan dengan Leon, dan yang kedua kali adalah hari ini mereka tertangkap kamera masuk ke dalam kamar milik Leon, dan pintu di tutup."


William menekuk alisnya.


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2