
Chia menggandeng Zadith melalui pintu belakang, semua tidak berjalan mulus seperti perkiraan Chia, semua pelayan memberikan salam dan menunduk hormat.
Chia kelabakan dan kebingungan, ia meminta agar para pelayan tetap diam, sembari membuat kode jarinya menempel di mulutnya.
"Sssttt...!!" Kata Chia.
Namun bukannya mengerti para pelayan justru kebingungan.
Sedangkan Zadith justru tersenyum kecil melihat tingkah Chia yang lucu.
"Hey Chia...!"
Suara yang tak asing terdengar, dan membuat jantung Chia mendadak ingin copot.
Dari belakang pria itu berjalan memegang bahu sang adik.
"Kamu pulang dengan temanmu?"
"Kak Elouan..." Chia meringis.
Kemudian Elouan mengamati teman Chia.
"Aa... Aanuu... Ini teman Chia namanya... Anu... Namanya... Za... Za...."
"Halo, salam kenal nama saya Zaza..." Kata Zadith dengan suara lirih dan menirukan suara wanita.
"Zaza?" Elouan fokus mengamati, pandangan nya tidak lepas dari Chia seolah Elouan ingin terus menelisik, ia merasa teman Chia agak aneh.
"Apa dia pacarmu Chia?" Tanya Elouan.
"Apa katamu!!! Mana mungkin!!!" Kata Chia.
"Karena dia feminim dan kamu tomboy seperti laki-laki, jadi aku tanya apa dia pacarmu?" Tanya Elouan terkekeh.
Saat itu Elouan masih memakai pakaian Taekwondo, keringatnya cukup banyak karena ia baru saja selesai berlatih dengan keras, kemudian ia mengelap pelan dengan handuk kecil.
"Dasaar mengagetkaaan!!!" Teriak Chia kesal dan marah.
Kemudian dia melayangkan tendangannya, Chia juga bisa taekwondo dan beladiri, itu karena kakak-kakaknya yang secara pribadi melatihnya.
Elouan kemudian menangis tendangan Chia dengan tangannya, kaki Chia kini tepat di atas kepala Elouan dengan tangan Elouan masih menahan tendangan Chia.
"Kamu harus sering latihan, besok kamu akan tahu bagaimana pelatih baik ini akan membimbingmu." Kata Elouan dengan tersenyum lebar bagai iblis yang memiliki mata penuh muslihat.
"Tidaak!!! Aku tidak mau di latih monster sepertimu!!" Teriak Chia.
Kemudian Chia naik dan menendang lagi dengan satu kakinya yang lain. Namun, Elouan memelintir kedua kaki Chia membuat tubuh Chia berputar hingga 180 derajat.
Reflek yang bagus, Zadith langsung menangkap tubuh Chia sebelum Chia jatuh ke lantai dan membuat tendangan pada Elouan, dengan gesit dan cepat, Zadith mampu menendang dada Elouan.
Hingga membuat Elouan bisa mundur dan mengelus dadanya.
Zadith yang membopong Chia kemudian membantu dan menolong Chia berdiri.
"Untuk seorang siswi perempuan, kekuatanmu lumayan juga." Kata Elouan.
"Sudah cukup!!! Apanya yang lumayan!!! Dasar psiko!! Kamu mau membunuh adikmu sendiri!!!" Teriak Chia kesal dengan urat-urat wajahnya bermunculan.
Elouan tertawa geli, ia senang jika setiap kejahilannya bisa membuat Chia bersemangat.
"Dasar aneh!!!" Teriak Chia.
"Ayo Zad... Aaanu... Zaza...!!!" Teriak Chia dan memberikan kode pada Zadith bahwa kita harus segera pergi meninggalkam tempat ini.
__ADS_1
Setelah perjalanan melewati koridor dan tangga besar, akhirnya mereka sampai di kamar Chia.
Kamar yang dulu berwarna pink, sekarang sudah berubah bentuk, lebih di dominasi dengan warna abu-abu dan silver.
Banyak pula poster-poster bintang ternama, dari aktor-aktor yang Chia sukai, seperti di film bajak laut, dan juga film one piece kartun favorit Chia.
"Sangat mengesankan, menarik juga." Kata Zadith mengamati kamar Chia.
"Tunggu di sini aku akan ambil kan beberapa cemilan dan air." Kata Chia melempatkan tasnya.
Kemudian Chia keluar dari kamar.
Sedangkan Zadith masih menunggu di kamarnya, namun baru saja Chia keluar dan menutup pintu ia bertemu dengan kakak pertamanya.
"Pangeran Altaf, saya akan mengenalkan adik saya secara resmi, karena saat itu anda belum sempat berkenalan." Kata Eugene.
Chia terkejut bagaimana bisa, kakaknya berjalan di koridor depan kamarnya bersama pangeran ini.
Chia meringis kaku dan gemetar.
"Ha... Halo, nama saya Chia, maaf atas ketidaksopanan saya waktu itu." Kata Chia menunduk, merendahkan punggungnya, dan menekuk kaki nya rendah, seperti putri-putri bangsawan.
Pangeran Altaf tersenyum.
"Memang benar kata Tuan muda Eugene, Nona Muda Chia sangat lucu dan manis, tapi, jauh lebih dalam lagi anda sangat cantik." Puji Pangeran Altaf.
Zadith yang mendengar percakapan dari balik pintu kamar Chia, secara mendadak seperti patung yang tak bernyawa.
Zadith tahu benar, suara siapa itu.
"Altaf..." Kata Zadith.
"Kalau begitu saya permisi dulu." Kata Chia menunduk dan menekuk kakinya dengan tergesa-gesa.
Pangeran Altaf tersenyum.
"Ya, begitulah adik saya." Kata Eugene.
"Mari kita berkeliling lagi." Sambung Eugene.
Kemudian Eugene membimbing Pangeran Altaf lagi.
Zadith keluar dari kamar Chia, dan mengekor, memantau, dan menyelidiki, apa yang sebenarnya membawa Altaf datang ke Negara Amarka dan bertemu dengan kakak Chia.
"Jadi apakah anda sudah memutuskannya?" Tanya Pangeran Altaf.
"Sepertinya saya tidak bisa buru-buru memutuskan hal yang sangat penting itu, apalagi saya juga harus membicarakan nya dengan kedua orang tua saya." Kata Eugene.
"Sebenarnya, saya juga tidak ingin mendesak, tapi dengan pernikahan ini, kedua keluarga akan menjadi lebih besar." Kata Pangeran Altaf.
"Pernikahan?" Zadith melotot dan berbicara lirih pada dirinya sendiri.
Merasa seperti sedang diikuti, dan insting Eugene yang tinggi, ia kemudian melihat ke arah belakang, lalu berjalan memeriksa.
Zadith menempelkan dirinya di dinding dan bersembunyi di balik pohon hias yang agak lebat.
Chia melihat itu dan berlari dengan membawa nampan yang berisi beberapa minuman dan camilan.
"Kakak Eugene!!!" Teriak Chia.
Melihat Zadith kelabakan bersembunyi, Chia segera menyelamatkannya.
"Kamu memanggilku sangat keras, mengagetkan saja." Kata Eugene.
__ADS_1
"Anu..." Chia bingung dan bingung.
"Kakak cobalah kue ini, ini sangat enak!!!" Teriak Chia.
Kemudian Chia membawa nampan itu mendekati pangeran Altaf, dan Eugene mengekor di belakang Chia.
"Pangeran Altaf, cobalah kue kering ini, anda pasti akan suka." Kata Chia gemetar membawa nampannya.
Kemudian Eugene mengambil nampan dari tangan Chia yang gemetar.
"Ada 2 gelas, kamu menyiapkan ini untuk kami?" Tanya Eugene menelisik.
"U... Uu... Untuk siapa lagi?" Kata Chia terbata.
"Anu... Saya permisi dulu. Kalian silahkan jalan-jalan. Kalau kalian tidak mau makan biar saya ambil lagi nampannya." Kata Chia.
Wajah Eugene keheranan ada apa dengan adiknya?
Chia kemudian mendorong tubuh kakaknya menggunakan punggungnya.
Sang kakak merasa tingkah Chia agak aneh.
Setelah melihat kepergian kakaknya dan Pangeran Altaf, Chia akhirnya membuang nafasnya dengan lega.
Namun, Chia terkejut ketika seseorang menggapai bahunya membuat nampanya tumpah saat Chia berbalik dan minuman itu mengenai baju Zadith.
"Astaga...!!! Kamu mengagetkanku, sekarang aku menumpahimu minumaaaannn!!! Ini semua salahmu!!!" Teriak Chia kesal dan frustasi.
Sepertinya membawa Zadith pulang dan berlatih peran di rumahnya adalah kesalahan.
"Ayo masuk kamar, kamu bersihkan dulu!!!" Teriak Chia.
Kemudian Chia mengajak Zadith masuk kamar.
"Mandi dulu, aku carikan baju yang sesuai untukmu." Kata Chia kebingungan.
Zadith menurut, ia mandi sembari masih memikirkan tentang perkataan Altaf, tentang pernikahan.
Zadith berada di bawah shower menyeka rambutnya.
"Pernikahan? Pernikahan siapa?" Tanya Zadith.
"Tidak mungkin, apa Altaf ingin menikahi Chia?!"
Zadith kemudian buru-buru mengambil handuk dan melilitkan ke tubuhnya, sedangkan saat itu Chia masuk ke dalam ruangan ganti dan melihat Zadith hanya memakai handuk kecil yang terlilit di pinggang dan handuk kecil berada di rambutnya.
"AAAARRGGHHH!!!!" Teriak Chia syock melihat tubuh mulus yang indah dan sedikit berotot milik Zadith.
Saat itu Harry dan Elouan sedang berjalan di koridor kamar Chia.
Mendengar teriakan Chia, mereka masuk ke dalam kamar Chia
"Chia... Kamu di mana sayang!!!" Teriak Harry memanggil anaknya.
"Adiik ada apa denganmu!!!" Teriak Elouan.
Kemudian Harry dan Elouan sadar bahwa Chia sedang berada di kamar ganti.
Harry dan dan Elouan saling pandang dan membuka pintu kamar ganti.
"Chia sayang ada apa?" Tanya Harry dan membuka pintu kamar ganti.
bersambung~
__ADS_1