
Alaris datang membawa teh lengkap beserta nampan dan cangkir yang indah.
"Aku membawakan teh untuk mereka." Kata Alaris.
Zoland gelagapan dan canggung, keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.
"Anu Nyonya... Sepetinya mereka tidak..."
"Buka pintunya."
Wajah Alaris yang tegas dan dingin membuat Zoland tidak bisa berbuat apa-apa.
'Tuan Harry maaf kan saya, saya sudah menahan Nyonya Alaris semampu saya, tapi wibawa Nyonya Alaris membuat saya terlihat sangat kecil '
Kemudian pintu pun di buka
CEKLEK.
Alaris masuk dan matanya membulat, melihat suaminya sedang berada di hadapan wanita yang duduk di sofa, apalagi wanita itu hanya memakai pakaian dalam.
Harry masih memakai baju namun kemejanya sedang di buka oleh wanita itu.
Nampan yang Alaris bawa pun terjatuh.
"PYAR!!"
Begitu pula Zoland yang mendadak tabletnya jatuh.
"Tuan, apa anda sudah gila." Kata Zoland yang juga terkejut.
Zoland kemudian melihat Alaris.
"Nyonya, pasti ada kesalahpahaman."
"Mataku belum buta Zoland, apa matamu sudah buta?" Kata Alaris dingin.
Terpaan angin dari kutub utara pun menyerang Zoland, tatapan Alaris sangat dingin dan tentu saja wajah itu mirip dengan wajah seseorang yang Zoland takuti jika sedang marah, ia adalah Harry.
Harry yang mendengar sesuatu jatuh dan pecah berbalik. Harry heran kenapa ada 2 Alaris.
"Alaris? Kamu punya kembaran?" Tanya Harry kesusahan dengan wajah merah, panik, dan gairah yang belum bisa di kontrol.
"Alaris mana yang asli, mana Alaris yang istriku?" Tanya Harry dengan nafas tersengol.
Alaris kemudian berbalik dan pergi meninggalkan ruangan kerja Harry.
Zoland memanggil para pengawal untuk datang dan membereskan kekacauan.
Dalam perjalanan, Alaris melihat situasi yang buruk itu. Kemudian kakinya berhenti ketika di pertengahan koridor.
"Harry tidak pernah minum, gelas yang pecah masih berisi wine meski tidak banyak, lalu dia mengatakan jika ada 2 Alaris, kemungkinan Harry di jebak."
Kemudian Alaris berbalik dan menuju ruangan kerja Harry lagi, terlihat para pengawal mengamankan Yumna yang memberontak dan berteriak.
Para pelayan juga tidak bisa menutup telinga dan mata karena ruangan kerja itu tidak di tutup pintunya.
__ADS_1
Meski semua pelayan pura-pura tidak perduli namun mereka mendengar dan melihat.
"Siapa namanya?" Tanya Alaris pada Zoland.
"Yumna Nyonya, Putri Presiden negara Slyvedonia."
"Pantas dia seberani ini." Alaris kemudian melihat suaminya yang duduk setengah berbaring di sofa dengan kesulitan.
"Kenapa istriku ada 2..." Kata Harry.
"Amankan botol wine dan gelasnya, periksa dengan teliti. Lalu panggil Dokter Arthur untuk memeriksa Harry. Kurung dulu wanita itu di ruangan, aku ingin lihat bagaimana Harry akan menangani masalah ini." Perintah Alaris.
'Aku rasa mereka belum sempat melakukan hubungan badan.'
Alaris mendekati suaminya yang semakin tidak terkondisikan. Harry berusaha melepaskan celananya.
"Alaris, istriku, permataku, berlianku, kamu satu-satunya yang ku cintai, kamu adalah satu-satunya yang membuatku bertekuk lutut, kamu adalah wanita yang selalu ku impikan, ku puja sejak kita masih kecil. Bahkan kamu sudah sangat cantik sejak kecil."
Harry berdiri dan memeluk Alaris asli.
Kemudian Alaris memapah Harry kembali ke kamar, mendengar keributan Leon dan Brida datang, mereka juga melihat Harry yang memanas dan berantakan.
"Astaga, kenapa dengannya." Tanya Leon.
"Tuan Leon tolong bantu, saya akan memanggil Dokter Arthur." Kata Zoland.
"Baiklah." Kata Leon.
Kemudian Harry di papah masuk ke dalam kamar, Harry menempel di tubuh Alaris dan menciumi leher Alaris.
Harry kemudian melihat pada Leon dan memelotot mengeluarkan wajah iblisnya.
"Sudah seperti ini kamu masih saja memasang wajah mu yang jelek itu." Kata Leon.
Harry sampai di kamar dan di rebahkan di atas ranjang, namun tangannya juga menarik Alaris untuk tidur bersama. Hingga Alaris berada di atas tubuh Harry yang panas.
"Aku tidak akan melepaskanmu." Bisik Harry di telinga Alaris.
Kemudian tak berapa lama Arthur datang lebih cepat, karena saat itu Arthur memang sedang menuju Kastil Emperor.
"Tolong..." Kata Alaris yang masih di dalam pelukan Harry.
"Bagaimana aku memeriksanya, Anda di atas Harry." Kata Arthur.
"Zoland berikan botol wine pada Dokter Arthur." Perintah Alaris.
Harry saat itu masih menciumi Alaris tidak sadar dengan tingkahnya.
'Aku malu tapi saat seperti ini Harry sangat manis dan menggemaskan.'
Arthur mencium botol wine itu dan kemudian meletakkannya lagi, Arthur kemudian memeriksa pupil mata Harry.
"Obat terlarang, mungkin di beli di pasar gelap." Kata Arthur.
"Obat terlarang?" Alaris, Zoland, Brida dan Leon terkejut bersamaan.
__ADS_1
"Obat perangsangg yang di modifikasi, menjadi halusinasi. Target yang di berikan obat ini akan mengira ia bahwa orang yang ia ajak bercinta adalah orang yang paling dia cintai meski itu adalah orang lain. Aku akan menelitinya lebih lanjut."
"Pantas saja, dia berkata jika Nyonya Alaris ada 2." Kata Zoland.
Wajah Alaris memerah, dan malu, ia masih berada di dalam pelukan Harry.
"Jadi, bukan saya yang bisa menyembuhkan Harry, tapi Nyonya Alaris sendiri, saya tidak memiliki obat penawarnya. Sekarang kita pergi dan tinggalkan mereka berdua di kamar." Kata Arthur.
Seketika wajah Alaris merah padam karena sangat malu.
"Semangat Nyonya Alaris, kami serahkan Tuan Harry padamu." Kata Zoland memberikan semangat.
"Jangan pernah menolaknya Nyonya agar semua hasratnya bisa tersalurkan." Kata Arthur.
Sedangkan Leon tertawa geli.
Kemudian semua orang pergi dan menutup pintunya.
Kini tinggalah Harry serta Alaris di dalam kamar itu.
"Harry..." Panggil Alaris pelan.
"Ya istriku..." Kata Harry menjawab dengan manja.
"Kamu mabuk?"
Harry menggeleng.
"Apa... Kamu mencium Alaris yang pertama bersamamu?" Tanya Alaris dengan perasaan senewen.
Harry menggeleng.
"Aku... Menahan sekuat tenaga ... Meski tubuhku tidak bisa bergerak dan sulit di kendalikan.... Sebenarnya dia bukan Alaris yang asli, dia jelmaan Iblis." Kata Harry dengan manja dan imut.
'Astaga, dia imut sekali.' Kata Alaris dalam hati.
Kemudian Alaris menyentuh bibir Harry, dan mengecupnya pelan.
"Aku milikmu dan akan membantumu melewatinya." Bisik Alaris.
Kemudian dengan kekuatan yang besar Harry memutar tubuhnya dan memimpin, Alaris tidur terlentang di bawah Harry.
"Bantu aku istriku... Dan aku memberikan peringatan padamu... Meski kamu meminta dan memohon untuk berhenti, maafkan aku, kali ini aku tidak bisa mengabulkannya." Bisik Harry dan memasukkan lidahnya ke dalam telinga Alaris.
"Ya.." Jawab Alaris serak dan lemah.
Harry menekan tangannya yang mengenggam jemari tangan Alaris dan mulai menciumi wajah Alaris dengan rakus.
Kali ini Alaris merasa bahwa Harry benar-benar mengeluarkan sifat nya yang asli, mungkin malam pertama setelah pernikahan Harry masih menahannya, itu adalah hal paling lembut dan sangat hati-hati.
Sekarang Harry seperti kerasukan berpuluh-puluh iblis, tenaganya jauh lebih kuat, dan Harry melakukannya dengan kekuatan penuh.
Meski Alaris berulang kali meminta untuk lebih pelan namun nyatanya slHarry tidak bisa mendengarnya, Harry hanya menuruti apa yang di rasakan tubuhnya. Seperti gabungan kekuatan berpuluh-pulu iblis yang bersatu.
Itu adalah kekuatan yang besar, bahkan Harry tidak pernah menyadarinya, ia di kendalikan oleh hawa nafsuu dan gairah yang berkobar dalam dirinya.
__ADS_1
bersambung~