
Hari itu, adalah pernikahan Leon dan Brida.
Seorang pria menepuk pundak Leon dari belakang kala ia menatap dirinya dari pantulan cermin.
Wajah tampan Leon sangat mempesona, itu jauh lebih tampan dan cantik secara bersamaan.
"Kamu gugup?" Tanya Harry.
"Sangat." Kata Leon menarik nafas.
"Tuan Leon sudah berusaha. Sekarang saatnya anda menikmati hidup yang ingin anda jalani." Kata Zoland.
Berulang kali Leon menarik nafas panjang dan tidak tenang.
"Tenang saja." Kata Harry.
Leon memilih setelan tuxedo berwarna hitam, dengan tatanan rambut yang rapi.
Jantung nya seakan ingin meledak, jika saja ia harus bertarung dan menodongkan pistol, pastilah perang tidak pernah membuatnya gugup.
Bahkan darah yang pernah memuncrat dari tubuh musuhnya pun tak pernah membuatnya takut, tapi kali ini menikahi Brida seolah ia sedang menyangga seluruh dunia.
"Dia tidak akan melarikan diri kan? Bagaimana jika dia merasa menikah dengan ku adalah keputusan yang salah, dan dia pergi."
"Tidak ada. Ayo saat kita ke altar." Kata Harry.
Berjalan bersama Harry dan Zoland, Leon sudah menunggu Brida di altar dengan cemas, ia berharap gadis itu tidak melarikan diri darinya.
"Meskipun kamu melarikan diri, sampai ujung dunia pun aku bisa menangkapmu." Kata Leon lirih.
Tempat pernikahan itu di gelar outdoor, para tamu hanya sebatas keluarga, namun pesta itu tak kalah mewah nya.
Meski party mini, namun kemewahan tak luput dari persiapan itu.
Helikopter, mobil bermerk kelas atas sudah menunggu untuk mengantar mereka bulan madu.
"Kenapa lama sekali." Kata Leon sudah tidak sabar
Namun, kemudian mata dan hatinya bergetar ketika Brida keluar dengan gaun yang anggun dan gadis itu terkihat sangat menawan.
Leon menitikkan air matanya dan menghapusnya, ia tak bisa lahgi menahan kegembiraannya, senyumannya selalu lolos dari bibirnya, bahkan air mata tak henti menetes.
Brida keluar dengan di pendampingnya, itu adalag sang ayah, Alaris menatap dengan menitikkan air matanya, ia teringat dulu pernikahannya selalu Hector yang menggandengnya.
"Betapa beruntungnya Brida, dia pasti sangat terharu ketika ayahnya sendiri yang mengantarnya pada sang mempelai pria."
Harry mengaitkan jemarinya ke dalam jemari istrinya dan menggenggam tangan Alaris kemudian menciumnya lembut.
"Kamu memiliki keluarga yang menyayangimu juga. Aku mencintaimu, Hector yang selalu mengkhawatirkan dan sayang padamu, dan tentunya anak-anak kita juga yang akan mencintaimu." Kata Harry.
Kemudian Brida menerima uluran tangan Leon, mereka berdiri berdampingan dan akan melangsungkan ikrar bersama.
"Semoga Leon akan selalu menjaga Brida." Kata Alaris.
"Leon adalah pria tangguh kamu harus percaya padanya istriku, Brida akan bahagia." Harry mengecup pipi Alaris.
"Tuan Leon Neils Muller, apa anda menerima Stevanie Brida menjadi istri anda di waktu suka maupun duka."
"Aku menerima."
"Nona Stevanie Brida apa anda menerima Tuan Leon Neils Muller sebagai suami anda?"
"Ya, saya terima." Kata Brida.
"Silahkan ke tahap selanjutnya, kalian sah menjadi suami istri."
Setelah saling bersumpah Leon dan Brida pun berciuman. Ciuman yang cukup lama.
__ADS_1
Tiba-tiba suara yang memekakkan telinga datang.
"Siiiuuuuuwww!!!! BUUMM!!!"
Semua undangan berfikir itu adalah suara kembang api, namun mereka salah ternyata itu adalah rudal.
"Siiiuuuuw..... Buummm!!!"
"Aaaaa....!"
"Tolongg..... Aku...."
"Aaaa.... Ada boomm.... Dimana-mana!!!"
Semua tamu berteriak histeris.
Harry masih memeluk dan melindungi Alaris.
Leon juga melindungi Brida.
"Ayah...!!!!" Teriak Brida ingin meraih sang ayah yang menuduk melindungi kepalanya.
"Tidak! Kamu tunggu di sini biar aku yang membawa ayah kemari." Kata Leon.
Kemudian Leon menggandeng ayah Brida untuk bergabung dengan mereka.
"Alat pendeteksinya pasti di sabotase tuan." Kata Zoland.
"Kirim istriku ke tempat aman menggunakan Helikopter!" Teriak Harry pada Zoland.
"Baik Tuan."
Suasana semakin kacau dan sangat tidak kondusif banyak pengawal yang tumbang dan mati.
"Aku tidak akan meninggalkanmu di sini!!!" Teriak Alaris.
"Tidak! Aku tidak akan pergi tanpamu Harry!" Teriak Alaris.
"Zoland bawa istriku!" Teriak Harry.
"Baik Tuan."
Alaris tidak dapat memberontak karena Zoland memegang lengannya dengan kuat, itu adalah cengkraman yang sangat kuat dan menyakitkan.
Kemudian Zoland membawa Alaris, Brida dan juga ayah Brida bersama-sama untuk menuju Helikopter, namun tiba-tiba satu rudal melesat jauh sebelum mereka sampai di helikopter.
"SIIIUUWWW!!!"
"DUAAARR!!!!"
Helikopter yang hendak di pakai oleh Alaris di ledakkan.
"Zoland bawa Istriku kembali!" Teriak Harry.
Kemudian mereka semua berlari kembali, Harry juga berlari menjemput istrinya, begitupun Leon.
"Brida menjauh dari helikopter!!!" Teriak Leon.
Zoland meraih tangan Alaris dan Brida untuk berputar dan berlari kembali. Sedangkan Brida terus memegangi sang ayah.
"Siiiiuwwww DUAAARR!!!!
Satu rudal kembali menghancurkan helikopter yang lain.
"Leon hubungi para pengawal rahasia!!" Teriak Harry.
"Zoland berikan aku senjata!!!" Teriak Harry lagi memberikan perintah.
__ADS_1
Leon langsung menghubungi para pengawal bayangan rahasia, mereka adalah pengawal bengis yang terlatih.
Kemudian Harry menangkap senjata yang di lemparkan oleh Zoland yang ia ambil dari salah satu pengawal.
"Sial, padahal tadi pagi aku sudah menyentuh pistolku, aku ragu akan membawanya atau tidak ternyata, kali ini aku ceroboh! Ku pikir tidak akan ada yang terjadi. Sialan." Harry memutar matanya dari mana Rudal itu datang.
Melihat dan siap menembak pada posisi yang mungkin ia bisa memprediksinya.
Setidaknya pun ia memiliki senjata untuk melindungi istrinya.
"Sayang, kamu pergi pada hitungan ke tiga bersama Brida, Zoland akan menerbangkan Helikopternya." Kata Harry.
Hanya sisa satu helikopter.
"SIUUUWWW DUAARR!!!
Dan yang terakhir pun hangus.
"Bangsat!" Kata Leon.
Mereka semua masih bersembunyi di balik bangunan yang setengah runtuh.
Pemandangan di belakang bangunan rerutuhan sudah banyak mayat tewas berserakan, bangunan-bangunan juga runtuh.
"Sialan! Siapa yang memulai perang, apa dia tidak tahu situasi, aku sedang menikah dasar brengsekk!" Geram Leon.
Harry tersenyum getir.
"Bagaimana jika setelah tahu orangnya, kita kuliti dia." Kata Harry.
"Zoland jangan lupa siapkan 2 pisau biasanya untuk menguliti mereka." Kata Leon.
"Baik Tuan."
"Kapan bantuan akan datang." Kata Harry.
"Mereka sudah tiba tuan." Kata Zoland.
Helikopter dan mobil-mobil perang seperti rombongan lebah pun tiba.
Alaris dan Brida bersiap untuk lari dan masuk ke dalam Helikopter sedangkan Harry, Leon, dan Zoland akan tetap tinggal.
"Aku tidak mau menjadi janda, dan anak-anakku menjadi yatim."
Harry tertawa pelan, kemudian mencium Alaris.
"Aku tidak akan semudah itu mati istriku."
"Zoland, beri kan perintah pada mereka semua." Kata Harry.
"LINDUNGI NYONYA!!!" Teriak Zoland pada para pengawal bayangan rahasia.
Semua serentak menodongkan senjata mereka, melindungi dengan nyawa mereka, dan Alaris serta Brida pergi menuju Helikopter yang sudah mendarat.
Setelah masuk ke dalam helikopter, Alaris melihat suaminya melambai dan tersenyum padanya.
Kemudian sebuah Rudal datang lagi dan membuat Alaris berteriak.
"Harry!!! Aku tidak akan memaafkanmu jika kamu tidak pulang!!!" Teriak Alaris dengan menangis.
Brida juga menatap sayu, air matanya juga mengalir, baru beberapa jam ia menjadi istri, namun kenapa nasibnya seperti ini.
Brida memikirkan Leon, meski wajahnya terlihat tenang tapi banyak rudal berada di sekitar mereka.
Sang ayah pun hanya bisa mendekap putrinya prihatin, di hari penting ini banyak nyawa tumbang.
bersambung~
__ADS_1