
Kegaduhan terjadi di dalam Kelas 11, beberapa siswa berlari kesana dan kesini saling kejar mengejar, lalu ada beberapa siswa yang saling melemparkan kertas yang sudah di buat menjadi bola-bola, namun saat itu seperti biasanya Chia yang duduk di bagian belakang pada barisan dekat jendela dan paling pojok hanya melihat ke arah jendela, saat itu ia melihat para kelas 10 dan kelas 12 sedang berolah raga.
Itu adalah Sekolah menengah Atas di negara Amarka yang terakreditasi B. Sekolah umum untuk kalangan orang biasa.
Dan hebatnya Chia berhasil menyembunyikan identitas aslinya sejauh ini, bahkan Chia adalah siswi terfavorit tanpa memiliki gelar bangsawan, meskipun tetap saja manusia tak akan lepas dari sifat iri dari manusia lain, tapi itu bukanlah sesuatu yang merepotkan bagi Chia. Selebihnya ia tetap menjadi bintang di sekolah.
"Pengumumaaannn..." Seorang siswi berlari ke kelas dan berbicara keras di depan kelas.
"Ada siswa pindahan, dia sangat sangat sangat.... Tampaaann!!!" Kata Siswi itu.
Chia yang sedang menyangga dagunya dengan tangannya hanya melirik, ia sudah hafal dengan perangai semua teman-temannya jika ada siswa tampan.
"Apakah lebih tampan dari Chia kita?" Tanya seorang siswa dengan penuh semangat.
Semua terdiam dan melihat Chia yang hanya melirikkan matanya.
"Sepertinya 11 12, Chia kita tetap yang paling tampaaann....!!!" Teriak siswi itu.
Hal anehnya di sekolah itu, mereka tahu jika Chia adalah wanita tapi mereka menganggap Chia adalah seorang pria yang tampan.
"Ketampanan Chia adalah anugerah sang dewa, dia tampan dan cantik dalam satu wajah..."
Semua siswi menatap Chia sembari menangis.
"Astaga... Jangan mulai lagi..." Kata Chia bosan dan memilih keluar dari kelas.
Bukan tidak memiliki alasan, para siswi memberikan julukan tampan untuk Chia.
Selama Chia bersekolah, dia sangat anti dengan rambut panjang, bahkan Chia selalu membuat rambutnya pendek dan dengan model cepak. Chia juga memilih seragam laki-laki, dan tidak menggunakan seragam rok.
"Benar-benar tampan dan sangat keren..." Kata para siswi.
"Eh... Tapi, aku penasaran dengan siswa pindahan itu, ayo kita ke kelas sebelah!!!" Teriak para siswi.
Kemudian para siswi itu keluar dan melihat di kelas sebelah, mereka seperti lebah yang akan menyerbu.
"Astaga yang itu kaan... Dia tampan sekali..." Kata salah satu siswa.
Mereka semua melihat sang siswa pindahan melalui jendela kaca, dan jendela itu penuh dengan para siswi yang penasaran dengan ketampanan siswa pindahan itu.
"Astaga... Murid-murid nakal!" Kata guru yang sedang mengajar.
"Apa wali kelas kalian tidak masuk?" Kata guru itu.
"Tidak...!!!" Kata siswi berbarengan.
"Kalau begitu kerjakan esay matematika logaritma! Sekarang!"
"Yaahhh.... Bu guru..." Kata para siswi saling mengeluh.
__ADS_1
"Andaikan siswa tampan itu ada di kelas kita, pasti aku akan lebih lebih semangat lagi."
"Andaikan siswa tampan itu ada di kelas kita aku pasti akan dandan dengan sangat cantik setiap hari, aku akan rela menyisihkan uang saku untuk membeli kosmetik lebih banyak."
"Andaikan dia ada di kelas kuta, kelas kita akan menjadi kelas yang teratas, karena memiliki 2 murid tampan! Kyaaa!!!" Teriak seorang siswa histeris.
"Tapi, ngomong-ngomong siapa ya namanya?"
Semua siswi yang bergerombol kembali ke kelas mereka masing-masing saling menatap karena mereka belum tahu siapa nama siswa pindahan itu.
******
Setelah jam sekolah usia, seperti biasa Chia menuju ruangan Club seni.
Awalnya di kelas 10, setiap siswa harus memilih 1 club yang ingin di tekuni, namun Chia sendiri tidak tahu apa yang ingin dia tekuni, akhirnya Chia asal memilih club seni.
Hingga saat ini di kelas 11, Chia justru semakin semangat karena ternyata di club seni dia di terima dengan baik.
Saat itu, Club seni sedang rapat, dan membahas pentas apa yang akan mereka persembahkan untuk kelulusan para siswa-siswi kelas 3 sebagai perpisahan.
"Tahun lalu, kita memberikan pentas seni tari, untuk tahun ini apa kalian ada yang memiliki ide?" Tanya Mrs Merry.
Mrs Merry adalah guru khusus di club seni, dia hanya mengajar di club seni.
Tok Tok Tok!
Tiba-tiba pintu di ketuk dan itu adalah siswa yang tampan.
"Dia tampan sekali..." Kata siswi itu.
Kemudian seseorang menutup mata siswi itu.
"Valery! Jangan macam-macam, dan hanya boleh lihat aku seorang, tidak masalah kamu mengagumi dan tergila-gila dengan Chia tapi tidak untuk dia, karena dia laki-laki tulen..." Kata siswa itu.
"Sam, kamu cemburu?" Kata Valery tersipu.
Semua anggota Club tertawa dengan pasangan itu, begitupun Mrs Merry.
"Masuklah." Kata Mrs Merry kemudian.
"Benarkah ini adalah Club seni?" Tanya siswa itu.
"Astaga suaranya sangat rendah dan juga menyihirku."
"Aah... Dia pasti seorang model pria yang tampan."
"Apa dia dari sebuah kerajaan?"
Semua siswi saling melontarkan kalimatnya masing-masing karena terpesona.
__ADS_1
"Kamu berada di tempat yang benar." Kata Mrs Merry.
"Anak-Anakku... Mrs akan mengenalkan kalian anggota baru kita. Namanya Zadith, dia keturunan arab inggris dan akan bersekolah di sini, dia menetap di Negara Amarka." Kata Mrs Merry.
'Semua mata menatap Zadith, laki-laki maskulin dengan betuk wajah yang sangat sempurna, dia bertubuh tinggi, kemungkinan 170cm. Aku akhirnya bertemu dengan murid pindahan yang menjadi pembicaraan seisi sekolah, seperti yang mereka semua bilang, dia langsung menyita perhatian, pertama kalinya, dadaku merasa sangat aneh.'
"Wow... Dia juga sangat tinggi." Kata Sam.
Tiba-tiba Valery menarik Chia dan mensejajarkan Chia di dekat Zadith. Hingga tubuh Chia membentur tubuh Zadith dan Zadith reflek menahan bahu Chia dengan kedua tangannya.
"Hey... Apa yang kamu lakukan!!!" Teriak Chia.
Ini pertama kalinya wajah Chia terlihat merah dan malu.
"Astaga, memang belum ada yang bisa menandingin tinggi si tampan Chia ku ini." Kata Valery sembari memeluk Chia.
"Zadith, tinggi mu berapa?" Tanya Sam.
"Mungkin 170cm." Kata Zadith.
"Astaga suaranya indah langsung menggesek hatiku." Kata Siswi yang lainnya.
"Astaga aku mau mati, bagaimana ini jika dia bergabung dengan Club seni, maka aku merasa akan mati setiap hari." Kata Siswi yang lainnya lagi.
"Salam kenal semuanya." Kata Zadith.
Semua saling membicarakan Zadith, dia juga memiliki sikap yang sopan.
"Kalian semua harus baik pada Zadith ya..."
"Baik Bu..." Jawab para siswa dan siswi club Seni.
"Eh... Zadith ini rambutmu asli ya? Kenapa sangat bagus?" Tanya Sam.
Sesama laki-laki Sam merasa Zadith sangat unggul dalam fisik.
"Zadith! Kulitmu sangat putih." Kata siswi lain lagi.
"Zadith, kamu punya pacar tidak?" Kata Siswi yang lainnya.
Saat itu Zadith merasa sangat tidak nyaman, dia tidak bisa bergerak karena di kerumuni banyak murid.
"Aku yakin akan banyak yang ingin masuk Club Seni, setelah Zadith masuk ke sini, seperti saat Chia kita masuk ke Club seni, mereka sangat terpesona dengan ketampanan Chia." Kata Valery.
"Kalian sudah jangan berkerumun!!" Teriak Chia.
"Yaaahh... Kak Chia... Kami kan sedang mengagumi ciptaan Tuhan dan bersyukur Tuhan menciptakan laki-laki yang sangat tampan ini..." Kata salah satu siswi kelas 10.
Semua siswi mengangguk semangat.
__ADS_1
Club Seni memiliki anggota, dari kelas 10 dan 11, dan sedikit kelas 12.
bersambung~