
"Mandi dulu sebelum tidur." Kata Harry.
Jemari Harry memainkan beberapa helai rambut Alaris, memutar-mutarnya memakai telunjuknya yang panjang.
"Bisakah kamu memandikan aku?" Kata Alaris masih menutup matanya.
Harry tertawa pelan, wajahnya yang tampan bersinar karena ini pertama kalinya Alaris meminta sesuatu darinya yang sifatnya pribadi di luar pekerjaan.
"Baiklah, akan ku siapkan air hangatnya."
Saat Harry hendak pergi, Alaris memegang pergelangan tangan Harry.
"Jangan lupa beri busa yang banyak dengan sabun beraroma mawar. Lalu pakai shampoo strawberi kesukaanku." Pinta Alaris dengan mata terpejam dan suara rendah yang seksi.
Harry kembali tidak bisa menahan tawanya.
"Baik Istriku..." Bisik Harry dan mencium pipi Alaris.
Setelah Harry menyiapkan semuanya, ia mengangkat tubuh Alaris yang lelah, Alaris masih dalam keadaan mengantuk dan lemah.
Harry juga sudah menghubungi Samantha serta Emily untuk membersihkan kamar tidur selagi Harry dan Alaris mandi.
Samantha dan Emily tentu saja terkejut, dan percaya jika sekarang Nyonya mereka, Alaris telah menemukan pasangan yang sangat mencintainya.
"Tuan, kamar tidur sudah selesai di bersihkan." Kata Samantha berbicara di balik pintu.
"Hm... Kembalilah istirahat." Kata Harry.
"Baik Tuan."
Harry memandikan Alaris dengan pelan-pelan dan mengkramasi rambut panjang Alaris.
Tak henti-hentinya Harry tertawa melihat wajah menggemaskan Alaris yang tetap tertidur meski ia sibuk menyampo rambutnya.
"Kamu benar-benar lelah sayang?" Tanya Harry sembari tersenyum.
Tidak ada jawaban, dan Alaris tetap tidur membuat Harry semakin gemas.
"Baiklah hari ini akan ku lepaskan kamu." Kata Harry mencium bibir Alaris.
Kedua tangan Harry masih sibuk penuh dengan busa menyampoo rambut panjang Alaris.
Setelah beberapa jam berlalu, Harry memakaikan Alaris dengan piyama tidur dan membawanya ke atas ranjang yang sudah bersih dan di ganti dengan sprei baru.
Alaris menggeliat manja, dan membenarkan posisi tubuhnya.
"Jam berapa ini?"
__ADS_1
"Subuh, tidurlah lagi, aku akan di sini bersamamu." Kata Harry mencium dahi Alaris.
Kemudian Harry memeluk Alaris dan mereka tidur dalam kondisi tubuh yang sudah bersih, dan wangi.
******
Pagi hari yang cerah, sinar matahari sudah menembus dari balik tirai putih yang berkibar-kibar tertiup angin, dimana Tirai pertama sudah sedikit di buka.
Perlahan Alaris membuka matanya, dan merasa tubuhnya nyaman. Alaris meraba satu sisi nya dan menyentuh dada Harry.
Alaris mendongak dan melihat Harry sudah bangun dengan posisi miring, dengan tangan menyangga kepalanya, Harry tersenyum dan tertawa kecil dengan suara yang rendah dan seksi.
"Istriku, sayangku, apa tidurmu sangat nyenyak?"
Sedikit demi sedikit ingatan kembali berpendar di otak Alaris, dan kemudian wajahnya berubah menjadi merah, sangat merah.
Alaris kemudian menarik selimut dan membenamkan wajahnya di dada Harry, ia bersembunyi di sana, kenangan demi kenangan mengelilingi otaknya, jantungnya juga berdenyut dengan cepat.
Harry kembali tertawa kecil melihat istrinya bersembunyi di dadanya, kemudian dengan tangan berotot nya memeluk Alaris dan mencium kepala Alaris.
"Ini nyaman, kenapa tubuhku tidak berkeringat, dan spreinya juga lembut." Tanya Alaris.
Harry tersenyum dan menggigit telinga Alaris dengan lembut lalu mengecupnya.
"Kamu tidak ingat semalam memintaku untuk memandikanmu? Sprei juga sudah di ganti oleh Samantha dan Emily."
"Dengan masih menutup mata dan setengah tidur kamu memintaku untuk memandikanmu dengan busa beraroma mawar, lalu shampoo nya harus beraroma strawbery."
"Be.. Benarkan aku memintamu untuk itu?" Alaris mengigit bibirnya, mencoba mengingat kenangan semalam.
Harry tersenyum dan semakin mendekap erat tubuh Alaris lalu mencium telinga Alaris lagi.
Alaris yang merasa malu semakin masuk bersembunyi di dalam dada Harry.
Namun Alaris menyium aroma mawar dan strawberry yang bercampur di tubuh Harry, itu adalah kesukaan Alaris.
"Kita semalam mandi bersama?" Tanya Alaris.
"Iya aku memandikanmu dengan penuh kasih sayang istriku." Bisik Harry di telinga Alaris.
Harry kemudian mengigit kecil dan mengecup berulang kali telinga Alaris, kemudian Harry mulai menyusuri leher Alaris.
Ciuman itu turun terus hingga pada dada Alaris dimana sudah begitu banyak memiliki cap merah buatan Harry.
Alaris menutup matanya dan menikmati setiap kecupan lembut Harry.
Mereka saling mencium aroma strawberry dari masing-masing tubuh mereka.
__ADS_1
"Mulai semalam aku berfikir Alaris, jika tidak ada kamu Aku kini pasti akan sekarat. Istriku, permataku." Harry mencium perut Alaris dan mengecup menambah tanda merah di sana.
Alaris meremas sprei dan menutup mata, menekan suaranya agar tidak keluar.
Berulang kali Harry memanggil nama Alaris dan mengatakan jika ia akan sekarat tanpa Alaris.
"Kamu candu bagiku, Istriku."
Secara perlahan sedikit demi sedikit Harry turun menggerakkan bibirnya lebih jauh lagi kebawah, hingga ia mencium dan menyesap tulang selangka Alaris.
Kembali menorehkan bekas-bekas merah yang menjadi bukti cinta dan gairah Harry yang menjadi satu untuk Alaris.
Desahaan pelan keluar dari mulut Alaris, nafas dan dadanya memburu naik dan turun
"Ha.. Harry ini sudah pagi, dan kita harus melakukan wawancara dengan para media."
"Konferensi pers nya masih beberapa jam lagi, aku masih ingin di sini bersamamu." Kata Harry.
Dengan pelan Alaris mencoba mendorong kepala Harry namun pria itu justru menangkap tangan Alaris dan mengulumnya.
"Satu putaran lagi." Pinta Harry memelas.
'Astaga, Harry meminta dengan wajah menggemaskan, memelas, dan juga sedih, ia meminta seolah ia adalah anak kecil yang merengek ingin di belikan permen pada ibunya.'
"Tidak akan lama, satu putaran saja." Pinta Harry lagi.
Alaris tidak bisa menolak wajah memelas yang menggemaskan itu, bagaimana bisa wajah tampan itu bisa memiliki begitu banyak lukisan wajah, terkadang memiliki raut wajah licik, kejam, marah, sedih, dan juga menggemaskan seperti anak kecil.
Harry masih bersikeras dan mengecup kembali tulang selangka Alaris. Membuat Alaris menelan ludahnya berkali-kali.
Mata mereka saling menatap, dan akhirnya Alaris jatuh dalam sihir Harry.
'Kenapa dia tidak terlihat lelah sedikitpun, setelah semalaman dia bekerja dengan sangat keras, dan apakah dia sudah tidur? Lalu apakah dia memiliki stamina fisik yang tinggi?'
Alaris melihat wajah tampan Harry yang sibuk mencium Alaris sana dan sini. Wajahnya yang membuat Alaris kagum saat pertama kali bertemu, kini terlihat semakin tampan saat pria itu menjadi suaminya.
Alaris mengulurkan tangan menyentuh kepala dan mencengkram rambut Harry, ketika mulut dan lidah Harry bergerak liar di bagian-bagian sensitif milik Alaris.
Harry kemudian melihat pada wajah Alaris yang sudah memerah dan tubuh Alaris yang semakin memanas, pria itu tersenyum lagi, dan menarik tangan Alaris dari kepalanya kemudian mencium pergelangan tangan Alaris dengan lembut dan kemudian telapak tangan.
"Satu kali putaran dan tidak lebih." Kata Alaris.
Wajah Harry bersinar bahagia, ia tahu tidak bisa menahan diri lagi dengan Alaris, betapa ia juga tahu bahwa ia rela mati untuk Alaris.
"Aku mencintaimu Alaris."
bersambung~
__ADS_1