
Harry, Eugene, dan Elouan sedang mengadakan rapat bersama dengan para petinggi staff Emperor Grup.
Rapat itu di adakan di kastil negara Amarka mengingat Harry masih ingin menemani istrinya.
Eugene memiliki insting yang tinggi, ia selalu merasa gelisah dan memikirkan bahwa ada penyusup di kastil.
Kali ini Eugene memilih duduk menghadap jendela, ia masih memikirkannya, ia yakin bahwa ada sesuatu yang mengganggu perasaannya, jika itu terjadi pasti ada sesuatu yang tidak beres.
Sebuah bayangan berada di rerumputan, dan orang itu sudah pasti sedang berada di atas.
Eugene dengan cepat berdiri dari kursinya dan berlari keluar.
"Ayah warna merah!! Elouan!!!" Teriak Eugene.
Elouan berlari mengejar Eugene, sang ayah berdiri dan mengejar Elouan juga, sedangkan Zoland berusaha menenangkan para staff dan memimpin rapat.
Mereka bertiga berlari ke atas.
Eugene memisahkan diri dan mengambil jalur yang berbeda.
Kemudian Eugene berada di balkon, saat itulah Zadith tahu bahwa ia ketahuan. Zadith kemudian mengambil sapu tangan dan menutup sebagian wajahnya.
Zadith berdiri di balkon sebelah barat sedangkan Eugene mencegatnya di balkon sebelah timur.
"Aku sudah merasakannya sejak tadi." Kata Eugene.
Dengan cepat Eugene melompat dan menerjang Zadith, tendangan Eugene mengenai dada Zadith, membuat Zadith tersungkur mundur dan terbatuk.
Ekspresi Eugene dingin dan datar.
Zadith sendiri tidak ingin melawan Eugene, ia lebih memilih untuk memikirkan bagaimana ia bisa kabur.
Elouan pun sampai di ruangan baca, ia melihat Eugene sudah berhadapan dengan seorang pria yang menutupi separuh wajahnya.
Elouan menggeser pintu besar yang terbuat dari kaca.
"Kamu terkepung, menyerahlah! Hukumanku tidak akan berat." Kata Elouan.
Zadith melihat Eugene di depannya, Elouan juga sudah berada di sampingnya.
Kemudian Zadith melompat melalui balkon, lantai 2 cukup tinggi dan Zadith melompat dari sana.
"Cih!! Aku tidak tahu dia jago!" Pekik Elouan
Kemudian Eugene mengejar dengan melompat juga.
Zadith berguling di atas rumput dan Eugene juga bergelantung melalui balkon dan turun dengan estetik.
Elouan juga kemudian menyusul melompat, sedangkan Harry sudah berada di lantai satu melihat penyusup itu sudah di kepung anak-anaknya.
Elouan melayangkan tendangannya yang cepat dan berputar 180 derajat.
Putaran yang indah. Jika itu pertandingan pasti Elouan sudah menang telak.
Tendangan itu mengenai tubuh Zadith.
Kemudian Eugene maju dengan bantuan Elouan, ia menendang dengan tangannya bertumpu pada bahu Elouan.
Tendangan itu juga mengenai Zadith.
Zadith terduduk, ia terbatuk-batuk, darahnya sudah mengalir.
__ADS_1
Akhirnya karena terdesak, dengan terpaksa Zadith kemudian membuat keputusan, ia tidak ingin mati di sana dan ia memutuskan akan melawan.
Tendangnya cepat dan akurat, kaki panjangnya mengenai Elouan. Membuat Elouan mundur dan terjerembab.
"Perasaan dan tendangan ini tidak asing, tapi ini lebih kuat." Kata Elouan.
Kemudian Eugene maju dan mereka berkelahi menggunakan tangan dan kaki, itu adalah perkelahian yang sangat epik, bahkan mereka seperti terbang ketika saling menendang.
Tapi pada akhirnya perkelahian itu membuat ketiganya kelelahan, mereka sama-sama kuat, mereka sama-sama tangguh.
Mereka bertiga saling memandang dengan mata yang saling waspada.
Zadith di kepung 2 orang, itu adalah Eugene dan Elouan, sedangkan Harry hanya memperhatikan, ia bahkan tidak memanggil pengawal.
Ehtah apa yang Harry pikirkan, ia hanya ingin mengamati dulu.
Eugene dan Elouan maju bersamaan dengan tendangannya, Zadith menangkisnya dengan kedua sikunya dan melayangkan pukulan dan itu mengenai wajah Eugene dan Elouan.
"Aku sepeti tidak asing dengan tendangannya dan pukulannya, postur tubuhnya ini seperti..." Elouan masih mengingat-ingat tendangan yang baru ia rasakan seperti tidak asing.
"Gerakan itu, tubuh itu, dan posturnya." Kata Elouan.
"Apa yang kamu bilang?"
"Entah lah tapi sepertinya dia adalah tamu Chia yang menyamar menjadi wanita." Kata Elouan.
"Apa katamu?"
Mereka bertiga masih saling memukul, dan menendang, perkelahian elegan yang begitu indah membuat Harry tampak puas melihat.
"Aku pikir Eugene dan Elouan sudah memiliki kemampauan bela diri yang tinggi ternyata mereka berdua melawan satu orang saja belum bisa merobohkannya, ini sudah 30 menit berlalu." Kata Harry melihat jam tangannya.
Tak berapa lama kemudian Zoland datang.
"Tuan, saya telah membubarkan rapat, dan hasilnya adalah semua akan mendukung Tuan Muda Elouan." Kata Zoland sembari matanya mengamati sosok 3 pria yang sedang bertarung.
Zoland kemudian melihat Harry yang masih mengamati tanpa berkedip.
"Tuan, apa saya harus maju?" Tanya Zoland.
Harry menggeleng
"Biarkan mereka, aku juga ingin tahu sampai mana kemampuan anak-anakku dalam pertarungan ini, dan bagaimana anak-anakku menyelesaikan masalah ini." Kata Harry.
Zoland pun akhirnya hanya ikut mengamati.
"Bagaimana menurutmu." Tanya Harry.
"Penyesup itu berbakat, mustahil dia adalah orang biasa, melihat cara beladirinya sepertinya juga bukan bela diri sembarangan. Penyusup itu menggunakan beberapa jurus tradisional yang langka."
"Tepat, bahkan anak-anakku memiliki kemampuan beladiri yang tangguh dan kemampuannya sangat tinggi, sudah berjalan 1 jam, mereka berdua masih belum bisa menumbangkan 1 penyusup itu. Apakah ada data atau sesuatu yang hilang?"
"Tidak tuan."
Semua pengawal sudah berkumpul, namun tanpa perintah mereka hanya tetap diam, mereka pun menunggu apa yang akan Harry perintahkan.
Tiba-tiba seseorang dengan pakaian hitam tertutup seperti ninja datang dan membantu Zadith.
Harry tertawa kecil dan geli.
"Darimana datangnya orang itu, apakah kastil memiliki keamanan yang begitu bobrok."
__ADS_1
Zoland hanya diam dan menunduk.
Pria dengan menggunakan pakaian serba hitam itu membantu Zadith.
"Perlahan kita bergerak keluar saat bertarung, sedikit demi sedikit akan mencapai gerbang, dan kamu keluar, di sana sudah ada mobil yang menunggu mu, dia adalah orang kepercayaanku." Bisiknya.
"Chia...?" Bisik Zadith.
Chia mengangguk, ia juga menggunakan topeng berwajah doraemon yang sedang menjulurkan lidah seolah mengejek lawan.
"Tuan sepertinya mereka memang mengarah ke arah gerbang untuk melarikan diri." Kata Zoland.
Harry tersenyum.
"Tuan, apa ada perintah?" Tanya Zoland.
"Biarkan saja, sepertinya aku tahu siapa yang sedang membantunya keluar." Kata Harry.
Zoland tidak mengerti.
"Lain kali jika anak ku membawa temannya ke kastil, periksa dia, dan siapa dia, katakan pada sang pengawal agar Chia masuk melalui pintu depan, sepertinya Chia membangun seseorang yang ia percaya sendiri di dalam kastilku." Kata Harry.
"Apa maksud anda...."
"Aku masih belum tahu hubungan mereka, dan apa motif Chia seperti ini, tapi aku yakin, ini imbas dari Eugene dan Elouan sangat menjaganya, tidak di pungkiri juga aku sangat tidak suka Chia berteman dengan pria, dan sekarang aku semakin tidak suka dengan pria itu yang datang dengan menyamar belum lagi pulang dengan mengendap-endap tanpa permisi. Atau mungkin ini juga adalah bentuk bagaimana Chia akhirnya memberontak pada kami." Kata Harry.
"Apa anda akan membiarkannya."
"Cukup amati saja, berikan jalan pada Chia dan temannya itu, aku akan kembali melihat istriku." Kata Harry."
"Baik tuan." Kata Zoland.
Dan pada akhirnya, Chia serta Zadith dapat keluar dengan bantuan Zoland yang turun tangan mengehntikan pertarungan itu.
Eugene dan Elouan pun sudah kelelahan, mereka ambruk dan berbaring di atas rumput, pakaian jas mereka sudah berserakan, dasi sudah mengendur dan kancing baju juga sudah terbuka.
"Sialan!" Kata Eugene kemudian berdiri membersihkan tubuhnya dengan nafas ngos-ngos an.
"Aku yakin aku sudah berlatih dengan sangat keras." Kata Elouan menimpali kekesalan Eugene.
Eugene dan Elouan saling menatap.
"Tapi orang yang memakai pakaian hitam itu, begitu familiar, setiap gerakannnya tidak asing. Mana mungkin guru tidak tahu muridnya." Sambung Eugene.
"Apa itu Chia." Kata Elouan.
"Ya aku yakin." Kata Eugene.
"Tuan mari istrirahat." Kata Zoland.
"Bagaimana mungkin ayah hanya diam dan menonton, bahkan tidak menyuruh para pengawal menangkapnya." Kata Elouan pada Zoland.
"Sepetinya ayah sedang menguji kita, dan aku melihat ayah kecewa." Kata Eugene.
"Sebaiknya Tuan muda Eugene dan Tuan musa Elouan menemui Tuan besar besok." Kata Zoland.
"Zoland... Tolong bantu melihat cctv." Perintah Eugene.
"Baik Tuan muda."
bersambung~
__ADS_1