Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
IDENTITAS BARU UNTUK CHIA


__ADS_3

"Tuan Presiden..." Kata Zoland datang dan berbisik rendah di telinga Harry.


Setelah Zoland selesai membisikkan sesuatu, Harry memerintahkan bahwa rapat selesai.


Kemudian Harry pergi ke ruangannya bersama Zoland, pria itu melepaskan satu kancing jasnya dan duduk di kursi kebesarannya.


Zoland menyodorkan sebuah tablet, Harry melihat foto di hadapannya dan menggeser panelnya.


"Bagaimana mereka ada di Negara Slyvedonia." Tanya Harry.


Itu adalah foto-foto Chia yang sedang bersama Jason dan Zanna, lalu foto-foto ketika Eugene juga mendatangi Zanna saat gadis cilik itu terjatuh di jalan dan menghambat mobil mereka.


"Axella mengidap kanker, dan hidupnya tidak lama lagi, lalu permintaan terakhirnya adalah agar dia bisa kembali ke Negara Slyvedonia tempat kelahirannya dan mati di Negara Slyvedonia, sepertinya sebelum masa tahanannya berakhir Axella tidak akan selamat dari penyakit itu." Kata Zoland.


Harry melengkungkan bibirnya.


"Kirim anak-anak keluar negeri bersama istriku." Kata Harry dengan tenang.


"Ya tuan?" Tanya Zoland.


"Maksudku adalah, kirim istriku ke luar negeri untuk berobat, dan aku akan bertanya pada anak-anak siapa yang akan menemani ibunya." Kata Harry.


"Pasti mereka smua ingin menemani Nyonya Alaris." Jawab Zoland.


"Tepat, Itulah yang aku mau, aku tidak ingin anak-anakku dan istriku terlibat lagi dengan persoalan tentang Axella dan yang lainnya. Entah wanita itu akan mati atau apapun aku tidak peduli yang jelas tidak boleh ada yang memprovokasi anakku." Kata Harry.


"Baik Tuan."


"Kesehatan istriku jauh lebih menjadi prioritas utama, dan anak-anakku tidak perlu tahu tentang masa lalu kami." Kata Harry lagi sembari memberikan tablet itu kembali pada Zoland.


"Saya akan memberitahu Dokter Arthur tuan Presiden." Kata Zoland menunduk dan pergi.


Sore hari, saat anak-anak sudah kembali dari sekolah dan berkumpul di kastil dari mereka sedang santai setelah melalui banyak kegiatan sekolah, kemudian Harry datang dan mengajak bicara mereka di ruangan Harry.


"Ayah akan mengirim ibu untuk berobat ke luar negeri, tepatnya di Negara Amarka, agar proses penyembuhannya lebih cepat dan ibumu lebih dekat dengan paman kalian."


Ketiga anak Harry terkejut mendengarnya.


"Tapi kenapa mendadak." Kata Eugene.


"Tidak, ayah sudah lama memikirkan ini, siapa di antara kalian yang ingin menemani ibu kalian."


"Aku." Semua menjawab bersamaan. Bahkan Chia sangat semangat.


Harry tersenyum dan puas.


Sedangkan Zoland, mengurus semuanya dan Dokter Arthur juga mempersiapkan semuanya tentang protokolnya, bagaimana harus membawa Alaris dan alat apa yang harus selalu ada di sampingnya, Zoland menginstruksikan pada para pengawal bahwa mereka harus siap siaga.

__ADS_1


Zoland kemudian pergi ke ruangan Harry.


"Tuan semuanya sudah siap." Kata Zoland.


"Kalian harus bersiap, barang-barang kalian akan di antar menyusul oleh para pelayan." Kata Harry.


Chia tersenyum, sejujur nya ia juga sudah muak berada di lingkungannya sekarang, dimana ia selalu di banding-bandingkan dengan kakak-kakaknya.


Dan untuk Eugene, dia setuju karena ia adalah anak laki-laki pertama yang harus selalu siap dengan keadaan apapun.


Lalu Elouan, dia tidak mungkin meninggalkan ibunya menjalani pengobatan di luar negeri sendirian.


Setelah menempuh beberapa jam perjalanan mereka akhirnya sampai di Negara Amarka, tepatnya di sebuah kastil yang mewah dan megah.


Kastil itu berdiri di tengah-tengah lahan yang besar, dengan berbagai tumbuhan yang menyegarkan, bahkan begitu sejuk dan sangat nyaman.


"Aku suka udara di sini ayah." Kata Chia.


"Ku pikir karena banyak pohon, jadi kamu suka." Kata ayahnya.


"Itu sebenarnya juga nilai plus nya." Kata Chia tertawa.


"Aku tahu adikku adalah monyet yang suka bergelantungan." Kata Elouan.


"Kamu berisik sekali!" Teriak Chia.


Samantha dan Emily, turun setelah membantu Zoland dan Arthur mengatur kamar dan membawa Alaris di kamarnya.


Harry mengangguk.


"Urus juga kemana anak-anak akan bersekolah." Kata Harry.


"Kalian ikut lah dengan Zoland, ayah akan menyusul setelah berbicara dengan ibu kalian." Kata Harry pada anak-anaknya.


"Baik ayah."


Setelah anak-anak pergi bersama Zoland, Harry menemui Alaris. Pria itu duduk dan mengecup bibir Istrinya cukup lama.


"Aku membawa kalian ke tempat yang aman dan nyaman, sebentar lagi Hector juga akan datang." Kata Harry.


Kemudian Harry menggenggam tangan Alaris.


"Kamu pasti akan setuju kan? Jika aku menyembunyikan tentang masalah masa lalu kita? Akhirnya mereka bertemu dengan anak Axella, dia menggunakan hak asasinya karena hidupnya tak lama lagi karena kanker, Axella mengajukan permintaan terakhir, dia ingin kembali ke negera Slyvedonia, dia bisa saja membodohi Hakim, tapi aku tahu, itu adalah rencananya, agar anaknya bertemu dengan anak-anak kita, dan dia pasti akan menjadikan anaknya sebagai alat untuk masuk ke dalam keluarga kita, di lihat dari wajahnya, anak itu memang cantik, meskipun tidak lebih cantik dari Chia kita. Tapi, kamu tahu, Eugene yang selalu dingin dan tidak suka dengan anak perempuan, dia bahkan turun dari mobil dan menolong anak perempuan Axella yang terlihat kotor, Eugene adalah anak laki laki yang selalu mengutamakan kebersihan, aku tahu watak dan sifatnya, dan sebelum terlambat aku membawa kalian ke Negara Amarka, meski pun aku bisa menyingkirkan mereka tapi sepertinya itu tidak akan adil, aku tidak akan mencoreng dan melukai jabatan sebagai presiden." Kata Harry.


"Kamu pasti setuju dengan ku kan sayang? Jadi, aku akan bolak-balik menengok kalian." Kata Harry mencium Alaris.


Setelah menemui Alaris, Harry pun berganti menemui ruangan dimana Zoland berada.

__ADS_1


Ketika membuka pintu, ia melihat bagaimana Chia marah-marah dan berteriak. Anak gadis nya itu berdiri di atas kursu sofa dan berkacak pinggang.


"Aku tidak mau!!! Aku mau bersekolah di sekolahan biasa!!!" Teriak Chia.


Terlihat Chia sedang berdebat dengan Elouan.


Sedangkan Eugene hanya diam memperhatikan dengan mata dingin dan tanpa memihak siapapun.


"Apa yang terjadi?" Tanya Harry.


"Aa... Tuan..." Zoland meringis.


Harry kemudian menghampiri Chia dan menggendongnya, lalu duduk dan membuat Chia diam, di sebelah Harry.


Sedangkan Elouan juga duduk dan diam. Meski mereka saling menatap nanar.


"Nona muda Chia ingin bersekolah di sekolahan umum Tuan, sekolahan biasa, dan tidak ingin semua tahu jika Nona muda Chia berasal dari keluarga Mac Linford. Tapi, Tuan Muda Elouan tidak setuju, ia meminta dimana pun sekolahnya mereka harus tetap bersama, dan tidak boleh bersekolah di sekolahan kalangan biasa."


Harry mengangguk paham.


"Elouan bisa ayah dengar alasannya."


"Karena, kita 3 bersaudara kemana-mana harus bersama, dan sekolah bangsawan menyediakan sekolah dari usia dini sampai perguruan tinggi, kami bisa selalu bersama, Chia ingin bersekolah di sekolahan umum yang akreditasinya B, kami tidak mungkin bisa masuk ke sana, karena di sana tidak ada kelas akselerasi." Kata Elouan.


"Aku tidak menyuruh kalian kesana! Aku tidak menyuruhmu untuk masuk sekolah yang sama dengaku! Aku akan masuk sendiri tanpa kalian, dan akan bersekolah di sana tanpa kalian!" Teriak Chia.


"Sudah ku bilang, kita 3 bersaudara harus selalu bersama, jika ada yang menganggumu kami tidak bisa melindungimu, apalagi kamu meminta untuk tidak seorang pun pengawal menjagamu!" Teriak Elouan.


"Oke, Oke... Ayah ingin mendengar dari Chia." Kata Harry.


"Aku... Aku... Tidak mau bersekolah di sekolahan bangsawan, karena pasti banyak yang akan bersikap hanya manis di depan, mereka akhirnya akan membanding-bandingkan Chia, mereka pikir Chia tidak pantas menjadi anak Mac Linford, dan menjadi adik dari Eugene dan Elouan yang pintar. Mereka bilang, Chia anak tomboy yang tidak punya sopan santun, mereka bilang Chia tidak lebih baik dari anak-anak mereka, bahkan kata mereka anak-anak mereka jauh lebih pantas berada di posisi Chia!"


Eugene dan Elouan, bahkan Harry serta Zoland terkejut, dengan penjelasan Chia.


"Katakan Chia, siapa mereka? Siapa yang telah melukai hati anak ayah yang seperti permata ini." Kata Harry memeluk Chia dan mengelus kepala Chia.


"Kamu adalah berlian, dan permata kami, bahkan kakak-kakak mu begitu memanjakanmu." Kata Harry mencium kepala Chia.


"Kenapa kamu tidak cerita, aku akan memukul mereka semua!" Kata Elouan berteriak marah mendengar adiknya di perlakukan tidak adil.


"Chia..." Eugene merasa kesal dan menyesal, bahwa adiknya selama ini merasakan perasaan yang mengerikan itu, ia sebagai kakak merasa gagal melindungi adiknya di sekolahan.


"Biarkan Chia memilih apa yang dia inginkan asal dia bahagia ayah." Kata Eugene mengepalkan tinjunya.


Chia menangis, bibirnya bergetar, dengan emosional ia akhirnya meluapkan amarah dan rasa jengkelnya pada keluarganya.


Namun, pada akhirnya, dengan segala pemberontakannya, tidak ada yang sia-sia. Chia bisa bersekolah di kalangan biasa, dia juga merahasiakan siapa sebenarnya keluarganya.

__ADS_1


Ayahnya dan Zoland membantu Chia dengan membuatkan Chia identitas baru yang akan di kenal oleh mereka sebagai kalangan biasa.


bersambung~


__ADS_2