Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
DENDAM DI MASA LALU


__ADS_3

Flashback On


Beberapa jam sebelum persidangan di mulai, tepatnya di penjara William.


"Ada yang ingin menemuimu." Kata Sang penjaga.


Kemudian William masuk ke dalam ruangan, dan pria yang menunggunya saat tu adalah Leon.


Pria tampan yang memiliki wajah cantik dan berkulit bersih itu tersenyum lebar.


William duduk dengan wajah dingin.


"Aku menemui mu dan ingin tahu bagaimana kabarmu." Kata Leon tersenyum.


"Kamu pasti kecewa karena aku baik-baik saja."


"Aaa.... Benar, aku sangat kecewa, karena ku pikir bandit-bandit itu setidaknya harus mematahkan kedua kakimu, dan beberapa tulang iga dan tulang - tulang di rusukmu." Leon tersenyum hingga matanya menyipit.


"Katakan saja apa tujuanmu."


"Aku ingin di dalam persidanganmu nanti, kamu cukup mengatakan YA, dan Benar, lalu mengatakan jika kamu dan istrimulah yang menjadi dalang semua ini."


"Kamu bodoh ya, kamu tidak memiliki hak apapun mengatakan itu." Sergah William.


"Aku tidak memiliki hak? Kalau begitu bagaimana jika aku mengungkit kedua orang tua ku yang sudah depresi sepanjang akhir hidup mereka karena melihat aku menjadi pelayan sekks pengasuh ku sendiri, dan kemudian mereka memilih bunuh diri." Kata Leon tersenyum


William tersenyum getir dan menghina.


"Kamu kotor. Tapi aku tidak tertarik dengan kisahmu."


"Kamu jauh lebih kotor William, kamu benar-benar lupa ya, jika saat berusia 15 tahun aku pernah memohon padamu untuk melepaskan kami?" Leon menatap tajam dengan wajah mengerikan.


William mencoba mengingatnya lagi, ketika usia 15 tahun ia sudah menjadi penerus Liam Grup dan mengurus perusahaan bersama Roberto.


"Kamu lupa? Aku sahabat mu yang paling setia saat masih di Negara Vernecia, aku selalu bersamamu seperti anjing mu William, akan ku beritahu sesuatu, nama belakangku adalah Muller. Leon Niels Muller."


William mengingat nama itu dan matanya terbelalak, ia tidak percaya dihadapannya adalah Leon, Leon yang pernah ia kenal sebelum akhirnya Leon memutuskan untuk pindah, entah pergi kemana, yang jelas pergi dari Negara Vernecia.


"Kamu pasti ingat, pengasuh yang selalu mengasuhku sejak kecil? Pengasuh itu adalah suruhan Roberto yang membuat hidupku hancur? Setelah dewasa aku meminta berhenti dan ingin pergi, aku berniat melawan namun Roberto memiliki rekaman tentang ku dan perawat itu, dia mengancam akan menyebarluaskannya, saat itu di ruangan Roberto aku memohon meminta belaskasihannya, agar dia melepaskanku dan orang tua ku, lalu kamu datang, Roberto memintaku bersujud dan meminta tolong padamu, jika kamu melepaskanku dia juga akan melepaskanku, namun apa yang aku dengar dari mulutmu William?"

__ADS_1


"Enyahlah dari kakiku dasar laki-laki penghibur." Kata Leon dengan wajah mengerikan.


Leon tertawa dan menutupi wajahnya dengan beberapa jemarinya, ia juga menghapus air matanya yang menitik kecil.


"Roberto telah mengikat keluargaku sejak aku kecil, karena dia tertarik dengan perusahaan orang tuaku dan orang tua ku akhirnya bunuh diri setelah sekian lama mengalami depresi mengetahui anaknya menjadi seperti itu, kamu tahu siapa yang membunuh pelayan itu? Dia adalah Harry, dia menembaknya, dia menyelamatkanku William."


Tubuh William gemetar hebat.


"Aaah... Apa kamu ingin mengetahui fakta lain nya lagi? Aku akan memberitahumu William, karena aku sangat kasihan padamu. Bayi yang Axella lahirkan itu sebenarnya bukanlah darah dagingmu, bayi itu adalah milik Reed, kamu tahu? Aku telah mengatur semuanya, mendorong Reed untuk mencari kembali Axella, lalu pertemuanmu dengan Axella, lalu pernikahan mu dengan Axella, kemudian perceraianmu dengan Alaris, aku selalu menghasut Axella agar menjadi hama di pernikahanmu, kemudian Alaris akan menjadi milik Harry. Itu semua adalah rencanaku."


"Benarkah... Benarkah anak itu bukan anakku... Pandangan William mendadak seperti gelap, telinganya seolah tuli.


Setelah semua yang telah William korbankan, setelah semua habis-habisan, ternyata anak itu bukanlah darah dagingnya.


"Anak itu adalah milik Reed, aku membawakan hadiah untukmu."


Sebuah berkas yang sedikit tebal. Itu adalah hasil DNA dan bukti-bukti lainnya, William meraih berkas yang tergeletak di atas meja dengan perasaan takut, ia tidak ingin mengetahui fakta itu.


"Reed adalah ayah kandung anak itu, kamu bertemu dengan Axella saat wanita itu sudah mengandung anak Reed, dan kamu tahu? Axella juga pernah menggugurkan anaknya pada dokter yang ada di pasar gelap dunia bawah. Kamu bisa membaca semua berkas itu dengan hati-hati dan santai."


William mengambil berkas itu dengan tangan genetar, air matanya mengalir seperti hujan yang deras.


Apa yang William perjuangkan selama ini ternyata adalah anak orang lain, apa yang William bela selama ini ternyata tak lebih dari kebohongan.


William melindungi iblis dan membuang malaikat.


Pelan tapi pasti tangan William gemetar membuka satu demi satu halaman berkas itu.


"Istrimu juga membunuh Gloria, jika kamu menginginkan Alaris memaafkanmu kamu hanya perlu mengatakan YA dan BENAR saat di persidangan nanti."


"Apakah, jika aku menurutimu, Alaris akan memaafkanku?" Tanya William dengan wajah putus asa.


Sepertinya William hampir gila, pikirannya sangat kacau, ia di penuhi rasa menyesal yang dalam, apalagi jika melihat Alaris, ia tersiksa dengan cintanya yang tak terbalas, ia ingin berada di dekat Alaris, tidur dan menyandarkan kepalanya sejenak di pangkuan Alaris.


"Apakah hanya cukup mengatakan apa yang kamu suruh maka Alaris akan memaafkanku?" Tanya William.


"Alaris akan memaafkanmu jika kamu menuruti kata-kataku William."


"Aku akan mengikuti mu." Kata William tak berdaya.

__ADS_1


William melihat hasil dari tes DNA yang mungkin sudah di lakukan ketika bayi itu di lahirkan.


Bukan hal sulit, banyak barang yang di gunakan William di mansion.


"Satu lagi jangan lupa untuk menyeret istrimu bersamamu." Bisik Leon.


"Menyeret istriku bersamaku." William mengulangi kalimat Leon.


Pandangan dan pikiran William sudah mulai kosong dan tidak terarah, ia mengalami syock berat dan mulai merasakan gejala depresi , mengetahui jika apa yang telah ia perjuangkan dan ia lindungi bukanlah anaknya, William mati-matian dan habis-habisan mempertaruhkan segalanya hanya untuk orang yang bahkan sebenarnya tidak patut ia selamatkan.


William kembali mengingat bagaimana Axella juga telah menjebaknya menggunakan obat perangsangg, William melihat itu juga tertulis di berkas yang sedang ia bawa, bahwa efek dari obat itu akan menyebabkan kemandulan.


"Semua menjadi masuk akal, semua yang tertulis di sini masuk akal." Kata William.


Leon kemudian pergi membawa berkas itu lagi meninggalkan William yang kebingungan.


"Semua menjadi masuk akal, semua yang tertulis di sini masuk akal."


"Dia bukanlah anakku."


"Aku harus menyeret Axella bersamaku."


"Alaris akan memaafkanku jika aku menurutinya."


"Aku akan menyeret Axella untuk menemaniku di sini."


"Semua ini salah Axella."


William terus menerus meracau seperti orang gila, ia kehilangan dirinya tepat sebelum persidangan di mulai, dan akhirnya petugas datang memborgol kedua tangannya dan membawanya untuk pergi ke gedung pengadilan Negara Vernecia.


William, berjalan dengan tatapan kosong, ia hampa, ia depresi dan hampir ingin gila, kepalanya seperti ingin meledak dan pecah, ia mempertaruhkan semuanya hanya untuk wanita rendahan.


Semua hal yang terjadi, semua hal kekacauan dalam hidupnya di mulai ketika William mengenal Axella.


Namun sebelum itu, Harry lah yang telah merencanakan semuanya, agar Axella menjadi alat untuk membawa bencana di kehidupan William agar semua dendamnya terbalaskan.


Flashback Off


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2