
Rumah sakit milik Arthur adalah rumah sakit terbesar di negara Slyvedonia, Arthur menjadi penerus dari sang ayah yang menjalani profesi sebagai dokter, dan Austin Harold menjalani peran seperti sang ibu, menjalankan bisnis perusahaan.
Austin dan Arthur adalah saudara kembar namun tidak identik, mereka lahir bersamaan namun wajah mereka tidak terlalu mirip.
Alaris dan Harry sudah sampai di rumah sakit dengan iring-iringan mobil, tentu saja semua itu mengundang banyak pertanyaan kenapa dan untuk apa pasangan itu bersama-sama datang ke rumah sakit.
Berita pun cepat menyebar dan semakin gencar, hanya dengan beberapa menit mereka langsung menduduki highlight peringkat atas. Pesona Harry dan Alaris bak cahaya yang menyilaukan.
Rumah sakit pun secara tiba-tiba langsung membludak di penuhi wartawan yang haus akan informasi.
"Aku sudah memperingatkan Harry sebelum berangkat kesini untuk menaiki mobil berdua saja." Kata Alaris.
"Istriku kita tidak pernah tahu di luar Kastil begitu berbahaya." Kata Harry.
Arthur tersenyum melihat perdebatan penuh kasih sayang di hadapannya.
"Nyonya apa anda sudah bisa makan lebih baik?"
"Ya, sedikit lebih nyaman, tapi masih terasa pusing dan mengantuk, untuk mualnya masih, selama Harry tidak memakai parfum mungkin aku tidak terlalu merasa tersiksa."
Harry kemudian memasang wajah cemberutnya.
Melihat itu Alaris semakin merasa bersalah.
"Maafkan aku..." Kata Alaris memegang tangan Harry.
"Tidak apa-apa Istri...." Kata Harry tersenyum.
"Sentuhan istri memang yang paling ajaib ya..." Sanjung Arthur.
Kemudian Arthur berdiri dan memberikan perintah pada seorang perawat untuk membantu Alaris.
"Kita lihat kesehatan sang bayi." Kata Arthur menyalakan monitornya.
Alaris berbaring dan Harry berada di sampingnya memegang tangan Alaris.
Perawat mengoleskan gel lembut yang dingin di atas perut Alaris.
Arthur mulai menggerakkan alatnya, dan tersenyum lebar.
"Double Jackpot." Kata Arthur melihat Harry dan Alaris.
Harry menaikkan alisnya meminta jawaban.
"Bayi kembar." Kata Arthur.
Alaris mendelik tak percaya.
'Kembar? Bayi ku kembar?'
"Astaga benarkah?" Harry mencium tangan Alaris dan kening Alaris.
"Ya, kantungnya ada dua, dan mereka sehat, masih kecil tapi perkembangannya baik, aku akan memberikan tambahan vitamin, lalu jangan terlalu memaksakan diri untuk bekerja, hamil anak kembar memerlukan energi lebih." Kata Arthur.
'Aku tidak percaya, bagaimana aku bisa mengandung anak kembar, di keluarga kami tidak ada keturunan itu, dan aku akan menjadi ibu dari anak-anak ku, mereka ada 2 dan apakah mereka akan berwajah seperti Harry ataukah seperti diriku." Kata Alaris
Harry menghapus air mata bahagianya dan memapah Alaris turun dari ranjang.
__ADS_1
Wajah Alaris nampak bingung dan cemas, itu membuat Arthur bingunng.
"Nyonya Alaris apa anda sangat terkejut?" Tanya Arthur.
Harry melihat wajah Istrinya yang nampak kosong.
"Istriku, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Harry.
"Di keluarga ku tidak ada keturunan kembar." Kata Alaris bingung.
"Aaa..." Arthur mengerti tapi sepertinya bukan tempatnya untuk menjelaskan.
"Saya akan memberikan vitamin." Kata Arthur.
Harry menggenggam tangan Alaris dan itu seperti meremas. Pria itu menarik dalam-dalam nafasnya dan membuangnya.
"Aku dan Hendrick kembar identik." Kata Harry kemudian.
Arthur melihat pada Harry yang akhirnya membuka suara.
Alaris terkejut mendengar itu, dan melihat pada Harry.
"Setelah kematian orang tuaku, kami benar-benar membenci media, dan setiap kali ada media menyorot, mereka hanya mengira itu adalah aku, tidak banyak yang tahu jika kami kembar, karena kami selalu tidak ingin di ekspose." Kata Harry.
Alaris memegang tangan Harry.
"Tidak apa-apa, mari kita jaga anak kita dengan baik." Kata Alaris.
Harry kemudian tersenyum.
"Terimakasih sudah menerimanya."
Akhirnya setelah pemeriksaan selesai, mereka pun pulang, namun perjalanan sampai di Kastil cukup memakan waktu, karena saat itu Harry mengajak Alaris ke suatu tempat lebih dulu, itu adalah The Hills Garden.
"The Hills Garden adalah tempat mereka tidur." Kata Harry.
Alaris memeluk lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya.
"Hmm... Ayah dan ibu pasti sudah tenang. Aku juga sudah tidak bermimpi buruk." Kata Alaris.
Harry kemudian menaruh bunga di taman itu.
"Mereka mungkin juga sedang bercanda di sana sebagai sesama besan." Kata Harry.
"Ya... Mereka pasti sudah bahagia."
"Kakakku Hendric dan Catriana juga pasti sudah lega." Kata Harry.
"Aku terkejut, kamu membeli jalanan ini dari pemerintah dan membangun taman sebagai makan orang tua kita dan Hendric serta Catriana."
"Semua insiden kecelakaan itu terjadi di sini, dan mayat mereka terbakar hingga tak bersisa, aku hanya ingin memutus rantainya, agar tidak ada lagi yang kembali mengalami hal seperti itu di jalan ini. Lagipula pemerintah tidak bisa berkutik padaku." Kata Harry.
"Kamu memang penuh dengan kejutan." Kata Alaris.
Setelah sampai di Kastil, Alaris terkejut itu adalah Hector.
Pria tampan itu berlari menuju Alaris, dan memeluk Alaris.
__ADS_1
"Apa kamu sakit? Aku melihat berita di televisi." Kata Hector panik.
Alaris dan Harry saling memandang dan tersenyum.
"Adik, mari kita bicara di dalam kamar." Ajak Harry.
Kemudian mereka ke kamar dan berbicara.
"Astaga, benarkah!!! Aku sangat senang!!! Aku akan memiliki 2 keponakan sekaligus!!" Hector memeluk kakaknya dengan rasa bahagia.
"Aku sangat senang." Hector sampai menitikkan air mata.
"Kamu pria Hector kenapa kamu menangis!!!"
"Istriku, aku juga pria memangnya jika pria bahagia tidak boleh menangis." Sela Harry.
Alaris tertawa mendengar suaminya keberatan.
"Ku dengar kamu mendapat banyak surat cinta, dan pengakuan cinta di Negara Amarka, kamu sangat populer di sana, sampai ada yang ingin mati saat kamu tolak cintanya."
"Aaa... Itu memalukan." Kata Hector.
"Bagaimana kamu melaluinya?"
Harry melirik dan bersandar di jendela, Istrinya begitu menyayangi Hector dan membuatnya percaya jika Alaris juga akan menyayangi anak mereka kelak, pasti Alaris akan menjadi ibu yang hebat.
"Aku akan pergi sebentar kalian bisa mengobrol." Kata Harry.
Alaris mengangguk.
Harry pergi menemui Zoland dan Leon, sepertinya mereka membahas tentang persidangan William.
"Kamu kesini? Apa tidak menemani istrimu?" Tanya Leon.
"Dia sedang melepas rindu dengan adiknya, aku tidak ingin menganggu mereka." Harry duduk di atas meja dan memainkan globe di mejanya.
"Tapi, kenapa kamu terlihat murung?"
Harry melihat Leon dengan terkejut.
"Benarkah? Apa aku terlihat murung?"
"Wajahmu seperti wajah yang putus asa." Kata Leon mengangkat telapaknya dan mengekspresikan di wajahnya.
Harry melepaskan nafasnya, ia mendesahh.
"Hey... Ceritalah kenapa kamu juga membuang nafas seperti itu!" Kata Leon kesal.
Zoland yang tidak memiliki pasangan hanya berdiri menatap kosong.
"Aku akan memiliki bayi kembar." Kata Harry tertawa terbahak-bahak.
Prank di wajahnya sontak membuat Leon dan Zoland bergidik, bagaimana dia bisa membuat wajah seperti itu, dari yang putus asa tak berdaya dan sekarang segembira itu.
"Astaga benarkah Nyonya Alaris sudah hamil!" Zoland tak ingin salah mendengar.
"Selamat saudaraku, kamu pria sejati yang hebat!" Kata Leon mengepalkan tinjunya.
__ADS_1
Sedangkan Brida yang baru saja datang membawa Teh juga mengucapkan sslamat, tapi ia nampak sedih kenapa Nyonya Alaris tidak memberitahunya. Padahal mereka sudah bersama sejak lama.
bersambung~