
"Ayo... Ayo... Jangan berkerumun begitu, dia akan ku antar berkeliling!" Kata Chia.
"Yaah... Kak Chia...!!!"
Meski ketua Club seni adalah Sam, tapi Chia selalu menjadi icon nya.
"Ayo kita pergi dan berkeliling! Bisa-bisa kamu di telanjangii, aku heran mereka bertanya atau menyerangmu sih!" Kata Chia menggandeng Zadith.
Saat berada di koridor sekolah Zadith menghempaskan tangan Chia dan berhenti berjalan.
"Pelankan langkahmu." Kata Zadith.
"Apa?"
"Lagi pula aku tidak mau di vap sebagai pria homo." Kata Zadith lagi.
"Apa!" Kali ini wajah Chia sangat tidak bagus, mulutnya sebagian naik dan bergetar.
"Astaga... Kemari!!" Teriak Zadith dan menarik tangan Chia masuk ke dalam ruang ganti pria.
Itu adalah segerombolan lebah yang selalu mengerubungi Zadith.
"Zadiithhh...!!!"
"Chiaa...!!!"
"Aku melihat mereka tadi... 2 orang tampan berkumpul!!!" Teriak salah satu siswi.
"Iya, tapi mendadak mereka hilang!!!" Kata Siswi satu lagi.
"Mana ya... Mereka melarikan diri dengan cepat!!"
Kemudian para siswi itu pergi.
Sedangkan di dalam ruangan ganti pria, Zadith mendorong Chia dan menghimpitnya, wajah Chia hampir bersentuhan dengan leher Zadith dan ia berulang kali menelan ludahnya.
'Sialan! Kenapa dengan dadaku ini!' Kata Chia mengumpat.
"Sudah pergi sepertinya." Kata Zadith mendengarkan melalui pintu dengan telinganya.
"So... Sory, bisa kah kamu mundur sedikit, aku sesak." Kata Chia.
Zadith kemudian mundur.
"Maaf." Kata Zadith.
Tapi Zadith melihat wajah tersipu Chia, wajahnya merah sekali, dan terlihat panas.
Membuat Zadith terbelalak.
"Kamu... Kenapa?" Tanya Zadith.
__ADS_1
"Apanya yang kenapa!!" Teriak Chia.
"Kenapa wajahmu tersipu begitu. Jangan bilang kamu benar-benar homoo.." Kata Zadith memijit pelipisnya.
"Astaga..." Kata Chia lemah dan tak bisa berkata-kata.
Zadith kemudian menaruh tasnya.
"Pergilah, aku tidak ingin berurusan dengan orang yang memiliki gangguan kepribadian atau gangguan mental." Kata Zadith.
"Aku juga tidak mau di anggap homo, aku tahu kamu pasti sudah tertarik padaku, tapi aku adalah pria normal jangan coba-coba menyesatkan dan menjerumuskanku." Kata Zadith sembari membuka ikatan sepatunya.
Chia menahan matanya yang sudah merah, ia marah dengan kalimat itu.
Setelah Zadith melepaskan sepatunya, ia melepaskan seragam kemejanya dan hendak mengganti dengan baju santai.
"Aku akan membuka baju kamu tidak mau pergi?" Zadith melirik Chia dengan mata iblis.
'Padahal tadi dia terlihat manis, tapi sekarang dia seperti iblis, mungkin aku harus menjelaskannya, dia tidak akan percaya jika hanya ku jelaskan dengan kata-kata.'
"Kamu harus meminta maaf padaku Zadith." Kata Chia.
Kemudian Chia melepaskan kancing seragamnya satu demi satu.
"Hey!! Apa yang kamu lakukan!! Kenapa membuka bajumu!! Aku sudah katakan jangan merayuku dan menjerumuskanku, karena itu tidak akan terjadi!! Dasar pria menyedihkan!!" Kata Zadith.
Namun kalimat Zadith kemudian tertahan ketika Chia selesai membuka kemeja seragamnya, bahkan ia sudah melepaskan celana seragamnya.
Chia memakai pakaian dalam wanita.
"Aa.. Aappa... Apa-apaan ini.." Zadith tersungkur mundur.
Pria itu terduduk di lantai, menunduk dan menutup wajahnya dengan jemarinya, wajahnya memerah dan sangat malu.
Kemudian Zadith melemparkan kemejanya dan mengenai kepala Chia.
"Cepat pakai seragam mu." Kata Zadith terbata dan tidak ingin melihat.
"Meskipun payudaraaku kecil, tapi aku wanita tulen!" Kata Chia.
"Aku paham, maafkan aku yang telah berfikir berlebihan." Kata Zadith.
"Bukan hanya berlebihan! Tapi kamu menuduhku yang bukan-bukan, jika itu bercanda aku tidak akan marah, tapi kamu serius mengatakan itu!!" Teriak Chia lagi.
"Cepat pakai bajumu." Kata Zadith menutup mulutnya, wajahnya sangat merah.
Chia kemudian hendak memakai bajunya lagi, dan kemudian ia berfikir lalu sadar jika ia berada di dalam kamar ganti pria dan sebentar lagi para siswa club basket akan datang untuk berganti pakaian.
"Astaagaa... Apa yang harus ku lakukaaan....!!!" Teriak Chia meremas rambut kepalanya.
"Ada apa?" Tanya Zadith melihat Chia.
__ADS_1
"Kenapa kamu belum juga memakai baju!!" Teriak Zadith.
"Kamu pikir aku sedang apa!!!" Chia membalik bajunya dengan buru-buru.
Tiba-tiba semua siswa Club Basket sudah saling bercanda di depan pintu membuat Chia panik.
"Aaa... Aku harus bagaimana... Aku harus bagaimaanaa...!!!" Chia mondar mandir dan melihat kemana-mana.
Zadith pun memunguti semua pakaian Chia dan menarik Chia ke dalam almari, itu adalah almari yang cukup besar dan di penuhi pakaian-pakaian seragam, di tambah dengan bermacam-macam seragam pentas.
Zadith masuk bersama Chia, saat itu Chia masih hanya mengenakan bra dan ****** *****, benar-benar membuat Chia gemetaran.
Zadith pun yang belum sempat memakai baju nya karena terkejut dengan keadaan itu mendesak tubuh Chia, dan menghimpitnya masuk, pakaian-pakaian dan seragam menutupi mereka.
Nafas Zadith menjadi semakin panas, belum lagi di tambah suhu di dalam almari begitu panas. Kulit-kulit mereka saling bersentuhan.
Dada Zadith berhimpitan dengan tubuh Chia dan ke dua payudaraa Chia, apalagi saat itu Chia juga hanya mengenakan ****** *****.
Chia semakin gemetar kala suara-suara para siswa laki-laki mulai ramai di dalam ruangan ganti itu.
Semua tertawa dan saling menggoda. Suara-suara itu sangat keras, pikiran Chia semakin takut ia sedang telanjangg dan berada di kerumunan para pria club basket.
Zadith melihat tubuh Chia gemetaran, dan memeluk Chia.
"Tidak apa-apa, tenang saja." Bisik Zadith.
Sedangkan Zadith sendiri juga di landa frustasi, ini adalah pertama kali baginya memeluk seorang wanita telanjangg, dan dirinya pun juga telanjangg dada, itu juga berlaku untuk Chia.
Belum lagi jika para Club Basket menemukan mereka, pasti akan menjadi gosip dan kasus yang besar, mereka akan mengira Chia dan Zadith sedang melakukan hal mesum.
"Aku harus memakai baju..." Bisik Chia dengan tenggorokan yang terkecekat karena takut.
"Diam saja, jangan melakukan gerakan apapun, itu akan membuat Almarinya bergerak." Kata Zadith di telinga Chia.
'Astaga ini sangat panas.' Batin Zadith dan menelan ludahnya.
Tanpa sadar, Zadith menaruh bibirnya di bahu Chia
"Hey! Apa yang kamu lakukan!" Bisik Chia dengan Geram.
"Kepala ku terpentuk atap almari kamu tidak lihat?" Bisik Zadith.
Memang benar, dan Chia yang lebih tinggi dari Zadith pun harus agak menekuk kakinya.
"Jangan macam-macam ya." Kata Chia.
"Hm.." Sahut Zadith.
Kemudian Zadith benar-benar menaruh hidung dan wajahnya di bahu mulus yang wangi milik Chia, bahu itu memang agak kurus, tapi benar-benar mengundang nalurinya yang sebagai pria normal.
Sebanyak apapun siswi yang selalu mengejarnya di sekolah sebelumnya, bahkan sampai mereka berani telanjangg di depannya, Zadith tidak pernah terpikat dan memiliki getaran nafssu itu tapi dengan Chia, yang berdandan laki-laki, bahkan ia mengira Chia adalah laki-laki membuatnya tidak bisa menyangkalnya dan tidak bisa menahannya.
__ADS_1
'Astaga, apakah aku menjadi pria yang memiliki kelaian sekss, apakah harus yang seperti ini, yang membuatku bergairah, apakah aku menjadi parafilia.'
bersambung~