Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
PELELANGAN MAYAT GLORIA DAN PATUNG KACA BERTABUR BERLIAN


__ADS_3

"Tuan Harry akan marah melihat ini." Kata Zoland yang melihat layar monitor.


Setelah pembicaraan di ruang kerja, Zoland dan Leon pergi ke pasar gelap untuk memeriksa apakah ada mayat yang akan di jual, mereka dengan cepat sudah mengantongi sejumlah informasi bahkan wajah sang mayat, itu adalah Gloria adik sepupu Jason.


"Hubungi Harry sekarang." Kata Leon yang duduk di sofa meminum segelas wine, ia memutar-mutar kan gelas cantik itu.


Ruangan VIP sangat mewah dan memiliki ranjang yang besar.


"Andai saja aku membawa Brida kemari, aku tidak akan bosan." Kata Leon.


"Dan saya akan menjadi patung kemalangan Tuan." Kata Zoland.


"Maka dari itu cepat carilah istri." Kata Leon.


"Tidak jika Tuan Harry selalu memberikan tambahan jam kerja." Zoland terlihat ingin menangis, wajahnya berubah dengan imut.


"Aa... Tuan Harry." Zoland sudah terhubung melalui ponsel dengan Harry.


"Kalian sudah menemukannya?"


"Ada tuan, tapi belum dimulai untuk melelang mayat itu, yang lebih mengejutkan lagi ada patung kaca milik Nyonya Alaris ikut di lelang." Kata Zoland.


"Aaa... Aku ingat itu, jadi wanita itu menjualnya, atau William yang menjualnya?"


"Apakah kita harus membawanya pulang?"


"Tarik ikan besar Zoland, pasang umpan yang tinggi, lalu lepaskan, aku ingin patung itu terjual dengan harga yang tinggi, lalu kita lihat siapa yang menginginkan patung istriku yang cantik itu."


"Baik Tuan Harry." Kata Zoland.


"Bagaimana, apa dia mau membeli patungnya atau menghancurkan bangunan pasar gelap?"


"Tuan Harry ingin kita memasang umpan, dan siapa yang akan membeli patung itu dengan harga yang tidak masuk akal." Kata Zoland.


"Aku suka. Ayo kita bermain." Kata Leon semangat.


Setelah cukup lama, Zoland dan Leon berulang kali melakukan penawaran dengan harga tinggi dan benar saja ada yang terus saja menawar dengan harga yang lebih tinggi lagi.


"Harga nya sudah tidak wajar, siapa yang ingin membelinya?" Kata Leon.


"Entahlah Tuan, saya akan mencari informasi..." Kata Zoland.


"Lepaskan sekarang." Kata Leon.


"Baik Tuan."


Akhirnya Zoland tidak menawar lagi, dan patung itu menjadi milik sang pesaing.


"Lacak siapa yang membelinya. Laporkan pada Harry, sekarang waktunya berurusan dengan mayat." Kata Leon.


"Baik Tuan."


Kemudian pelelangan kedua juga di lalui dengan sengit, harga yang di tawarkan semakin melejit tinggi, bahkan semakin tinggi melampaui harga patung milik Alaris.


"Aneh Harganya sama dengan patungnya, apa ada bangsawan yang kaya dan sangat sekarat, sehingga menginginkan organnya."


"Bagaimana Tuan?"

__ADS_1


"Kita kejar, kita kesini untuk mendapatkan mayat ini." Kata Leon.


Kemudian Zoland menekan lagi harganya menjadi lebih tinggi.


"Aaaa... Ini masuk akal." Kata Leon tersenyum licik dan penuh ketenangan.


"Kenapa Tuan?"


"Lihat lah harganya."


Leon dan Zoland mengamati.


"Sepertinya orang ini menjual patung Nyonya Alaris untuk mendapatkan mayat ini." Kata Zoland.


"Tepat." Kata Leon.


"Apa itu Jason? Wajar jika mereka menjual nya karena tidak memiliki uang, akun bank mereka di tutup." Kata Zoland lagi


"Bagaimana Tuan?"


"Naikkan harga yang tinggi melampuai harga jual patungnya, tebas langsung, aku sudah bosan, dan ingin cepat pulang, akhiri permainan membosankan ini, sisanya kamu yang urus." Leon pergi dan melambaikan tangannya, sebelah tangannya masuk ke dalam saku.


"Baik Tuan."


Akhirnya Franz merasa frustasi, uang penjualan patung telah habis ia gunakan untuk menawar mayat Gloria, itu pun masih tidak cukup.


"Franz..." Mike mencoba menenangkan.


"Sudahlah, aku tidak akan kembali menawar lagi." Kata Franz.


Mike mendesahkan nafasnya dan sangat iba pada Franz.


"Ayo kita pulang dan menanam pohon untuk Gloria." Ajak Mike.


"Ya, tapi setelah itu aku akan membuat mereka yang terlibat tidak akan pernah tenang hidupanya."


"Ya, kita akan pikirkan lagi caranya. Meski keluarga Liam sudah bangkrut tapi kita tetap tidak dapat menyentuh mereka, kita sangat miskin." Kata Mike.


"Maaf Mike kamu bahkan tidak mendapatkan sepeserpun dari penjualan patung."


"Hey!!! Aku sedih kamu bicara begitu, Gloria adalah adikku juga." Kata Mike.


Mereka pun pergi meninggalkan pasar gelap.


Sedangkan Zoland sedang sibuk memberikan perintah pada para pengawal untuk membawa mayat itu dengan hati-hati.


"Astaga, kerja lembur memang sangat indah, Tuan Harry pasti sedang bahagia memeluk Nyonya Alaris di bawah selimut yang hangat." Kata Zoland memeluk dirinya sendiri.


"Haaatcciiuuww.... Astaga ini sangat dingin." Kata Zoland.


Zoland berada di atas atap tepatnya, di atas bangunan pasar gelap yang berada di tengah-tengah lautan.


******


Negara Slyvedonia


Alaris meraba-raba ranjang di sebalahnya, dan itu kosong.

__ADS_1


'Dimana Harry?'


Alaris kemudian mengambil piyama dan turun dari ranjang, sembari jalan keluar dari kamar, ia mengikatnya di pinggang.


Kastil terasa sepi, karena waktu itu jam menunjukkan pukul 3 pagi.


Namun beberapa pengawal tetap masih terlihat berjaga, mungkin mereka sudah berganti shift.


Akhirnya setelah berjalan-jalan kesana dan kemari, Alaris melihat Harry berjalan menaiki tangga.


'Kenapa dengan wajahnya? Apa dia sedang marah? Wajah itu sangat menyeramkan.'


Harry menaiki tangga besar dan lebar, sembari berbicara dengan Zoland dan Leon, saat itu Leon melihat Alaris ada di tangga paling tinggi.


"Selamat pagi Nyonya Alaris." Kata Leon menyapa dengan suara keras.


Zoland dan Harry langsung menghentikan pembicaraan, menyadari jika Leon jika Alaris ada di sekitar mereka.


"Istriku..." Panggil Harry.


Alaris masih memperhatikan wajah Harry, ketika pria itu memanggil istrinya, mimik wajah itu berubah dengan secepat kilat, menjadi sangat hangat dan senyuman yang lebar.


'Bukankah tadi dia sedang marah?' Kata Alaris.


"Kenapa kamu bangun? Di sini dingin. Kenapa hanya memakai piyama?" Harry kemudian melepaskan mantelnya yang tebal dan memakaikannya pada Alaris.


"Kami permisi Nyonya Alaris." Kata Leon.


"Ya." Jawab Alaris.


Setelah Zoland dan Leon pergi, Harry mengajak Alaris untuk kembali ke kamar.


"Apa ada sesuatu yang mengkhawatirkan?" Tanya Alaris.


"Tidak ada sayang. Ayo tidur." Kata Harry.


'Aku sangat yakin tadi Harry sangat marah.' Batin Alaris lagi.


"Sayang, besok kita akan kerumah sakit dan melakukan pemeriksaan, okey?" Kata Harry.


"Iya."


Kemudian Harry mengambil selimut dan menyelimuti tubuh mereka berdua.


"Akhir-akhir ini udara sangat dingin, apa kita perlu menaikkan suhu di kastil?" Tanya Harry.


"Tidak aku lebih suka begini, tidur dengan satu selimut dengan mu, dan berada di pelukanmu."


"Istriku sudah pintar merayu ya?" Kata Harry.


"Kamu tidak suka!" Kata Alaris ketus.


"Tidak, bukan begitu, aku senang istriku, kamu sudah pintar merayuku."


"Bukan itu, kamu tidak suka kita tidur berpelukan."


"Aku sangat suka istriku, aku suka semuanya yang kita lakukan, bahkan aku sangat suka saat kamu selalu mengomeliku sepanjang malam, terus marah-marah padaku sepanjang malam. Aku suka semuanya." Kata Harry mencium bibir Alaris.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2