Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
NONA MUDA CHIA YANG TOMBOY


__ADS_3

Seperti biasa pagi hari semua sibuk pada aktifitasnya masing-masing.


Begitu pula para pelayan yang sibuk membangunkan Chia, anak perempuan Harry itu adalah yang paling susah untuk di bangunkan.


"Nona muda Chia waktu sudah semakin siang, anda harus berangkat sekolah lebih awal." Kata Kepala pelayan.


Chia masih diam dan mulutnya mengeluarkan air liur . Wajah gadis kecil itu benar-benar nampak menggemaskan.


Sedangkan di ruang makan, Harry dan kedua anak lelakinya sudah mulai makan dengan tenang.


"Apa Chia masih belum bangun?" Tanya Harry.


"Belum Tuan." Kata seorang pelayan.


"Seperti biasa, dia yang paling susah di bangunkan, kita akan terlambat lagi." Kata Elouan.


"Biar aku yang membangunkannya." Kata Eugene.


"Ayah minta tolong ya." Kata Harry tersenyum pada anak laki-laki pertamanya.


Eugene kemudian pergi ke kamar Chia, dan terlihat para pelayan mengerubungi Chia di samping ranjang besar yang berwarna pink.


"Apa masih belum mau bangun?" Tanya Eugene.


"Ah Tuan Muda Eugene, Nona Muda Chia tidak mau bangun." Kata Kepala pelayan.


Kemudian Eugene mendekat dan melihat adiknya masih terlelap tidur.


"Chia... Bangunlah. Jangan pura-pura lagi." Kata Eugene.


Suara Eugene dingin sedingin Gletser, membuat Chia bergidik dan merinding, kemudian ia membuka kecil sebelah matanya.


Itu benar Eugene yang menyuruhnya.


"Pantas saja, kamarku membeku, ternyata si dingin es masuk." Kata Chia kemudian duduk dan mengucek matanya.


"Aku dan Elouan akan terlambat lagi, kalau kamu tidak bangun." Suara Eugene khas anak kecil. Meski Eugene memang masih anak-anak namun dia begitu dewasa dan sangat bisa mengatur adik-adiknya.


"Iya... Iya, pergilah! Kamarku menjadi dingin!" Pekik Chia pada Eugene.


Eugene kemudian pergi meninggalkan kamar Chia dan kembali ke ruang makan.


"Apa sudah bangun?" Tanya Elouan.


"Hm." Jawab Eugene.


"Hari ini ayah ada janji temu dengan para staff kepresidenan, kami akan mengadakan rapat, seperti nya akan pulang malam, apa kalian bisa menjaga adik kalian agar tidak memanjat pohon lagi?" Tanya Harry dengan serius.


"Ya ayah." Jawab Eugene tanpa ekspresi.


"Sebenarnya bisa, tapi Chia itu sangat haus perhatian, sepertinya di sekolahan juga Chia tidak memiliki banyak teman, mungkin saja tidak punya, jadi aku minta ayah untuk berkonsultasi dengan guru Chia." Sambung Eugene kemudian.


Eugene bukan lah anak laki-laki yang banyak bicara, namun untul Chia, dia selalu mengedepankan kebaikan Chia. Ini adalah pertama kalinya juga bagi Eugene berbicara panjang.

__ADS_1


"Aku juga setuju, ayah. Sejak ayah menjabat menjadi presiden, Chia semakin nekad." Kata Elouan.


"Apa kalian tidak mengajaknya main?" Tanya Harry.


Elouan dan Eugene saling pandang, mereka adalah anak kecil yang masih berusia 10 tahun, namun sudah dewasa dan mengemban banyak tugas serta tanggung jawab di dalam kastil bahkan kadang juga perusahaan, mereka pun sering di juluki pintad dan dewasa sebelum waktunya, kepintaran mereka pun tidak bisa di ragukan lagi, hingga mereka sekarang berada di kelas akselerasi.


"Tentu saja kami menemani Chia main Ayah, tapi..." Kata Eugene terputus.


"Akhir-akhir ini Chia tidak mau bermain dengan kami." Kata Elouan.


"Kenapa?"


"Kami tidak tahu, setiap aku dan Eugene masuk ke kamar Chia pun, dia selalu mengusir kami dengan melemparkan barang-barangnya jika kami tidak mau pergi." Sambunh Eugene.


Harry diam sejenak, memang Harry merasa, Chia tumbuh menjadi gadis cilik yang aktif dan sehat, apalagi wajahnya sangat cantik perpaduan dirinya dan Alaris, setiap melihat Chia dia seolah melihat dirinya sendiri dan Alaris di dalam satu wajah Chia.


Namun, sampai di usia hampir 10 tahunnya, karena Chia mengalami perkembangan terlambat di dalam kandungan Rahim Alaris, semakin hari Chia menjadi semakin tumbuh sedikit menyimpang, dia tidak selayaknya seperti gadis kecil yang hidup di bangsawan seperti yang lainnya.


Chia lebih suka berambut pendek, dan sekarang dia juga lebih suka memakai baju-baju laki-laki. Jika sebelumnya Chia diam-diam mengambil baju kakak-kakaknya, sekarang diam-diam Chia membeli baju-baju laki-laki untuk dirinya sendiri.


"Tuan Harry..." Kepala pelayan datang.


"Ya."


"Ada seorang art ruangan datang."


"Siapa yang membutuhkannya?" Tanya Harry.


"Itu Chia ayah..." Chia berlari dan langsung naik ke dalam pangkuan ayahnya.


"Kenapa kamu?" Tanya Harry.


"Aku tidak suka warna pink, jadi aku ingin merubahnya." Kata Chia tersenyum dan mengambil roti selai milik ayahnya kemudian melahapnya hingga selai itu berbekas di sudut bibir Chia.


Harry kemudian mengelap bibir anakn permepuannya itu dengan ibu jarinya.


"Oke.. Kamu ingin menggantinya dengan apa?" Tanya Harry.


"Aku ingin mengganti peralatannya dengan semua barang selain warna pink, lalu aku ingin dia menggambar pemeran bajak laut, di serial kartun one piece, aku suka luffy, lalu aku juga suka pemeran bajak laut Jack Sparraw." Kata Chia.


"Kamu menyukai mereka? Apa karena merek tampan?"


Chia mengeleng, "Aku ingin menjadi seperti mereka."


Ayahnya tersentak, ia menarik nafas dan membuangnya perlahan.


Saat itu Chia sudah memakai seragam sekolah, dan melihat lengan pendek Chia juga di lipat ke atas seperti anak-anak yang memakai seragam yang kurang rapi.


Kemudian Harry menjentikkan jarinya dan kemudian Kepala pelayan datang.


"Panggil Zoland untuk menghadap sekarang." Kata Harry.


"Baik Tuan."

__ADS_1


"Dan berikan bekal untuk Chia." Kata Harry.


"Ayah! Chia tidak mau bawa bekal, membawa bekal hanya untuk anak perempuan lemah!" Teriak Chia.


Harry terkejut dengan pernyataan Chia.


"Chia, kamu adalah anak perempuan ayah, kamu tahu kenapa ayah ingin kamu membawa bekal, agar perut mu ini tidak menangis jika sedang lapar." Kata Harry mengusap perut anaknya dengan lembut.


"Tapi ayah..."


Chia cemberut, namun Harry kemudian mencium kening Chia dan membuka lipatan lengan baju anak perempuannya itu.


"Pergilah ke sekolah, kakak-kakak mu akan terlambat." Kata Harry.


Chia turun dengan kesal dan cemberut.


"Kalau mereka takut akan terlambat kenapa tidak pergi saja lebih dulu!" Geram Chia berjalan sambil merasa kesal.


Harry mendesahhkan nafasnya pelan, perubahan Chia semakin terlihat dan kini Harry merasa khawatir.


"Kami berangkat ayah." Kata Eugene.


"Ya, jaga adik kalian."


"Ya ayah." Kata Elouan.


Tak berapa lama, Zoland tiba.


"Ya Tuan." Kata Zoland.


"Carikan pembimbing kepribadian paling bagus, paling terbaik di Negara Zlyvedonia." Kata Harry.


"Untuk siapa Tuan?" Tanya Zoland.


"Untuk Chia. Dia berubah dengan sangat cepat, menyingkirkan gaun-gaunnya yang cantik dan berwarna warni, lalu mengganti semuanya dengan pakaian laki-laki, kemudian dia juga bertingkah seperti berandalan laki-laki."


Zoland diam sejenak.


"Mungkin Nona Muda seperti itu karena sedang bingung Tuan, orang yang paling dekat dengannya hanyalah Tuan Muda Eugene, Tuan Muda Elouan, dan anda, tidak ada yang mengarahkannya menjadi seperti perempuan itu bagaimana, dan Nona muda Chia tumbuh mengikuti alurnya dengan para laki-laki." Kata Zoland.


Harry hanya bisa diam dan merenung, ia memikirkan Alaris, istrinya itu pasti akan kecewa padanya, apalagi sejak dirinya menjadi presiden Negara Slyvedonia, Harry begitu sibuk dan menjadi sangat jarang memperhatikan Chia.


"Tapi anak-anakku bahkan tidak pernah menuntutku harus menemani mereka, ku pikir mereka baik-baik saja." Kata Harry.


'Saat ini Samantha dan Emily pun sedang sibuk mengurus Alaris karena Dokter Arthur memberikan tambahan stimulasi rangsangann baru yang harus mereka berdua kerjakan agar Alaris bisa bangun dari komannya.'


'Sedangkan Brida, juga sedang sibuk mengurus bayi nya sendiri. Leon pun juga harus bolak balik Slyvedonia-Vernecia. '


'Hector sendiri terlalu memanjakan Chia dan menuruti semua permintaan Chia, yang penting Chia bahagia Hector menurutinya, dia juga sepertinya tidak terlalu menganggap serius perubahan kepribadian Chia yang semakin jauh dari kata feminim layaknya putri bangsawan.'


'Istriku, apa yang harus ku lakukan untul Chia kita, kalau itu kamu, pasti kamu tidak akan kebingungan?'


bersambung~

__ADS_1


__ADS_2