Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
AXELLA MENGANDUNG ANAK WILLIAM


__ADS_3

William yang baru saja tiba di mansion karena memdapat telfon dari pelayan tidak sabar dan segera menemui Axella, melihat wanita itu tengkurap sambil menangis membuat William terkejut.


"Ada apa Axella, jangan tidur tengkurap perut mu akan sakit."


"Anda sudah datang?" Axella menghamburkan dirinya dalam pelukan William.


"Kenapa menangis?"


"Aku hanya ingin berteman dengan Tuan Harry, dan berjalan-jalan dengan mereka tapi, mereka menolakku, mereka membenciku." Axella menangis dengan air mata yang berlinang.


"Harry? Harry siapa?"


"Harry Mac Linford." Kata Axella.


"Dia di sini!" William melotot.


"Tuan anda menakutiku." Kata Axella merinding.


"Maafkan aku." William kemudian memeluk Axella.


"Lalu Tuan Harry mengolok-olok ku, katanya aku terlihat seperti pelayan, dan sepertinya dia sudah pergi jadi anda tidak bisa memarahinya."


"Apa!"


"Karena aku memanggil anda dengan sebutan tuan, katanya aku seperti pelayan dan bukanlah calon istri anda. Apakah boleh aku memanggil anda dengan William saja?"


William menarik nafasnya dan mengendurkannya.


"Axella, aku belum melamarmu, bagaimana bisa kamu bilang pada semua orang bahwa aku sudah melamarmu, dan akan menjadikan mu nyonya di mansion ini."


"Apa? Tapi anda memberikanku cincin berlian yang mahal."


"Itu hanya hadiah kecil dariku."


"Kecil? Bagiku itu sangat berharga tidak semua orang bisa membelinya!" Axella kembali menangis sejadinya.


"Tapi kenapa kamu bisa berfikir aku melamar mu hanya dengan memberikan cincin itu?"


"Ii... itu... Karena aku berfikir pria memberi cincin pada kekasihnya pasti itu adalah melamar." Axella tidak bisa memberikan alasan yang sebenarnya jika itu pikiran dari Leon, ia sudah berjanji teman akan melindungi teman.


"Lagi pula saat aku mengatakan di depan Nyonya Alaris dan semua orang bahwa anda melamar ku dan aku akan menjadi Nyonya, anda diam saja berarti anda setuju dan itu adalah kebenaran."


"Ehmm... Saat itu... Sebenarnya aku hanya ingin melihat bagaimana sikap Alaris setelah mendengarnya, apakah dia akan marah atau tetap diam."


"Anda hanya ingin menggunakan ku sebagai alat membuat Nyonya marah? Anda tidak mencintaiku?" Axella memukul kepalanya sendiri.


"Bukan begitu, aku menyayangi mu Axella."


"Anda tidak mencintai Axella!"


"Baiklah aku mencintaimu jangan, jangan menyiksa dirimu, ingat, kamu tidak bisa menyakiti dirimu karena kamu mengandung anakku."


Axella kemudian mulai melemah, dan berhenti memukuli kepalanya, air mata sudah membasahi wajahnya.

__ADS_1


Kemudian Axella mengelus pelan perutnya.


"Maafkan mama sayang, mama akan menjagamu."


Seorang pelayan yang tidak sengaja mendengar percakapan itu sangat terkejut hingga nampan yang ia bawa berisi air dan makanan untuk Axella pun bergetar sangat kencang. Kemudian sang pelayan berbalik akan pergi namun tak di sangka di belakang nya adalah Jason.


"Tu.. Tuan Jason." Pelayan itu membawa nampan dengan gemetar hebat.


"Anda sakit?" Tanya Jason mengambil nampan tersebut.


"Se... Sedikit lelah Tuan."


"Pulang dan beristirahatlah." Kata Jason.


"Te... Terimakasih." Kemudian sang pelayan pergi dengan tergesa-gesa, sedangkan Jason membawa nampan berisi makanan masuk ke dalam kamar Axella.


"Ini makanannya Tuan." Kata Jason.


"Kamu harus makan agar bayi yang ada di dalam perutmu tidak lemah, kamu harus makan banyak agar bayinya sehat, dan jangan pernah stress."


"Baiklah, tapi anda akan mengijinkan ku memanggil anda William."


William tidak bisa berkata tidak, ia tidak ingin Axella mengamuk dan menyakiti dirinya yang berarti itu akan berdampak pada bayi yang di kandungnya.


"Panggil aku semaumu." Kata William.


Axella kemudian tersenyum girang dan memeluk William sembari menyebut dan manggil nama William.


"Kamu senang?"


"Sekarang makanlah."


Setelah selesai makan, seperti biasa William tidur di samping Axella sembari mengelus-elus lembut perut Axella, sesekali tangan yang satu juga membelai kepala Axella, setelah di rasa Axella tidur William pergi.


Di dalam ruang kerjanya William berbicara dengan Jason.


"Harry keluar masuk tanpa sepengetahuanku." Kata William.


"Tidak ada pengawal yang memberitahukan pada saya Tuan."


"Itu artinya ada mata-mata di sini." Kata William.


"Periksa semua pengawal sekarang juga." Perintah William.


"Baik Tuan.


Setelah beberapa saat berlalu, akhirnya Jason menemukan 1 pengawal yang di duga sebagai mata-mata.


Jason sudah menyiksa dan memukulinya hingga darah ada di mana-mana namun pengawal itu tetap membisu.


"Selesaikan, perayaan malam Imperial Diamond akan segera tiba aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun." Kata William.


"Baik Tuan."

__ADS_1


*****


Sore hari Axella baru saja bangun dari tidurnya, dan mendapati William sudah tidak berada di sampingnya. Wanita itu pun keluar untuk mencari William.


"Kenapa sepi sekali..."


Kemudian Axella berinisiatif mendatangi kamar Leon.


Tok Tok Tok...


Pintu kamar di buka, dan itu adalah Leon yang hanya mengenakan setelan kemeja putih namun dada bidangnya terlihat.


Axella menelan ludahnya bagaimana Leon begitu tampan dan seksi.


"Mansion sangat sepi boleh aku bermain denganmu?"


"Tentu saja Axella. Masuklah." Leon mempersilahkan Axella duduk dan menuangkan teh hangat.


"Aku mencari William tapi dia tidak ada, aku merasa kesepian, setiap bangun tidur dia selalu tidak berada di sampingku." Axella merengut cemberut dan mengambil teh nya.


Leon tersenyum sinis.


"Bukankah seharusnya kamu bersyukur? Setiap hari Tuan William menemani mu dan tidur dengan mu, sedangkan istri nya selalu kesepian dan kedinginan. Bukankah seharusnya kamu bangga? Karena telah bisa mengambil suaminya dan berpihak sepenuhnya padamu?"


"Tapi william masih memikirkan Alaris." Kata Axella tidak suka.


"Manusia selalu tamak." Kata Leon Lirih.


"Hm? Kamu bilang apa?"


"Tidak ada. Hanya saja... Apa aku harus memberitahumu?" Kata Leon ragu.


"Tentang apa? Bukan kah kita teman? Teman selalu memberitahu informasi kan? Teman harus selalu melindungi kan?"


"Baiklah, karena aku kasihan padamu, aku akan memberitahumu, bahwa Tuan William sedang pergi dengan Nyonya Alaris untuk menyiapkan pesta besar." Kata Leon.


"Pesta? Dan William tidak memberitahuku!" Axella melotot.


"Ya, pesta, dan semua orang penting akan ada di sana, ini adalah waktu yang tepat untuk memperkenalkan dirimu Axella. Yang ku tahu Tuan Harry juga akan pergi kesana, menurut info yang ku dengar dia sedang mencari teman masa kecilnya."


"Teman masa kecil?"


"Ya, katanya teman masa kecilnya sangat cantik, tapi anehnya dia tidak mempunyai 1 foto pun teman masa kecilnya, aneh bukan? Semua orang bisa saja mengaku sebagai teman masa kecilnya." Kata Leon memberikan hasutan.


"Pertimbangkan jika kamu adalah calon istri Tuan William, dan kamu juga teman masa kecil Tuan Harry, bukankah dunia ada di dalam genggamanmu sekarang?"


"Tapi apa bagusnya Tuan Harry, dia bahkan tidak melihatku." Kesal Axella.


"Kekayaan Tuan William tidak bisa di bandingkan dengan Tuan Harry Mac Linford. Tuan William masih belum bisa menandinginya. Bayangkan jika 2 pria itu ada di pihakmu, tidak akan ada yang bisa mengganggumu, dunia akan menjadi milikmu." Kata Leon menyeringai dan menatap mata Axella dengan yakin.


Axella pun tersenyum dan meneguk tehnya.


"Pastikan kamu bisa datang kesana. Jika kamu bisa datang kesana aku akan melindungimu." Kata Leon meyakinkan lagi.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2