Pernikahan CRAZY RICH

Pernikahan CRAZY RICH
ALARIS MENGALAMI KOMA


__ADS_3

Pada saat itu semua orang terdiam, meski hanya setitik cahaya namun dengan penuh keyakinan Harry mempercayai itu. Setidaknya Istrinya tidak mati. Setidaknya istrinya masih berjuang, dan ia juga harus berjuang. Karena setelah semua situasi yang ia alami, Harry percaya segala sesuatu yang terjadi semuanya perlahan bergerak maju sesuai dengan aturan takdir.


Mendengar Arthur akan memindahkan Alaris ke ruangan ICU, Harry di dampingi oleh yang lainnya kecuali Austin mengunjungi bayinya.


"Keponakanku adalah yang terbaik." Kata Hector.


Saat itu Hector sempat pingsan, dan di bawa ke ruangan perawatan ketika ia mengalami emosi tingkat tinggi pada Austin, membuatnya mengalami serangan panic attack dan ia harus menjalani beberapa perawatan.


Harry masuk dengan pakaian Apd lengkap, sedangkan yang lainnya menunggu di luar melihat melalui kaca yang tembus pandang.


"Kalian putra dan putri ayah." Kata Harry berkaca-kaca. Istriku tersayang, Istriku tercinta, kamu adalah permataku, selamanya hanya kamu lah pertamaku, aku berjanji padamu. Aku pasti akan membesarkan anak-anak kita dengan sangat baik, dan untuk kamu berjanjilah padaku, bahwa kamu juga akan berjuang untuk terus berusaha hidup demi aku dan anak-anak kita."


"Aku menginginkan kehidupan kita bersama selamanya, aku ingin hanya kamu yang membuatku setiap hari merasakan jatuh cinta."


Pada saat itu, ke 3 bayi secara bersamaan membuka matanya, mungkin karena mereka kembar, membuat ikatan batin mereka sangat kuat.


Lalu sifat kebapak an Harry dengan sendirinya pun muncul, dan anak-anak langsung membangkitkan kelembutan serta semangat kasih sayang yang semakin kuat di dalam hati Harry.


"Anak-anakku, ini adalah ayah kalian, kalian cepatlah dewasa dan bawa ibumu kembali kepada kita, oke?" Kata Harry dengan lembut dan meneteskan air mata.


"Sekarang kita ber 5 dan pasti akan dipersatukan kembali! Kalian harus membujuk ibu kalian agar ceoat kembali, dan bermain dengan kalian." Kata Harry.


"Tuan Harry, Nyonya Alaris sudah di pindahkan, anda bisa menemuinya melalui pintu utu, mereka saling terhubung dengan kamar bayi." Kata seorang perawat.


Harry melihat pintu di ujung, itu seperti pintu untuk bertemu dengan kekasihnya, Harry bangkit dan pergi keruangan dimana Istrinya berada.


Setelah membuka pintu, ia melihat beberapa dojter masih mengecek kondisi Alaris dengan alat-alat bantu yang di pasang di semua tubuh Alaris.


Terlihat Arthur juga mengawasi, sesekali memberi perintah dan memandu para dokter lain apa yang harus mereka lakukan.


Saat itu Harry meligat istrinya terbaring di atas tempat tidur, terlihat cantik dan sangat tenang.


"Kamu harus sering mengajaknya bicara." Kata Arthur.


"Apa dia mendengarnya?" Tanya Harry.


"Kemungkinan iya."


Harry melihat Istrinya begitu sangat tenang, bahkan jika Harry tidak mendengarnya vernafas emlalui alat yang bersuara, dan detak jantung yang terekam melalui monitor, Harry pasti sudah mengira istrinya sudah pergi, ia tidak akan berfikir bahwa Istrinya masih hidup.

__ADS_1


Obat rahasia yang dikembangkan oleh Arthur sangat kuat untuk menjaga organ Vital Alaris tetap hidup dan memulihkannya.


Organ manusia yang awalnya kelelahan dikembalikan ke fungsi normal di bawah perbaikan tirani obat rahasia yang telah Arthur kembangkan di laboratorimnya, jika bukan karena obat itu Alaris sudah tidak bisa pertahan pada operasi itu bahkan sebelum bayi-bayinya di angkat semua dari rahimnya.


Darah di tubuh Alaris masih terus di pantau dan tetap terus diganti selama beberapa siklus, dan puluhan ribu unit darah membasuh semua sel yang sakit di dalam tubuh Alaris, semua itu juga membantu untuk meminimalisir efek obat yang masih bekum di ketahui.


Setelah dia bangun, apakah dia akan benar-benar melupakan dirinya sendiri?


Harry masih ternganga dengan para dokter yang masih sibuk mengurus ini dan itu, memeriksa ini dan itu.


'Aku adalah orang yang tidak takut dengan apapun, aku memiliki persiapan mental yang berani hingga tak jarang semua orang menyebutku iblis untuk masa depan, tetapi menghadapi kenyataan ini yang ada di depan mataku, seolah semua ini seperti ilusi tak bertepi yang selalu menyiksa ku dan menyeretku ke dalam kegelapan tak berdasar tentang keamanan dan keselamatan Alaris. Semua tentang Alaris membuatku takut.'


Ketika Harry tahu bagwa ia akan kehilangan Alaris langit yang cerah baginya berubah menjadi langit suram dan kehidupan suram.


Para dokter saling mengatakan normal untuk tugas-tugas mereka di bidang mereka masing-masing.


"Normal."


"Normal."


"Normal."


"Semua indikator normal."


"Semua organ vitalnya sudah normal dan mulai bekerja kembali."


"Respon gelombang otak normal."


"Neuron merespons secara normal."


"Fungsi tubuh normal."


"Laju aliran darah normal, denyut nadi normal, dan tekanan darah normal."


Setelah tugas-tugas mereka selesai, Arthur mengangguk dan menyuruh mereka untuk pergi.


"Tuan Harry, anda bisa berbicara dengan istri anda." Kata Arthur dan kemudian pamit pergi.


Harry melihat Alaris dimana banyak selang dan kabel-kabel memenuhi tubuhbya, meskibAlaris di balut dengan pakaian pasien, ia tetap terlihat cantik.

__ADS_1


Harry duduk dan mencium tangan Alaris.


"Terimakasih... Istri."


"Terimakasih kamu sudah berjuang."


"Terimakasih kamu sudah melindungi bayi-bayi kita."


"Terimakasih kamu tidak meninggalkan kami."


"Berjuanglah sebentar lagi."


"Aku juga akan berjuang dan membesarkan anak-anak kita. Aku akan menyayanginya." Kata Harry mencium kening Alaris.


Harry mendengar detak jantung Alaris dari layar monitor, ia merasa lebih tenang setiap kali ia mendengar detak jantung istrinya.


"Aku ingin selalu di sini menemanimu, tapi aku harus mengurus perlengkapan bayi-bayi kita, aku ingin menyiapkan semuanya sendiri, agar keselamatan dan keamanannya terpantau langsung oleh ku, kamu tidak apa-apa kan sayang di sini? Aku akan akan menyuruh Samantha juga Lily dan Brida menemanimu." Kata Harry mrncium kening Alaris lagi.


"Tidur dan istirahatlah sayang." Kata Harry.


Harry kemudian pergi meninggalkan ruangan Alaris dan kembali ke ruanganbayi-bayinya melalui pintu penghubung.


Di saat ruangan Alaris begitu dingin dan sangat bau dengan obat-obatan yang menyengat berbeda dengan ruangan para bayi, itu membuat tubuh Harry menjadi hangat.


"Kapan bayi nya bisa di bawa pulang?" Tanya Harry pada perawat yang sedang bertugas.


"Ahh... Tu.. Tuan Harry... Anu, sebenarnya dokter yang lebih tahu, namun biasanya setelah 3 hari jika bayi sehat bisa di bawa pulang Tuan." Kata sang perawat.


Harry mengangguk tanda mengerti kemudian ia memberikan salam hangat dan mengatakan bahwa ia akan kembali mengunjungi para bayi-bayi itu.


"Anak-anakku, ayah akan menyiapkan sarang kalian untuk tidur, jadi kalian harus sehat agar ayah bisa melihat kalian tidur di rumah."


Harry tersenyum melihat para bayi-bayi menggeliat seolah tahu apa yang di katakan oleh ayah mereka.


Harry kemudian melihat anak perempuannya.


"Kamu akan menjadi malaikat paling cantik yang di jaga oleh para kakak-kakakmu." Kata Harry.


Kemudian Harry memikirkan nama apa yang akan ia berikan pada ke3 anaknya. Harry cukup bingung, karena ia tidak pernah membahas perihal nama bayi mereka dengan Alaris.

__ADS_1


bersambung~


__ADS_2